"JANGAN GERAK!"
"Siapa!?"
"SHH!! Diam atau kita mati konyol!"
Pertemuan tidak sengaja Noah Christian dengan Billie Ashton di saat hidup kedua nya berada di ujung tanduk ternyata membuat Noah penasaran dan mencari identitas gadis yang membekap mulut nya di malam gelap itu.
Wajah nya tidak begitu terlihat, hanya suara parau dan tangan gemetar serta bau wangi yang membuat Noah tidak bisa melupakan nya. Dia terus mencari, keberadaan gadis yang sembrono dan misterius itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 11. Tetangga baru
Billie sedang tidur, karena dia kelelahan setelah pulang kerja lembur, dia tidak kemanapun dan memutuskan langsung pulang. Dia bahkan tidak sempat mengganti pakaian nya dan tertidur di sofa masih memakai pakaian yang pagi tadi.
"Mama.." Gumam nya.
Billie tidur tapi nafas nya terengah - engah, air matanya bahkan meleleh, dia mimpi buruk. Billie memimpikan ibunya.. dia memimpikan momen bahagia bersama ibunya saat dia masih kecil, tepat sehari sebelum ayah nya datang membawa selingkuhan nya yaitu Maya dengan putra mereka yang masih kecil kira kira berumur 9 tahun saat itu, yaitu Zico.
"Papa jangan pukul.." Gumam nya, Billie terisak kecil dalam tidur nya.
"Jangan, papa jangan pukul mama." Gumam Billie lagi.
"Mama! Mama! Mama! MAMA!!"
"Hhh.. hh.. hh..hh.." Billie langsung duduk dengan nafas yang terengah - engah dan menelan ludah nya dengan susah payah.
"Mama jangan khawatir, aku akan balas semua kesakitan mama." Gumam Billie.
Billie lalu meraup wajah nya dengan kedua tangan nya, dia sadar itu mimpi buruk. Wajah nya bahkan tubuh nya berkeringat hebat setiap memimpikan hal itu, mimpi buruk yang telah menghantui hidup nya selama 15 tahun lebih..
"Pelan - pelan, ini sudah malam jangan mengganggu penghuni lain."
"Baik pak."
Billie terkesiap saat mendengar suara dari luar unit nya, Billie bangun dan berjalan ke arah pintu. Saat dia mengintip dari lubang intip pintu, ternyata ada beberapa orang yang sedang memindahkan barang ke unit yang berseberangan persis dengan unit Billie.
'Orang pindahan?' Batin Billie.
Billie lalu berbalik badan dan berjalan menuju dapur, dan ya.. tentu saja dia tidak punya makanan, Billie tidak bisa masak. Selain membuat mi instan, memasak yang lain dia tidak ahli.
"Lupa beli mie." Billie menghela nafas.
"Dah lah makan di luar, sekalian cari angin." Ucap Billie, dia lalu pergi ke kamar nya dan berganti pakaian menggunakan jaket hoodie putih, celana nya masih sama hitam.
Billie membuka pintu dan dia keluar berjalan menuju ke lift, dia menekan tombol lift dan lift terbuka dan Billie masuk kedalam. Saat itu juga pintu lift lain ikut terbuka, dan terlihat Noah dan Vincent berdiri di dalam lift yang berada di seberang Billie. Noah tidak melihat Billie, Billie pun sama karena sedang memandangi hp nya.
Noah dan Vincent keluar dari lift dan berjalan ke arah unit Billie, dia berdiri di tengah lorong, menatap unit Billie dan senyum nya terbit. Noah lalu berbalik badan dan masuk ke dalam unit yang di seberang Billie..
"Pak, semua sudah siap." Ucap orang - orang yang mengangkat barang tadi.
"Hm, makasih. Ini buat kalian." Ucap Vincent, dia memberikan tips pada orang - orang tadi dengan jumlah banyak.
"Makasih pak, makasih banyak." Mereka senang mendapat tips 10 lembar uang merah per orang.
"Sshh, jangan berisik." Ucap Vincent, mereka semua pun pergi.
Dan setelah mereka pergi Noah melirik Vincent dengan tatapan datar nya, Vincent mengernyit bingung mendapat tatapan itu dari Noah lalu menghembuskan nafas nya kesal.
"Buset bre, jangan bilang lu ngusir gue!" Ucap Vincent.
"Memang kok." Ucap Noah, Vincent merasa tertohok.
"Bre, gue bahkan belum duduk, belum liat isi apartemen imut mu ini." Ucap Vincent.
"Nggak usah! Nggak perlu! Lu balik aja, jangan buat Billie salah paham." Ucap Noah.
"Salah paham!!? Bre, kita sesama cowok! Masa dia mikir begitu?!" Ucap Vincent kesal.
"Pokok nya keluar." Ucap Noah, dia lalu menarik Vincent dan mendorong nya keluar, lalu menutup pintu dan menguncinya.
Vincent benar - benar tidak bisa berkata apa - apa, dia sudah bantu urus unit itu, dan setelah dapat malah dia di tendang secara tidak hormat oleh Noah.
"Dasar bujang tua bucin!" Umpat Vincent, lalu pergi dari sana dengan kesal.
