NovelToon NovelToon
Kontrak Dua Minggu

Kontrak Dua Minggu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Wanita Karir
Popularitas:119
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Marisa Sartika Asih sedang berada di titik terendah hidupnya. Dalan satu hari, ia kehilangan pekerjaan dan batal menikah karena tunangannya, Bara, berselingkuh dengan sahabatnya sendiri. Ditengah keputusasaan dan jeratan kebutuhan biaya rumah sakit ibunya di kampung, Marisa bertemu dengan Dalend, seorang Pria asing yang misterius.

Dalend menawarkan sebuah kesepakatan tak terduga. Marisa cukup berpura-pura menjadi pasangannya di depan keluarganya selama dua minggu hingga satu bulan. Imbalannya adalah uang tunai sebesar 50 juta rupiah. Terdesak oleh gengsi dan kebutuhan ekonomi, Marisa pun dihadapkan pada pilihan sulit antara harga diri atau jalan keluar instan dari keterpurukannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 (Part 1) Umpan di Meja VVIP dan Runtuhnya Menada Konspirasi

Pagi di lokasi proyek Jakarta Utara dimulai dengan kabut tipis yang bercampur debu semen. Hari ini bukan hari biasa. Sebuah tenda besar dengan dekorasi minimalis namun elegan telah berdiri di tengah atau konstruksi.

Acara 'Syukuran Fondasi Utama' akan dihadiri oleh jajaran direksi Angkasa Raya, investor dari Singapura,  dan tentu saja, Tuan Wijaya Angkasa sendiri.

Marisa tiba lebih awal, pukul 07.00 pagi. Ia tidak datang sendiri. Ia membawa dua asisten setianya dan sebuah mobil boks yang terkunci rapat. Wajahnya tenang, namun matanya waspada. Ia mengenakan seragam katering putih bersih dengan bordir 'Dapur Sejati' di dada kiri.

"Semua sudah diatur?" Bisik Dalend yang menghampirinya di area buffet. Ia mengenakan kemeja formal tanpa jas, tampak sibuk namun tetap menyempatkan diri mengawasi Marisa.

"Semua sudah sesuai rencana," jawab Marisa pelan sambil menatap piring-piring keramik putih. "Aku sudah menyiapkan dua set makanan. Set yang 'terbuka' di dapur tenda, dan set yang 'tersembunyi' di dalam boks isolasi di mobil."

Dalend melirik ke arah sudut tenda, di mana Bima tampak sedang berbincang dengan petugas keamanan dan staf housekeeping. Bima terlihat sangat percaya diri, sesekali melirik ke arah Marisa dengan tatapan meremehkan yang sulit disembunyikan.

...

Pukul 10.00, acara inti dimulai. Pidato-pidato formal terdengar membosankan di bawah terik matahari yang mulai menyengat. Marisa tetap berada di area servis, memantau dapur tenda yang sengaja ia buat sedikit longgar dalam hal pengawasan.

Sesuai dugaan, saat perhatian semua orang tertuju pada prosesi pemotongan tumpeng di panggung utama, seorang staf housekeeping yang di kenal dekat dengan Bima menyelinap ke dapur tenda. Marisa, yang memantau melalui layar ponsel yang terhubung dengan kamera kecil di sudut dapur, melihat staf tersebut menuangkan botol kecil cairan ke dalam panci besar saus bistik yang akan disajikan untuk tamu VVIP.

Marisa menarik napas panjang. Jantungnya berdegup, tapi ia tidak bergerak untuk menghentikannya. Ia membiarkan staf itu pergi.

"Dia baru saja memakan umpannya," bisik Marisa ke alat komunikasi kecil yang terhubung dengan Dalend.

Di panggung, Dalend yang sedang mendampingi ayahnya, memberikan anggukan kecil yang hampir tidak terlihat.

...

Saat sesi makan siang dimulai, para pelayan mulai mengantarkan makanan ke meja VVIP. Bima berdiri di dekat meja Tuan Wijaya, wajahnya tampak tegang namun penuh antisipasi. Ia sedang menunggu momen di mana para petinggi itu akan mengeluh tentang rasa makanan yang aneh, atau lebih buruk, mengalami gangguan pencernaan seketika.

Tuan Wijaya mengangkat garpunya, hendak mencicipi bistik daging sapi yang tampak menggiurkan. Namun, sebelum daging itu ke mulutnya, Marisa melangkah maju dengan langkah tegap.

"Mohon maaf sebentar, Tuan Wijaya," potong Marisa dengan suara yang cukup keras hingga menarik perhatian seluruh meja.

Nyonya Elvira, yang duduk di samping suaminya, langsung memasang wajah marah. "Marisa! Apa yang kamu lakukan? Tidakkah kamu punya sopan santun?"

Bima melihat celah. "Nona Marisa, tolong kembali ke dapur. Jangan mengganggu kenyamanan para direksi."

Marisa tidak mundur. Ia menatap Tuan Wijaya."Tuan, Saya memiliki tanggung jawab profesional untuk memastikan keamanan pangan di acara ini. Sebelum Anda mencicipi saus bistik tersebut, saya ingin Tuan Bima atau stafnya mencicipinya terlebih dahulu sebagai bagian dari protokol keamanan katering baru kami."

Suasana seketika menjadi hening. Tuan Wijaya meletakkan garpunya, matanya menyipit, menatap antara Marisa Bima.

"Protokol baru" Tanya Tuan Wijaya dengan suara rendah dan berat.

"Benar, Tuan. Mengingat ada beberapa masalah dengan supplier sebelumnya, saya menerapkan uji rasa si tempat sebelum dikonsumsi tamu utama," jawab Marisa tenang. Ia menoleh ke arah Bima. "Tuan Bima, silahkan sebagai orang yang sangat peduli dengan standar logistik, saya yakin anda tidak keberatan. "

Wajah Bima berubah pucat pasi. Ia menatap panci saus yang dibawa pelayan. Ia tahu persis apa yang ada di dalamnya-cairan pencahar dosis tinggi dicampur dengan minyak ikan basi yang akan merusak rasa dan perut siapa pun yang memakannya.

"Saya... saya bukan pencicip makanan, Nona Marisa. Ini konyol," protes Bima, suaranya sedikit bergetar.

Dalend melangkah maju, berdiri di samping ayahnya. "Kenapa, Bima? Marisa hanya meminta hal sederhana. Bukankah kamu yang selalu bilang ingin memastikan standar perusahaan terpenuhi? Jika makanannya aman, kenapa kamu takut?"

"Saya... saya bukan pencicip makanan, Nona Marisa. Ini konyol," protes Bima, suaranya sedikit bergetar.

Dalend melangkah maju, berdiri di samping ayahnya.

"Kenapa, Bima? Marisa hanya meminta hal sederhana. Bukankah kamu yang selalu bilang ingin memastikan standar perusahaan terpenuhi? Jika makanannya aman, kenapa kamu takut.

...

1
Sherlys01
Semangat yaa😁💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!