Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIO Buki, seorang bocah delapan tahun.
Pagi itu disebuah selat Hanzi, di pinggir sebuah laut, seorang bocah berkulit putih bersih dan berhidung mancung. Dia begitu tampan sedang bermain pasir tidak jauh dari rumahnya.
Bocah itu tidak peduli dengan orang-orang berlalu lalang dalam urusan mereka masing-masing. Dia masih asyik bermain pasir.
Tiba-tiba seorang wanita cantik paruh baya keluar dari dalam sebuah rumah memanggilnya.
'Tio, jangan bermain jauh jauh ya, nanti ibu susah mencarinya!" Ucap wanita cantik itu bernama Cun Yang.
"Iya, ibu! Aku tidak bermain jauh kok, aku hanya bermain disini kok" Ucap Tio tanpa menoleh sedikitpun kearah ibunya.
Wanita itu pun berlalu masuk kedalam rumah untuk menyelesaikan urusannya yang masih tertunda.
Tiba-tiba terlihat seekor burung besar berputar putar di udara dan kemudian turun dan hingga di Sebuah pohon besar dekat Tio.
Melihat ada seekor burung turun didekatnya, hati Tio jadi tertarik. Burung itu sangat besar dan bulunya sangat lebat. Kemudian Tio bangkit berdiri mendekati kearah pohon besar itu. Ketika dia ingin memanjat pohon itu, tiba-tiba burung besar itu terbang hinggap di pohon yang lain.
Tio pun berlari mengejar dan berteriak seraya tertawa.
'Hahaha. Hey burung besar, mau lari kemana kau. Kemanapun kau lari akan kukejar" Ucapnya seraya berlari ingin memanjat pohon.
Burung itu jadi terkejut mendengar teriakan Tio dengan cepat mengepakkan sayapnya terbang menjauh Tio hingga mereka berdua saling berlomba dan tanpa Tio sadari dia telah berlari mengejar burung itu meninggalkan pesisir pantai tempat desanya berada. Hanzi.
karena lelah mengejar, akhirnya Tio duduk disebuah pohon besar dan panjang. Dia menengok kearah kanan ke kiri. Sungguh hatinya jadi terkejut dan bergumam pelan.
"Sial, burung tak dapat aku kejar. Kini aku tidak tau sekarang berada dimana. Kearah mana aku harus pulang" Ucapnya.
Tiba-tiba terjadi keanehan ditempat itu. Tanah tempat Tio pijak bergetar hebat, terdengar suara gemuruh besar. Air laut terlihat meninggi tidak seperti biasanya.
Ketinggiannya mencapai sepuluh meter, Tio yang melihat keanehan itu jadi ketakutan, dan tanpa menunggu lama lagi, segera saja memanjat pohon besar yang ada didekatnya.
Beberapa menit kemudian dia telah sampai di pucuk pohon itu. Walaupun tubuhnya lelah dan ketakutan. Dia melihat air laut bergulung gulung naik ke daratan dan menerjang apa saja yang dilaluinya.
Ketika hari hampir menjelang senja, Tio melihat banyak mayat terapung diatas air laut yang mulai surut. Entah bagaimana dengan desanya, orang orang yang dia sayangi. Ibu dan bapaknya.
Hingga dia lelah dan tertidur pulas diatas pucuk pohon itu. Tanpa dia sadari tubuhnya perlahan lahan jatuh kebawah kecebur kedalam air laut yang mulai surut.
Saat tubuhnya hampir tenggelam dibawa arus gelombang air yang kembali ketempat asalnya. Tiba-tiba tubuh Tio ditangkap oleh satu sosok tak nampak wujudnya, lalu sosok itu membawa tubuh bocah kira kira baru berumur delapan tahun melayang layang diatas air laut itu entah kemana.
Setelah beberapa menit kemudian tempat itu menjadi sunyi. Hanya terlihat kegelapan dan Mayat mayat berserakan diberbagai tempat.
Sosok itu membaringkan tubuh Tio di atas bambu gubuk miliknya dan bergumam pelan seraya menatap kearah tubuh bocah yang terbaring itu.
"Tubuh bocah ini begitu sempurna, susunan tulang tulangnya begitu rapat, kuat, kokoh dan rapi. Sangat cocok untuk belajar ilmu silat. Aku jamin bocah ini kedepannya akan menjadi seorang pendekar besar" Ucapanya.
Bersambung ke episode selanjutnya.