Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...Happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Alga langsung turun dari taksi dan berlari masuk ke sekolah dan menghampiri anaknya.
"Nak, kau tidak apa-apa?" tanya Alga merasa khawatir dan memeriksa keadaan Grisha. Supir taksi juga ikut masuk ke sekolah tersebut, karena ia pikir Alga melarikan diri tidak mau bayar, tapi setelah melihat Alga yang khawatir pada anaknya, supir taksi iri menjadi lega.
"Aku... di dorong oleh mereka," kata Grisha dengan wajah meringis menatap ketiga bocah di depannya itu.
"Apa salah anakku, sampai kalian mendorongnya?" tanya Alga melihat 3 siswa itu, mereka masih kecil, tapi berlagak sombong
"Anakmu tuh yang menghalangi jalanku!" kata Yuni mendongakkan kepalanya.
"Tapi kamu kan bisa bicara baik-baik, tidak perlu mendorongnya seperti ini," kata Alga dengan nada lembut.
"Hei hei hei! Kamu jangan sembarangan memarahi anak saya!" Tiba-tiba seorang ibu-ibu datang, dan ibu itu adalah satu taksi dengannya tadi.
Alga tak menyangka jika ibu itu adalah ibu dari anak yang mendorong anaknya.
"Saya tidak memarahi anak Anda, Buk. Saya hanya ingin memberi tahu agar tdak bersikap kasar," kata Alga tetap sopan.
"Heh! Yang di ajari itu anak kamu! Anak kamu yang sudah menghalangi jalan anakku! Ajari anakmu itu jalan dengan benar" kata ibu itu dengan Ketus.
sopir mobil itu menggeleng-gelengkan kepala, ia pun mendekat ke arah Alga. "Udah pak, yang Sabar ya," ucap Sopir itu menenangkan Alga agar tidak marah.
Alga mengangguk, lalu membantu anaknya berdiri. "Oh ya Pak, berapa biaya taksinya?" tanya Alga
"30.000 Pak."
"Oh ya pak, bisakah antar saya ke suatu tempat?" tanya Alga
"Antar ke mana, Pak?" tanya sopir.
"Antar ke suatu tempat, saya untuk membeli motor, kira-kira di mana penjual motor second di sini?" tanya Alga
"Mungkin bapak bisa cari di tempat jual beli motor second, saya tahu tempatnya. Mari saya antar," kata supir taksi itu.
"Oh iya, terima kasih banyak atas kebaikan Anda, Pak," ucap Alga merasa terharu, karena masih ada orang baik.
Mereka masuk ke dalam taksi tersebut bersama supir taksi.
"Hey tunggu! Main tinggal aja!" kata ibu itu terlihat kesal.
Supir taksi itu melihat ibu itu sambil menaikan alisnya. "Maaf Buk, ibu bisa cari taksi lain, saya mau antar bapak itu dulu, mungkin nggak satu arah dengan ibuk," kata Supir taksi itu dengan sopan.
"Halah! Kalau mobilku tidak di bengkel, aku juga nggak sudi naik taksi, dekat-dekat dengan orang miskin membuat ku mual!" oceh ibu itu dengan mata menjuling.
Supir taksi itu menghela nafas agar tetap sabar. "Ayo kita pak," ajak supir itu kepada Alga.
Mereka pun meninggalkan sekolah tersebut. "Haishh, anak dan ibu sama aja," omel supir taksi itu tak bisa tak bisa menahan kekesalnya.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...