NovelToon NovelToon
Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Visionaries Of The Sacred Arc Ujian High Magnus

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Slice of Life / Action / Fantasi / Anime
Popularitas:88
Nilai: 5
Nama Author: Nakuho

melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.

kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.

setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.

arc ini juga memperkuat beberapa character

dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

inti nya tenang jangan panik

Penjara Rahasia – Kelas 13

Di kedalaman yang tak tercatat dalam peta mana pun, berdiri sebuah penjara rahasia.

Penjara Kelas 13—tempat yang hanya dibuat untuk satu orang.

Tembok-temboknya dilapisi sihir penetral mutlak.

Mata-mata pengawas anti-sihir berputar tanpa henti.

Laser penyegel melintang di udara, siap membakar apa pun yang mencoba melarikan diri.

Tak ada celah. Tak ada harapan.

Di pusat ruangan itu, duduk sebuah sosok tanpa wajah.

Wajahnya kosong—tidak ada ekspresi, tidak ada kemanusiaan.

Ia telah membuang sisi manusianya sendiri, menyisakan kehampaan yang menakutkan.

Sosok itu berbisik lembut, nyaris seperti gumaman.

“Hmmm… masih lama, ya… anak itu.”

Nada suaranya halus—namun dipenuhi tipu daya yang menusuk.

Langit Malam – Nerissa & Vermila

Di bawah langit kelabu, dua High Magnus melesat di udara menggunakan sapu terbang.

Misi mereka satu:

mengumpulkan informasi tentang tujuh buronan yang kabur.

Nerissa menggenggam erat sebuah guci bermotif ikan-ikan indah.

Di sampingnya, Vermila terbang dengan tatapan tajam, jubah High Magnus Darah berkibar mengikuti angin.

“Hei,” ucap Nerissa ragu.

“Perlu minta bantuan dari pusat?”

“Tidak,” jawab Vermila dengan dingin.

“Jangan sekarang,"

"Tujuan kita hanya satu nerissa cari informasi sebanyak banyak nya tentang keberadaan 7 buronan itu."

Tak lama kemudian, mereka melihat sebuah gedung terbengkalai di kejauhan.

Tanpa mereka sadari, tempat itu dulunya adalah markas HEPTA ORDER.

Keduanya turun dari sapu terbang.

Mereka berjalan masuk ke tempat yang gelap dan lembab itu.

Tap… tap… tap…

Langkah kaki mereka bergema di lorong sunyi.

Gedung itu tampak kosong—namun terlalu rapi untuk disebut benar-benar ditinggalkan.

Mereka menyusuri bagian dalam.

Dan di sanalah—

jejak es bening terhampar di lantai.

Es yang sama… yang pernah menahan para High Magnus di Penjara Kelas 12 saat mencoba kembali menangkap desmor.

Namun tak ada siapa pun, di sana sangat hening dan sepi.

Vermila mengeluarkan sebuah pulpen bulu dan sebuah kertas.

Ia menulis laporan tentang jejak HEPTA ORDER ke markas utama para high magnus.

...Dari vermila serguire,...

...Kapten Elice, kami menemukan tempat yang aneh tempat ini seperti tempat yang sudah terbengkalai, namun terlalu rapi untuk di bilang terbengkalai....

...Kalau misalkan kami berdua di serang atau hilang tanpa kabar maka kami mohon segerakan panggil bala bantuan secepat mungkin....

...Dari vermila serguire dan nerissa amphira....

Vermila mengangkat tangannya kemudian ia lipat surat itu dan melepaskan seekor burung pengantar pesan.

Burung itu terbang menembus malam.

“Vermila,” ucap Nerissa pelan.

“Ayo kita harus lanjutkan misi ini.”

Keduanya cepat cepat ingin pergi dan ke tempat penyelidikan selanjutnya.

Malam Rembulan

Namun mereka tak pernah sampai.

Di tengah perjalanan, sebuah kertas melayang cepat, memotong udara.

Dalam sekejap mereka berdua melihat sebuah desa kecil di tengah hutan.

"Hei hei vermila menurut mu apa kita perlu mendarat di desa itu?"tanya nerissa ke vermila

Vermila sebenarnya agak ragu, tapi ini adalah misi, barangkali di desa itu ada beberapa rakyat yang mengetahui informasi tentang 7 buronan penjara kelas 12.

"Aku agak ragu tapi baiklah nerissa, ayo kita ke sana."dengan nada dingin dan datar

Kedua nya turun dari sapu terbang mereka.

