NovelToon NovelToon
IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

IQ 278: Jejak Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Karir / Kehidupan alternatif / Persaingan Mafia / Trauma masa lalu
Popularitas:429
Nilai: 5
Nama Author: woonii

Hani Ravenna Arclight memiliki IQ 278 dan hidup dengan dua wajah. Di balik layar dunia digital, ia dikenal sebagai The Velvet Phantom, hacker profesional yang bergerak tanpa jejak. Di dunia nyata, ia menyembunyikan identitasnya dan menjalani hidup sederhana di sebuah kampung, menutupi masa lalu dan nama besar keluarganya.

Pertemuannya dengan Darren Maximilian Vireaux mengguncang ketenangan yang ia bangun. Darren memaksanya kembali menghadapi dirinya sendiri bukan sebagai bayangan, melainkan sebagai Hani Ravenna Arclight yang sesungguhnya.

Di antara rahasia dan pilihan, Hani harus menentukan: tetap bersembunyi, atau berani kembali ke cahaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon woonii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

firasat buruk

'mengapa tiba-tiba aku mengingat gadis aneh tadi' batin Darren.

...----------------...

Kembali lagi di apartemen Sinta.

Hani yang sejak tadi masih mendengarkan cerita dari Sinta tampak berfikir sejenak.

'hmm mafia? ah tidak mungkin' Batin Hani

"Masa sih sin, tuan Darren adalah mafia? hahaha bos kita lagi bercanda kali waktu itu" ujar Hani kepada Sinta yang merasa tidak percaya akan ucapan teman dekat nya itu.

"Tapi dari tingkat keseriusan bos kita waktu bicara di sambungan telefon itu ga lagi bercanda han, terserah kamu sih mau percaya atau ga, aku cuma kasih tau aja" jelas sinta.

"Yaudah lah sin, kita lanjut lagi besok ngobrol nya. Aku mau pulang dulu ke apartemen buat istirahat, bye..." ucap Hani lalu segera berlalu meninggalkan apartemen milik sahabat sedekat nadi nya.

Setelah kembali dari apartemen Hani pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya dan mengganti pakaian kantor nya dengan piyama tidur bewarna merah hati. Kemudian ia membuat secangkir kopi untuk memenangkan pikiran nya sejenak.

"Apa benar yang dikatakan sinta tadi, tuan Darren adalah mafia? " gumam Hani sembari menikmati secangkir kopi buatan nya ditepi ranjang. "ah sudahlah lebih baik aku tidur agar bisa fokus bekerja besok" ia pun merebahkan tubuh mungil nya di atas ranjang dan tidak butuh waktu lama ia sudah terlelap.

......................

Keesokan harinya mentari pagi sudah menampakkan cahaya nya, riuh-riuh ramai aktifitas perkotaan mulai terdengar. Hani terbangun dari tidur nya setelah melewatkan bunyi alarm sebanyak 3 kali yang selalu ia pasang pukul 5 agar dapat bersiap-siap dan memasak sarapan sebelum pergi ke kantor. Ia duduk di ranjang tempat tidurnya dengan wajah lesu karena semalam ia mimpi buruk. "huh jadi kepikiran sama mimpi semalam, firasat ku jadi buruk. Semoga hanya mimpi. " keluh Hani ketika mengingat didalam mimpi tersebut kedua orang tuanya menyampaikan sebuah pesan.

'Pulanglah nak, untuk melihat kami yang terakhir kalinya. Sudah lama kau tidak pulang ke rumah, ayah dan ibu rindu.'

begitulah pesan dari kedua orang tua nya ketika ia mengingat mimpi semalam.

"Astaga sudah siang, aku harus cepat bersiap untuk pergi ke kantor. Semoga mimpi semalam tidak benar benar mengisyaratkan bahwa akan terjadi sesuatu pada ayah dan ibu." ucap hani setelah melihat jam sudah menunjukkan pukul 6.30 didinding apartemen nya.Hani kemudian segera bergegas untuk pergi mandi dan bersiap siap untuk berangkat.

Setelah siap-siap ia pun segera pergi untuk berangkat ke kantor nya karena jam sudah menunjukkan pukul 7.30 WITA. Sekitar 30 menit lagi sudah memasuki jam kerja dikantor, bahkan ia tidak sempat membuat sarapan pagi. Ia berangkat dengan menggunakan mobil pribadi yang ia beli dari hasil hadiah uang tunai, lomba kompetisi sains tingkat internasional. Ia memang jarang menggunakan mobil pribadi nya untuk bepergian, hanya ia gunakan jika dalam kondisi yang terburu-buru seperti ini.

"Astaga aku bisa telat ini" ucap Hani ketika sudah berada di jalan untuk menuju ke kantor tempat ia bekerja. Ia bahkan mengemudi dengan kecepatan tinggi 80km/jam, walau jalanan cukup ramai tapi ia pandai dalam menyalip kendaraan kendaraan didepan nya.

"Huh untung aku tidak telat, sekarang baru jam 7.50 WITA."

ucap Hani ketika ia berjalan dilobi perusahaan untuk menuju ke ruang kerja nya.

Ia duduk dikursi kerjanya seraya memeriksa beberapa pekerjaan pada komputer.

ting

ting

Dua notifikasi pesan masuk di ponsel Hani, ia pun segera memeriksa pesan tersebut. Rupanya yang menghubungi nya adalah sahabat sedekat nadi nya yaitu Sinta.

...--------...

...ROOM CHAT...

