NovelToon NovelToon
Status Janda, Rekening Miliaran

Status Janda, Rekening Miliaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yance 2631

Pernikahan Adrian dan Hanin Kirana menginjak 5 tahun, tapi mereka belum juga dikaruniai anak, sementara mertua Hanin membencinya dengan masalah itu.
Adrian dan Hanin akhirnya bercerai, Hanin berusaha bangkit dari keterpurukannya dengan menata hidup lebih baik dan menjadikannya seorang pebisnis yang sukses.
Segala hal yang terjadi dalam hidupnya membuatnya lebih tegar, dan menciptakan kesan bahwa perempuan single bisa mandiri dan meraih kekayaan yang luar biasa.
Bagaimana kisah selanjutnya? , apakah Hanin tetap menjanda? atau menemukan pasangan hidupnya yang baru?
Yuuk kita ikuti ceritanya .....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yance 2631, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Davina Bertemu Dengan Hanin

Setelah itu mereka hanya terdiam di dalam mobil, hanya terdengar deburan ombak di pantai, Adrian pun termenung..

Adrian tidak ingin hubungannya dengan Davina kandas lagi setelah ibu dan kakaknya ikut campur seperti dulu,

"Siap Vin, aku mengerti.. aku akan tunggu jawaban dari kamu dan jika seandainya kamu mau menerima keadaanku yang sekarang aku akan melamar kamu tanpa atau dengan orang tuaku, aku janji" ujar Adrian.

Davina pun mengangguk.

"Ya, kita berteman saja dulu mas, teman baik, karena aku nggak ingin terburu-buru menikah, karena terus terang.. aku juga baru sembuh dari luka hati karena ditinggal suami, aku sangat mencintainya" ujar Davina menunduk.

Mata Davina pun mulai basah, dan jatuh di pipinya,.. Adrian reflek menghapus air mata Davina dengan tangannya, Davina membiarkannya.

"Mas, mungkin minggu depan aku mau umroh dulu sebagai penguat jiwa aku" ujar Davina. "Kapan rencana umroh sayang?" tanya Adrian sambil menatap Davina.

"Rencanya 7 hari lagi mas, .."ujar Davina. Adrian mengangguk.

"Mm, gitu ya.. aku akan temani kamu umroh, aku nggak mau kamu sendirian di sana" ujar Adrian sambil menggenggam tangan Davina.

Davina tidak menyangka keputusan Adrian yang ingin ikut umroh menemaninya,

"Sebentar ya mas aku kontak Haji Dadan dulu mungkin masih ada seat?" ujar Davina.

Davina pun menghubungi travel yang akan membawanya umroh, dan ternyata masih ada 3 seat kosong untuk pemberangkatan yang sama dengan grupnya.

Setelah Davina menjelaskan pada Adrian, Adrian pun menyetujuinya, "Aku akan segera urus semuanya, aku hanya nggak mau kamu sendiri aku akan menjaga kamu di sana" ujar Adrian tegas. Davina pun hanya tersenyum.

Mereka pun melanjutkan perjalanan pulang ke Bandung, tiba di rumah Davina jam 10 malam, Adrian mengantar Davina sampai ke depan pintu rumah lalu berpamitan.

Adrian mengemudikan mobilnya menuju rumah, "mudah-mudahan si Sita udah pulang ke rumahnya, malas aku lihat dia di rumahku" gumam Adrian.

Tiba di rumah, Adrian melihat pintu pagarnya tidak terkunci, kemudian ia memarkir mobilnya di carport lalu berjalan masuk.. pintu depan rumah pun tidak terkunci, Adrian pun masuk.

Di dalam rumah terlihat banyak bungkus cemilan berantakan, juga sisa belas makanan Sita yang tercecer di meja dan juga dapur yang kotor,

"Astagfirullah.. !" gumam Adrian, kemudian Adrian menuju kamarnya, tampak Sita terlihat tidur dengan lingerie tipisnya yang terbuka, Adrian begitu kesal.

"Sita, Sit .. heh bangun, banguun!" ujar Adrian membangunkan Sita yang masih tidur. "eeh, mas udah pulang?" ujar Sita sambil tangannya mau memeluk Adrian, tapi Adrian cepat menepisnya.

Adrian menatap Sita, "Heh.. kamu pikir aku uni babu kamu ya?, hah iya? sampah dimana mana, dapur berantakan, sisa makanan kamu di rubung semut.. kamu itu perempuan atau apa sih, joroknya kelewatan, ngerti??" bentak Adrian.

Adrian lalu memunguti bekas sisa cemilan instant yang berserakan di kamar, "Sita.. aku nggak mau tahu ya CEPAT BERESKAN SEMUA SAMPAH-SAMPAH, DAN KAMU CUCI PIRING DI DAPUR!! Sita .. Sita, kamu ini... "ujar Adrian dengan nada tinggi.

