Aira adalah Gadis yatim piatu Dia Tinggal bersama Tantenya yang Baik dan lembut dan Pamannya Yang Tempramental dan Serakah, Suatu Hari dia Pingsan dan Ditolong seorang Pria yang ternyata Orang kaya Raya yang Baik Hati ternyata Pria tersebut seorang Duda Bernama Reno Pradipta, Aira Ternyata memiliki wajah yang Sangat Mirip dengan Istri Reno walau sikap dan Gerak Tubuh sangat jauh berlawanan dengan Aira
Akankah kebaikan Reno dapat Menaklukan Hati Aira..?
Akankah Kebaikan Reno seterusnya Tulus Kepada Aira..?
Bagai mana Nasib Aira Selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahel Gracia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Dengan Mama (Rev)
Ke Esokan Harinya di Rumah Reno.
Ponsel Ku Berbunyi, aku beranjak dari tidur ku dan kuangkat ponsel ku tanpa membangunkan Reva putri ku, malam adalah tugas ku menjaga Reva putriku, sementara Aira menjaga Revi di Rumah Sakit.
"hallo, Reno..! "
"hallo, oh.., mama, selamat pagi ma..! "
"apa yang terjadi sama Revi cucuku..?, kamu ini sekarang berada di mana.? "
"Revi baik-baik saja ma, aku sekarang berada di Rumah menemani Reva."
"kamu bagai mana sih Ren, anak sedang sakit kamu malah di Rumah.!. "
"mama gak usah khawatir, Ada Aira yang jaga Revi ma.."
"Aira..,siapa itu Aira..? "
"Aira adalah pengasuh baru si kembar ma. "
"apa..! Kamu masih percaya sama seorang pengasuh, setelah kejadian yang menimpa Revi akibat kelalaian Baby sitter nya, Pokoknya mama gak tenang, mama pagi ini segera ke sana, mama sudah naik pesawat penerbangan pertama. "
"tapi ma..,,, (tuttt...) "
Beginilah Mamaku selalu tidak sabar, aku belum sempat menjelaskan beliau sudah menutup Panggilannya.
Bagaimana ini jika mama melihat Aira, pasti mama akan mengira itu Amara.
Tapi aku sangat mengerti mamaku, walau kadang keras tetapi mama selalu menerima pendapat ku dan setuju atas apa yang ku inginkan.
Mama sangat mencintai aku sebab aku adalah Putra satu-satunya miliknya, setelah kembaran ku meninggal ketika kami berumur 7 tahun.
Aku sudah memberitahukan mama akan kecelakaan maut yang menimpa Amara.
Aku sangat tau mama tidaklah suka kepada Amara sejak pernikahan kami dan beliau terpaksa menerima Amara sebagai menantunya.
entah bagaimana sikap mama nanti saat bertemu dengan Aira, sepertinya aku harus memberitahukan kepada Aira segera, sekalian aku menjemputnya Pulang untuk berganti menjaga Anak-anak.
Aku merasa berhutang kepada Aira, dia akan ketinggalan Mata kuliahnya beberapa hari ini karena menjaga Reva dan Revi.
argghh..., aku baru sadar ternyata semalam aku hanya tidur sebanyak 3 jam saja, aku terus memikirkan Revi di Rs bersama Aira.
Ponsel ku terus berdering ntah sudah berapa lama berbunyi lalu ku lihat tertulis Aira memanggil di layar ponsel ku, ternyata sejak tadi Aku tertidur lagi aku sepertinya sudah tertidur lagi hampir 2 jam.
"hallo Aira maaf yah.."
"Reno., kamu baru bangun..? "
"iya Ra, aku semalam tidak bisa tidur jadi aku mengantuk dan tertidur lagi. "
"oh.., ya sudah kamu istirahat aja Reno, biar aku jaga Revi disini, jadi kamu hari ini di Rumah saja. "
"enggak, enggak usah, aku sudah cukup tidur kok, bentar lagi aku ke Rs gantiin kamu. "
"baiklah kalau menurut kamu begitu.."
Aku segera menutup panggilan Aira.
Menurutku akan lebih baik Aira menjaga Reva di Rumah jadi Aira tidak terlalu lelah, saat Reva tidur siang Aira dapat turut serta tidur bersama Reva, sementara di Rs dia pasti tidak dapat tertidur lelap.
Aku segera menuju Rs dan saat dalam perjalanan Mama kembali menghubungi ku kali ini mama mengirimkan Pesan bahwa beliau telah sampai jakarta dan Meminta nomor kamar tempat Revi di Rawat.
Aku pun mengirim kepada mama dan aku yakin mama akan tiba lebih dulu daripada Aku, mama pasti saat ini sudah dekat dengan Rumah sakit yang di tuju.
dan Benar saja dugaan ku, sesampainya Aku di Rumah sakit aku sudah melihat mama sedang duduk di samping
Ranjang Revi.
Dan di mana Aira.?, aku tak melihat dia di ruangan, apakah mamaku mengusirnya.?..
"mama,..Aira di mana Ma..? "
"kamu lebih menanyakan pengasuh itu dari pada Khabar Mama mu sendiri.?"
"iya.., iya.., apa khabar mama ku sayang.. "
aku peluk mamaku dan kucium tanganya sambil menanyakan khabarnya.
"kamu mencari Wanita pengasuh yang mirip Amara..?, mama juga sempat berfikir kalau dia Amara tapi melihat sikap dan gaya bicaranya Mama sadar dia bukan Amara.. "
"jadi, mama sudah bertemu Aira, Apakah mama memarahinya lalu mengusirnya.? " tanyaku dengan Nada sedikit tinggi.
"Ampun..deh Reno.., segitunya kamu berprasangka buruk sama mama, kan tadi Mama sudah jelasin mama sadar dia bukanlah Amara jadi untuk apa mama membenci Pengasuh itu, dan Pula Amara sudah tiada untuk apa mama Membencinya. "
"lalu.. Kemana Aira Ma.. "
"Aira sudah kembali ke rumah kamu, jangan bilang Kamu juga sudah jatuh hati dengan Pengasuh Si Aira itu..? "
Mama melontarkan Pertanyaan yang tak dapat ku jawab, ya.. Memang aku sudah merasa kalau Aku Sudah Jatuh hati kepada Aira, dan Rasanya Sangat Berbeda Saat Aku jatuh hati dengan Amara.
Mama tidak boleh tau perasaan ku dan beliau pasti Akan terus memperhatikan cara pandang dan Bicara ku kepada Aira.
Aku tak ingin Aira sakit hati atas sikap mama nanti.
Revi terbangun dan tersenyum saat melihat eyangnya yaitu mama.
"hai..sayang Eyang yang cantik, kamu sudah bangun.. "
Revi melihat ke sekitar kami seakan mencari sosok yang lain selain Aku dan Mama.
"papa...,mama..na..? "
Celoteh Revi dengan suara lirih hampir menangis,segera ku tenangkan Hati Revi. "
"tante Aira pulang sebentar, Revi di sini sama Papa dan eyang dulu yah sayang."
"Ren..!,apa anak-anak merasa Aira si pengasuh itu adalah mama mereka..? " Bisik mama pada ku dan aku mengatakan anak-anak sudah dekat dengan Aira, bahkan saat Revi Koma Aira lah yang membuat Revi tersadar.
"jadi..ma, Reno mohon mama jangan benci sama Aira hanya karena Wajahnya mirip Amara.. "
"Reno..., mama itu sayang kalian, mama akan buang semua ego mama demi kamu dan Cucu-cucu Mama. "
Aku pun cukup lega dengan pernyataan mama kepada ku.
..Bersambung..
mksih 😘