NovelToon NovelToon
Jalur Langit

Jalur Langit

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:554k
Nilai: 5
Nama Author: Chika cha

Cover by me

Argantara Putra Bimantara, pria yang tenang dan dingin, terus-menerus dipertemukan dengan Nasya Kayshila—sosok gadis berhijab yang diam-diam mencuri perhatiannya sejak awal pertemuan. Ia mencoba mendekat lewat kebaikan, berharap dikenang walau hanya sekejap. Tapi Nasya? Ia tak pernah mengingatnya. Tak satu pun pertemuan membekas di ingatannya.
Sampai akhirnya Argan sadar, menjadi baik saja tidak cukup. Jika kebaikan terlupakan, maka ia akan menjadi luka kecil dalam hidup Nasya karena rasa sakit lebih sering dikenang daripada rasa manis. Dan dengan begitu... setidaknya, ia tidak akan menjadi asing selamanya.

let's play!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika cha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Azab Menzolimi Kaum Jomblo

"Argan dimana?"

"Argan masih di kantor, Ma. Baru lending ini juga mau berangkat pulang. Kenapa?"

"Jadi jemputkan?"

"Iya, jadi."

"Jadikan Mama kenalin sama dokter bedah itu?"

"Hm."

"Jangan berubah pikiran loh ya. Buruan Mama tunggu di ruangan Mama. Assalamualaikum."

"Iya Mama. Waalaikumsalam."

Panggilan terputus, Argan yang memang sudah nangkring di atas motor trailnya untuk pulang langsung tancap gas ke rumah dinas lebih dulu untuk ganti mobil, ya kali dia jemput mamanya baik motor yang ada masuk angin nanti Kanjeng ratu terus dia di geblek sama Raja Bimantara.

Dari kejauhan ia melihat samar Raden berdiri di pinggir jalan bersama sang istri, sambil melihat-lihat body motornya. Sepertinya terjadi sesuatu. Begitu jarak Argan dekat dengan mereka, ia langsung menghentikan motornya. "Kenapa motor lo?"

"Mogok nih." keluhnya dengan wajah kacau.

Ingin sekali Argan berteriak di telinga Raden saat ini dan mengucapkan kata-kata "RASAIN LO, ITU AZAB UNTUK ORANG YANG MENDZOLIMI KAUM JOMBLO FISABILILLAH!" tapi ia urungkan karena Raden tak sendiri ada istrinya di sana wajahnya sudah sangat nelangsa. Mana sampai hati Argan meledek mereka lagi.

"Bensinnya?" tanya Argan turun dari atas motor.

"Bensinnya baru juga gue isi. Masih full." jelas Raden.

"Businya?" tanya Argan lagi.

"Gak juga."

"Terus?"

Raden mengedikkan bahu. "Gak tau."

"Kerjaannya ngotak-Atik mesin pesawat giliran motornya yang rusak gak tau. Den, Den." Argan geleng-geleng kepala tak habis pikir.

Raden malah cengengesan. Argan sekilas melirik kasihan Shila—istri Raden yang sudah gelisah berdiri di samping sang suami.

"Mobil Lo kemana?" tanya Argan, mengingat Raden ini bukan anak orang susah juga.

"Mobil gue di rumah mertua, ini makannya mau ke sana buat jemput."

Mau di bantu lihat motornya Argan juga lagi buru-buru. Ia diam sejenak memikirkan sesuatu. "Ya, bawa motor gue aja."

"Mang boleh?" dengan mata berbinar.

Argan memutar bola matanya malas, "iya." dengan jawaban tidak santai. "Tapi anterin gue pulang dulu, Lo tau sendiri jarak dari sini ke area perumahan itu jauh."

"Oke, oke." angguk Raden dengan antusias "Dek, tunggu di sini dulu gak papa kan?" kini ia beralih ke sang istri dan Shila tampak mengangguk sebagai jawaban. "Bentar kok. Adek duduk disana aja." tunjuk Raden pada sebuah bangku yang terdapat di bawa pohon mangga.

Walaupun ampernya Raden agak baling, tapi kalau dengan istri uh, paling sayang banget dia. Kalau bisa istrinya itu gak boleh lecet.

Akhirnya setelah di pastikan Shila duduk disana dengan aman, Argan dan Raden pun pergi.

