NovelToon NovelToon
SELENA

SELENA

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:226.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Ini kisah Selena, seorang gadis yang selalu bangkit dari kesedihan.

Terjebak pernikahan yang tidak pernah dia inginkan sebelumnya. Ketika hati dan cinta dari masa lalunya datang kembali, akankah dia berpaling meninggalkan pernikahannya?

Selena Diandra Winata, seorang gadis berparas cantik dan manis itu selalu berhasil bangkit dari keterpurukannya.

Ketika dunia berusaha memberi kebahagiaan untuknya, takdir malah meruntuhkan pondasi kebahagiaannya.
Akankah Selena mampu bangkit lagi?

Ikuti kisah Selena!

karna ini karya pertama harap maklum dan mohon pencerahanya🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TUJUH BELAS

Malam semakin larut. Selena, Reyhan dan ke empat sahabatnya itu masih masih berada di taman halaman belakang.

"ini saat nya kita berpesta gaes...!" seru Angga. Dia menjentikan jari ke udara, beberapa saat kemudian dua orang pelayan datang dengan sesuatu di tangan mereka. Ternyata yang di bawa mereka adalah beberapa botol wine.

Setelah menaruhnya di meja, pelayan itu kemudian pergi.

" widiiiiih..... Pesta asli ini namanya...!" mata Juna berbinar-binar melihat apa yang ada di meja. Lena juga melihat botol-botol itu lalu membaca merk nya.

Gila.... MACALLAN 64 YEARS OLD IN LALIQUE... Itu wine termahal yang baru memecahkan rekor dunia sebagai minuman alkohol paling mahal. Harganya US$625 ribu, setara dengan 8.9 miliar kalo di rupiahkan!! Gumam Lena dalam hati. Matanya membelalak, dia mencoba menelan ludahnya sendiri. Bahkan ada 5 botol lebih yang ada di meja. Ya TUHAN.... hanya untuk minum saja bisa menghabiskan bermiliaran uang... Eh jangan sebut Tuhan ketika sedang minum. Ini sangat di larang oleh-Nya.

"ini gue kasih cuma-cuma khusus buat hari ini bro. Jadi malam ini, kita harus benar-benar menikmatinya." Angga mulai membuka satu botol lalu di tuangkan isinya ke beberapa gelas.

Perasaan Lena berkecamuk, ingin juga rasanya dia menikmati wine itu. Pasti rasanya sangat manis, dia berulang kali menelan ludahnya. Reno melihat pandangan Selena yang tak lepas dari wine itu. Dia tau, Selena juga ingin minum.

Angga membagi gelas berisi wine itu satu-satu, Lena juga kebagian.

"mari kita bersulang untuk pernikahan sahabat kita ini (menepuk bahu Rey)." Angga mengangkat gelasnya ke tengah meja dan di ikuti dengan yang lain.

Tiiiiiingggg..... Suara gelas yang bertubrukan.

Lantas mereka meminum wine masing-masih sampai habis. kecuali Lena, dia menaruh kembali wine itu di meja.

" nyonya Reyhan, lo ngga minum?" Juna melihat Lena tidak meminum minumannya.

"eh, emb...." Lena bingung bagaimana menjawabnya, dia ingin tapi haruskah dia terlihat seperti seorang peminum di hadapan suaminya? Ya walaupun memang benar seperti itu.

"ayo lah.... Jangan sungkan, ini pesta kalian! Gue juga beli ini buat kalian!" Angga sedikit memaksa.

"iya nyonya, minum sekali saja untuk menghargai kita!" imbuh Juna lalu menyodorkan gelas milik Selena.

Selena terlihat bimbang, dia melirik suaminya. Hanya diam, melihatnya saja pun tidak. Ah... Bagaimana ini? Lena ingin tapi sungkan. Minum... Tidak.... Minum.... Tidak....

Tiba-tiba Reno bangun dari duduk ya, ia meraih gelas di tangan Juna.

"mungkin nona Selena tidak minum, biar gue yang mewakili." Reno langsung menenggak minuman itu.

