NovelToon NovelToon
LOVE WITH MY HOT UNCLE

LOVE WITH MY HOT UNCLE

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Pelakor / Tamat
Popularitas:375.6k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

"Biarkan begini dulu Kaniya. Ini akan Om rindukan selamanya." Pinta Abian dengan tangan yang sedang menangkup buahan ranum pada dada gadis yang kini duduk di penghujung masa Sekolah Menengah Atas. Secara silsilah keduanya adalah Om dan keponakan. Sebab Abian adalah saudara Abrar ayah kandung Kaniya.
Tapi bagaimana dengan perasaan cinta yang tumbuh semena-mena di antara mereka?
Kemungkinan memiliki anak cacat karena gen yang dekat, pernah menghantui mereka. Hidup dalam kucilan juga siap mereka jalani, asal tetap selalu bersama.
Namun jalan mereka tentu tak semudah Tol.
Penasaran?
Simak hanya di NovelToon platform kesayangan mu.
Semoga betah🙏🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 : KAPAN JADI DUDA

Alice memang baru terhitung enam bulan menjadi istri Abian. Tiga bulan sebelumnya, mereka selalu bersama saat mengurus ini dan itu persiapan mereka, setelah sebelumnya Abian melamarnya saat mereka berada di London setelah Yudisium. Juga, mereka sudah melewati kurang lebih24 purnama di negara orang saat sama-sama meraih gelar Magister. Sehingga, secara tidak langsung Alice banyak mengenal karakter Abian. Termasuk membaca gestur yang Abian tunjukkan. Dan Alice tak pernah melihat wajah mendung sesuram ini, pada wajah Abian selama mereka bersama.

“Aku terlalu risau memikirkan keadaan Mas Abrar. Seandainya bisa, aku saja yang 24 jam bisa menemaninya di rumah sakit. Aku tidak percaya dengan mbak Soraya. Itu yang jadi kegundahanku sekarang.” Abian akhirnya mengkambing congekkan Abrar. Sebab tidak mungkin ia mengaku sedang tidak baik-baik saja, sedangkan sesungguhnya hatinya sedang bermasaah serius. Serius memikirkan Kaniya yang telah lama hidup menyendiri di pinggiran kota tersebut.

“Mas pantau saja dari kejauhan. Dan pastikan Mas mendekat setelah Mbak Soraya tidak ada.” Alice memberi saran.

“Aku juga maunya begitu. Tapi, apa boleh tidak kamu kawal?” Abian hanya ingin memastikan jika Alice tidak ikut serta dengannya. Bukankah dengan adanya Alice di sisinya selalu. Akan menyulitkannya untuk berbelok tujuan dari rumah sakit menuju apartemen untuk bertemu dengan seseorang yang amat ia rindukan.

“Hah … Mas ini. Aku malah kesulitan mencari alasan agar tidak ikut serta dengan mas ke rumah sakit. Aku sedang datang bulan, dan rasanya ini berbeda dengan biasanya.” Jawab Alice yang tak mau menutupi yang ia rasakan.

“Bagaimana jika kita memeriksanya dengan seksama. Maaf, mungkin itu ada hubungannya dengan keterlambatan kehamilanmu. Maaf, jangan tersinggung. Aku sedang tidak mendesakmu agar kita segera memiliki buah hati.” Heem … jika begini dialognya. Bukankah Abian terdengar sangat ingin memiliki anak dari Alice. Juga dari susunan kalimatnya, ia tidak ingin menyakiti hati Alice. Done, rumah tangga ini tidak ada tanda-tanda akan mengalami keretakan. Maka impian menceraikan Alice hanya ada dalm konsep yang tidak akan pernah terealisasikan oleh Abian.

“Maaf atas keterlambatanku untuk hamil, Mas.” Jawab Alice merasa bersalah.

“Itu bukan salahmu. Mungkin kita memang belum di percaya untuk memiliki buah hati. Atau mungkin kita berdua juga terlampau sibuk, sehingga melakukan itu tidak dalam keadaan yang rilex.” Bijaksana sekali alasan itu bukan.

“Apa aku perlu mengambil cuti saja, agar kita fokus program?” tawar Alice pada Abian.

