NovelToon NovelToon
Legenda Sang Bayangan

Legenda Sang Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Kultivasi Modern
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: kansszy

sebuah kisah tentang perjalanan pulang, melalui pertarungan demi pertarungan, kesedihan demi kesedihan, untuk memeluk erat semua kebencian dan rasa sakit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kansszy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 17

Akan aku buktikan kepada salonga bahwa aku layak menjadi muridnya. aku akan berlatih lebih keras dibanding yang dia bisa bayangkan.

Maka aku datang jancuk ke tempat latihan lebih cepat 1 jam sebelum salonga tiba dan baru pulang 1 jam setelah salonga memaki ku bodoh sebagai kalimat penutup sesi latihan . Minggu-minggu pertama , mau dikata apapun , aku memang terlihat bodoh jika mengacu standar salonga . Dia terus memberikan perintah ganjil seperti menembak sebuah kaleng susu kosong dari jarak 3 m . itu mudah , aku bisa mengenai kaleng itu berkali-kali . Namun permintaan salonga adalah peluru yang mengenai kaleng itu harus ada di dalam kaleng tidak tembus keluar .

Ratusan percobaan dilakukan. Mau bagaimanapun aku melakukannya peluru tetap menembus kaleng .

"peluru mahal, Kenzy! Kau pikir karena tauke mu kaya, maka kau bebas menghamburkan peluru, hah?" Salonga bersungut-sungut, menunjuk peluru yang berserakan di depan kami, juga kaleng kaleng yang berjatuhan ditembus peluru.

Aku menyeka peluh di pelipis. Ruangan latihan terasa gerah. Aku sudah mencoba menembak dari sudut mana pun, dengan berbagai cara, namun tetap saja peluru itu tidak tersangkut di dalam kaleng.

"berikan padaku!" salonga mengambil kasar pistol dari tanganku . Dia melangkah mendekati papan Dan meletakkan dua kaleng di atasnya berbaris . Satu kaleng di depan dan satu lagi di belakang lantas menembak cepat . Dua kaleng itu berhamburan jatuh .

Salonga meraih kaleng kedua di lantai yang sebelumnya berada di belakang . Saat ia mengguncangnya , peluru jelas berada di dalam kaleng , terdengar berkelontangan .

"lihat, apa susahnya ini?"

Aku hendak berseru kesal . Salonga tidak bilang kalau aku boleh meletakkan dua kaleng di atas papan . Peluru yang mampu menembus kaleng pertama kecepatannya akan berkurang dan akhirnya hanya mampu melewati separuh kaleng kedua lantas Terhenti Di dalamnya . Kopong juga terlihat ingin protes .

"penembak yang baik harus selalu tahu persis kekuatan pistolnya, Kenzy. Dia tahu pelurunya akan tiba dimana, bisa menembus apa saja, dan semua tabiat pistolnya. Bagi penembak, pistol ibarat kekasih hati, dia memahaminya dengan baik. Kau sudah tahu, mau sampai kapan pun peluru pistolmu akan terus menembus kaleng karena dia terlalu kuat. Maka jika misimu adalah memasukkan peluru ke dalam kaleng, pikirkan cara lain. Letakkan dua kaleng di sana, atau apapun yang bisa membuatnya melambat, bukan malam berusaha menyesuaikan pistolmu. Karena kau yang harus memahami pistolmu, bukan benda mati yang memahamimu, bodoh." Salonga lebih dulu berseru ketus, kemudian melemparkan kaleng berisi peluru.

"cukup untuk malam ini. Kau hanya menyia nyiakan waktuku."

Salonga melangkah, punggungnya hilang di balik pintu.

"kau baik baik saja, Kenzy?" kopong bertanya pelan.

Aku menggeram dan mengepalkan tanganku. belum pernah aku dimaki berkali-kali seperti ini, seolah tidak ada harganya . Foto-foto begini , aku bisa menembak jitu sasaran sejauh 40 m dengan pistol .

Tapi minggu-minggu berikutnya kemajuan ku pesat . Aku tahu , salonga bukan hanya mengajariku menembak dan melatih akurasi tembakan, dia sekaligus sedang menanamkan filosofi mendasar bagi seorang penembak . Pistol bukan hanya senjata bagi Salonga, tapi lebih dari itu. Aku menuruti apa yang dia mau dengan berpikir lebih terbuka dan berusaha menerjemahkan filosofi latihannya .

Akhir bulan kedua, salonga menyuruhku melatih sentuhan jariku agar lebih sensitif saat menarik pelatuk pistol .

"kau pikirkan caranya, Kenzy. pertemuan berikutnya aku ingin tahu latihan apa yang kau pilih. Ingat, latihan agar jemarimu seperti menari, bukan melatih agar dia kuat atau hal bodoh lainnya."

