NovelToon NovelToon
Jodohku Ternyata Lurah

Jodohku Ternyata Lurah

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Perjodohan / Wanita Karir / Keluarga / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: zenun smith

Menurut Azalea Laire, dirinya mempunyai bapak kolotnya minta ampun. Jaman sekarang masih saja dijodoh-jodohkan, mana pakai ada ancaman segala, dimana kalau tidak mau dijodohkan, dirinya akan ditendang bukan lagi dari keluarga, tapi di depak dari muka bumi.

Azalea geram di tagih perjodohan terus oleh bapaknya, sehingga dia punya niat buat ngelabrak pria yang mau dijodohkan olehnya agar laki-laki itu ilfeel dan mundur dari perjodohan. Tapi eh tapi, ketika Azalea merealisasikan niat itu yang mana dia pergi ke desa untuk menemui sang jodoh, ternyata dia melakukan kesalahan.

Ternyata jodoh dia adalah Lurah.

Terus kira-kira masalah apa yang udah dibikin oleh Azalea? Kira-kira masalah Azalea ini bikin geram atau malah bikin cengar-cengir?

Nyok kita pantengin aja ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zenun smith, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikut Bersama Hagia Ke Suatu Tempat

"Lea, jalan-jalan yuk." Ajak Hagia.

"Jalan-jalan?" Azalea memastikan. Ia merasa pendengarannya mungkin sedikit terganggu.

Hagia mengangguk, kemudian ia menjelaskan lebih lanjut agar Azalea tidak bingung. "Iya, jalan-jalan sebentar. Nanti malam juga ada pertunjukan wayang di balai desa. Mau nonton gak? Yang lain juga pada ikut kok, biar ramai." Begitu kata Hagia.

Dalam hati, Azalea langsung menyimpulkan, Oh, jadi ngajak jalannya beramai-ramai. Tanpa berpikir panjang Azalea langsung mengiyakan. Ia merasa malam ini akan menyenangkan jika dihabiskan bersama teman-teman sanggar.

Omong-omong pergi beramai-ramai, Azalea pun memanggil-manggil Suci untuk mengajaknya turut serta nanti malam. Ia ingin memastikan Suci tidak ketinggalan informasi seru ini.

Suci yang dipanggil-panggil langsung mendekat setelah ia diberi tahu bahwa ia dipanggil Azalea. Begitu sampai di depan mereka, mata Suci berbinar. Apalagi melihat Azalea sedang berdiri berdampingan dengan Hagia, makin senang saja perasaan Suci.

Azalea mengutarakan maksudnya, mengajak Suci untuk ikut menonton wayang nanti malam. Tanpa butuh waktu lama untuk berpikir, Suci pun setuju untuk ikut. Wajahnya sumringah membayangkan menonton pertunjukan wayang kulit bersama sang ketua yang di idam-idamkan. Di sela-sela percakapan itu, Hagia juga menyapa Suci dengan sopan, menambah rasa senang di hati gadis itu.

Habis itu Suci pamit pergi untuk bersiap-siap. Azalea pun merasa urusannya sudah selesai dan hendak melangkah pergi menuju kamarnya. Akan tetapi langkahnya terhenti. Tanpa diduga tangannya dicekal lembut oleh Hagia.

Azalea menoleh dengan wajah penuh tanda tanya. "Lho, kenapa Kak?"

"Lea, kamu belum jawab."

Azalea bingung. Ia merasa sudah memberikan jawaban yang sangat jelas tadi. Jawab pertanyaan yang mana lagi?

"Jawab dari pertanyaan yang mana kak? Kan tadi aku udah bilang iya."

"Pertanyaan aku yang ngajak jalan."

Dahi Azalea berkerut. Perasaan tadi sudah dijawab mau, bahkan ia sampai semangat mengajak Suci juga. Bukankah tadi Hagia sendiri yang bilang kalau nontonnya bakal beramai-ramai? Logika Azalea mulai berputar mencari di mana letak miskomunikasinya.

"Tadi kan bukannya udah dijawab Kak, iya aku mau. Tadi aku juga udah bilang ke Suci, kan?"

Hagia menggeleng pelan, seulas senyum tipis kembali muncul. "Bukan yang itu, Lea. Kalau yang itu untuk nanti malam yang beramai-ramai nonton wayang. Kalau jalan yang ini tuh... cuma aku sama kamu aja. Berdua. Mau ya?"