"Heh, tumben tumbenan Lo baik, mau pinjemin motor Lo sama gue." Raden bersuara dari jok belakang sedikit berteriak.

"Gue gak medit."

Raden mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Mereka pun tiba di ruang dinas. Raden lebih dulu turun menunggu Argan membuka helmnya dan menyerahkan kunci motor trailnya itu pada Raden.

"Nih."

"Ih, baik hati sekali Abang ini loh." dengan suara genit, lalu Raden menghidupkan mesin motor Argan. Sudah berisap akan pergi.

"Iya. Eh, Den!" seru Argan sebelum Raden benar-benar pergi dari hadapannya.

"Apaan?"

"Lihat ampernya." tunjuk Argan tepat dimana terdapat amper motornya, Raden langsung menoleh ke mana arah telunjuk Argan.

"Anjir, pantesan!"

Argan tersenyum miring "tugas Lo jangan sampai tu tangki motor gue kosong saat Lo kembaliin nanti."

"Bajingan! Otak dagang Lo itu benar-benar ya!" geram Raden tenyata ada udang di balik penggorengan.

Argan kembali tersenyum miring tidak menanggapi umpatan Raden, ia memilih masuk kedalam rumah mengambil kunci mobilnya dan keluar ia sudah tidak melihat keberadaan Raden disana.

Ngomel tapi tetap di bawa juga kan motornya.

Ia masuk ke dalam mobil miliknya yang terparkir di teras rumah, lalu pergi menjemput sang Mama.

Kedok jemput sang Mama padahal aslinya ia sudah tidak sabar untuk bertemu calon jodohnya. Ia harus move on, Kan. Lagipula, Nasya sudah di tangan orang lain. Kenapa tidak mencoba yang Mama sarankan saja? Siapa tahu dokter bedah ini bisa menggeser bayangan Gadis itu.

_______________

Nasya meregangkan otot tubuhnya begitu keluar dari ruang operasi dan pulang kerja akhirnya tiba. Ia langsung pergi masuk kedalam ruangannya untuk menganti baju jaganya dengan pakaian biasa.

Pintu ruangannya terbuka tanpa di ketuk sebelum Nasya membuka bajunya. "mau pulang bareng apa gak, Sya?" tanya Mala salah satu rekan kerjanya yang juga seorang dokter tapi bedanya Mala ini dokter obygn.

Nasya berdecak "Ojo melebu seenak jidat, Mal., ketuk dulu pintunya. Syukur aku durung lepas baju?"

"Iyo, Iyo nuwun Sewu Mbak Yu. Mau pulang bareng Ra?" ulang Mala.

"Aku numpak mobil dewe. Kamu pulang duluan aja, soalnya nanti aku mau mampir lihat cafe bentar." ujar Nasya yang di angguki oleh Mala.

"Aku duluan kalau gitu." Mala lantas pergi dari ruangan Nasya.

Masih akan membuka baju, Nasya kembali di ganggu kali ini dengan suara ketukan pintu. "Masuk!" tiba Nasya setelahnya.

Perawat yang mengetuk pintu itu pun lantas masuk "Dokter Nasya, di panggil dokter Nada suruh keruangannya."

Alis Nasya berkerut "mau ngapain? Ndak ada operasi mendadak kan?" tanyanya dengan raut bingung.

"Gak tau, Dok. Saya cuma di suruh nyampein aja."

Akhirnya Nasya urungkan niat Menganti pakaiannya, ia takut dokter Nada malah menyuruhnya menjadi asisten beliau di ruang operasi. Nasya pun lekas pergi keruangan beliau.

"Assalamualaikum..." Nasya langsung masuk keruangan dokter Nada yang jaraknya hanya empat ruangan dari ruangannya.

"Waalaikumsalam... Aduh calon mantu gercep banget kalau di panggil." ujar dokter Nada dengan wajah berbinar.

Sementara Nasya sudah terbiasa akan panggilan khusus dari dokter Nada itu sejak satu bulan terakhir, dia hanya nyengir dan mengangguk saja. "Ada apa ya Dokter nyariin saya? Ada operasi, ya?" awal-awal sih risih, tapi dokter Nada ini ngebet banget mau menjadikan dirinya sebagai mantu.

