NovelToon NovelToon
Hanya Istri Pengganti

Hanya Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Pengantin Pengganti Konglomerat / Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: BlackCat61

"Kau hanyalah sebatas istri pengganti!"

Clara Lyman terpaksa mengubur keinginannya karena paksaan dari orang tuanya untuk menggantikan sang kakak yang kabur dari pernikahan.

Calon kakak iparnya, Keenan Gibson, merasa ditipu dengan keluarga Clara!

Namun, karena pesta pernikahan sudah di depan mata dan tidak ingin mempermalukan keluarga, Clara dan Keenan akhirnya memutuskan menikah.

Setelah menikah, perlakuan Keenan dingin pada Clara. Namun, Clara tak gentar untuk membuat sang suami menerima dirinya. Masalah kian rumit ketika kakak Clara datang kembali dan ingin merebut Keenan. Di samping itu, benih-benih cinta sudah muncul di hati Clara pada Keenan.

Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Clara? Akankah Clara memperjuangkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackCat61, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Apakah Clara Cemburu?

Pada sebuah ruangan kerja yang cukup besar itu, terlihat seorang pria yang tengah fokus membaca tiap kalimat di dalam dokumen. Setelah yakin, ia akan membubuhkan tanda tangan di sana. Gerakannya cukup cepat untuk menandatangani banyak dokumen di depannya.

“Keenan, ini aku, Darel!”

Gerakan tangannya terhenti kala suara seseorang terdengar dari layar intercome-nya. Ia mengambil remot kecil yang ada di atas meja kerjanya dan membuka pintu ruangannya itu.

Sosok Darel segera masuk ke dalam ruangan itu. Ia melihat sahabatnya yang masih fokus bekerja di kursinya.

“Apa kau akan lembur malam ini?” tanya Darel

“Sepertinya,” jawab Keenan tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ia baca.

“Kau ini, apa tak kasihan dengan istrimu itu?” tanya Darel yang menyandarkan tubuhnya pada meja kerja Keenan.

Keenan mengernyitkan dahinya. Ia melepas kaca mata baca yang ia kenakan. “Apa maksudmu?” tanya Keenan dengan tatapan bingung.

Darel menghela napas kasar. “Aku tau kau dan Clara itu menikah karena kejadian yang terpaksa. Tapi, apa kau pikir dia juga mau berada di situasi seperti ini? Dari yang aku tau, Clara itu ingin kuliah. Itu wajar sih. Setelah dia tak jadi kuliah tahun kemarin. Dan disaat dia punya kesempatan saat ini, dia malah tak mendapatkannya,” ungkap Darel

Keenan terdiam dengan perkataan Darel itu.

“Darimana kau tau semua ini?” tanya Keenan

“Aku mencari tau tentang istrimu itu. Karena aku pikir kau perlu tau tentang hal ini. Aku hanya tak ingin kau menyesal, Keenan,” jawab Darel

Keenan berdecih pelan. “Darel, kau tak perlu bersusah payah dengan hal itu. Aku tau apa yang aku lakukan. Wanita itu tak pantas untuk aku kasihani. Dia lebih pantas menderita karena keputusannya itu,” tukas Keenan dengan tatapan dingin.

“Keenan, kau....”

“Sudahlah, Darel. Aku enggak mau jadi ribut denganmu hanya karena wanita itu. Hentikan saja, aku masih ada pekerjaan saat ini. Kau pulang saja duluan,” potong Keenan yang kembali mengenakan kaca mata bacanya dan kembali fokus pada dokumen di depannya.

Darel hanya bisa menghela napas kasar. Keenan benar-benar tak bisa ia ajak bicara. “Baiklah! Aku balik dulu. Jangan terlalu banyak kerja,” pamit Darel seraya berlalu dari hadapan Keenan.

Selepas perginya Darel, tiba-tiba saja Keenan kembali terpikirkan dengan perkataan sahabatnya itu. Ia melepas kaca mata baca yang ia kenakan.

Keenan menyandarkan tubuhnya pada kursi sambil memikirkan perkataan Darel tadi. Ia mengeluarkan helaan napas kasar.

“Kok aku jadi memikirkan apa yang dikatakan Darel sih?! Aku enggak boleh membiarkan hal ini jadi gampang untuknya. Aku tetap harus fokus pada tujuan utamaku agar wanita itu nyerah dan akan mengatakan sendiri kalau dia ingin cerai dariku. Supaya Papa dan Mama tak salahkan aku dengan masalah ini,” desis Keenan

Ia bangkit dari duduknya. Fokusnya untuk mengerjakan pekerjaannya itu sudah hilang karena memikirkan perkataan Darel tadi. Keenan berjalan keluar dari perusahaannya.

