NovelToon NovelToon
Kilatan Waktu

Kilatan Waktu

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Misteri / Horor / Hantu / Time Travel / Reinkarnasi
Popularitas:50
Nilai: 5
Nama Author: Ami Greenclover

Bagaimana rasanya kembali ke masa lalu?Mia dan Dania kembali ke masa lalu, namun... cerita mereka sedikit berbeda... Makam kuno yang mereka lihat membawa mereka kembali ke masa kejayaan Dinasti Song. Dinasti yang kala itu berdiri dengan megah yang menjadi tonggak kemajuan zaman.
"Dimana ini?"
Kalimat yang sering Mia dan Dania ucapkan setelah menjadi target "Kilatan Waktu"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ami Greenclover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ide Yang Unik

Pagi telah tiba suara burung mulai terdengar Mia dan Dania beranjak dari tempat tidurnya.

“Good morning!”

“Morning!”

Mereka mencuci wajah mereka. Hari ini mereka akan memulai perjalanan mereka untuk mencari bangunan yang akan menjadi bagian dari sejarah dikemudian hari.

“Kita harus cari cara.”

“Kau benar.”

Mereka keluar dari kamar mereka, mereka melihat ke kanan dan kiri mereka. Tempat itu sangat sepi, mereka lalu berjalan ke gerbang depan.

“Coba kau lihat, itu kebun milik siapa?”

“Ya mana ku tau, emangnya aku warga sini.”

“Iya juga ya hehe.”

Mereka berdua sedang membahas hal-hal random.

Langkah kaki berbunyi, mereka menoleh ternyata itu adalah Zhang Wei yang sedang bersiap-siap untuk pergi bertugas.

“Stop! Kau mau kemana?”

Mia menghadangnya.

“Minggir.”

“Tidak mau! Jawab dulu pertanyaanku.”

Zhang Wei hanya diam, tatapannya terlihat sangat kesal dengan kelakuan Mia.

“Minggir.”

“Ish, kau ini… aku bertanya padamu. Apa kau akan pergi ke istana?”

“Bukan urusanmu.”

“Baiklah! Kau boleh lewat.”

Mia memberikan jalan.

Zhang Wei masuk ke kereta kuda, dia duduk di dalam kereta itu dengan tenang sambil membaca sebuah buku.

“Kami numpang ya!”

Mia dan Dania tiba-tiba masuk.

“Apa yang kalian lakukan ?!”

Zhang Wei tampak kaget.

“Kau diam saja duduk disitu!”

Mia mengambil buku di tangannya.

“Kembalikan.”

Mia lalu duduk di samping Zhang Wei.

“Ku beritahu kau… pengetahuan yang kau punya ini adalah pengetahuan dasar.”

“Apa maksudmu?”

“Artinya ada ilmu baru yang belum kau ketahui.”

Dania menyela pembicaraan.

“Ilmu baru?”

“Ya, ilmu baru. Pengetahuan di buku ini terlalu mendasar. Aku bisa mengajarimu beberapa ilmu baru.”

Zhang Wei tak merespon, dia termenung.

“Jangan hanya diam, berikan aku pulpen.”

Mia menjulurkan tangannya.

“Pulpen? Apa itu pulpen?”

Zhang Wei tak tahu apa itu pulpen. Di eranya menulis masih menggunakan kuas.

“Oh iya,aku lupa…kau tak tau apa itu pulpen. Sudahlah lupakan saja, aku akan memberikanmu sedikit pengetahuan ku.”

Mia menjelaskan pada Zhang Wei mengenai cuaca serta gejala-gejala alam yang pernah ia pelajari di bangku sekolah. Tampak Zhang Wei bersikap acuh, namun ia juga tampak serius mendengarkan.

Cara itu ampuh untuk membuat Zhang Wei mau bekerja sama dengan Mia .

“Aku akan membuatkanmu sebuah buku, dan buku ini hanya ada satu di dunia. Aku akan memasukan beberapa pengetahuan yang aku pelajari saat aku sekolah.”

“Kau pernah sekolah?”

Zhang Wei bertanya.

“Ya, aku pernah sekolah. Lan Qiu juga pernah. Aku saat ini seorang mahasiswa.”

“Mahasiswa? Apa itu mahasiswa?”

“Hmm mahasiswa itu orang yang melanjutkan sekolahnya ke tingkat yang lebih tinggi agar mendapatkan gelar sarjana.Kita sama, sama-sama harus belajar untuk mendapatkan gelar sarjana bedanya adalah kalian belajar secara mandiri sedangkan aku belajar bersama teman-teman di kelas dan materi yang disampaikan oleh guru kami sama untuk setiap orang.”

“Mengapa bisa begitu?”

“Aku juga tidak tau… itu pemerintah yang mengatur.”

“Ternyata begitu…”

“Apakah setelah menjadi sarjana kau akan bekerja di pemerintahan?”

“Hmm tidak tau, tergantung takdir yang membawa hehe.”

