NovelToon NovelToon
Menjebak Jodoh

Menjebak Jodoh

Status: tamat
Genre:Berondong / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Pernikahan Kilat / Romansa / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Jodoh dicari ✖️

Jodoh dijebak ✔️

Demi membatalkan perjodohan yang diatur Ayahnya, Ivy menjebak laki-laki di sebuah club malam untuk tidur dengannya. Apapun caranya, meski bagi orang lain di luar nalar, tetap ia lakukan karena tak ingin seperti kakaknya, yang menjadi korban perjodohan dan sekarang mengalami KDRT.

Saat acara penentuan tanggal pernikahan, dia letakkan testpack garis dua di atas meja yang langsung membuat semua orang syok. ivy berhasil membatalkan pernikahan tersebut sekaligus membuat Ayahnya malu. Namun rencana yang ia fikir berhasil tersebut, ternyata tak seratus persen berhasil, ia dipaksa menikah dengan ayah janin dalam kandungan yang ternyata anak konglomerat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Ivy gugup saat semua orang menoleh ke arahnya akibat suara sendoknya yang terjatuh. Buru-buru, ia mengambil kembali sendok tersebut, lanjut makan meski saat ini di kepalanya dipenuhi pertanyaan tentang sosok Alice.

"Kak Alice itu saudara, bukan calon istri Kak Yasa," ujar Sani, melirik pada Ivy.

"Calon istri Mom," Luth malah ngeyel. "Kak El selalu bilang, kalau nanti dia akan menikah dengan Kak Yasa."

Yasa melirik Ivy yang ada di sebelahnya, cewek itu terlihat gelisah.

"Kak El juga manggilnya, Yasa sayang, Yasa calon suamiku," Luth menirukan gaya centil Alice saat merayu Yasa.

"Gak usah dengerin dia," ujar Yasa agak pelan, namun yakin Ivy bisa mendengar.

Ivy hanya tersenyum kecut, mau gak di dengerin, tapi kedengeran, jadinya kepikiran.

Selesai Luth makan, Sani mengantarnya ke depan untuk berangkat sekolah bersama Pak Jono. Yusuf tidak ke kantor hari ini, jari Luth ke sekolah bersama supir.

Sepeninggal Luth, Ivy merasakan aura di meja makan seperti horor. Entah hanya perasaannya, atau memang sebentar lagi ia akan diadili, dicecar banyak pertanyaan, dan di sudutkan. Pasalnya sejak tadi, tatapan Papa Yasa sangat tidak bersahabat. Tapi, semoga saja itu tidak benar. Ia berdiri setelah mengelap bibir dengan tisu.

"Tetap duduk!" ujar Yusuf tegas, tanpa melihat Ivy, matanya masih pada layar ponsel.

Dengan tubuh gemetar, Ivy kembali duduk. Ternyata feelingnya benar. Ia menoleh pada Yasa, tatapannya seperti sedang meminta dukungan.

Yasa, cowok itu mengangguk, berusaha membuat Ivy tenang, meski aslinya ia ikutan tegang juga.

Setelah selesai chat dengan asistennya, Yusuf meletakkan ponsel ke atas meja. Tatapannya lalu tertuju pada Ivy.

Jantung Ivy berdegup sangat kencang. Tatapan penuh intimidasi itu seperti langsung menembus jantungnya. Nyali Ivy menciut, laksana rusa yang ada di hadapan seorang singa yang siap menyantapnya.

"Anak siapa yang kamu kandung?" tanya Yusuf dengan suara tegasnya.

Bibir Ivy bergetar, tenggorokannya terasa tercekat, dan lidahnya kelu.

"Kenapa diam? Jawab!"

Bukan sebuah bentakan, hanya ucapan datar, tapi efeknya melebihi itu. Wajah Ivy sampai pias. Pun dengan Yasa yang ikutan gemetar meski bukan ia yang ditanya. Tapi disini, jelas dia dan Ivy yang duduk di kursi pesakitan.

"Gara-gara kamu, pagi ini saya jadi harus membatalkan sebuah meeting. Dalam bisnis, waktu adalah uang, dan saya kehilangan banyak uang gara-gara ulah kamu, persengkongkolan kamu dengan ayah kamu yang tak tahu diri itu."

Ivy menggeleng cepat. "Sa, saya tidak sekongkol dengan Papa."

Yusuf hanya tersenyum kecut, tak percaya. "Baiklah, kalau menurut kamu seperti itu. Jadi, kalau misal nanti terbukti itu anak Yasa, kamu mau dinikahi dengan mahar berapa?" ia sengaja memancing. "Jangan bilang kamu tak minta dinikahi, seperti yang istri saya ceritakan pagi tadi. Bullshit. Itu pasti hanya gimik kamu saja, biar kami yakin kalau kalian tak sekongkol. Tapi kalau pun benar kamu tidak mau dinikahi, serahkan anak itu pada keluarga kami."

