"Tuan, ayo tidur denganku?" Kalimat gila itu Dea ucapkan pada sang boss di bawah kendali alkohol.
Namun Dea pikir semuanya akan berakhir malam itu juga, namun siapa sangka satu sentuhan membuatnya dikejar selamanya oleh sang boss playboy.
"Dea, kamu harus tanggung jawab padaku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim.nana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 - Mendapatkan Versi Terbaikmu
Alex menghela nafasnya dengan kasar di ruang tengah itu, kini pikirannya benar-benar campur aduk. Antara hati dan otak yang seolah sudah tidak sejalan lagi.
Ada bagian dari dirinya yang butuh kecemburuan Dea, namun ada pula pemikiran yang menegaskan bahwa tak apa seperti ini. Justru bagus jika Dea tidak memberikan respon apapun tentang perjodohannya dengan wanita itu, toh ini bukan keinginan Alex tapi keinginan kedua orang tuanya.
Keberadaan Anita tidak melanggar kesepakatan mereka berdua, dimana jika ada pihak ketiga maka hubungan mereka akan berakhir.
Tapi di sini Anita bukanlah orang ketiga, hanya seseorang yang dijodohkan dengannya.
Sudah mulai tenang pikiran Alex, dia akhirnya menyusul Dea. Bukan hanya masuk ke dalam kamar. Tapi Alex menyusul Dea sampai ke dalam kamar mandi.
Saat pintu di buka, Dea terkejut sekali. Pasalnya dia baru saja menanggalkan seluruh bajunya dan kini tellangjang bulat.
"Astaga Lex! apa yang kamu lakukan?" tanya Dea, dia reflek memunggungi pria tersebut, berpikir mungkin Alex hanya ingin sedikit bicara lalu segera keluar dari sini.
Tapi bukannya segera bicara dan pergi, Alex justru masuk dan menutup pintunya.
Deg! jantung Dea berdegup cepat. Memang selama ini mereka sudah sering bercinta, memang bukan kali ini saja Dea berpenampilan pollos seperti ini di hadapan Alex. Tapi setelah semua pergulatan batin Dea selama ini, kini tetap saja rasanya ada yang mendebarkan.
Tatap saja Alex terlihat begitu tampan dan menggoda di matanya.
Dea tetap saja merasa malu luar biasa.
"Aku juga ingin mandi sekarang," balas Alex dengan entengnya, dia melepas jasnya di sini dan Dea hanya mampu memperhatikan pemandangan tersebut. Sampai akhirnya Alex pun sepolos dirinya sekarang.
'Astaga,' batin Dea, kini pria itu telah memiliki seorang wanita yang dijodohkan dengannya. Wanita yang dinginkan oleh pihak keluarga Alex untuk menjadi istri. Tapi sekarang Alex masih seperti ini dengannya.
Dea menelan ludah dengan kasar, antara salah dan tidak. Dia hanya bisa pasrah saat Alex akhirnya menarik tubuhnya masuk ke dalam pelukan. Mencium bibirnya dengan ganas seperti biasa.
Dea tahu kali ini mereka tak hanya sekedar mandi bersama, karena sebelum itu terjadi akan ada penyatuan kenikmatan yang dia sendiri pun tak mampu menolaknya..
"Ah Lex, pelan-pelan," pinta Dea saat Alex memacu tubuhnya lebih kuat dari pada biasanya.
Dea tidak tahu bahwa tiap hentakan itu adalah bentuk kekesalan Alex padanya. Alex yang masih saja benci karena Dea tidak merasa cemburu tentang Anita..
keluar dari kamar mandi itu akhirnya Alex merasa sedikit lebih segar, memiliki tubuh Dea adalah sebuah anugrah baginya.
Tapi tidak dengan Dea, keluar dari kamar mandi itu kini dia jadi lemas sekali. sebab tenaganya habis disedot oleh sang boss.
"Tadi lama sekali, mana sambil berdiri. Aku jadi capek," keluh Dea, dia sampai ingin menangis di buatnya, enak sih enak, tapi tetap saja melelahkan.
Alex melirik sekilas, mereka masih sama-sama menggunakan handuk kimono. "Dea," panggil Alex kemudian. Yang kini suaranya terdengar begitu serius.
Dea sampai menatap ke arahnya lekat setelah mendengar nada bicara tersebut. "Apa?"
"Anita adalah wanita pilihan mamaku, bukan pilihanku. Jadi keberadaannya tidak akan merusak kesepakatan kita berdua," ucap Alex, entah kenapa dia ingin membicarakan hal ini. Seperti masih berusaha membuat Dea cemburu.
