Ye Fan adalah seorang psikopat yang menjadikan orang-orang jahat sebagai target eksekusinya. Ia menikmati perburuan tersebut tanpa rasa bersalah.
Sebelum kematiannya, Ye Fan menghabiskan waktu dengan sebuah game kultivasi yang menurutnya sangat menarik, karena di dalamnya ia bisa memburu dan membunuh para penjahat tanpa batas.
Namun, hidupnya berakhir ketika ia tewas ditembak polisi. Saat membuka mata kembali, Ye Fan mendapati dirinya telah bereinkarnasi ke dalam dunia kultivasi—dunia yang persis seperti game yang pernah ia mainkan, tempat hasrat lamanya kini dapat terwujud sepenuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19: Genderang Perang di Wilayah Timur
Ye Fan memutuskan untuk tidak lagi bersembunyi. Dengan status Ketua Sekte Pemburu Bayangan, ia memilih untuk menghadapi ancaman secara terang-terangan. Nama pejabat tinggi yang menemaninya adalah Pejabat Yan, utusan urusan kultivator dari Kekaisaran.
Perjalanan menuju Wilayah Timur dilakukan dengan iring-iringan resmi. Ye Fan duduk di atas kuda hitam yang gagah, diapit oleh Inspektur Lu dan Pejabat Yan. Di belakang mereka, sepuluh murid terbaik dari Sekte Pemburu Bayangan—yang semuanya adalah mantan budak dan pelayan yang kini telah dilatih dasar-dasar kultivasi oleh Ye Fan—mengikuti dengan disiplin tinggi.
"Kau yakin ingin melakukan ini secara terbuka, Ye Fan?" tanya Inspektur Lu sambil membetulkan letak pedangnya. "Han Feng bukan hanya seorang kultivator tangguh, dia adalah Penasihat Gubernur. Menyerangnya di Kediaman Gubernur sama saja dengan menyenggol sarang lebah."
Ye Fan melirik ke arah Lu dengan tatapan dinginnya yang khas. "Aku tidak menyerang Kediaman Gubernur. Aku hanya mengantarkan 'sampah' yang tertinggal di gerbang sekteku kembali kepada pemiliknya."
Pejabat Yan mengangguk setuju. "Secara hukum, Han Feng telah melanggar aturan Kekaisaran dengan mengirim pembunuh bayaran klan terlarang seperti Elang Darah untuk menyerang sekte yang sudah diakui resmi. Kita memiliki dasar hukum yang kuat."
Sesampainya di ibu kota Wilayah Timur, iring-iringan itu langsung menuju Kediaman Gubernur yang megah. Penjaga gerbang mencoba menghalangi, namun Pejabat Yan menunjukkan lencana emas Kekaisaran, membuat mereka langsung berlutut ketakutan.
Mereka masuk ke aula utama, di mana Han Feng sedang duduk bersantai sambil meminum teh, ditemani oleh sang Gubernur yang tampak tidak tahu apa-apa. Han Feng adalah pria paruh baya dengan kumis tipis dan mata yang selalu tampak licik. Begitu melihat Ye Fan masuk, cangkir teh di tangannya retak.
"Siapa kalian?! Beraninya masuk ke sini tanpa undangan!" teriak Gubernur Wilayah Timur, berdiri dengan gusar.
Pejabat Yan maju ke depan. "Gubernur, tenanglah. Kami ke sini bersama Ketua Sekte Ye Fan untuk membahas masalah serius terkait Penasihat Anda, Han Feng."
Han Feng mencoba menenangkan dirinya, meski keringat dingin mulai membasahi dahinya. "Ketua Sekte? Sekte pedesaan mana yang berani memfitnahku?"
Ye Fan melangkah maju. Aura Inti Qi Level 1 miliknya sengaja dilepaskan sedikit, membuat udara di aula mendadak menjadi sangat berat. Ia melambaikan tangan kanannya, dan dari Inventori-nya, ia mengeluarkan jasad empat pembunuh Klan Elang Darah serta satu pembunuh yang masih hidup namun dalam kondisi hancur secara mental.
Bruk!
Mayat-mayat itu berjatuhan di lantai aula yang bersih.
"Penasihat Han," suara Ye Fan bergema jernih dan tajam. "Lain kali jika ingin mengirim 'hadiah', kirimlah sesuatu yang lebih kuat. Mainan kecilmu ini terlalu mudah rusak."
Pembunuh yang masih hidup itu langsung merangkak dan bersujud di kaki Han Feng sambil meracau ketakutan, "Tuan Han... maafkan kami! Dia bukan manusia! Dia iblis! Jangan bunuh saya!"
Wajah Han Feng berubah pucat pasi, lalu menjadi merah padam karena marah dan malu. "Fitnah! Ini semua fitnah! Aku tidak kenal orang-orang ini!"
Gubernur Wilayah Timur menatap Han Feng dengan curiga. "Penasihat Han, bukankah kau bilang Klan Elang Darah adalah teman lamamu?"
Ye Fan menyeringai gila. Ini adalah momen yang ia sukai—saat mangsanya mulai terpojok dan saling menggigit.
"Gubernur," ucap Ye Fan sambil menatap Han Feng dengan tatapan predator. "Aku tidak butuh pengakuan dari mulutnya. Aku punya metode sendiri untuk mengeluarkan kebenaran... meski itu harus menarik keluar setiap saraf di tubuhnya."
Ye Fan mulai melangkah mendekati Han Feng. Para penjaga Kediaman Gubernur mencoba menghalang, namun Inspektur Lu dan pasukannya segera menghunuskan pedang.
"Siapa pun yang bergerak," ancam Inspektur Lu, "akan dianggap sebagai kaki tangan Klan Elang Darah dan musuh Kekaisaran!"
Han Feng panik. Ia menyadari bahwa posisi politiknya tidak lagi bisa melindunginya. Ia bangkit dan mengeluarkan kipas besi miliknya, aura Inti Qi Level 3 meledak dari tubuhnya.
"Kau pikir bisa menangkapku di wilayahku sendiri, bocah?!" teriak Han Feng sambil menerjang ke arah Ye Fan.