Seorang gadis manis bernama Hazel, berumur 21 tahun, harus menggantikan posisi saudara kembarnya yang bernama Hazely. Untuk menjadi kekasih dari seorang tuan muda bernama Mark Harold Sebenarnya dia tidak mau melakukan itu, tapi di karenakan keadaan Mark yang begitu memprihatinkan ia terpaksa melakukannya.
Bagaimana jika sang tuan muda tau, jika yang menjadi kekasihnya saat ini bukanlah kekasihnya?...
Penasaran? Yuk, ikuti selengkapnya di cerita ini.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JUNGNANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ENAM BELAS
Abila dan Jovin masih melanjutkan acara kencan mereka berdua. Sementara para anggota keluarga Nichol sedang membincangkan masalah bagaimana cara agar Jovin tidak mencium kebohongan yang telah mereka semua rencanakan.
"Dad..., aku mulai khawatir dengan hubungan Jovin dan Abila." tutur Johan memulai percakapan.
"memang nya kenapa? apa ada masalah?." sahut Tuan Nichol.
"aku takut Jovin mulai mencurigai Abila, biar bagaimanapun Abila sangat berbeda dengan Adira."
"apa kau belum menemukan keberadaan Adira?." kini Nyonya Nichol yang bersuara.
"belum Mom.... aku lebih berharap agar gadis itu menghilang untuk selamanya dari muka bumi ini." geram Johan.
"Daddy juga berharap begitu." sahut nya.
"jika gadis itu kembali semua akan hancur begitu pula dengan hati Abila." tutur Johan sendu.
Tuan dan Nyonya Nichol memandang Johan dengan raut wajah penuh tanda tanya.
"maksudmu .... dengan hati Abila, ada apa dengan gadis itu? jangan bilang kalau dia benar-benar menyukai Jovin." tebak Nyonya Nichol.
Johan menganggukkan kepalanya.
"iya... tebakan Mommy benar, Abila jatuh cinta dengan Jovin. Dan aku tidak akan rela jika nanti nya dia harus tersakiti."
Tuan Nichol meraup wajahnya.
"astaga kenapa semua menjadi rumit begini? semua akan susah jika berhubungan dengan yang namanya hati. Han ... Daddy minta pada mu, tolong jaga Abila jika suatu saat nanti terjadi hal buruk pada nya." pinta Tuan Nichol.
Johan hanya mengangguk sebagai jawaban.
▪️▪️▪️
Di sisi lain Jovin dan Abila sedang merencanakan kencan kedua. Semua atas permintaan Abila tentu nya, jadi dengan senang hati Jovin mengambil cuti untuk tidak masuk Kantor esok , selama mereka berkencan.
"kita mau kemana hari ini? ." tanya Jovin sambil mengelus rambut panjang Abila yang terlihat manja menyender di dada Jovin.
"kemana saja... yang penting aku selalu bersama mu." sahut Abila.
"sayang... bagaimana kalau kita menginap di Villa keluarga ku ? hanya berdua saja." usul Jovin.
Abila sedikit berfikir.
"emm ..... bagaimana dengan pekerjaan mu? apa Mommy dan Daddy tidak keberatan?." tanya nya begitu sanksi.
"tidak akan ada yang berani menentang ku." jawab Jovin mantap. Dan akhirnya Abila hanya mengangguk setuju dengan usulan Jovin.
"bagaimana kalau besok kita berangkat ke Villa." tanya Jovin, yang sukses membuat bola mata Abila terbelalak.
"apa tidak terlalu cepat, bahkan kau belum meminta ijin pada Mommy dan Daddy."
"lebih cepat lebih baik...aku tak sabar ingin menghabiskan waktu bersama mu lagi." bisik Jovin sensual .
"awas... jangan berani macam-macam." sahut Abila dengan mengacungkan jari telunjuk nya di hadapan wajah Jovin.
Jovin meraih telunjuk gadis itu lembut, sembari mengecup nya.
"tidak akan sayang.... percaya pada ku, aku akan menjaga kehormatan mu. Aku berjanji tidak akan merusak mu sebelum kita menjadi pasangan yang sah nanti nya." ucap Jovin meyakinkan Abila.
Abila kembali mengagumi sifat pemuda di hadapannya ini.
Kau begitu berbeda dengan pemuda lain. Maaf kan aku kalau aku terlalu lancang terlanjur mencintaimu.
▪️▪️▪️
Keesokan harinya, sesuai rencana Jovin kini mereka berangkat menuju Villa pribadi keluarga Nichol. Kedua orang tua Jovin hanya bisa memandang sedih kepergian mereka berdua.
"andai kebahagiaan di antara mereka berdua tanpa di dasari sebuah kebohongan, pasti aku akan sangat beruntung mempunyai calon menantu seperti Abila." gumam Nyonya Nichol.