Seorang Vincent yang sangat terkenal hebat dan paling di segani, tidak ada apa - apa nya di depan Noah.
Kembali pada Noah, dia kini sedang tersenyum - senyum tidak jelas sambil duduk di sofa. Mulai hari ini dia akan menyamar menjadi pria biasa yang tinggal di unit apartemen yang ada di depan unit apartemen Billie.
Dan saat dia sedang senyum - senyum itu, Noah mendengar suara tombol kunci yang di tekan. Noah berlari menuju ke arah pintu dan mengintip, dia melihat Billie. Billie terlihat membawa sekantong makanan cepat saji, dan masuk ke dalam.
"Dia belom makan jam segini?!" Noah terkejut, karena itu sudah jam 11 malam.
"Dia pasti capek kerja, Zico sialan bikin Billie lembur." Umpat Noah.
"HATCHII!!!" Zico yang sedang membaca laporan di meja kerja nya bersin dan menggosok hidung nya.
Berpindah pada Billie, dia duduk di meja makan dan membuka makananan nya. Dia tidak jadi makan di luar dan lebih memilih membawa nya pulang..
"Memang paling enak makan jam segini, hmm.. ayam ini empuk banget." Ucap nya, dia menikmati ayam nya.
"Sayang banget nggak ada Ottan, kalo ada dia pasti rebutan tulang. Dia makin gembul nggak ya, Valo pasti nggak ajak dia main lari - lari." Gumam Billie, dia kangen dengan peliharaan kesayangan nya.
..._____________________...
Ke esokan harinya, Billie keluar dari unit nya. Dia memakai kemeja hitam dan celana hitam, rambut bergelombang nya dia urai. Dan tiba - tiba pintu unit Noah juga terbuka, Billie kaget melihat Noah kaluar dari unit itu. Dan lucunya, Noah malah ikut berpura - pura kaget.
"Lho!"
"Lah!"
Billie dan Noah berucap bersamaan, dan kedua nya terkejut.
"Kamu tinggal di sini?" Tanya Noah, Billie tersenyum canggung dan mengangguk.
"Jadi yang semalem pindahan itu kamu?" Tanya Billie, Noah mengangguk.
"Kita tetanggaan ternyata." Ucap Noah, Billie terkekeh.
"Mau kerja?" Tanya Billie, Noah mengangguk.
"Sama, nasib ngikut boss.. Pagi - pagi harus sampe tempat." Ucap Billie, Noah iba mendengar nya.
'Kasihan dia, pasti kelelahan.' Batin Noah.
"Kenalin, Noah." Ucap Noah, dia mengulurkan tangan nya..
Billie menatap tangan Noah, lalu dia tersenyum dan menjabat tangan Noah.
"Billie." Sahut Billie, Noah tersenyum karena akhirnya bisa menggenggam tangan Billie.
"Alamak, nanti aku telat. Duluan ya, tetangga baru." Ucap Billie, Noah melambaikan tangan nya.
"Hati - hati di jalan, Billie." Teriak Noah sambil melambaikan tangan nya.
Noah tak henti - hentinya tersenyum dan dia mencium tangan nya yang baru saja menggenggam tangan Billie, wangi Billie ibarat nikotin yang semakin di gunakan maka akan membuat kecanduan.
"Eh salah, bukan nya harus nya aku ikut dia turun tadi? Haiisshh! Kehilangan momen bagus." Ratap Noah, lalu berjalan menuju lift.
"Telapak tangan nya kasar, pasti dia menderita selama ini. Pelan - pelan, aku akan tarik kamu dari Zico si brengsek." Gumam Noah mengumpat.
"HATCHII!!"
Zico yang sedang di umpat oleh Noah lagi - lagi bersin seolah umpatan itu sampai padanya. Zico sampai mengusap hidung nya berkali - kali.
"Kakak sakit?" Tanya Ziva.
"Nggak, hidung gatel aja." Ucap Zico.
"Katanya kalo tiba - tiba hidung gatel dan bersin, tandanya ada yang lagi ngumpat kakak." Ucap Ziva.
"Orang mana yang berani ngumpat kakak." Ucap Zico sombong.
"Ya bener juga, kakak orang paling sempurna ini mana mungkin di umpat." Ucap Ziva.
"Zico, jadi sekarang Billie di tempatkan di tim?" Tanya Bilson.
"Iya, pa." Sahut Billie.
"Apa nggak terlalu cepet? Dia belum ada sebulan udah masuk ke tim." Ucap Maya.
"Orang se hebat dan secekatan dia kalo nggak di rekrut duluan bisa di ambil orang ma, lagi pula aku sudah selidiki latar belakang nya, dia yatim piatu nggak ada sanak sodara." Ucap Zico.
"Jadi dia siapa yang besarkan?" Tanya Bilson.
"Panti asuhan, sebelum dia gabung sama organisasi nya dia dari panti asuhan." Ucap Zico.
"Pantesan dia nggak punya takut sama sekali." Ucap Bilson.
"Dia nggak bisa di kendalikan, kecuali uang yang kendalikan. Dia hanya peduli sama uang." Ucap Zico.
...BERSAMBUNG!...
kaya 5 rebu beli kerupuk
ampunn kelakuan horang kayahh
😅
orang pintar bisa jadi bodoh karena cinta.