“Jadi, kalian ketika mendapatkan gelar sarjana itu seperti tidak memberi pengaruh apa-apa?”

“Bisa dikatakan begitu, pemerintah kami tidak terlalu mengurusi masalah pekerjaan rakyatnya. Berbeda dengan pemerintahan kalian yang selalu menganggap sarjana sebagai harta karun negara.”

“Mengapa pemerintahan kalian seperti itu?”

“Hmm, kami pun tak tau… tapi tentunya kau sudah paham mengapa demikian.”

“Pemerintah kalian korup?”

Dania langsung menutup mulut Zhang Wei.

“Kau jangan bicara sembarangan, jika mereka tau habislah kita.”

Zhang Wei menyingkirkan lengan Dania.

“Pemerintah itu harus mengabdi untuk rakyat,jika pemerintah membuat rakyat menderita maka langit akan menghukum mereka!”

“Menakut-nakuti mereka dengan perkataan seperti itu tidak akan membuat mereka lantas sadar, mereka saja bersumpah di depan banyak orang tetapi mereka masih mengingkarinya. Ah, sudahlah membahas pemerintahan membuatku kesal.”

Mia dan Dania membuka jendela, di jalanan terlihat banyak warga dengan pakaian yang sederhana sedang beraktivitas. Melihat kegiatan tersebut membuat Mia memikirkan sesuatu.

“Kalau buka bisnis bagus kali ya?”

“Bisnis apa?”

Dania bertanya.

“Kau ingin berbisnis?”

Zhang Wei penasaran.

“Ya, aku ingin berbisnis. Aku ingin mengumpulkan uang dengan cara mengatasi investor dan aku juga ingin melakukan bisnis jual beli saham.”

“Semua yang kau katakan terdengar aneh.”

Zhang Wei tidak mengerti dengan setiap perkataan Mia.

“Saham? Ide bagus sih… tapi butuh modal juga. Dapat modal darimana?”

Dania bingung. Mia mendekati Dania dan berbisik di telinganya.

“Kita jadi penipu, gimana?”

Dania kaget.

“Heh! Mana bisa gitu!”

“Aku belum selesai ngomong woi!Dengerin dulu!”

“Oke, oke.”

“Jadi, pengetahuan tentang cuaca, aritmatika dan yang lainnya itu kan belum terlalu berkembang jadi kita bisa jual ide sama orang-orang.”

“Maksudnya gimana?”

“Ilmu pengetahuan disini belum begitu maju, jadi kita bisa gunain ilmu itu untuk dipake.Contohnya seperti ilmu kedokteran, misalnya ada orang yang alergi, kita bisa mendiagnosis penyakit itu dari gejalanya terus kita ngasih solusi untuk mengatasi penyakit itu. Kita buka jasa menjawab pertanyaan.”

“Hmm, boleh juga bisa kita coba.Semoga ajah berhasil.”

“Ya, semoga ajah.”

“Apa yang kalian bicarakan?”

Zhang Wei bertanya.

“Kami membicarakan tentang bisnis.”

“Memulai bisnis bagi seorang wanita adalah hal yang sulit karena negeri ini masih memiliki peraturan yang ketat mengenai wanita.”

“Apa itu aturan? Phei! Kami tidak peduli dengan aturan semacam itu.”

Dania adalah orang yang bebas, peraturan dari pemerintah tak bisa mengikatnya.

“Kalian harus ingat batasan, aku hanya mengingatkan kalian.”

“Terimakasih telah mengingatkan. Tapi… kami ini adalah orang yang jujur dan berjiwa bebas. Kami tidak akan tunduk pada aturan selagi kami merasa tidk salah.”

“Terserah kalian saja.Ngomong-ngomong kapan kalian akan turun dari kereta kudaku?”

“Kami tak akan turun.”

“Aa? Mengapa?”

“Kami akan ikut kau pergi ke istana.”

Zhang Wei kaget.

“Tidak boleh!”

“Mengapa tidak boleh?”

“Tidak sembarangan orang bisa masuk ke istana.Istana itu bukan tempat hiburan.”

Kami tidak akan masuk, kami hanya ingin melihat bagian depan istana saja.”

“Oh, ternyata begitu.”

“Kau ingat baik-baik… kami pasti akan masuk ke istana cepat atau lambat.”

“Sebenarnya apa tujuan kalian?”

“Hmm, tidak ada. Kami hanya mau jalan-jalan saja hahaha.”

Zhang Wei menggelengkan kepalanya.

Setelah 15 menit mereka akhirnya sampai. Mereka turun dari kereta.

“Wah! Keren sekali tempat ini!”

“Ini adalah istana, kalian hanya boleh berjalan sampai disini.”

“Baiklah.”

Zhang Wei meninggalkan mereka. Mereka melihat istana dari gerbang itu. Mereka melihat tembok tinggi yang mengelilingi istana. Rasa kagum memenuhi pemikiran mereka. Biasanya mereka melihat hanya dari film, kini rasa penasaran mereka telah terbayar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!