"Oh... begitu. Sekarang?"

"Iya, sekarang. Ayo siap-siap. Aku tunggu di depan ya."

Azalea akhirnya mengangguk. Ia pun masuk ke dalam untuk mengambil tasnya, masih dengan perasaan bertanya-tanya. Entah, dia pun tak tahu mau dibawa kemana oleh Hagia siang menjelang sore begini.

Namun di balik sikap santainya, Hagia punya alasan yang jauh lebih serius. Cowok itu mengajak Azalea pergi keluar bersamanya bukan sekadar untuk kencan mendadak. Ada maksud dan tujuan untuk melindungi Azalea, sebuah alasan yang hanya Hagia yang tahu. Sebab sejak tadi, Hagia sempat menangkap sosok Adi yang terlihat mondar-mandir di sekitar sanggar. Meskipun Adi tidak berani menerobos masuk karena tahu ada Hagia di sana, keberadaan cowok itu jelas merupakan ancaman bagi ketenangan Azalea.

Sementara itu, Hagia ada kepentingan mendesak untuk pergi keluar urusan pekerjaan. Mana mungkin ia meninggalkan Azalea di sini.

Perjalanan itu berakhir di sebuah area industri yang cukup luas di pinggiran desa. Azalea rupanya diajak Hagia ke sebuah tempat produksi. Bangunannya tampak kokoh dan besar. Ternyata itu adalah pabrik pemintal benang yang cukup modern.

Pabrik itu mengubah tumpukan kapas putih menjadi gulungan benang yang rapi, mulai dari benang katun biasa sampai ke benang sutra yang halus dan berkilau. Hagia membawa Azalea masuk ke dalam gedung kantor yang menyatu dengan pabrik.

"Lea, tunggu di sini sebentar ya. Aku ada urusan sebentar di dalam. Kamu jangan kemana-mana," kata Hagia sambil mengantar Azalea ke sebuah ruang tunggu yang sangat nyaman yang tak jauh dari meja resepsionis. Ruangan itu ber-AC, dengan sofa empuk dan beberapa majalah mode serta tekstil di atas meja.

Hagia kemudian menghilang ke sisi lain bangunan, masuk ke sebuah pintu yang bertuliskan "Hanya Petugas". Sebenarnya Hagia memang ada urusan pekerjaan yang sangat penting terkait distribusi benang, namun ia merasa harus membawa Azalea agar gadis itu selalu berada di sisinya, dalam jangkauannya.

Nunggu Hagia ternyata lumayan lama. Satu jam berlalu, dan rasa bosan mulai menyerang Azalea. Ia sudah menghabiskan tiga botol air mineral kecil yang disediakan dan membaca semua majalah yang ada. Akhirnya, karena rasa penasaran yang besar, Azalea memutuskan untuk keluar dari ruangan tunggu. Ia ingin melihat-lihat bagaimana proses pembuatan benang itu secara langsung.

Azalea mulai berkelana dengan caranya sendiri. Sampai-sampai entah bagaimana caranya ia terdampar di ruang bagian packing (pengemasan). Di sana suasana lebih sunyi ketimbang area produksinya.

Azalea mendekati salah satu karyawan senior yang tampak telaten memasukkan gulungan benang ke dalam kardus.

"Pak, permisi, udah lama kerja di sini?" tanya Azalea membuka percakapan.

Bapak itu menoleh, tersenyum ramah di balik maskernya. "Belum lama, Mbak. Baru lima belas tahun."

"Wah, itu mah lumayan lama, Pak. Masa lima belas tahun dibilang belum lama?" Kata Azalea sambil cengar-cengir menanggapi lima belas tahun itu belum lama.

Si bapak ikut cengar-cengir, merasa terhibur dengan respons gadis muda di depannya. Mereka akhirnya berbincang santai. Bapak itu menceritakan bagaimana pabrik ini berkembang dari tempat kecil hingga menjadi sebesar sekarang. Sampai pada akhirnya, rasa penasaran Azalea membawanya pada pertanyaan yang sedikit usil.

"Pak, selama kerja di sini, tahu gak sih siapa pemiliknya? Apa orangnya galak?" Azalea bermaksud bercanda, soalnya si bapak yang diajak ngomong ini kalau bercerita suka ada-ada saja jawabannya.