Mereka berdua langsung mengecek bagian gerbang desa.

"Hmm menurut mu mereka sambut kita baik tidak ya."

Gerbang desa tiba tiba terbuka dan beberapa warga memperhatikan nerissa dan vermila

"Mereka high magnus?"

"Apa yang mereka inginkan di desa ini?"

"Kalau mereka di sini itu berarti biasa nya ada masalah besar."

Beberapa warga mulai membicarakan kedatangan nerissa dan vermila.

Kedua nya berjalan ke arah dan tujuan yang sama.

Kepala desa.

Di sebuah rumah gubuk yang paling besar kedua nya menaiki tiga anak tangga dan membuka pintu pelan pelan.

Seorang wanita dengan tubuh pendek.

Wajah yang cantik.

Mata nya hitam dengan rambut putih lurus dan warna hitam tapi tatapan mata nya ramah.

Pakaian nya pakaian yang bersih dengan corak khas desa ini.

Gadis itu sangat sopan dan duduk di depan vermila dan nerissa.

Salah satu warga menuangkan dua teh kemudian pergi.

Gadis itu langsung mengangkat kepala nya dan menatap vermila dan nerissa

"Jadi, apa tujuan kalian ke desa ini?"Tanya gadis itu

Vermila langsung meletakkan teh itu setelah ia meminum sedikit teh itu dan menghela nafas panjang karena lelah.

"Kepala desa, kami dari high magnus dari divisi 1 memohon untuk bertanya."jawab vermila hendak bertanya

Gadis itu mengangguk kecil dan mempersilahkan vermila menceritakan apa yang vermila inginkan.

"ceritakan apa yang kalian cari."kata nya mempersilahkan vermila menceritakan tujuan nya

Vermila langsung mengeluarkan tujuh foto sekaligus.

"Apa anda pernah melihat salah satu dari tujuh foto ini."kata vermila sambil menyodorkan foto itu kepada gadis itu

Gadis itu menatap ketujuh foto itu dengan teliti dan sedikit lama.

Tapi—

Gadis itu sedikit membelalak, ekspresi nya terkejut dan menjatuhkan enam foto itu.

Tapi hanya satu foto yang di biarkan di tangan nya.

Nerissa langsung kaget melihat gadis itu.

"Kepala desa, ada apa, kenapa anda nampak kaget?"tanya Nerissa

Gadis itu sedikit menggigit jari nya seperti ketakutan

"A... Aku... Pernah melihat dia."kata nya sambil menunjukkan foto seseorang

Desmor vallun.

Pemuda dengan topeng yang seperempat hancur.

Rambut hitam dan mata merah.

Pakaian kaos hitam dengan memakai jas hitam dan celana panjang dan sebuah sepatu merah.

Vermila langsung memegang kedua pundak gadis itu yang nampak sedikit takut.

"Kepala desa tak apa apa, kami di sini untuk melindungi kali..."ucapan vermila terpotong karena teriakan warga

bertemu nya dengan organisasi penyihir jahat HEPTA ORDER

Di luar rumah kepala desa kini beberapa rumah warga di ledakkan oleh kertas peledak.

BOOM!

BOOM!

BOOM!

Suara ledakan itu tak henti henti dan api dari ledakan itu mulai menjalar semua warga berhamburan menyelamatkan diri mereka dan keluarga mereka.

Vermila dan nerissa langsung keluar melihat kondisi dan mereka membelalak kaget karena mereka tak menyangka tujuh buronan penjara kelas 12 ada di desa ini.

Vermila langsung menoleh ke nerissa

"Nerissa aku akan tahan mereka, kau sebisa mungkin evakuasi semua warga desa ini, cepat Nerissa!"perintah vermila dengan tegas

Vermila langsung mengeluarkan tongkat sihir nya yang berwarna merah.

Vermila langsung menatap tajam ke arah bebatuan tertinggi di desa itu

enam siluet maju

Desmor vallun.

Zhuang.

Freon.

Nevalia.

Scarlet.

pantomime.

Vermila menghela nafas berat sekali

"hahhh."nafas yang sangat berat

Kini vermila harus melawan enam buronan penjara kelas 12 sendirian terlebih dahulu karena nerissa mencoba bantu evakuasi semua orang.

Kenyataan yang tak dapat di ubah oleh vermila serguire "sang assassin merah dari divisi satu" apakah julukan itu layak bagi vermila atau tidak.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!