Sita pun kaget, Adrian begitu marah kepada dirinya.. "Mas, iya aku mau bereskan tapi aku nggak mau cuci piring, jijik.. kuku aku takut kotor" ujar Sita.

Adrian pun melotot, baru kali ini dia tahu ada perempuan nggak bisa cuci piring..

"Kamu pikir aku babu kamu, terus bisa kamu suruh-suruh?, kamu keterlaluan Sita.. pakai otak kamu!, lihat ruang tengah, dapur, lantai!, CEPAT SANA BERESKAN!! BRENGSEK!!, kalau kamu nggak mau bereskan mending kita putus aja, keluar kamu dari rumah ini sekarang juga.. "ujar Adrian penuh emosi.

"Mas Adrian, jadi mau kita putus karena aku nggak bisa cuci piring?" ujar Sita mulai menangis dengan suara serak.

"YA!, mantan istri aku ternyata lebih baik dari kamu Sita.. kamu hanya bisa di ranjang nggak lebih, ngerti?" ujar Adrian masih dengan nada tingginya.

Adrian lalu terdiam, "kok ada ya perempuan kayak begini.." gumamnya. Setelah itu Adrian pergi membereskan dapurnya, merapikan ruang tengah juga mengepel lantainya yang lengket.

Adrian tidak mengira malam ini ia harus mengerjakan semuanya seperti babu, sementara Sita hanya menangis di kamar..

"Semoga rumah ini cepat laku, rasanya pingin cepat pindah.. dasar perempuan malas!, perempuan murahan si Sita!" gumam Adrian.

Setelah selesai merapikan semuanya, Adrian kembali ke kamarnya mengambil bantal dan tidur di ruang tengah yang sudah bersih.

Sita melihat itu menyusul Adrian lalu berbaring di samping Adrian, "Mas .. aku tuh kangen, kenapa sih menghindar terus?" ujar Sita, Adrian tidak menjawab.

Adrian pun melanjutkan tidurnya, tapi kemudian ia seperti merasakan tangan Sita mulai meraba bagian tubuhnya yang paling sensitif.. ia melihat tangan Sita sudah ada di dalam celana boxernya, Adrian pun langsung menepis tangan Sita.

Adrian hanya diam, dan kembali ke kamarnya lalu mengunci dari dalam lalu melanjutkan tidurnya. Sita pun menangis lagi melihat penolakan Adrian.

Keesokan paginya, Adrian tampak sudah rapi, ia menuju dapur untuk sarapan dengan hanya minum sereal..

"Mas, aku mau sarapan" ujar Sita, Adrian sangat kesal dengan sikap Sita. "Mau sarapan ya sarapan aja sendiri.. kamu masih punya otakkan, apa harus aku yang siapin?" ujar Adrian.

"Mas kok kasar sih?" tanya Sita, "kamu pikir aja sendiri Sita.. "ujar Adrian lalu pergi ke ruang arah gudang mengambil sepatu sneakersnya.

"Mas mau kemana, mau antar aku pulang ya?" tanya Sita. "Aku ada urusan, dan kamu nggak perlu tahu, kamu pikir kamu siapa hah?" ujar Adrian kesal. Sita pun tersinggung dengan perkataan Adrian, lalu ia pun meninggalkan Adrian pulang ke rumahnya.

"Hmm, baguslah si kuntilanak pergi duluan" gumam Adrian. Adrian lalu menghubungi tukang langganannya untuk mengganti kunci pintu utama dan juga mengganti gembok pagar, karena Sita masih membawa kunci rumah Adrian yang biasa dibawanya.

Setelah selesai, tukang langganannya pun pamit dan Adrian juga bersiap untuk pergi.

Adrian menghubungi Davina untuk memastikan seat yang masih ada untuk umroh,

"Mas, mau aku antar ke travel umrohnya?" tanya Davina. "Ya tentu, asal dengan kamu kemana aja aku mau.." ujar Adrian dengan gombalannya. Davina pun tertawa di telpon.

Tiba di rumah Davina, Adrian di suguhi teh manis hangat dan roti bakar keju..

"Mm, enak banget sayang," ujar Adrian. Davina tersenyum. "Mas, santai aja ya ke travelnya tadi aku udah konfirmasi dulu kok" ujar Davina, Adrian mengangguk lalu memakan rotinya lagi.

Davina pun ijin untuk pergi mandi, tampak adik laki-laki Davina menghampirinya,

"Mas, temannya teh Vina ya?" tanya Kevin.

"iya, teman satu kantor.." ujar Adrian.

"Kenalkan, saya Kevin mas.. adik teh Vina" ujar Kevin sambil menyalami Adrian.