Tuan Nichol tersenyum teduh ke arah istrinya, seraya berkata.
"kita serahkan semua nya kepada Tuhan, semoga Jovin dan Abila bisa bersatu."
setelah nya Tuan Nichol merengkuh pundak sang istri dan mengajak nya masuk ke dalam Mansion.
▪️▪️▪️
Beberapa jam kemudian.
Jovin dan Abila telah sampai di Villa yang mereka tuju.
Abila segera turun dari mobil dan berlari kecil ke halaman Villa, ia sangat mengagumi keindahan bangunan itu.
"tempat ini sangat indah, seperti mimpi rasanya. " senyum lebar tak luntur dari bibir gadis cantik itu.
"kau menyukai nya? Villa ini hanya salah satu di antara puluhan Villa yang Keluarga ku miliki." tutur Jovin sambil mengangkat koper dari dalam bagasi mobilnya.
Abila terkejut, tak bisa terfikirkan dalam otak nya seberapa kaya pemuda yang menyandang status sebagai kekasih nya ini.
"tak ku sangka kau sangat kaya...." kagum Abila.
"masih ada banyak hal yang belum kau ketahui tentang keluarga ku sayang..., suatu saat nanti jika kau sudah menjadi istri ku, aku akan memberitahu mu semua rahasia yang Keluarga ku sembunyikan." ucap Jovin sambil menyeret kedua koper besar nya ke dalam Villa.
Senyuman Abila luntur seketika, ia menatap lekat punggung pemuda itu.
Andai saja kau tau, kita tidak akan pernah bisa bersama. Aku tidak akan pernah bisa menjadi bagian dari keluarga mu.
Setelah mereka selesai membereskan barang-barang nya, Jovin mengajak Abila ke suatu tempat yang menjadi favorit nya di area Villa ini. Tempat itu hanyalah sebuah peternakan kuda yang tidak terlalu lebar, namun pemandanganya sangat indah. Lagi pula Jovin juga sangat merindukan kuda jantan kesayangan nya yang ia beri nama Hercules.
Sesampainya di tempat itu. Jovin langsung mendatangi seorang pria paruh baya , mungkin bisa di bilang dia orang kepercayaan Jovin untuk mengurus kuda-kuda piaraan nya.
Jovin menuntun kuda jantan yang terlihat begitu gagah itu keluar kandang.
"ayo naiklah...aku akan mengajak mu jalan-jalan ke padang ilalang tak jauh dari sini." pinta Jovin , sambil mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Abila agar menaiki punggung kuda berwarna coklat itu.
Abila tersenyum dan menerima uluran tangan kekasihnya, seraya menaiki punggung kuda tersebut.
"apa kau bahagia?." tanya Jovin sambil mengecup pipi mulus kekasih nya.
"aku sangat bahagia,." jawab Abila sembari menatap jauh hamparan rumput ilalang yang begitu indah dengan bunga nya yang berwarna putih.
"maafkan aku, baru bisa mengajak mu kesini sekarang. Kau tahu ? kau adalah gadis pertama yang aku ajak ke tempat ini." ucap Jovin, yang mana membuat kedua pipi Abila memerah. Ada rasa menggelitik di dalam hati nya, yang membuat nya ingin selalu tersenyum.
Jadi aku gadis pertama yang dia ajak kesini? bahkan Adira juga belum pernah melihat tempat ini. Aku beruntung sekali.
Setelah lelah berkuda akhirnya Jovin mengajak Abila duduk di bawah pohon, dan mengikat kuda jantan nya di dahan pohon tak jauh dari tempat nya duduk.
"sayang...lihatlah kudamu sangat terlihat begitu tampan jika saja dia menjadi manusia." ucap Abila berusaha membuat kekasih nya tersenyum. Namun di luar dugaan pemuda itu malah merajuk, membuat Abila semakin gencar untuk menggoda nya.
"jadi lebih tampan siapa? aku atau Hercules?." tanya nya sambil memalingkan wajahnya pura-pura marah.
"emmm...... Hercules." jawab Abila sambil mencubit pipi Jovin.
Jovin menepis tangan kekasihnya.
"ya sudah, pacaran sana dengan kudaku." ketus Jovin tentunya hanya main-main.
"astaga... kau cemburu dengan seekor kuda, lucu sekali." Abila tertawa terbahak-bahak.
"sayang...tunggu di sini ! aku ingin mengambil bunga liar itu." titah Jovin , beranjak pergi mengambil bunga liar berwarna putih yang terlihat menjalar di batang pohon.
dengan lihai Jovin merangkai bunga itu menjadi sebuah mahkota dan membawanya ke dekat Abila.
hilang terus
tapi menarik alurne
semangat thor💪💪
klo hilang kmn coba
cm bisa tau dr komen2 org2
gmna mau baca