NovelToon NovelToon
Chasing Her, Holding Him

Chasing Her, Holding Him

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / One Night Stand / Tamat
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Aku adalah saksi dari setiap cintamu yang patah, tanpa pernah bisa memberitahumu bahwa akulah satu-satunya cinta yang tak pernah beranjak."

Pricillia Carolyna Hutapea sudah hafal setiap detail hidup Danesha Vallois Telford
Mulai dari cara laki-laki itu tertawa hingga daftar wanita yang pernah singgah di hatinya.
Sebagai sahabat sejak kecil, tidak ada rahasia di antara mereka. Mereka berbagi ruang, mimpi, hingga meja kuliah yang sama. Namun, ada satu rahasia yang terkunci rapat di balik senyum tenang Pricillia, dia telah lama jatuh cinta pada sahabatnya sendiri.

Dunia Pricillia diuji ketika Danesha menemukan ambisi baru pada sosok Evangeline Geraldine Mantiri, primadona kampus yang sempurna. Pricillia kini harus berdiri di baris terdepan untuk membantu Danesha memenangkan hati wanita lain.

Di tengah tumpukan buku hukum dan rutinitas tidur bersama yang terasa semakin menyakitkan, Pricillia harus memilih, terus menjadi rumah tempat Danesha pulang dan bercerita tentang wanita lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Kilas-Balik

Luka lima tahun lalu itu ternyata berakar pada satu nama yang tak pernah Alex ketahui: Magenta.

Selama masa SMA, Amelie adalah satu-satunya penjinak bagi Alex.

Dia melatih Alex dengan sabar, mengajari pria itu mengendalikan gairahnya yang meledak-ledak. Mereka berpacaran dengan batasan yang suci, Amelie ingin Alex mencintainya dengan jiwa, bukan hanya dengan hormon Lambert-nya. Dan Alex patuh.

Dia belajar menahan diri, demi rasa hormatnya pada Amelie.

Namun, di malam perpisahan SMA, malam yang seharusnya menjadi puncak janji mereka, semuanya hancur.

Di sudut remang pesta kelulusan, seorang wanita bernama Magenta menghampiri Amelie. Dengan wajah yang dibuat sedu sedan dan bukti foto yang sebenarnya hasil rekayasa sudut pandang memperlihatkan Alex yang tampak tak berdaya di sebuah tempat tidur, Magenta membisikkan racun.

"Dia tidak bisa menahan diri denganku, Amelie. Semua latihan pengendalian diri yang kamu berikan? Itu omong kosong. Dia datang padaku saat dia tidak tahan dengan batasan yang kamu buat."

Amelie yang saat itu masih polos dan sangat memuja kesetiaan, merasa dunianya runtuh. Dia tidak menangis di depan Alex.

Dia tidak meminta penjelasan. Baginya, pengkhianatan fisik adalah garis merah yang tidak bisa dinegosiasikan. Dia pergi malam itu juga, terbang ke luar negeri, memutus semua akses, dan meninggalkan Alex dalam kegelapan tanpa kompas.

.

.

Kembali ke ruang rapat Lambert Group. Setelah perdebatan sengit mengenai akuisisi, staf yang lain telah keluar. Hanya tersisa Alex dan Amelie di ruangan kedap suara itu.

"Kenapa, Amelie?" Alex bertanya, suaranya parau. Dia melepaskan dasinya, tampak frustrasi. "Lima tahun aku hidup dalam neraka karena tidak tahu apa salahku. Kalau kamu mau membenciku, beri aku alasan yang masuk akal!"

Amelie tertawa getir, matanya berkaca-kaca menahan amarah. "Kamu mau alasan? Kamu masih punya muka untuk bertanya setelah apa yang kamu lakukan dengan Magenta di malam kelulusan kita?"

Alex mengerutkan kening, ekspresinya benar-benar kosong. "Magenta? Siapa... Magenta?"

"Jangan berlagak lupa, Alex! Wanita yang memberitahuku bahwa semua latihan pengendalian diri yang kita jalani hanyalah lelucon bagimu. Dia yang tidur denganku, maksudku, denganmu, saat aku sedang berusaha menjagamu!"

Alex tertegun. Detik itu juga, dia menyadari sesuatu yang mengerikan.

"Amelie... Magenta itu sepupu jauh Tante Evangeline. apa mungkin dia wanita yang dibayar Evangeline untuk menghancurkan kita karena dia tidak terima diputuskan oleh Ayahku dimasa lalu, dan aku pernah menolak Magenta...ya aku mengingat nama itu"

Amelie membeku di tempatnya. "Apa?"

"Malam itu aku tidak sadarkan diri karena minuman yang diberikan teman-temanku. Aku bangun sendirian di kamar hotel, dan aku pikir aku hanya tertidur karena mabuk," Alex melangkah mendekat, matanya menatap Amelie dengan kejujuran yang menyakitkan.

"Aku tidak pernah menyentuh siapa pun, Amelie. Jangankan tidur dengannya, mengingat wajahnya saja aku tidak bisa."

Amelie menggelengkan kepala, mencoba menyangkal. "Tapi dia punya foto... dia bilang..."

"Dia berbohong, Amelie! Dan kamu lebih percaya pada orang asing daripada laki-laki yang rela menyiksa dirinya sendiri selama bertahun-tahun hanya untuk menghargai batasanmu?" Alex mencengkeram bahu Amelie, suaranya pecah. "Aku kehilangan lima tahun hidupku karena sebuah fitnah yang bahkan tidak kamu konfirmasikan padaku."

Ruangan itu mendadak senyap. Amelie merasa seluruh kekuatannya luruh. Kebencian yang dia pupuk selama lima tahun ternyata dibangun di atas fondasi kebohongan.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Retno Isusiloningtyas
mdh2an happy ending
Retno Isusiloningtyas
mmm....
masih nyimak 🤣
Paon Nini
sinting
falea sezi
ngapain ngintil mulu g ada krjaan mending prgi sejauh nya lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!