NovelToon NovelToon
Cinta Kepada Mas Duda

Cinta Kepada Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah seorang dokter tentara berpangkat mayor yang jatuh hati kepada seorang apoteker di rumah sakit tempat mereka bekerja waktu pertama kali sang gadis datang wawancara. Mayor Jonathan Benjamin nama sang dokter, dia memiliki seorang anak perempuan usia enam tahun. Bertemu dengan Sophia Abigail seorang apoteker yang sudah memiliki seorang pacar yang adalah CEO David Alexander. Bagaimana kisah mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan

"Kenapa harus bekerja sih sayang, aku bisa membiayai kebutuhan hidupmu."

David Alexander merayu dan memaksa kekasihnya agar tidak bekerja. Karena menurut Alex dia bisa memenuhi kebutuhan hidup dari Sophia Abigail kekasihnya. Namun Sofi nama sapaan dari Sophia Abigail tetap berkeras untuk mau bekerja.

Lamarannya sudah diterima sebagai apoteker di rumah sakit angkatan laut sebagi tenaga honorer. Dan besok dia harus datang pagi untuk melaporkan diri.

Pukul tujuh pagi, Sofi sudah ada di rumah sakit tersebut. Dalam pemberitahuannya, dia harus bertemu dengan dokter Jonathan Benjamin. Duduk di kursi panjang yang ada di depan kantor. Ketika dibaca papan di depan ruangan ternyata yang harus di temui oleh Sofi adalah kepala rumah sakit. Karena masih jam tujuh pagi, dia memilih berkeliling rumah sakit sebentar sampai waktu pertemuan jam delapan pagi.

Sophia Abigail baru berusia dua puluh tiga tahun. Dia sudah memiliki ijin dan surat - surat penting lainnya yang melayakan dia bisa menjadi seorang apoteker. Penampilan Sofi hari ini sangat menawan dengan celana kain joger berwarna coklat dengan kemeja berwarna putih lengan seperempat ada aksen pita berwarna putih di kedua ujung lengan. Tas totebag berwarna coklat yang sedikit besar yang muat alat - alat elektronik milik Sofi. Seperti Ipad dan handphone.

Pukul delapan tepat dari arah jauh terlihat seeorang dengan wajah tampan berbadan atletis berpakaian tentara serta di lehernya ada stetoskop megantung.

"Saudari Sophia Abigail??" Sofi melihat kearah yang punya suara.

"Iya saya."

"Silahkan masuk." Orang yang Sofi lihat mempersilahkan masuk dan duduk di depan meja. Yang Sofi tahu pasti itu meja kepala rumah sakit. Kemudian orang tersebut duduk di depan Sofi disebelah meja.

"Perkenalkan Saya dokter Jonathan Benjamin, saya di percayakan menjadi kepala rumah sakit disini." Sesi wawancara yang seharusnya dilakukan oleh bagian tata usaha rumah sakit di ambil alih oleh Nathan sendiri. Karena penasaran dengan orang yang melamar. Dari daftar riwayat hidup serta foto card yang di kirim menarik perhatian seorang Mayor yang dingin ini.

"Baru dua puluh tiga tahun. Masih sangat muda kenapa mau bekerja di rumah sakit ini??"

"Karena ada iklan penerimaan seorang apoteker di rumah sakit ini, dan saya memberanikan diri untuk mendaftar."

"Kamu tahu bekerja di lingkungan tentara itu sangat berat."

"Tidak, saya tidak tahu." Jonathan menjelaskan semua. Ada keraguan di diri Sofi apakah dia melanjutkan untuk bekerja atau tidak. Melihat kebiasaannya yang susah bagun pagi membuat dia sedikit ketakutan.

"Bagaimana??"

"Apakah bisa memberi waktu bagi saya berpikir???" Nathan tersenyum sangat sedikit. Sehingga orang lain tidak tahu apakah dia tersenyum atau tidak. Hanna meninggalkan nomor handphonenya.

Sementara ini Sofi ada bekerja di Apotik punya dia sendiri. Karena ini keinginannya. Tidak tahu angin apa yang membuat dia bisa memasukan pendaftaran ke rumah sakit tentara.

Setelah seminggu, Sofi memberi alasan bahwa dia tidak bisa menerima pekerjaan dirumah sakit tentara dengan alasan - alasan yang dia sampaikan. Seperti tidak bisa bangun pagi dan tidak bisa berjemur di bawa sinar matahari. Alasan ini membuat Nathan tersenyum. Senyuman langkah Nathan dilihat oleh Ners Ika yang adalah asisten ners di poliklinik bedah jantung dan pembulu. Di usia tiga puluh dua tahun, Jonathan Benjamin bisa menjadi dokter spesialis dengan pangkat mayor dan juga seorang kepala rumah sakit.

