Ray... Seorang pria dengan masa lalu percintaan yang kelam karena harus ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya untuk selama-lamanya, karena demi melindunginya, Bella kekasihnya rela mengorbankan nyawa sendiri untuk melindunginya, dan kini hadir Anna, wanita cantik yatim-piatu yang dijodohkan dengan nya oleh orang tuanya... bagaimana perjalanan kisah cinta mereka, dan bagaimana Anna menarik Ray dari kegelapan hati Ray yang sudah menguasai seluruh dunianya...?
Yuk ikuti kisahnya...😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 17
17
"Ray?"
"Bella..." Aku kangen banget sama kamu sayang..." Ucap Ray pada wanita yang kini berada dipelukannya.
"Ray, aku juga merindukan mu" jawab Bella sembari membalas pelukan hangat dari Ray.
"Bella please jangan tinggalin aku lagi, aku mau kamu tetap disini memeluk ku Bella" pinta Ray dengan derai air matanya, dia begitu bahagia bisa melihat gadis yang dicintainya ada dipelukannya sekarang ini
"Tidak bisa Ray, aku sudah bahagia disini... Dan sekarang kamu yang harus menemukan kebahagiaan mu sendiri, buka hatimu untuk yang lain Ray, aku yakin jika ada seseorang yang akan mencintaimu seperti aku mencintaimu, sekarang aku harus pergi, aku mencintaimu Ray, bahagia lah dengan kehidupan baru mu dan jangan lupa untuk tersenyum, karena di setiap senyuman mu, ada kebahagiaan ku disana, berjanjilah padaku untuk membuka pintu hatimu Ray...aku mencintaimu...."
Perlahan tubuh Bella yang berada di pelukan Ray menghilang menjadi cahaya indah yang beterbangan di udara.
"Bella... Bella... Bella...!!!"
Di luar kamar Ray, Anna sedang berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar Ray, dan ternyata pintunya tidak di kunci. Dan mendengar Ray berteriak dan menyebut nama Bella berkali-kali
"Mas Ray?" Panggil Anna terlihat khawatir, Anna menghampiri Ray yang masih terpejam di ranjangnya dan terus memanggil nama 'Bella'
Anna terkejut saat tiba-tiba Ray menarik tangannya sehingga tubuh Anna kini terperangkap masuk kedalam pelukan Ray yang masih memejamkan matanya.
Anna mendorong tubuh Ray untuk bisa membebaskan dirinya, namun Ray justru mengunci pergerakannya dan menyambar bibirnya dengan begitu rakus bahkan sampai menggigitnya hingga mengeluarkan darah
Anna membelalakkan matanya dengan apa yang baru saja terjadi padanya
'lagi....mas Ray pasti menganggap ku sebagai Bella lagi, aku harus bisa lepas darinya' batin Anna.
Anna menggigit bibir Ray yang tengah memaksa untuk membuka mulutnya dan akan bermain di dalam sana.
Bibir Ray mengeluarkan darah dan dia menghentikan ciumannya, Anna segera bangun dan segera merapikan bajunya karena Ray perlahan membuka matanya.
"Mas Ray, makan malam sudah siap" ucap Anna mencoba setenang mungkin.
"Iya" jawab Ray masih dalam kantuknya.
Anna segera pergi dari kamar Ray dan menuju ke kamar nya, hatinya merasa tidak karuan, terlebih jantungnya berdetak lebih cepat seolah meronta ingin keluar
"Aku bermimpi melihat Bella, ini sudah lama sekali baru bisa melihatnya lagi, dan apa yang dia katakan? Aku tidak bisa Bella dan tidak akan pernah bisa...."gumamnya
Ray mengusap wajahnya, dan merasakan perih di bibirnya.
"Huh...?! Kenapa bibirku?" Tanyanya pada dirinya sendiri
Ray berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi, dia membasuh wajah nya dan melihat bayangannya sendiri di cermin.
"Kenapa bibir ku seperti ini? Apa ada yang menggigit ku? Atau tergigit sendiri saat tidur?" tanyanya lagi pada bayangan dirinya yang ada di cermin.
Ray, keluar dari kamar nya dan segera turun untuk makan malam, Ray melihat Anna sudah duduk di sana.
Ray duduk di depan Anna dan menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Ray.
"Ambilkan nasi." perintah Ray pada Anna.
Anna mengangguk dan segera berdiri untuk mengambilkan nasi untuk Boss-nya itu.
Anna berjalan mendekati tempat duduk Ray dan mengambilkan apa yang Ray mau.
Tanpa sengaja Ray melihat bibir anna yang juga terluka seperti bekas gigitan.
'itu.... Apa aku yang melakukannya? Apa aku dan Anna... Tidak..!!! Tidak mungkin dilakukan oleh ku bukan? Tidak mungkin kami berciuman bukan?!' batin Ray.
"Udah mas Ray, apa lagi?" Tanya Anna setelah mengambilkan nasi ke piring Ray dan lauknya.
"Cukup!" jawab Ray singkat seraya mengalihkan pandangan ke arah lain, karena tiba-tiba saja dia merasa hatinya berdetak lebih kencang.
'sial...! Apa aku kena penyakit jantung? Kenapa tiba-tiba jantung ku berdetak begitu kencang? Aku harus memeriksakan nya nanti' batin Ray.
Sementara Anna kembali duduk dan memakan makanannya tanpa bersuara.
"Bibir kamu kenapa?" Tanya Ray memberanikan diri untuk bertanya pada Anna.
"Uhuk uhuk uhuk uhuk...."
Ana terbatuk-batuk mendengar pertanyaan dari Ray yang tidak bisa dia jawab.
Ray semakin curiga jika memang dirinya sendiri yang melakukan itu.
'lagi.... Aku melakukan hal itu lagi pada Anna? Sungguh tidak bisa di percaya...!' batin Ray masih merasa tidak nyaman saat ini.
Wajahnya mulai memancarkan semburat merah yang mulai menjalari hingga ke telinganya.
"Emmm... Mas Ray Anna sudah selesai makan, Anna mau kembali ke kamar dulu" ucap Anna sembari melangkahkan kakinya secepat mungkin, karena jantungnya kembali berdetak kencang dan wajahnya mulai terasa memanas.
"Huh...?! Apa yang terjadi padaku? Aku harus membicarakan kesehatan ku pada mommy, aku rasa aku kena penyakit jantung" ucap Ray saat Anna sudah tidak ada lagi di sana.
------------
udah dulu ya 😘
jangan lupa tap jempolnya 😉
MATAMU🤣
Rey...rey