NovelToon NovelToon
Semakin Aku Membencimu Semakin Aku Mencintaimu

Semakin Aku Membencimu Semakin Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mom IRSA83

Karena suatu kesalah pahaman Rangga sangat membenci Rastiaj, yang dulunya sangat ia sayang entah sebagai adik atau lebih dari sekedar adik, sampai menyiksanya hingga memasukkannya kedalam penjara

Hingga suatu malam karena di jebak oleh seseorang terjadilah cinta satu malam yang mana Rastia Melahirkan seorang putra di penjara.

Rangga menyangka kalau Rastialah yang menyebabkan tunangannya kecelakaan hingga koma bertahun-tahun.

ikuti kisahnya jangan lupa di vote ya 🤝🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom IRSA83, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 32. Kemarahan Regina

Hari ini Regina berniat mengunjungi Rangga, dia akan pura-pura mencari perhatian Rangga ia akan merasa bersimpatik atas hilangnya Tia, tidak tau saja kalau kedoknya sudah terbuka.

"Ma aku pamit, aku akan menemui Rangga hari ini, aku akan berusaha untuk bisa bersamanya apapun yang terjadi hanya aku yang pantas bersama dia bukan perempuan oon itu ataupun wanita lain. Dengan penuh percaya diri dia melangkah pergi keluar menuju mobilnya, pertama tujuannya akan ke rumah dan bertemu langsung dia singgah di toko Buah dan kue, ia membelikan cake kesukaan Rangga, kemudian kembali melajukan mobilnya membela jalan raya yang sudah tidak ramai lagi dari lalu lalang kendaraan karena masih jam kerja. Ia menganggap kalau Rangga masih di rumah istirahat karena habis sakit. Dia ingin memberikan surprise kepada Rangga. Sekitar tiga puluh menit berkendara ia memasuki gerbang Rumah Rangga security langsung membukakan pintu karena ia tau yang datang adalah calon Nyonya muda, tunangan Tuannya. Ia memberikan salam ke pada Regina meski regina tidak menurunkan kaca jendela mobilnya. Ia berhenti pas depan teras mansion itu lalu turun dan membawa sendiri ole-ole untuk Rangga. Salah. Satu ART yang berada di sana membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk, ia berjalan dengan congkaknya masuk ke dalam dan rencananya langsung mau naik ke kamar Rangga. Tapi salah satu Maid di rumah itu melihatnya dan memberitahu kalau Tuannya tidak ada di rumah, Regina berhenti dan berbalik tidak jadi naik ke atas.

Ia kemudian menghampiri Maid itu.

" Memang Rangga ke mana, saya kira dia sedang sakit, dan saya datang untuk menjenguknya!!

" Tadi pagi waktu sarapan saya dengar dia mau ke pemakaman tapi dia tidak menyebut siapa yang meninggal Nona""

" Ke pemakaman?? Apa ada rekan kerjanya yang meninggal?? setelah menerima informasi dari maid kalau Rangga tidak ada Regina jadi kecewa dan tidak percaya kalau Rangga tidak ada di rumah,ia lalu meminta izin untuk naik ke kamarnya dengan mengatakan akan menyimpan ole-ole yang di bawakan untuk Rangga di kamar saja, tanpa mendengarkan Maid tadi kalau kamar Rangga di kunci dia telah mengganti nomor pasword kamarnya. Maid itu hanya menggeleng dan kembali ke dapur.

" Aku tidak percaya kalau Rangga tidak ada, mungkin ini hanya alasannya saja tidak bertemu denganku, aku tak ingin melepaskan mu sampai kapanpun Rangga", sampai didepan pintu ia menekan kamar Rangga dengan nomor pasword yang biasa ia pake tapi ternyata tidak bisa, ia mulai kalap dan emosi, ia tidak percaya kalau Rangga mengganti pasword kamarnya.

" Tidak bisa begini aku harus bertemu Rangga, apapun alasannya, ia aku harus bisa, Regina kembali turun ke bawa dengan rasa kecewanya, tanpa pamit ke maid lagi, iia langsung ke luar dan berencana akan ke kantor, " Pasti dia ada di kantor sama Si sio" Regina kembali naik ke mobilnya dan pergi meninggalkan Rumah Rangga dengan perasaan yang berkecamuk, " Apa mungkin dia sengaja menghindariku atau jangan - jangan dia sudah tau tentang penculikan Tia, ini adalah rencanaku, tapi tidak mungkin karena tempo hari Tina menelponku kalau rencananya berhasil dan dia sedang ke luar Negeri untuk shopping.

Flash Back

" Jadi pada saat Tina di tangkap dan di siksa, Sion menyuruh agar berbohong ke Regina kalau rencananya menculik Tia berhasil, Tia lalu menelpon Regina untuk mentransfer sisa bayarannya karena dia mau keluar negeri untuk berlibur sekaligus menghindari polisi untuk sementara dan Regina percaya begitu saja dan sangat senang mendengarnya karena tidak ada lagi yang akan menghalanginya bersama Rangga, dan saat ini ke adaan Tina sangat mengenaskan di markas Rangga, penuh luka cambuk dan badannya kurus karena hanya di beri makan sekali sehari dengan air hanya satu gelas saja,ia telah menuai perbuatannya, Rangga tidak berencana untuk membunuhnya dia akan menyerahkan ke polisi bersama dengan Regina nanti".

Flash off***

Regina telah sampai di depan kantor Rangga, dia segera menyerahkan kunci mobilnya ke Security tak lupa dia mengambil barang bawaannya untuk Rangga, ia lalu ke resepsionis bertanya apa Pak Rangga ada di kantor, biasanya ia langsung saja masuk sebelum kecelakaan itu terjadi, setelah lima tahun ia baru kali ini menginjakkan kaki lagi di sini,tapi tadi ia mendengar dari maid kalau dia sedang menghadiri pemakaman, makanya dia singgah bertanya, Resepsionisnya pun sudah di ganti.