Aku mengangguk . Aku akan memikirkannya siang malam meski aku tidak tahu apa jenis latihannya . Besoknya kopong memberikan beberapa ide , termasuk hand grip yang biasa digunakan tukang pukul untuk melatih jari. aku menggeleng, itu jelas salah satu ide bodoh menurut versi Salonga.

Pertemuan berikutnya, aku memutuskan membawa gitar.

Malam itu untuk pertama kalinya Salonga menatapku lebih bersahabat.

"kau bisa bermain gitar, Kenzy?" Salonga bertanya setibanya di tempat latihan.

aku mengangguk. Banyak tukang pukul yang suka memainkan gitar.

"berikan padaku, Kenzy" Salonga duduk di sebelahku.

Aku menyerahkan gitar itu.

Malam itu, tidak sebutir pun peluru kami tembakkan. Kami hanya bergantian bermain gitar. Kopong ikut bernyanyi, tertawa tawa, dan bertepuk tangan. Itu malam yang menyenangkan.

"latihan selesai, Kenzy. Sampai pertemuan berikutnya. Terus latihan jari jarimu di atas senar gitar, hingga jemarimu bisa merasakan setiap mili pelatuk pistol, hingga kau bisa bicara dengan pistolmu. Minggu depan, aku akan mengajarimu menembak sasaran bergerak." untuk pertama kalinya, Salonga tidak menutup latihan dengan memakiku bodoh.

Pertemuan-pertemuan berikutnya sebenarnya sangat seru . aku mulai menembak sasaran bergerak di dinding . 12 sasaran bergerak sangat cepat , dan aku harus mengenainya . Yang tidak seru, dalam 3 kali pertemuan rekor ku hanya 6 sasaran yang bisa ku jatuhkan .

"bodoh! Bodoh!" Salonga memakiku.

Salonga maju kedepan, menatap lurus sasaran bergerak. Salonga menyuruh kopong menekan tombol dan sasaran itu bergerak dengan cepat. Salonga mengacungkan pistol, menarik pelatuk. Enam detik, dua belas sasaran bergerak hancur terkena tembakan.

Aku terdiam. Juga kopong.

"kau tidak berusaha keras, Kenzy! Kau pikir menjadi penembak itu mudah, hah? Seusiamu, aku bahkan latihan menembak ribuan kali dalam sehari dengan peluru kosong. melatih konsentrasi ku, fokusku, dan kecepatanku. Dasar memalukan." Salonga meninggalkanku.

aku terduduk di atas lantai.

Tapi aku tidak menyerah, aku meminta kepada kopong agar tugasku menjadi tukang pukul berhenti sementara waktu. Aku butuh seluruh malam untuk berlatih menembak. Mulailah aku menembak ribuan kali dengan peluru kosong seperti yang dilakukan Salonga dulu.

Tiga bulan kemudian, aku berhasil menembak dua sasaran bergerak itu.

Salonga menyeringai tipis. Menguap, "tidak buruk, sepuluh detik. Sampai jumpa pertemuan berikutnya, Kenzy."

aku sudah tiba di penghujung latihan ku. Salonga memintaku satu lawan satu. Area menembak disulap menjadi , rongsokan mobil , tumpukan ban , dan pohon buatan memenuhi ruangan . Kami masing-masing memegang pistol dengan peluru karet, memakai helm, dan mengenakan pelindung tubuh. Kami bergerak dari sudut terpisah, maju, mulai saling menembak. Malam pertama, dari enam percobaan Salonga menang enam kali. Dia menembak ku lebih dulu. Aku terduduk, mengaduh. Peluru karet itu tetap terasa sakit saat mengenai tubuh. Enam pertemuan, aku tetap gagal mengalahkan Salonga.

Barulah di pertemuan ke dua belas, aku berhasil menembak Salonga lebih dulu. Kopong mengepalkan tangannya di pinggir area, berseru tertahan. Kopong terlihat sangat senang.

Itulah akhir dari latihanku dengan Salonga. Sama seperti dulu ketika aku berhasil memukul kopong, walau sekali saja aku berhasil menembak Salonga, itu berarti latihan telah selesai. Selesai sudah latihan menembak ku.

Salonga menghampiriku, menyerahkan pistol nya.

"ini, Kenzy. Ini adalah pistol colt pertamaku. Ini bagai jantungku sebagai penembak, ambillah. Aku berjanji akan memberikan pistol ini untuk murid terbaikku. Dan besok lusa, tugasmulah memberikan pistol ini kepada murid tebaimu."

Itulah kenapa aku sering membawa pistol colt itu kemana pun, bukan untuk menjaga diri, melainkan untuk bernostalgia

1
Adi Arkan Imani
bagus
KanKaaan!!!
cocok buat orang yang lagi mencari cerita dan inspirasi
Adi Arkan Imani
lumayan
kansszy: heeheeee maksih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!