“Jangan gegabah. Santai saja, semakin di pikirkan maka kita semakin stres. Makin sedikit kesempatan untuk jadi anak.” Senyum tampan dan manis itu terkembang di wajah Abian.

“Okeey. Setelah beres operasi dan urusan Mas Abrar saja. Kita melakukan pemeriksaan, semoga tidak ada yang mandul di antara kita berdua. Setelah pemeriksaan itu, baru kita mengatur strategi, hal apa yang bisa kita lakukan selanjutnya.” Alice menyimpulkan sendiri.

“Baiklah. Sayang … aku boleh ke rumah sakit sekarang?” waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dan setelah makan malam bersama dengan menu sederhana yang di buat alakadarnya oleh Alice, Abian pun bernagkat dengan restu sang istri.

“Aku mungkin tidak pulang malam ini, sayang.” Pamit Abian. Persis seperti manis nya para suami yang mengagungkan komunikasi adalah nomor satu dalam rumah tangganya.

“Iya … silahkan. Jangan lupa bawa selimut. Aku takut mas tidak mendapat tempat yang layak untu sekedar meluruskan tulang belakang di rumah sakit nanti.” Pesan Alice sembari menyodorkan sebuah paper bag berisi selimut dan jaket untuk suaminya.

Abian sungguh ke rumah sakit. Tetapi di sana ada Bayu yang di tugaskan untuk menemani ayah tirinya. Keadaanya maish sama, hanya sudah tidak di ruang ICU lagi. Abrar di rawat inapkan dalam ruang VIP di amna sang penunggu boleh tidur di dalam kamar yang sama, dan mendapatkan sofa yang lumayan layak untuk melepas lelah dan mendengkur di atasnya.

“Kamu ga papa Bay, jaga Mas Abrar sendirian? Atau Om temani?” tawar Abian berbasa-basi. Padahal ia berharap jawaban Bayu adalah tidak, agar ia segera berlalri mengejar gadis kecil yang sangat membuatnya rindu di ujung kota.

“Maaf Om. Aku ga suka bertentangan dengan momy. Entah apa yang dia pikirkan, ia hanya mengijinkan aku yang menemani papa Abrar di sini, semoga Om Abian mengerti.” Abian paham. Kemudian meletakkan beberapa lembar uang merah pada saku kemeja yang Bayu gunakan.

“Buat jajan.” Hanya kalimat itu yang Abian ucapkan tanpa penolakan juga tidak perlu jawaban dari Bayu.

Kemudian Abian pergi menuju apartemen yang sudah sangat membuat hatinya pecah. Pecah menahan rindu yang sangat banyak pada Kaniya.

“Akhirnya bisa dalam pelukan mu lagi dad.” Abian bahkan belum sempat duduk. Tubuh itu hanya baru saja masuk ke unit apartement itu. Tetapi ia sudah di serangi pelukan oleh si jantung hati.

“Kamu tau tiga hari kemarin sudah seperti 3 tahun menahan rindu padamu, babby.” Abian hanya sempat mengucapkan itu. Setelahnya ruangan itu hanya berisik dengan suara decakan pertukaran saliva antar keduanya. Dan dapat di pastikan, nanti akan berlanjut dengan pertukaran lendir dari keduanya. Mungkin hubungan keduanya perlu direvisi ulang. Apakah sungguh sama-sama jatuh cinta atau hanya sedang terjebak dalam naapsu belaka yang bekedok rasa cinta.

Lihatlah yang keduanya lakukan setiap kali bertemu, tidak ada komunikasi penting. Isinya hanya saling menuai rindu, saling memagut, saling mengungkung, bercengkrama dari sofa sampai tempat tidur. Jika Kaniya tidak di ijinkan membuat rekam jejak di tubuh Abian, itu sungguh berbanding terbalik dengan pemandangan di tubuk Kaniya. Abian kini bagai ahli pembuat tato. Tato abstrak bin suka-suka. Baginya indah di pandang mata, sekaligus bangga dapat membuat kulit mulus di hadapannya menjadi bentol-bentol seperti bekas gigitan serangga.

