NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat
Popularitas:74k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

"Anj*ng lo! Bangsat! Babi!"

Kenan terus memaki sambil memukuli Elang. Dua, tiga pukulan, belum cukup. Ia belum puas. Tangan kiri mencengkeram kerah jas Elang, tangan kanan menghujani dengan bogeman.

"Lo menghajar Arya, tapi ternyata lo lebih bajingan dari pada dia."

Bugh

Elang hanya pasrah, ia memang pantas mendapatkan itu. Kepalanya pusing, matanya berkunang-kunang, rahangnya ngilu, nyeri, kebas, semua rasa sakit bercampur aduk. Tapi jika dibandingkan dengan sakit yang dirasakan Ilona, ini bukan apa-apa.

"Gue malu punya teman pengecut kayak elo. Bajingan lo! Bangsat."

Brakk

Kenan mendorong tubuh Elang hingga membentur meja.

Pyar

Cangkir kopi yang ada di atas meja jatuh, dan langsung pecah.

"Gue emang bangsat. Gue pengecut." Elang menyeka darah yang keluar dari sudut bibir dan hidungnya. Sebelah tangannya berpegangan pada sisi meja, tubuhnya lemas, sakit semua karena tak hanya wajah saja yang dihajar Kenan, tapi perut dan lengannya juga.

"Banci lo, Lang. Pengecut!" Kenan menatap Elang dengan mata menyala-nyala. Nafasnya naik turun, dadanya bergemuruh hebat. "Lo gak hanya bikin Ilona kehilangan kakinya, tapi juga masa depannya, mimpi-mimpinya. Dia seorang atlet renang, dia seorang mahasiswa. Tapi karena lo, dia harus mengubur semua mimpinya. Sedangkan lo." Ia tersenyum getir. "Lo malah hidup enak di Jerman. Lo bisa lari, bisa jadi sarjana, bahkan hingga S2, bisa punya pacar, sedang Ilona? Sialan!"

Kenan memukul meja hingga kepalan tangannya memerah. Membandingkan kondisi hidup Elang dan Ilona pasca kecelakaan itu, membuat ia muak, pengen ngamuk. Menyeka sudut mata, tak kuasa menahan tangis. Ia bukan seorang yang cengeng, tapi membandingkan kehidupan Ilona dan Elang yang jauh berbeda, miris sekali.

"Gue pengen menebus kesalahan gue, Ken."

"Telat!" bentak Kenan. "Udah 8 tahun Lang, kemana aja lo?"

"Gue tahu gue salah. Gue masih baru 19 tahun waktu itu, masih labil."

Kenan tergelak. "Itu gak bisa dijadikan alasan. Ilona juga baru 20 tahun waktu itu. Dimana hati nurani lo, Lang?" Ia menunjuk dada Elang. "Apa kamu gak mikir, bagaimana jika terlambat dibawa ke rumah sakit, korban itu bisa meninggal? DIMANA OTAK LO!" bentaknya, mendorong kepala Elang dengan telunjuk.

"Gue takut banget saat itu. Gue gak bisa berfikir jernih."

"Takut apa? Di penjara? Atau takut masa depan lo hancur?" Kenan tersenyum sinis. "Sayangnya, lo gak takut, bagaimana jika lo pergi, orang yang lo tabrak mati. Lo lebih memilih masa depan lo, daripada berusaha menyelamatkan nyawa korban. EGOIS LO!"

"Ya, gue egois." Elang tertunduk dalam. "Gue pengen menebus kesalahan gue, Ken. Gue pengen jadi kaki buat Ilona, gue pengen jagain dia seumur hidup." Ia menyeka sudut matanya yang basah.

"Enak banget lo. Setelah bikin orang cacat, lalu kabur, sekarang lo mau nikahin dia." Kenan menggeleng sambil tersenyum "Gak gitu Bro," menepuk bahu Elang. "Kalau emang lo pengen bertanggungjawab, datang ke kantor polisi, lo akuin semua yang terjadi 8 tahun lalu. Terima semua konsekuensinya."

Elang makin tertunduk. Jujur, ia tak siap jika harus di penjara.