Lena yang melihat itu langsung melotot ke arah Reno dengan kesal, ia sudah akan meminumnya. Reno hanya tersenyum melihat mantannya yang sedang kesal itu.

Ck... Sama saja, tidak pernah berubah! Ah.... Wine manis gue... Gerutu Lena.

"ah... Benarkah itu nyonya? Rey memang sangat beruntung bisa menemukan wanita yang tidak suka minum." Juna berdecak kagum.

Lena hanya tersenyum getir, untuk seribu kali lagi, Rey hanya diam. Dia benar-benar tidak tertarik oleh istrinya itu.

"sudahlah Jun, lo minum aja. Jangan ganggu nona Selena lagi, dia sudah istri orang sekarang!" ucap Vino yang sedang menuang lagi wine itu ke dalam gelas.

Sekali lagi mereka asik bersenda gurau meninggalkan Lena yang berada di sekitar mereka. Bahkan Rey pun sedikit-sedikit terlihat tertawa mendengar kekonyolan para sahabatnya. Tiba-tiba, hawa dingin merasuk ke dalam tubuh Selena melalui bagian bahunya yang terbuka. Dengan cepat Lena melipat tangannya ke tubuhnya sendiri untuk mendapatkan sedikit kehangatan, Reno dan Rey melihat tingkah Lena yang kedinginan. Sontak mereka langsung melepas jas yang mereka pakai lalu menyodorkan jas itu ke Selena.

Lena yang tadinya menuduk langsung mendongakan wajahnya dan melihat Merek berdua menyodorkan jas. Lena menatap wajah mereka bergantian.

Kenapa sama mereka? Tiba-tiba kok kasih jas mereka ke gue. Apa karna liat gue kedinginan? Pilih jas suami apa jas mantan ya? Ujar Lena dalam hati.

Akhirnya Lena memilih jas mereka berdua. Satu untuk dia jadikan jaket dan satu lagi untuk menutup bagian bawahnya yang terbuka. Reno dan Rey saling memandang dan tersenyum getir entah apa yang dipikirkan oleh mereka.

Beberapa botol wine telah kosong, Angga dan Juna sudah mulai tak sadarkan diri. Segera mereka pamit undur diri. Reno dan Vino pun juga ikut berpamitan.

"Rey, gue pamit dulu yah! Ucap Vino.

" ya... Hati-hati lah di jalan." ucap Rey.

Ck.... Ngomong kok seperlunya aja Lena menggerutu kesal.

Selena menatap punggung mantan kekasihnya yang pergi itu. Ah.... Rasanya masih sangat rindu, bahkan kebencian karna di tinggalkan pun hilang setelah melihatnya kembali. Rey melihat mata sendu milik Lena yang seperti tidak ingin Reno pergi.

"malam ini juga kita ke rumah ku!" Rey beranjak dari duduk ya dan merapikan kemejanya.

"bukankah ini rumahmu?" Lena ikut berdiri dengan membawa satu jas milik Reno tadi.

"aku tidak akan memaksamu untuk ikut dengan ku. Ingat, pernikahan ini hanya untuk kebahagiaan papah dan mamah!" Rey melangkah pergi.

Ck..... Lena berdecak kesal namun mengikuti langkah Rey dari belakang. Tidak pernah ia bayangkan sebelumnya bahwa dia akan memiliki suami yang dingin seperti ini.

Lena dan Reyhan pergi meninggalkan rumah orang tuanya. Setelah beberapa menit, mereka sudah sampai di depan sebuah yang sama seperti milik papah dan mamah. Di depan pintu sudah ada seorang wanita dan laki-laki paruh baya menyambut mereka.

"selamat malam nona, aden...!" mereka berdua menyambut kedatangan majikannya. Ya mereka adalah bik Rohaeti dan mang Apoi, ART dan tukang kebun di rumah itu.

Lena tersenyum lalu menjabat tangan mereka dan memperkenalkan diri.

"perkenalkan, saya Selena!"

"iya nona, saya bik Roh dan ini suami saya mang Apoi. Mari silahkan masuk."