"Gak kok, gak ada jadwal operasi. Lagian salah ya kalau saya nyariin calon mantu saya?"

Nasya menggeleng "Ndak, Dok. Dokter ndak pulang atau mau pulang bareng saya?" tanya Nasya mendaratkan bokongnya di kursi seberang meja dokter Nada.

"Boleh sih, tapi gak hari ini deh Nak Nasya, soalnya mau di jemput anak saya. Mungkin bentar lagi nyampek anaknya. Kami mau tau gak anak saya yang mana?"

Sebenarnya ia tidak mau menjawab, tidak penasaran juga. Asal jangan yang di jodoh-jodohkan dengannya saja. Itu masih aman.

Dr. Nada queenza Rahadi sp.B, seorang dokter bedah senior di RSPAD tempat Nasya bekerja saat ini. Dan juga memiliki suami yang merupakan pensiunan perwira tinggi TNI. Beliau juga memiliki 3 anak laki-laki yang katanya semuanya tampannya masyaallah dan juga para abdi negara seperti bapaknya. Nasya yakin para readers disini sudah tau itu.

Yang pertama dan yang ketiga katanya sudah nikah dan merupakan TNI AD dan Polisi. Sementara nomor dua perwira TNI AU berpangkat Kapten Penerbangan. Sudah di pastikanlah dengan yang mana dokter Nada ngebet akan menjodohkan Nasya.

Selama tiga bulan bekerja di RSPAD sih Nasya belum pernah bertemu dengan orang yang di maksud oleh dokter Nada, katanya sebelumnya sedang dalam pelatihan di Jerman. Tapi dari bentukan kedua saudaranya yang pernah Nasya lihat, gak main-main sih gantengnya. Pasti yang nomor dua juga ganteng.

1
Ani
duh padahal kalau kangkungnya cuman direbus udah enak soalnya cocok sama sambal cumi petai.
Bintang 1016
kak lanjut dongg🤣🤣🤣
Bintang 1016
sumpahhh kak,,pefel q nangis😭😭
kenapa bikin orang nangis dak kelar kelar kakkkkk😥😥👍
Bintang 1016
ini kenapa beberapa bab nangis trs kak...tegang sedih bersamaan....
bawang mahal,,mana bawang😭😭😥😥
Bintang 1016
tidak ada yg gagal dr semua karya novel ayah saga dng keturunannya👌👍👍👍
Bintang 1016
salut banget kak dng cerita jalur langit👍👍👍mencari dng real kehidupan certa yg bersangkutan.....

ttp semangat dn terimakadih💞💞☕️🌹
Dwi Tyass PasukanArmada Sllusyangibu
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 ya Allah 🤲
ZENI LISTIYANI
luar biasa novel ini, keren banget kak novelnya.
Sulfia Nuriawati
ini crta ttg kluarga ABRI y Thor karna aku udah baca yg judul kacang ijo, keren² crta ttg dunia militer😍😍😍😍
Chika cha: iya kak. ini adeknya Abri. semoga betah ya kak di jalur langit
total 1 replies
Cerlia Wati
padahal aq udah ngabisin tisu banyak,akhirnya bang Argan plg Alhamdulillah
Cerlia Wati
😭😭😭😭😭,
Cerlia Wati
thioor air mata q tak terbendung,tanggung jawab thoor
Cerlia Wati
😭😭😭😭😭😭 Argan
Cerlia Wati
udah lama nunggu lanjutan nya si argan ganteng baru ketemu lanjutan nya
Lili Susanti
ga boleh ya bonus 1 part lg ..
Naufal hanifah
ceritanya bagus
dewi_nie
pingin ada cerita Bimo yg kocak..lucu kali yah???
Chika cha: wkwkwk dia Jodi (jomblo di tinggal mati)
total 2 replies
dewi_nie
ternyata tantangan misi untuk argan belum selesai🤭
dewi_nie
😭😭😭 masih nangis bombai aku ka' tp kali ini Krn terharu hura🤭
loh loh loh...kok udan the end ae ka'..kirain masih lanjut terus...Yo ws GK Popo seng penting mas argan dan mbak nanas happy ending...semangat berkarya dan ditunggu cerita2 selanjutnya👌

🤭🤭💪
Tri Winarni
lanjut dong thor👍👍👍👍👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!