Saat ia akan membuka pintu mobilnya, ia melihat bayangan di belakang tubuhnya. Dengan cepat ia menghindar dan pada saat itulah ia melihat sosok dengan jubah hitam yang sedang mengarahkan pisau ke arahnya. Keenan menatap terkejut pada hal itu.

“Siapa kau?! Kenapa kau ingin menyerangku?!” geram Keenan

“Kau harus mati!”

Sosok itu berlari ke arah Keenan dan mengarahkan pisau ke Keenan. Dengan cepat ia menghindar dari serangan itu dan langsung menendang tubuh sosok itu. Untung saja ia memiliki kemampuan bela diri yang cukup mumpuni sehingga ia bisa menghindar dari serangan itu.

Sosok itu terjungkal ke tanah, tapi ia kembali bangkit dan menyerang Keenan. Keenan kembali bisa menghindar dari serangan itu. Tak puas, sosok itu terus melayangkan pisau ke arah Keenan yang tetap bisa dihindari olehnya.

Keenan menendang perut sosok itu dan membuatnya langsung terjatuh ke tanah. Tak disia-siakan oleh Keenan, dengan cepat ia membengkuk sosok itu agar tak dapat bergerak.

“Siapa kau?! Siapa yang menyuruhmu melakukan semua ini?!” murka Keenan yang memelintir tangan sosok itu.

“Akhh! Sakit! Lepaskan aku sialan!” teriaknya kesakitan karena Keenan yang memelintir tangannya dengan keras.

“Kalau kau mau aku melepaskanmu, kau harus menjawab dulu pertanyaanku. Siapa dirimu dan kenapa kau tiba-tiba menyerangku,” tegas Keenan yang semakin mengeratkan pegangannya.

“Aku tak akan memberitahukannya pada anak haram sepertimu. Kau itu pantas mati!”

Karena kesal, Keenan langsung memukul sosok itu. Tapi, karena dia yang cukup lengah karena perkataan sosok itu, membuat sosok itu punya kesempatan untuk kabur.

“Akh!” teriak Keenan saat tangannya disayat oleh pisau itu. Sosok itu langsung kabur meninggalkan dirinya.

“Hei, jangan pergi!” teriak Keenan

Ia tak bisa mengejar sosok itu saat ini. Keenan segera masuk ke dalam mobilnya dan segera meninggalkan area perusahaan. Di dalam perjalanannya untuk pulang, ia masih memikirkan tentang siapa sosok itu. Dan siapa yang menyuruh sosok itu untuk menyerangnya.

“Apa mereka kembali lagi?” gumam Keenan dengan wajah yang berpikir keras.

Akhirnya ia sampai di depan rumahnya. Setelah memakirkan mobilnya itu, ia segera masuk ke dalam rumahnya. Saat masuk ke dalam rumahnya itu, ia bertemu dengan kepala pelayan rumahnya.

“Tuan Muda, sudah pulang. Mau Bibi siapkan makan malamnya?” tawar Bibi Nani

“Apa Clara sudah makan malam?” tanya Keenan balik.

“Hmm, sebenarnya sejak tadi pagi saat Nyonya Muda pulang, Nyonya Muda tak makan apa pun,” jawab Bibi Nani hati-hati.

Keenan nampak terkejut dengan penjelasan itu. “Kenapa bisa gitu? Kenapa dia enggak mau makan? Emangnya dia diet?” tanya Keenan

“Tidak Tuan Muda. Sepertinya Nyonya Muda seperti itu karena kedatangan seorang wanita bernama Cherry itu ke sini,” ungkap Bibi Nani

Keenan kembali terkejut karena mendengar hal itu. “Apa?! Cherry ke sini?! Untuk apa dia ke sini?” tanya Keenan yang nampak emosi.

“Awalnya dia datang ke sini karena mencari Tuan Muda. Tapi saat bertemu dengan Nyonya Muda, dia mulai menghina Nyonya Muda terus,” jawab Bibi Nani

Terlihat Keenan yang semakin emosi karena mendengar hal itu. “Apa Clara ada di kamarnya saat ini?” tanya Keenan

Bibi Nani mengangguk pelan. “Iyah, Nyonya Muda ada di kamarnya sedari tadi,” jawab Bibi Nani

Setelah mendengar jawaban itu, Keenan segera berlari menaiki tangga. Bahkan, ia melupakan luka yang ada di lengannya itu.

Saat Keenan sampai di depan kamar Clara, ia meraih gagang pintu itu dan membukanya perlahan. Ia mengeluarkan napas lega kala pintu itu tak terkunci. Keenan masuk ke dalam kamar itu dan perlahan berjalan ke arah ranjang Clara.