"Saya menghargai keputusan saudari. Dan good luck di tempat kerja yang lain."

"Sombong amat dia kira saya pengangguran." Tampak sadar Nathan dan Sofi sama - sama menyimpan nomor. Nathan menyimpan nomor Sofi, begitu sebaliknya. Sehingga status stori WA bisa dilihat oleh mereka masing - masing.

Sofi yang sudah siap - siap menunggu jemputan David calon suami yang di jodohkan orangtua kembali mengalami kekecewaan, karena David membatalkan janjinya alasan ada pekerjaan penting. Bagi Sofi itu bukan masalah besar, dia juga masih belum punya hati kepada David.

Disebuah mall besar di kotanya Hanna makan siang disebuah restoran mewah. Dengan dress berwarna putih Sofi sangat terlihat cantik dan anggun. Didalam restoran itu juga ada sekumpulan orang - orang berpakaian loreng sedang menikmati makan siang. Nathan mengenal perempuan cantik,anggun dan cuek yang baru masuk itu. Ketika dibuka stori WA di handphonenya memperlihat gambar Sofi yang sedang duduk di pojok restoran. Nathan melihat kearah gadis itu.

"Mayor Nathan !!!" Lettingnya menegurnya karena dilihat Nathan sedang melamun.

"Sori Timo, Aku seperti melihat orang yang perna aku kenal." Mayor Timothy adalah letting Nathan. Dia tahu betul apa yang dialami oleh sahabatnya ini. Termasuk anak perempuan usia enam tahun yang di asuh oleh orangtuanya.

Sofi yang tidak tahu, bahwa rombongan orang - orang yang berpakaian loreng disitu ada dokter Jonathan Benjamin. Selesai menikmati makannya Sofi membayar dan keluar restoran tersebut. Jam makan siang yang seharus bersama calon suaminya David, di batalkan karena pekerjaan.

Sampai pulang ke mess Nathan masih berpikir tentang Sofi, seorang apoteker yang menolak kerja di rumah sakit tentara dengan alasan yang menurut Nathan tidak masuk akal. Masa perempuan ngak bangun pagi. Mau jadi apa rumah tangganya jika menikah nanti. Dengan berani Nathan mengirim pesan pribadi pertama kepada Sofi.

"Kamu manis sekali, tadi di restoran. Kenapa sendiri?? Jonathan Benjamin." Sofi yang membaca pesan itu merasa kaget karena mencari dimana dokter itu berada. Sofi baru ingat bahwa tadi ada sekumpulan orang - orang berpakaian tentara sedang makan direstoran. Jangan - jangan dokter ada disitu juga. Pesan itu pun dibalas oleh Sofi dengan usil.

"ngak ada yang mau menemani."Sofi balas sambil tersenyum.

"Kasihan ya."

"Kok kasihan sih dokter. Ngak masalah kan? Perempuan sekarang itu independen. Semua bisa sendiri. Masa makan saja harus di temani." Nathan tersenyum membaca balasan pesan dari Sofi, gadis yang berjarak umur dengannya sekitar sepuluh tahun. Sebab sekarang Mayor dokter Jonathan Benjamin tiga puluh dua tahun.

Pagi pukul enam lewat tiga puluh Sofi sudah berada di Apotiknya. Dia mempunyai dua belas karyawan. Letaknya di tengah kota. Apoteknya cukup besar, karena ada tempat praktek dokter - dokter hebat. Sophia Abigail disini dia berperan sebagai pemilik juga sebagai Apoteker.

Nathan yang semalam pulang ke rumah orangtuanya karena anak perempuannya sakit. Ke kantor melewati jalan dimana apotek Sofi berada. Dia melihat sofi turun dari mobilnya dan masuk ke dalam apotek tersebut. Karena pulang kerja Nathan yang penasaran mampir ke apotek tersebut hendak membeli obat vitamin buat . Juga mau membeli obat yang diracik buat anaknya.

Waktu masuk apotek itu terlihat setifikat apoteker punya Sophia Abigail. Nathan menyerahkan resep yang dia tulis buat membeli obat. Penjaga di depan menyerahkan kepada Sofi yang berada didalam. Sofi yang membaca resep tersebut mau menanyakan obat yang tidak dimiliki namun ada yang kandungan dan fungsinya sama, namun nama berbeda seperti yang diresep.

1
Riskazputri
maksud nya
Ceisye: Briel mau menjelaskan jika mukanya sama seperti omanya yang sudah dari kecil dia panggil mama. 🤭🤭🤭
total 1 replies
Lisa
Lebih baik Sofie sama dokter Nathan aj drpd sama si David tuh yg jelas² selingkuh 🤭
Lisa: oke Kak Ceisye..aku baca dulu ya
total 4 replies
Lisa
Aku mampir Kak
Lisa: sama² Kak Ceisye
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!