“Kenapa baru datang, ini sudah tiga hari aku sendirian. Aku bahkan merasa bagai janda yang kesepian.” Setelah keduanya sudah selesai berurusan dengan penyatuan, barulah keduanya saling bertukar cerita.

“Janda …?” tawa Abian membahana. Lucu rasanya mendengar Kaniya yang bahkan hanya ia kawini dengan urat tentu tanpa surat. Sudah menganggap dirinya janda saja saat, Abian tidak menyambanginya 3 hari.

“Terus … aku harus mengakui jika aku masih gadis?” Kaniya mendelik manja pada sang penguasa hatinya tersebut.

“Ya… juga bukan gadis juga. Mantan gadis.” Abian masih menertawai obrolan mereka.

“Secara hararfiah janda adalah seorang wanita atau lelaki yang sudah tidak memiliki pasangan.” Lanjut Kaniya masih dengan tatapan menggoda dan penuh cinta tepat menikam bole mata lelaki di depannya.

“Iya … yang di tinggal mati.” Kekeh Abian gemes.

“Tapi aku juga serasa mau mati, saat daddy tidak datang menjengukku di sini. Tiga hari lagi. Kapan om jadi duda ?”

Bersambung …

1
namia khira
ceritanya bagus /Good/
Hesti Permata setiani
loh dagangan yg dikampung Abian ga di ceritain min , mending buat aku aja usahanya yg dikampung wkwkwkwkk
aryuu
Kania gatel diajarin Abian sih/Smug/
Qaisaa Nazarudin
Akhir cerita yg ku suka,Aku gak mau Vero kembali ke Abrar yg Bego itu..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkk takut tuh terseret hukum...😂😂😂
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah BODOH ya tetap BODOH aja..Rasain tuh Abra KARMA IS REAL..jangan Sampai Veronia mau dengan gampang menerima Abrar lagi,Dengan alesan KASIAN DIA GAK ADA YG NGURUSIN,dia kan banyak uang,Abian juga Kaya,Biarkan saja dia diurus perawat..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Keliatan banget Abrar itu ngedepanin Nafsu,Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi, ISTRI DI UJI SAAT SUAMI TDK PUNYA APA2,SUAMI DI UJI SAAT UDAH PUNYA SEGALANYA.. Ternyata CINTA nya Abrar itu lemah,Makanya gampang goyah.
Qaisaa Nazarudin
Abian dan Abrar ternyata sama Bodohnya,Mau aja percaya omongan orang lain,Katanya punya kuasa, Kenapa tidak mencari tau sendiri suatu masalah, Jangan ia ia aja...ckk kesel aku..
Qaisaa Nazarudin
Apakah itu anaknya Papa Abrar??
Qaisaa Nazarudin
Alice kamu itu hanya di jadikan PELARIAN,kamu lah ORANG KE 3 dalam hubungan mereka,Tapi pada kenyataan di mata orang Kaniya lah seorang Pelakor,Hadeeuuhh rumit yg sengaja Abian cipta sendiri, bener2 Egois Abian..
Qaisaa Nazarudin
Kan ku nilang juga apa,Kaniya bukan anak kandung Abrar,Harusnya sebelum menikah Abian mencari tau dulu tentang Kaniya,Jadi gak ada yg terluka,kalo udah begini lagi tambah rumit,banyak hati yg terluka.. Sekarang Kaniya udah jadi PELAKOR dlm RT abian..
Qaisaa Nazarudin
Di sini yg beruntung nya Abian,Bisa bercocok tanam sana sini..cewek2 nya yg Bego..
Qaisaa Nazarudin
Kecewa aku,Kok Abian nikah dgn wanita lain sih..
Qaisaa Nazarudin
Semoga aja Kaniya bukan anak kandung Abrar,Kan katanya tadi mamanya Kaniya selingkuh dari Abrar..
Ervina
hmmm anak sendiri...., sampe2 dimandiin n di tidurin ya om/Facepalm/
Ervina
nekad bikin naked deh, hadeuhh...
bunda n3
alice aj yg nemenin, atau Handoko
bunda n3
kalau dah sakit pasti istri pertama yg rawat
bunda n3
seru banget
bunda n3
soraya gembongnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!