Di sana, ia melihat Clara yang tertidur dengan tenang. Entah kenapa hal itu membuat hati Keenan jadi tenang. Keenan berjongkok di depan Clara untuk mengamati wajah wanita itu.

Tanpa sadar ia mengangkat tangannya dan mengusap dengan pelan pipi chubby wanita itu. Hingga karena usapan itu membuat Clara tersadar dari tidurnya. Ia menyipitkan matanya saat melihat sosok yang ada di depannya.

“Kak Keenan?” panggil Clara dengan nada yang agak serak.

Sontak Keenan langsung menarik tangannya saat melihat Clara yang telah tersadar. Clara bangkit dari tidurnya dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.

“Kenapa kau ada di kamarku?” tanya Clara

“Aku diberitahu oleh Bibi Nani kalau kau belum makan apa pun sejak kau pulang dari kediaman utama. Kenapa kau tak makan? Apa kau lagi diet?” tanya Keenan

Clara tiba-tiba saja teringat dengan ucapan Cherry tadi pagi. “Aku enggak lagi nafsu makan,” jawab Clara

“Tapi kau akan sakit jika kau tak makan,” timpal Keenan

Clara menautkan kedua alisnya mendengar hal itu.

“Sejak kapan kau peduli dengan apa yang aku lakukan? Bukankah seharusnya kau bersikap acuh padaku seperti biasa? Kenapa sekarang tiba-tiba berubah?” tanya Clara dengan nada sarkas.

Keenan tertegun dengan pertanyaan itu. Benar saja! Kenapa dia tiba-tiba jadi peduli gini hanya karena Clara yang belum makan?

“Jangan pede dulu! Aku melakukan hal ini karena aku tak mau disalahkan oleh Mama jika sampai kau sakit. Aku enggak mau jadi repot karena dirimu,” tukas Keenan mengalihkan pandangannya.

Clara tersenyum miris. “Iya sih. Itu memang benar. Jika alasannya seperti itu, baru bisa aku terima. Karena yang aku tau, kau tak akan pernah bisa peduli denganku. Karena kau hanya ingin aku pergi dari hidupmu,” timpal Clara

Keenan kembali tertegun dengan perkataan dari Clara. Entah kenapa, ada sebagian dari hatinya yang ingin menyangkal hal itu. Tentu saja Keenan tak bisa mengungkapkan yang ia rasakan. Karena egonya lebih mendominasi dirinya saat ini.

“Bibi Nani juga tadi bilang kalau Cherry datang ke sini. Apa dia melakukan sesuatu padamu?” tanya Keenan menatap tepat ke arah wajah Clara.

“Apa yang bisa dia lakukan? Dia hanya mengatakan kalau kau adalah miliknya. Yahh, aku tak peduli. Lagian hubungan ini tak asli juga bukan. Pernikahan yang hanya berlandaskan perjanjian bisnis,” jawab Clara dengan tatapan lurus ke depan.

Entah kenapa Keenan tak suka dengan jawaban yang diberikan oleh Clara. Apakah Clara cemburu sehingga jadi marah seperti ini?

“Apa kau cemburu dengan perkataan yang dilontarkan oleh Cherry?” tanya Keenan kembali.

Sontak Clara menatap terkejut pada Keenan. “Siapa yang cemburu?! Aku sama sekali enggak cemburu dengan hubungan kalian berdua. Terserah kau melakukan apa. Aku masih ingat jika kau memintaku untuk tak mengurusi apa yang kau lakukan. Aku hanya berusaha mengikuti apa kata suamiku ini,” jelas Clara

Keenan mengeraskan rahangnya. Ini pertama kalinya ia ditolak oleh seorang wanita. Clara adalah yang pertama. Karena biasanya banyak wanita akan berjejer di depannya.

Keenan menegakkan tubuhnya. “Okey! Terserah padamu saja. Baiklah! Kau lakukan saja apa yang aku pinta. Jangan pernah mengurusi apa yang aku lakukan. Dan aku juga enggak akan pernah mengurusi apa yang kau lakukan. Terserah kau mau melakukan apa pun, aku tak akan pernah memperdulikannya,” tukas Keenan seraya berlalu dari hadapan Clara.

“Tunggu dulu!”

1
Holipah
lanjut kak
infinite soul
Karena pake bahasa sehari2 aku jadi gampang ngerti! Lanjut thor!
moonjuice
Apa benar Thor, kelanjutannya Pipip pipip calon mantu *sensor maksudnya wkwk. Hanya Author yang tahu!
Holipah
lanjut
moon struck traveller
Thor, aku nungguin crazy up karena ceritamu sudah drive me crazy~
BlackCat61: Siap. Selalu tunggu yah
total 1 replies
Harlina Mami
cerita x cukup bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!