Yasa kaget, Ivy lebih syok lagi, tangannya reflek memegang perut.

"Kamu fikir hanya ayah kamu si tukang palak itu yang bisa ngancam, saya juga bisa, bahkan lebih handal," Yusuf menyeringai. "Kalian salah nyari lawan."

Ivy meremat celana piyamanya, wajahnya makin pucat, dan makin gemetaran. Dia bukan wanita penakut, tapi di depan Yusuf, ia mati kutu. Mungkin karena tak mampu membela diri, merasa bersalah.

"Kalau terbukti itu cucu saya, pilihan hanya ada dua, menikah, atau berikan anak itu pada kami. Saya tidak rela, cucu saya hidup dengan kakeknya yang rakus dan culas itu, dan dengan ibu yang EGOIS."

Dada Ivy seperti dihantam sesuatu yang keras dan berat, nafasnya sesak, semoga saja di sudutkan seperti ini, ia tak pingsan lagi seperti kemarin.

"Tapi, kalau pun kamu memilih opsi untuk menikah, jangan harap akan dapat mahar 1 milyar. Kamu jelas-jelas yang menjebak anak saya, dinikahi saja, sudah untung, tapi malah gak tahu diri, mau minta mahar 1 M. Bukan kalian yang pegang kendali disini, tapi SAYA!" tekan Yusuf dengan mata membulat lebar dan rahang mengeras.

Sani yang beberapa saat lalu sudah kembali dari halaman, ikutan tegang dan bergidik melihat suaminya. Suami yang beberapa tahun terakhir terlihat lembut dan penyayang pada anak istri, ternyata masih bisa galak juga. Jadi ingat awal-awal mereka bertemu dulu. Rupanya suaminya itu belum kehilangan taringnya, masih buas jika menghadapi orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga mereka.

"Sa, saya tidak akan menentukan mahar, Om," ujar Ivy dengan suara bergetar. Jika opsinya hanya dua, menikah atau menyerahkan anak, ia jelas memilih opsi pertama, yaitu menikah. "Sa, saya akan terima berapa pun mahar yang diberikan Yasa, meski hanya seratus perak pun."

Sani yang merasa iba pada Ivy, langsung mendekat, sambil tersenyum, menarik lengan gadis yang tampak pucat pasi itu. "Ayo ikut Tante milih baju buat ke rumah sakit. Pah, nanti dibahas lagi, kalau hasil tes DNA sudah keluar." Membawa Ivy ke dalam kamarnya.

1
☆ 𝑺𝒐𝑳𝒆𝑫𝒂𝑫 ☆³ ⚫
ijin ketua...,mau baca nopel yang lainnya aja
nungguin babang luth gak sabaran😁
Rasqya Zea
perasaa waktu itu namanya si ivy kepanjangan nya bukan itu dehh..
Ira arif
alice dibikinin cerita sendiri gak sih? aku kok kasihan
Ira arif
ini kabar Alice gimana ya, ada dibikin cerita sendiri gak?
Ira arif
mending dipecat aja lah
Ira arif
kan... Nuh sama Ivy sama parahnya
Ira arif
wkwkwk iya nih, nuh ceplas-ceplos kayak ivy.... yasa sama Yasmin lurus gak neko2
Ira arif
ya ampun, jujur sekali 🤣
Ira arif
pengen akhir bahagia buat ivana
Ira arif
apalagi tau mau dapat besan kaya
Ira arif
apakabar alice?
Ira arif
gak sopan banget ni orang
💗 AR Althafunisa 💗
Bagus ceritanya 👍
Dewi Habibah
luar biasa bagus ceritanya
Ima Kristina
Hahaha lucu banget Ivy dan Yasa bikin ngakak bacanya... tapi kok udah tamat saja sih kirain ada keajaiban ivana bisa hamil sama om Yuka
Ima Kristina
Inara sudah jadi simpanan jason
Ima Kristina
Yasa nya aja sudah bis menerima jalan takdirnya kenapa kamu sewot sich Alice
Ima Kristina
Agung itu kapan tobatnya gak merasa semua penderitaan yang dialami kedua anaknya adalah ulahnya
Ima Kristina
Tahan emosi Yasa mereka kan gak tahu secara detail kronologinya
Ima Kristina
Hahaha akhirnya cosplay jadi kelinci ketauan sama Yasa 😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!