NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati

Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Vampir / Teen Angst / Cinta pada Pandangan Pertama / Suami Hantu / Nikah Kontrak
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Bagaimana hidup Naura yang harus di jodoh kan dengan orang yang sudah mati. selang sehari saat dia meraya kan ulang tahun ke 18.
Naura Isabella adalah seorang murid di SMA Nusa bangsa dengan jalur prestasi.
Di pagi yang mendung itu. Orang tua Naura Tiba tiba menyuruh putri semata wayang mereka untuk tidak ke sekolah.
Dan membawa Naura ke rumah mewah.
Naura yang sudah berdandan cantik layak nya pengantin sangat lah heran. Dia melihat ke kanan dan ke kiri. Banyak orang menangis. Dia bingung kenapa dia malah di dandani seperti seorang pengantin.
Dengan di gandeng oleh kedua orang tua nya. Naura berusaha bersabar dan tidak banyak bertanya.
Orang tua nya menjelas kan jika dia harus ikut karnaval agar bisa mendapat kan uang untuk makan besok. Itu ucapan singkat ke dua orang tua Naura.
Naura tiba di sebuah altar dan sudah ada pendeta di sana. Naura melihat ke sekeliling dan mata Naura terpaku pada mayat pria yang seumuran dengannya dengan wajah yang sangat pucat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18.

"No, aku teringat perjanjian kita dengan keluarga Aisley. Bagaimana kalau mereka tahu kalau Liam itu masih hidup dan akan berusaha menjodohkan Liam lagi dengan anaknya mereka. Ini semua gara gara kamu pah. Selalu mengambil keputusan tanpa berunding dulu dengan ku," jelas Liliana sembari menggertakkan gigi giginya, dia begitu geram.

"Maaf, ku pikir selama ini Liam sangat mencintai Cherly. Jadi aku mau menandatangani perjanjian dan bekerja sama dengan keluarga Aisley di berbagai bidang." Setev nampak menjeda ucapannya, guna mengambil nafas dalam salam. "Aku pikir Liam akan hidup lebih bahagia dengan Cherly. Tanpa ku sadari kebodohan ku lah yang malah melempar kan anak kita ke dalam jurang kematian," imbuh Stev sembari menunduk kan kepala. Dia pikir bisa membuat hidup Liam bahagia dengan menyatukan nya dengan Cherly. Nyata nya anak sangat menderita dan lebih parah nya lagi anak nya harus meregang nyawa gara gara kesalahan yang di buat Cherly karena membuat Liam depresi.

"Lebih baik kamu cari saja solusi!" titah Liliana sembari menatap suaminya itu dengan tatapan tajam.

Sementara Stev hanya bisa menelan ludahnya yang kelu.

"Percuma kamu meminta maaf kepada ku berkali kali. Tidak akan bisa membuat Liam normal kembali, bukan?" kata Liliana jengkel sembari berdiri meninggal kan suaminya yang masih berdiri mematung.

Sejak kematian Liam. Sikap Liliana kepada Stev sangatlah berubah. Jika dulu sebelum kematian Liam Liliana begitu menghormati Stev, bahkan begitu bucin tapi tidak dengan sekarang. Dia sangatlah jengkel kepada suami nya karena membuat keputusan tanpa meminta pertimbangan darinya terlebih dulu.

Sekarang Liliana harus memikir kan cara agar bisa lepas dari surat perjanjian yang di tanda tangani suaminya dengan keluarga Aisley yang tak lain dan tak bukan adalah keluarga Cherly.

*****

***

Di sebuah kamar mewah. Seorang gadis terlihat meringkuk karena ketakutan. Iya benar itu Naura. Naura bergidik saat Liam mulai mendekat ke arah nya. Liam heran melihat sorot mata istri nya yang sangat takut kepada nya.

"Naura ..." panggil Liam dengan suara yang terdengar lirih, ia terus berjalan mendekat ke arah istrinya.

Naura masih diam tapi masih berusaha untuk mundur.

"Naura, ... Kamu kenapa? Jangan begini?" tanya Liam bingung, melihat ekspresi istrinya yang ketakutan seperti melihat hantu.

Hehe Liam mengajukan pertanyaan yang aneh. Kalau author jadi Naura juga pasti takut lah. Ha ha ha.

"JANGAN MENDEKAT!" pekik Naura dengan nada takut.

"Kenapa, aku suami mu Naura!" Ucap Liam.

Naura diam, malah membuat liam gemas dan langsung memeluk istri nya itu dengan erat. Tubuh Naura bergetar dengan hebatnya dan dengan sekuat tenaga Naura ingin sekali melepas kan pelukan dari suami nya itu.