Si bapak berhenti sejenak dari aktivitasnya, lalu beliau menatap Azalea dengan tatapan yang sulit ditebak. "Ya tahu lah, Mbak. Masa saya kerja lima belas tahun ndak tahu juragan sendiri."

"Siapa namanya, Pak? Orang sini juga?"

Si bapak tertawa kecil. "Lho, Mbaknya ini gimana to? Mbaknya kan dateng ke sini bareng pemilik PT ini." Begitu katanya sembari ssnyam-senyum.

Jantung Azalea seolah berhenti berdetak sesaat. Wah, pasti ini bercanda lagi. Pak ini emang pinter ngelawak, pikir Azalea.

Terus dia bilang ke si bapak, "Waailaah, bapake ini bisa aja kalau ngomong. Itu mah Kak Hagia paling cuma kerja di sini kali, Pak. Mungkin bagian manajer atau apa gitu."

Si bapak malah terkekeh lebih keras dan tetap kekeuh pada pendiriannya. "Ndak, Mbak. Mas Hagia itu yang punya. Dari bapaknya dulu, sekarang dia yang pegang semuanya."

Pernyataan itu benar-benar memantik Azalea untuk bertanya lebih dalam. Pikirannya melayang pada status Hagia di desa Watuasih. Pada celetukan Pak Lurah yang memanggil Hagia sebagai lurah juga.

"Pak, kalau begitu... saya mau nanya sesuatu nih. Emang bener Kak Hagia itu Lurah?"

"Iya benar."

"Lha kok bisa?!"

"Kenapa ndak bisa to, Mbak?" Si bapak malah balik nanya.

Azalea yang masih speechless berusaha keras buat menjelaskan kebingungannya. "Bukan gitu, Pak. Kan di desa ini setahu saya sudah ada lurahnya. Terus Kak Hagia ini apa? Ada dua kah lurahnya? Atau dia calon penggantinya? Atau... gimana sih sistemnya?"

Baru saja si bapak mau mangap buat memberikan penjelasan yang mungkin akan membongkar siapa sebenarnya sosok Hagia, tiba-tiba HP Azalea meraung-raung dan bergetar hebat. Ada panggilan masuk.

Azalea mengernyitkan dahi saat melihat layar ponselnya. Sebuah nomor asing yang tidak tersimpan di kontaknya.

Siapa nih yang nelepon? batinnya. Perasaannya mendadak tidak enak. Namun karena takut itu adalah panggilan penting dari keluarganya atau sanggar, ia pun menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya.

"Halo?" suara Azalea terdengar sedikit ragu.

Dan ternyata...

.

.

Bersambung.

1
Felycia R. Fernandez
Hagia kah??
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
vote meluncur
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
😍😍😍😍
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
otornya absurd, tokohnya jadi absurd juga 🤦‍♀️🤦‍♀️
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
kamu salah paham. tapi aku suka. biarkan kesalah paham ini, semakin panjang /Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
iya, punya ayahmu. tapi kamu pewarisnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
heleehhhh, modus mu /Facepalm//Facepalm//Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan ternyata itu ialah nomor sang penipu /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
sebegitu khawatirnya hagia sama lea. apalagi itu, jika bukan cinta
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
ooo, lebih privasi gitu maksudnya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia memang menyukai mu hagia. seharusnya bukan akting yg ditunjukkan tapi kebenaran
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
fokus leaaa, fokus /Chuckle//Chuckle//Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
aku suka sama pikiranmu
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
nah kan, akhirnya kamu sadar lea
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
dia bukan khawatir kamu patah hati Lea. yang dia khawatirkan kamu berhasil berada di hati Hagia. walaupun itu, memang benar adanya
🦋⃞⃟𝓬🧸 MULIANA ѕ⍣⃝✰
Sebutkan nama lengkapnya Yahh /Facepalm//Grin/
〈⎳ FT. Zira
eaaa katahuannn
〈⎳ FT. Zira
aduh alasannya/Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lahhh... kelihatan banget jadinya
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
zenuuuuuunnnnnnn nackal sekali kamuuuhhhhhhh. ihhh geeemmmeeessshhhh
Zenun: iiih ada akak😄🥳👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!