Sinta:

Hani kamu kemana aja sih, tadi pagi aku sudah menghubungi mu beberapa kali tapi tidak kau angkat😮‍💨.

Sinta:

Oh iya tadi aku bertemu dengan pak Dika, kata beliau kamu suruh menemui nya diruangan CEO ketika jam istirahat. Aku yakin pak Dika hanya modus untuk bertemu dengan mu.

^^^Hani:^^^

^^^Semalam aku mimpi buruk, jadi aku hampir saja terlambat ke kantor. Bahkan aku terpaksa membawa mobil secara ugal-ugalan agar tidak terlambat 🥱.^^^

^^^Hani:^^^

^^^Apakah aku diperintahkan untuk menangani meeting dadakan lagi?, atau aku membuat masalah?^^^

Sinta:

Entahlah, pak Dika tidak memberitahu kepada ku alasan ia memanggil mu keruangan nya. Mungkin ia rindu akan wajah cantik mu itu ahahaha....

^^^Hani:^^^

^^^SINTAA!😠 kau ini memang suka sekali bercanda. Sudahlah cepat selesaikan pekerjaan kita masing-masing.^^^

...LAST CHAT...

...--------...

"Dasar sinta suka sekali dia mengejek ku dengan pak Dika. Hmm tapi ada apa pak Dika memanggil ku ke ruang kerja nya? biasanya ia langsung menghubungi ku, tidak melalui orang lain" ucap Hani yang merasa bahwa ia tidak membuat kesalahan.

Ketika memasuki jam istirahat Hani segera menuju ke ruangan CEO sesuai yang diperintahkan oleh pak Dika tadi.

toktoktok

"Masuk" ujar pak Dika dari dalam ruangan nya. Hani segera masuk kedalam ruangan Bos nya yang lumayan tampan itu ahaha...

ceklek

"Permisi pak, ada yang bisa saya bantu? " kata Hani dengan sopan setelah berdiri di depan meja tempat pak Dika bekerja.

"Duduklah" kata pak Dika yang masih fokus terhadap beberapa berkas di tangan nya.

"Begini Hani, saya berencana untuk mengajak kamu melihat perkembangan proyek baru diperusahaan cabang ke 17 milik keluarga saya pada minggu depan, kira-kira apa kamu sanggup? " tanya pak Dika serius sambil menatap mata bewarna hazel milik Hani.

"Emm kira-kira kita disana berapa hari pak? saya belum bisa mempertimbangkan keputusan sekarang pak" ujar Hani pada pak Dika.

"Kita disana hanya 2 hari, nanti kita akan tinggal di apartemen milik saya, jika memang kamu tidak sanggup maka saya akan mengajak Sinta untuk mendampingi saya. Kamu pikirkan secra baik-baik ajakan saya Hani, nanti kamu bisa menghubungi saya jika sudah mengambil keputusan" ucap pak Dika pada Hani.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu pak, selamat siang" pamit Hani ramah dengan menampilkan senyum manis nya.

'cantik' batin pak Dika yang juga tersenyum pada Hani, sejak dulu pak Dika menaruh hati pada Hani karena selain kecantikannya yang alami, Hani merupakan salah satu karyawan multitalenta bagi pak Dika, kalau saja pak Dika mengetahui skor IQ Hani pasti akan semakin mengagumi bawahannya itu. Sayangnya Hani memang sangat pandai menyembunyikan itu semua karena ia tidak mau di manfaatkan oleh orang lain karena kejeniusan nya itu, yang orang-orang tau Hani hanyalah siswa berprestasi biasa, bukan yang luar biasa.

Ia menuju kantin perusahaan disana dia dapat melihat sahabat sedekat nadi nya yang sedang duduk dikursi sambil menikmati makanan.

Hani pergi intuk memesan makanan, kemudian duduk bertepatan langsung dihadapan Sinta. "Di suruh ngapain tadi sama pak Dika han? mesra mesraan ya ahahaha..." canda Sinta.

"Tadi beliau bilang kira-kira aku sanggup ga kalo mendampingi nya melihat perkembangan proyek diperusahaan cabang ke 17, aku masih belum mengambil keputusan sin" ujar Hani berterus terang kepada sinta.

"Gimana kalau... " belum sampai Sinta memberikan usulan ponsel Hani berdering.

dreett... dreett

dreet..

"Eh bentar sin, temen kampung ku menelfon" ucap Hani ketika melihat layar ponsel nya terdapat panggilan dari Mutia, teman dekat Hani dikampung halaman nya.

"Halo ada apa mut? tumben kamu menghubungi ku" ucap Hani setelah mengangkat panggilan telefon tersebut.

"Halo han, i-itu anu kedua orang tua mu jadi korban tabrak lari, dan sekarang sedang koma. Sekarang sedang diruangan ICU rumah sakit Asri Medika, aku harap kamu tidak sibuk jadi bisa pulang untuk menemui orang tua mu." jelas Mutia dari sambungan telefon dengan sedikit gugup.

degh

Hani yang mendengar penjelasan dari Mutia langsung membeku, tatapan mata nya mengarah ke Sinta dan perlahan mengeluarkan air mata tanpa mengucapkan 1 kata pun untuk menjawab penjelasan teman dari kampung halaman nya.

"Han ada apa? kenapa kamu menangis, apa terjadi sesuatu?" tanya Sinta dengan sedikit panik karena melihat Hani tiba-tiba meneteskan air mata setelah menerima panggilan telefon.

"a-ayah ibu ku sin" lirih Hani

1
ni.crypt
bantu dukungan guys
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!