Kemudian mereka masuk ke dalam rumah. Rey menuju sofa ruang tamu dan duduk di sana,dan di ikuti oleh mereka bertiga.

"bik, tolong buatkan Rey kopi susu!" Rey menyenderkan tubuhnya di sofa.

"baik den. Ayo bang!" bik Roh segera pergi ke dapur mengajak suaminya meninggalkan majikannya.

"kamu, duduk!" tegas Rey yang menyuruh Selena duduk.

Selena menatap Rey berbicara dengannya tanpa melihatnya. "baik!" Selena segera duduk.

"dengar, ini rumahku jangan menyentuh barang apapun di sini. Kamu bisa pilih salah satu kamar tamu di bawah. Kamar ku ada di lantai dua, jangan pernah masuk ke kamarku. Jangan harap kamu bisa menjadi seorang istri untukku karna aku tidak mencintaimu!" Rey sudah duduk dengan tegap ketika kopi susunya sudah ada di meja. Segera ia menyeruput kopi itu.

" itu bukan masalah untukku. Bahkan kalau kamu memintaku untuk tidak tinggal di sini dan pergi malam ini juga, itu akan lebih membuatku senang. " Selena tersenyum sangat manis. Memang atas dasar apa dia berharap jika pernikahan ini akan menjadi indah?

"tidak, kamu harus tetap tinggal di sini. Aku tidak mau papah dan mamah tau kalau kita hanya berpura-pura baik saja." ujar Reyhan.

"baiklah. Satu lagi, aku mau kita tidak mencampuri urusan masing-masing!" imbuh Lena.

"okey...!" Rey lalu pergi menaiki tangga menuju kamarnya. Selena juga sudah beranjak untuk mencari kamarnya. Pandangannya tertuju pada sebuah kamar di bawah tangga persis. Lalu dia masuk ke dalam kamar itu. Sangat luas, dengan fasilitas layaknya kamar orang kaya. Dia melangkah maju menuju pintu kaca lalu menggesernya. Dia berdecak kagum, pintu itu hanya pembatas untuk sebuah ruangan tertutup yang di buat seperti taman mini, ada kolam renang kecil di sana. Pilihan yang tepat, Lena beruntung memilih kamar ini.

Setelah puas melihat-lihat, dia segera masuk kembali dan mencoba tidur. Karna dia belum membawa pakaiannya di rumah, ia tidur dengan gaun yang ia pakai tadi. Segera dia terlelap setelah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.

1
PrimaVeral21
season 2 hi where are you?
PrimaVeral21
menunggu season 2 dgn Reyhan junior
PrimaVeral21
gasskeunn
PrimaVeral21
fak kata gue tehhj... Reno kenpa hrus dtng terlambat sih
PrimaVeral21
njirr jahat bett dah.. klau gue mah udah gugat cerai
PrimaVeral21
baru start gue
.
semangat tata
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yeeeyyyy tamat
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
solalilali
olaolala

detail bgt, g ad yg kelewat satu adegan pun
Rrrrr, aye aye💃💃💃💃
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
Cie cie ....
Asheegh
Ser ser
Gubrak
Eh g sido,🤭🤣🤣🤣🤣
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
ini udah wah kok,😍😍😍😍
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
konfliknya g mudah d pecahkan y🤔
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
hajaaaaaarrrrrr
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
sayur obok2? kek lagunya Joshua y🤭🙈
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
berdiri tegak bukan keadilan, kokoh bukan pendirian 🤣🤣🤣
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
tangan kn yg d injak bukan kaki
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
di jodoh kan
Tataxx: Ho.oh 🤧
total 1 replies
@C͜͡R7🍾⃝ᴀͩnᷞnͧiᷠsͣa✰͜͡w⃠࿈⃟ࣧ
halo kak saya mampir
Tataxx: Ya ka, mksh ya🤗
total 1 replies
Eka Comel
hadir baca 😂😂😂 menyicil selang seling
kang kredit like dan peminat baca lewat😊😊😊.
semangat
♈⛎♎ chann💫💫
akhirnya misi selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!