"Iya, aku tahu. Tapi yang jelas hubungan kita akan berakhir setelah kamu menikah dengannya," balas Dea tak kalah serius.
Alex sebenarnya ingin sekali menjawab bahwa dia tak akan menikah dengan Anita, namun kalimat itu hanya sampai di ujung lidahnya. Tak jadi dia ucapkan karena ingin melihat sedikit saja kecemburuan di wajah istri rahasianya tersebut.
Tapi lama melihat Dea justru nampak terusik sedikitpun, bahkan setelahnya Dea langsung menuju ruang ganti.
Alex kembali terpaku di tempatnya berdiri. 'Apa iya Dea sedikitpun tidak memiliki ketertarikan padaku? padaku?' batin Alex. Tak habis pikir, karena seharusnya Dea tergila-gila padanya sama seperti wanita yang lain.
Dering ponsel Alex membuyarkan lamunannya, jadi bukannya segera menyusul Dea ke ruang ganti Alex justru lebih dulu mengambil ponselnya yang tergeletak di meja rias.
Dilihatnya ada panggilan masuk dari Anita. Wanita ini memang cantik, berpendidikan dan berasal dari keluarga yang terpandang.
Jika untuk main-main Anita memang seharusnya masuk kriteria Alex, tapi sekarang sialnya Alex tak bisa menaruh minat pada wanita manapun karena yang terbayang-bayang dibenaknya hanyalah tubuh Dea yang mampu membuatnya puas.
"Halo," jawab Alex, akhirnya dia memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut.
"Lex, apa boleh malam ini aku datang ke apartemen mu?" tanya Anita yang suaranya lembut sekali, mendayu-dayu merayu pendengaran Alex.
Apartemen yang dimaksud Anita jelas bukan apartemen yang kini ditempat oleh Dea, tapi apartemen yang lainnya lagi.
Pertanyaan itu membuat Alex bimbang sedikit, haruskah dia kembali bertemu dengan Auta atau tetap di sini bersama Dea.
Dilihatnya saat ini Dea yang keluar dari ruang ganti, menggunakan baju tidur satin yang sangat menggoda. Lihatlah, berapa Alex tak pernah puas dengan tubuh sang sekretaris.
Tapi sekarang Alex masih sedikit benci gara-gara Dea tidak cemburu padanya.
"Baiklah, ku tunggu di apartemen ku," ucap Alex, jawaban yang dia berikan untuk Anita di ujung sana.
Dea juga mampu mendengar ucapan Alex tersebut, pandangannya sontak tertuju pada pria itu dan melihat Alex yang sedang tersambung dengan sambungan telepon.
Untuk sesaat Dea bertanya-tanya juga siapa yang menelpon, namun di detik berikutnya dia yakin bahwa panggilan itu dari Anita.
"Aku akan bersiap-siap sekarang, Lex. Sampai jumpa," ucap Anita lalu memutus sambungan teleponnya. Suaranya yang riang mampu Alex dengar dengan jelas.
"Anita ingin datang ke apartemen ku, malam ini sepertinya kita tidak bisa bersama lagi," ucap Alex, dia juga mendekati Dea hingga kini mereka saling berhadapan di tengah-tengah kamar megah tersebut.
Dea mengangguk paham, setelah ada pembicaraan perjodohan memang sangat wajar jika akhirnya akan sering ada pertemuan diantara Alex dan Anita. Kini Dea justru berharap perjodohan ini segera sampai di intinya, segera ada pernikahan dan hubungannya dengan Alex segera diakhiri.
Sebab Dea tak ingin telalu lama menanggung luka hati sendiri.
"Iya, pergilah. Nona Anita sangat cantik dan terlihat cocok denganmu, jadi jangan buat beliau menunggu apalagi sampai menyakitinya," ucap Dea.
"Apa? Menyakitinya?" tanya Alex dengan dahi berkerut.
"Hem, kamu kan playboy. Pastikan nona Anita mendapatkan versi terbaikmu," ucap Dea lagi, sungguh-sungguh dia katakan tentang hal ini. Biarlah dia yang menjadi korban kebejattan Alex yang terakhir.
Dan entah kenapa Alex tak senang sekali mendengar ucapan tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf ya lama, kemarin lagi ajukan kontrak, sekarang udah lolos jadi lanjut update 💃
udh pergi lah sejauh mungkin de...
yg KB saja bisa kebobolan de , dan Alex juga begitu bisa jadi kbnya bocor dan menghasilkan Alex junior🫰