"Kaki Ilona tidak akan kembali dengan gue dipenjara. Dia juga tidak akan bahagia, cuma merasa puas sesaat saja. Aku pengen buat dia bahagia, Ken. Aku pengen buat dia merasa, meski hanya dengan satu kaki, hidupnya tetap bahagia. Aku pengen buat Ilona selalu tersenyum, sampai ia lupa jika hanya punya satu kaki. Aku ingin dia merasa berharga, merasa dicintai, karena dia memang layak."

"Dicintai?" Kenan tergelak. "Lo gak cinta sama dia, lo cuma kasihan. Lo cuma ingin terbebas dari rasa bersalah. Dan intinya tetap saja, lo egois."

"Jadi menurut lo, lebih baik gue dipenjara daripada Ilona bahagia?"

Kenan terdiam, mendadak merasa dilema.

Elang menarik kursinya mendekat, lalu duduk disana. Tubuhnya sakit semua gara-gara Ken. "Hari itu, gue denger dengan telinga gue sendiri. Ilona bilang, ia tidak berharap lagi dicintai. Ia akan menghabiskan sisa umurnya bersama bunga, karena hanya bunga yang bisa menerima kekurangannya." Ia bahkan masih ingat ekspresi Ilona saat mengatakan itu. "Dia udah putus asa dengan percintaan, Ken. Ia merasa dirinya tak layak dicintai. Gue pengen membuat dia merasa berharga Ken, gue pengen bikin dia bahagia."

Kenan memijat kepalanya yang sakit. Astaga, ia jadi ikutan pusing sekarang.

"Ken." Elang menatap Kenan. "Bantu gue. Gua janji, gak akan menyakiti Ilona. Gua akan belajar mencintai Ilona. Gua yakin gak sulit, karena sekarang saja, setiap jam, menit, detik, kepala gue selalu dipenuhi dengan Ilona."

"Itu karena lo dikejar rasa bersalah." Kenan membuang nafas kasar. "Lalu Alisya?"

"Secepat mungkin, akan gue selesaikan masalah dengan Alisya." Ia teringat wajah Alisya tadi malam. Gadis itu pasti akan sangat terluka, tapi memaksa terus bersama Alisya, malah akan lebih menyakitinya, karena sekarang, otaknya dipenuhi oleh gadis lain. Alisya pasti bisa menemukan pengganti dirinya. Dia wanita yang sempurna, yang selalu menarik perhatian laki-laki. Tidak akan sulit untuk menemukan penggantinya. Ia yakin, cuma butuh waktu saja.

"Gue pegang janji lo." Kenan menatap Elang tajam. "Kalau lo ingkar, gue orang pertama yang akan menghancurkan lo."

Elang mengangguk. "Jangan sampai ada yang tahu soal ini, termasuk Eliana."

...---------------...

Jam 8 malam, Elang baru meninggalkan kantor. Ia pulang dengan kondisi lebam di beberapa bagian wajah. Paling terlihat jelas, di bawah matanya. Ia harap, Mamanya sudah masuk kamar saat dia pulang. Wanita itu akan cemas jika tahu kondisinya.

"ELANG?!"

Langkah Elang terhenti mendengar suara Mamanya. Wanita itu ternyata belum masuk kamar, masih rebahan di sofa ruang keluarga, sedang dipijat Mbak Susi.

Melihat memar di muka Elang, Aida langsung panik. Ia bangkit, berjalan tergesa-gesa menghampiri putranya.

"Ya Allah nak... ini siapa yang mukulin?" Tangannya inginnya menyentuh, tapi takut menimbulkan rasa sakit untuk Elang. "Kita ke rumah sakit, harus diobati ini."

Elang menggeleng. "Nggak usah. Aku gak papa kok."

"Kayak gini kok gak papa." Aida kesal. "Mana aja yang sakit, mana? Tunjukin sama Mama. Perut kamu, dada kamu? Apa semua juga lebam?" Ia begitu khawatir.

"Enggak." Elang menggeleng. "Gak ada."

"Jangan bohong!"

Elang mengusap lengan Mamanya. "Aku baik-baik aja. Aku ini anak laki-laki, bukan Kak Marsha, luka dikit gak papa."

"Ya udah kalau gitu, duduk sana, biar Mama obati." Aida menarik lengan Elang menuju sofa, meminta Susi menyiapkan air untuk kompres serta mengambil obat.