"Oh iya, saya Adrian dek Kevin.. kamu masih kuliah atau kerja?" ujar Adrian tersenyum. "Saya baru kerja mas di Telkom, 3 bulan ini" ujar Kevin. Mereka pun berbincang hangat.

Tampak Davina sudah selesai mandi dan berdandan, dengan jeans biru dan kemeja lengan panjang putih serta hijab motif bunga sakura Davina terlihat sangat cantik,

"Dek, teteh mau ke travel dulu ya, nggak lama kok, hayo kalian ngobrolin apa.." ujar Davina pada Kevin adiknya. Kevin tersenyum.

"iya teh, hati-hati di jalan" ujar Kevin. Adrian dan Davina pun berpamitan.

Setelah semua urusan selesai, Adrian dan Davina pun berpamitan dengan Haji Dadan sebagai owner langsung dari travel umrohnya.

Adrian kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, "Sayang.. kita mampir sebentar yuk ke ruko Hanin" ujar Adrian, "Mm, ayooo.. mbak Hanin baikkan?" ujar Davina yang merasa sungkan. "Sangat baik.. "ujar Adrian singkat.

Tiba di ruko Hanin di sekitar jalan Karapitan, Davina dan Adrian turun lalu berjalan ke lobby ruko yang tampak ramai,

"Masih pagi udah ramai begini ya mas.." ujar Davina. "iya Vin.. "ujar Adrian sambil bertanya pada kang Bagas.

"Eh ada mas Adrian, sebentar ya mas saya panggilkan dulu mbak Hanin.. "ujar kang Bagas ramah.

Tak lama Hanin pun turun ke lobby bawah ruko dan menghampiri Adrian,

"Assalamualaikum.. "sapa Hanin sambil tersenyum. "waalaikumsalam.." balas Adrian dan Davina bersamaan.

"Han, kenalin ini salah satu fans kamu.. ini Davina" ujar Adrian. Hanin pun mengulurkan tangannya pada Davina juga memeluknya.

"Apa kabar?" tanya Hanin. "Baik mbak, aslinya mbak cantik banget.. hehe.." ujar Davina tersenyum. Hanin tersenyum.

"Mbak Davina juga cantik kok.. Mas Adrian bisaan kalau pilih calon istri" ujar Hanin. "Mm, mbak kami masih temenan kok.." ujar Davina sedikit gugup. Hanin pun hanya mengangguk.

Adrian hanya tersenyum kecil.

Mereka pun masuk ke dalam lobby ruko yang di penuhi beberapa produk yang tersusun rapi di display tembok dengan lampu spot, Adrian melihat satu produk untuk pria..

"Han, apa ini cocok buat mas?, aman?" tanya Adrian menunjuk satu produk.

"Cocok kok mas, dan aman di jamin.. Mas Adrian ganteng, mbak Davinanya cantik" ujar Hanin sambil tersenyum.

"Tuh kan Vin .. "ujar Adrian sambil tersenyum lebar. Davina pun tersipu. Mereka kemudian duduk di ruang tamu ruko milik Hanin.

"Mau minum apa mas, mbak Davina mau minum apa?" tanya Hanin sambil tersenyum.

"Nggak usah repot-repot mbak Hanin" ujar Davina sambil memperhatikan kecantikan Hanin.

Hanin kemudian menyuruh karyawannya membuatkan 2 gelas jeruk hangat untuk tamunya dan mengambil beberapa cemilan.

"Han, begini.. Mas dan Davina mau berangkat umroh minggu depan, jika ada kesalahan yang di sengaja atau tidak di sengaja yang mas pernah buat Mas mohon maaf ya" ujar Adrian.

"Aku sudah maafkan jauh sebelum mas minta, sudahlah mas yang sudah terjadi ya sudah, kita melangkah lagi untuk masa depan kita masing-masing, mas punya tujuan baru aku juga begitu.. semoga ibadah umrohnya mabrur" ujar Hanin dengan tulus.

Davina diam-diam memperhatikan interaksi mereka, Davina juga memuji kebaikan dan ahlak dari mantan istri Adrian ini.

"Amazing, baik pisan pribadi mbak Hanin ini.. sudah di zholimi oleh keluarga Adrian lalu di talak 3 tapi Allah Maha Baik, rejeki mbak Hanin sekarang masyaAllah tabarakallah.." gumam Davina.

****

1
Dwi Agustina
Bagus Nin👍biar kapok👍👍👍
Dwi Agustina
Segala sesuatu yg berawal dr kebohongan akan menuai hasil yg tdk baik😁
Dwi Agustina
Amit2 ada y perempuan kyk Sita😅
Dwi Agustina
Semangat Hanin💪semangat othor💪🫰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!