" Maaf apa Nona sudah membuat Janji dengan Pak Rangga?"

"Memang kamu tidak kenal saya, oo iya kamu kan resepsionis baru jadi tidak tau saya, asal kamu tau aku ini tunangan Pak Rangga bos mu itu dan aku tidak usah buat janji saya bisa saja langsung masuk tanpa izin siapapun termasuk kamu yang hanya sebagai resepsionis, dengan nada sombong Regina memukul meja, Resepsionis itu ketakutan dan meminta maaf, Regina segera berlalu dari sana dan masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Tapi resepsionis itu tidak mau juga di salahkan dia tetap menghubungi Sion dan memberitahu ke datangan Regina.

" Maaf Bos kata Resepsionis Regina ada saat ini sedang ada di kantor, bagaimana apa Bos ingin ketemu dengannya atau bagaimana?

" Saat ini aku tidak mau bertemu siapa-siapa pun juga Sion, kau halangi dia apapun cara yang kau lakukan terserah tapi jangan sampai dia masuk ke ruangan ini, aku jijik melihat perempuan itu, ada saatnya aku akan menemuinya dan memberinya pelajaran tapi belum saatnya.

" Baik Bos saya ke luar dulu"" Sion keluar menuju depan tangga dekat, ruangan kerja untuk menyambut ke datangan Regina, tidak lama Perempuan yang di maksud sudah ada di depannya, dan Regina merasa bahagia, ia kira Sion datang menjemputnya karena Rangga tau kalau dia datang untuk menemuinya.

" Sion makasih ya sudah mau menjemput ke datanganku, oo iya tolong bantu bawakan ini, bisa kan?? Ini untuk Rangga makanan kesukaannya, aku ingin bertemu dengan dia"

"Maaf Nona tapi Tuan berpesan agar tidak menerima tamu hari ini karena sedang sibuk sekali dan sebentar lagi ada klien yang akan datang dia akan meeting, Nona bisa datang lain kali saja dan Nona Silahkan bawa kembali makanan itu karena saat ini Tuan di larang sama dokter untuk tidak sembarang makan-makanan apalagi yang manis-manis karena akan berefek ke lambungnya, jadi saya mohon Nona bisa pergi sekarang, Sion bisa melihat kilatan mata Regina yang penuh amarah tapi Sion tetap pada pendiriannya, sesuai dengan perintah Bosnya dia harus mengusirnya apapun caranya"

" Berani sekali kau mengusirku", aku ini tunangan Rangga dan kamu cuman asisten, Regina mulai meninggikan suaranya dan memakai Sion dengan nada yang penuh amarah, dan mencoba melewati Sion tapi tidak berhasil karena Sion tetap pasang badan,dan mulai mengancam Regina.

" Nona mau pergi dengan cara baik-baik atau aku panggilkan security, semua karyawan mulai berbisik-bisik, melihat kejadian itu, Regina semakin marah karena merasa Sion telah mempermalukan dirinya dengan mengusirnya dari sana.

" Dengar baik-baik Sion, hari ini aku mengalah demi menjaga harga diri Rangga, tapi ingat aku akan melaporkan ke jadian ke Kakek atas perlakuanmu ke aku, dan aku akan menyuruh dia untuk memecatmu karena ke lancanganmu hari ini menghalangi aku untuk bertemu Rangga, sambil mengangkat jarinya ke muka Sion, tapi sedikit pun Sion tak gentar dan takut atas ancaman Regina.

Mendengar bisik-bisik karyawan yang semakin riuh Regina semakin marah, ia berteriak agar semuanya diam, ia lalu melempar barang-barang yang ia bawa kearah karyawan dan mengenai salah satu karyawan yang ada di sana.

" Ingat ya Sion aku akan memberimu pelajaran atas tindakanmu hari ini" Ia lalu mendorong Sion kemudian berbalik dan pergi meninggalkan Kantor Rangga. Setelah melihat kepergian Regina, Sion kembali masuk ke dalam Ruangan Rangga dan melaporkan kejadian itu.

" Kelihatannya Nona Regina sangat marah, dan mengancam akan mengadukan saya ke Tuan besar"

" Biarkan saja sampai di mana kemampuannya untuk terus berpura-pura baik dan tidak terjadi apa-apa atas hilangnya Tia, kamu tunggu saja Regina, aku pasti akan menemuimu, persiapkan saja dirimu baik-baik" Rangga tersenyum penuh arti dan Sion bisa melihat ke marahan Rangga.

Jangan lupa Subscribe, vote karya aku ya, biar bisa terus mengikuti karya terbaruku 🥰🙏💪

" Nona

1
Vina Tamaela
Jika kedapatan rastia gak bersalah maka rastia harus mengugat rangga , tunangan nya Regina dan si kakak angkat ular nya mereka harus bayar luka rasa sakit dan penderitaan yang mereka berikan jangan bodoh meski memaafkan tapi hukum harus tetap berjalan agar pelaku kejahatan jera dan menyesali perbuatannya
Sweety: makasih ya Uda mampir
total 1 replies
yanzzzdck
semangat💚
Sweety: Makasih supportnya 🙏
total 1 replies
Dian Fitriana
up LG
Sweety: Ia nanti aku up lagi, makasih Uda mampir
total 1 replies
Dian Fitriana
update
Sweety
jangan lupa ya tinggalkan jejak jempolnya👍 Makasih 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!