"Siapa yang ngelakuin ini? Kamu berkelahi sama siapa?" Aida mengompres memar di wajah Elang. "Kamu gak dikeroyokkan? Siapa Nak? Apa saingan bisnis, atau siapa? Apa perlu kita lapor polisi?"

"Enggak, Mah. Aku gak papa kok."

"Dari tadi gak papa gak papa mulu. Sebenarnya kamu berkelahi sama siapa, karena apa?"

"Salah faham kecil aja, sama teman."

Aida mendengus kesal. "Gak usah bohong. Gak ada orang sampai bonyok gini gara-gara masalah kecil. Jujur sama Mama."

Elang diam beberapa saat, menimbang apakah ini saat yang tepat atau bukan untuk jujur mengenai keputusannya untuk mengakhiri hubungan dengan Alisya.

"Ish, kenapa malah bengong!" Aida menepuk lengan Elang yang membuat putranya itu tak sadar meringis kesakitan. "Lengan kamu juga luka?" Ia menggulung lengan kemeja Elang. Menghela nafas berat melihat lebam juga disana. "Tuh kan, kamu bohong sama Mama." Matanya berkaca-kaca. Ia sangat menyayangi putra bungsunya itu, sakit dikit saja sudah membuat ia khawatir, apalagi memar di mana-mana seperti sekarang ini.

"Mah." Elang memegang salah satu tangan Mamanya. "Elang..."

"Ada apa?"

"Elang ingin mengakhiri hubungan dengan Alisya."

Sontak, Aida langsung menutup mulutnya yang menganga lebar dengan telapak tangan. Ada apa ini? Mereka baru tunangan seminggu lebih, kenapa tiba-tiba seperti ini.

"Aku sudah tahu Mah, seperti apa kondisi gadis yang dulu aku tabrak."

1
RosMa🌹🌹🌹
Ilona masih trauma..
RosMa🌹🌹🌹
Bisa jujur gak kamu Lang..
RosMa🌹🌹🌹
😅😅😅😅😅
RosMa🌹🌹🌹
aku pun sama takutnya sama kayak kamu Ken...
RosMa🌹🌹🌹
😅😅😅😅
RosMa🌹🌹🌹
jangan jatuh cinta sama Elang ya Ilo...
RosMa🌹🌹🌹
betul tuh keluarga si elang kaya harta tapi miskin hati
Felycia Fernandez
😭 ternyata dia punya trauma kk
Sitichodijahse RCakra
sedih bngt part ini😭
Siti Arbaati
waduh, elaaang....kok jadi aku yang baper 😄
Patrick Khan
walah elang yaopo iki 🤣🤣🤣ilona malah berbunga2 engk😁😁
Hani Ekawati
Aku baru inget, sosok ayahnya Ilona belum dimunculkan ya? kemaren baru diceritakan klo ayahnya pensiunan tentara tapi belum ada muncul ngobrol bareng Ilona. Pengen tau reaksi ayahnya Ilona pas ngeliat si Belang.😂
yutantia 10: Ayahnya sudah meninggal kak.
total 1 replies
Hani Ekawati
Dih dasar buaya 🙄 ngambil kesempatan dalam kesempitan 🙄
Hani Ekawati
Minta maaf yang dimaksud Elang bukan itu, Ilona.
Hani Ekawati
Sekarang kamu bisa lihat kan Lang dampak yang kamu akibatkan dari tabrak lari kamu, selain Ilona kehilangan satu kaki, Ilona juga mengalami trauma berat. Bisa kamu bayangkan Lang bagaimana dampak psikologis Ilona pas awal awal Ilona kehilangan satu kaki.
Hani Ekawati
Ilona mengalami trauma berkepanjangan
Septi
walah... 🤦🏻
Sugiharti Rusli
makanya banyak orang juga terlibat cinlok yah kalo masih pada jomblo sih ga masalah, kalo salah satu atau dua" nya sudsh menikah yang bahaya kan dan terjadi perselingkuhan tuh akhirnya,,,
Sugiharti Rusli
bisa jadi dari sini cinta mulai berkembang pada mereka b-2, jadi istilah dulu 'witing tresno jaranan soko kulino' yah terjadi sama mereka
Sugiharti Rusli
asal jangan nanti dipergoki oleh ibunya Ilona saja tuh mereka,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!