"Tolong Naura, jangan begini. Jangan takut dengan ku. Maaf aku tidak bisa mengendalikan emosi dan amarah ku," ucap Liam lalu melepas kan pelukan nya. Menatap istri nya dengan lekat.

Naura juga melihat ke dua mata Liam yang memancarkan sebuah ketulusan dan air mata yang mengalir ke kedua pipi suaminya itu akhirnya pun luluh. Tapi ia masih diam.

"Aku belum sepenuh nya normal Naura. Aku masih tahapan bangkit dari kematian. Dan saat aku marah dan emosi hanya darahmu lah yang bisa menenangkan aku. Mulai saat ini, aku janji, Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk meredam emosi dan amarah ku. Agar tidak perlu menyakiti mu," papat Liam tulus sembari memegang ke dua bahu Naura yang gemetar, memegang dengan ke dua tangan nya.

Dengan wajah pucat dan masih ada sedikit rasa takut yang terpancar dari ke dua bola mata Naura. Reflek ia malah menghapus air mata yang membasahi pipi suaminya.

Naura melihat dari ke dua bola mata suaminya penuh akan kesedihan. Hal itu sungguh membuat Naura sangat tidak tega.

"Aku minta maaf Naura, aku membuat mu terluka," titah Liam lagi sembari membuka kotak P3K yang sedari tadi berada di depan nya.

Naura masih saja diam. Tidak menyahuti perkataan Liam.

"Aku mohon maafin aku, aku berjanji akan membuat mu bahagia dan sebisa mungkin aku tidak akan pernah menyakiti mu!" Liam masih berusaha dengan sangat keras untuk menyakinkan suaminya, ia mulai membersih kan luka Naura yang ada di leher dengan alkohol lalu memberikan salep tidak lupa menutup luka itu dengan sebuah plester bergambar hati.

Melihat wajah Liam yang merasa bersalah. Sesuatu yang ada di dalam Naura pun terketuk.

Ia tidak tega, jika harus mengibarkan bendera permusuhan pada suaminya itu. Apalagi harus marah pada suami nya.

"Aku memafkan mu," celetuk Naura dengan ekspresi wajah yang sulit untuk di deskripsikan.

"Makasih banyak Naura," sahut Liam dengan tutur kata yang sangat lembut, bahkan ke dua sudut bibirnya nampak naik terangkat.

Reflek Liam pun memeluk Naura dengan penuh kasih sayang.

Naura tidak membalas pelukan suami nya. Tapi Naura sendiri merasa jantung nya sungguh sedang tidak aman. Dan yang bikin Naura aneh kenapa? Saat di peluk Liam dia merasa nyaman dan juga hangat.

"Kamu kan belum makan? ayo kita makan dulu dengan makanan tadi yang sudah kita pesan!" ajak Liam sembari menggendong tubuh Naura ala bridal style.

"Eh," ucap Naura kaget. Karena tiba tiba Liam menggendongnya. Lalu mendudukkan dia sofa yang ada di kamar itu.

Saat di gendong Liam. Naura menatap wajah Liam dari bawah.

Rahang tega, hidung mancung, mata sipit bulat dan berwarna abu abu. Sungguh kombinasi orang barat dan orang China yang pas.

Membuat Naura tidak sadar jika sekarang posisi nya sudah duduk di atas sofa. Tapi masih menatap suami nya dengan lekat saat sedang menata makanan. Karena ada beberapa yang masih berada di bungkusnya.

Liam pun tersenyum.

"Sangat tampan," gumam Naura tanpa sadar, dia meleyot melihat ketampanan seorang Liam Steven Bouven.

"Sampai kapan kamu itu mau menatap wajah ku seperti itu?" tanya Liam sembari menyerahkan sepiring nasi ke pada Naura. Karena lauk nya bisa ambil sendiri.

Bluss pipi Naura merah. Dia malu karena ketahuan dari tadi memandang lekat wajah suami nya.

"Eh," ucap Naura lagi.

"Ha ha ha." seketika Liam Ter tawa dan menambah damage ketampanan nya.

"Kenapa?" Tanya Naura dengan wajah yang sangat imut. Ingin sekali Liam menggigit wajah istri nya itu.

"Eh ... Eh ha ha ha," ucap Liam sembari menahan tawa. Mengingat hanya kata itu yang sedari tadi keluar dari bibir mungil istrinya.

Naura mencoba mengubah mimik wajah mau menjadi biasa saja.

"Eh maksud aku ... "

"Nah aku bilang apa, kamu suka ah eh ah eh ha ha ha" ucap Liam lagi dengan tawanya.

1
princess libery
lanjut ka
princess libery
lanjut ka semangat
svzadi
Keren agak horor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!