Pernikahan tanpa didasari dengan rasa cinta, vivi tidak pernah membayangkan akan menikah kontrak dengan BOSSnya yang super jutek dan galak itu..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri wahdania Wahda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
Drrrrrrtttt! Drrrrrrrtttt!
Rendi melihat telfonnya, di lihatnya nama mamanya yang menelfon dia pun mengangkatnya.
"Halo, Ma." Ujar Rendi yang memengang kepalanya dia masih sedikit pusing akibat terlalu banyak minum semalaman.
"Rendi sebentar sore kamu antar Vivi ke rumah yah, mama kangen sama calon menantu mama." Ujar Rena di balik telfon.
"Mah Vivi lagi sibuk urus pernikahan kami, dia tidak ada waktu. Lain kali saja yah, Mah." Ujar Rendi. Sebenarnya Vivi tidak sibuk mengurus persiapan pernikahan karna sudah ada bawahan Rendi yang urus semua, justru Rendi lah yang sibuk dengan urusan kantor dan mamahnya tidak akan mengijinkan Vivi kerumah tanpa di temani sama Rendi,makanya Rendi berbohong ke mamahnya.
"Ya sudah deh, salam yah buat menantu mamah. Jangan terlalu sibuk, nanti dia sakit. Kamu harus membantu dia melakukan pekerjaannya, mamah gak mau kalau mantu mamah sakit." Ujar Rena di balik telfon.
"Iya mah. Saya tutup telfon dulu yah, mau mandi." ujar Rendi sambil menutup telfonnya tanpa menunggu Rena menyetujuinya.
"Siiiitttttt. Kepalaku masih sakit," Gerutu Rendi sambil memijat pelan kepalanya.
"Kenapa saya ada di apartemen, bukannya kemarin saya di bar sama kevin, mungkin kevin yang antar saya pulang." ujar Rendi berbicara sendiri.
Dilihatnya jam tangan miliknya ternyata sudah menunjukan pukul 08.00. Dia bangun dari sofa di lihatnya ada kertas kecil yang membuatnya penasaran, di ambilnya kertas itu kemudian membacanya.
"Ternyata Vivi yang mengantar saya, dia tau dari mana kalau saya ada di bar." ujar Rendi berbicara dengan dirinya sendiri. "Sudahlah." ujarnya lagi.
"Dia kemudian mandi memakai kemeja putih setelan jas abu abu dan dipadukan dasi Abu abu dan juga taklupa memakai sepatu kulit Hitam.
Tok! Tok! Tok!
Pintu apartemennya di ketuk menandakan ada orang di luar pintu.
"siapa sih yang bertamu pagi pagi begini.. ujar Rendi kesal sambil melangkah menuju pintu untuk membukakan tamu itu..
"Rendi saya ingin bicara sama kamu.. ujar tamunya itu..
"Saya lagi sibuk, lain kali saja.. ujar Rendi datar..
"Ren,, saya tau kamu menikah dengan Vivi hanya karna sakit hati sama saya kan.. saya masih mencintai kamu Ren,, pliss beri saya kesempatan sekali lagi kita memulainya dari awal.. ujat Rosa sambil melangkah memeluk Rendi...
"kenapa kamu bisa yakin kalau saya menikahi Vivi karna sakit hati ke kamu.. ujar Rendi datar sambil melepaskan pelukan Rosa..
"Ren apa kamu lupa janji kamu yang akan selalu mencintaiku dan memjagaku,, kamu janji akan memikahiku,,,.kamu lupa dengan janji kamu Ren.. ujar Rosa sambil menangis..
"Itu janji anak anak Ros... Hati seseorang bisa berubah.. ujar Rendi datar...
Rendi menutup pintu apartemennya dan melangkah meninggalkan Rosa yang masih berdiri dan menangis di depan pintunya... sebenarnya Rendi merasa sakit melihat Rosa menangis hanya saja dia tidak bisa melupakan kejadian saat Rosa meninggalkannya memilih Karirnya sebagai model dan memilih berpacaran dengan manajernya..
Rendi ke kantor menaiki mobil lamborghini hitam karna lamborghini silver favoritnya lagi di pinjam sama Vivi,, Rendi tidak terlalu pusing karna dia memiliki banyak mobil mewah...
setelah sampai depan kantor Rendi memberikan kunci mobilnya ke satpam untuk memarkir mobilnya kemudian melangkah masuk ke kantor..
banyak yang menyapanya memberinya salam tapi dia hanya melangkah tanpa menjawab sapaan karyawannya,, begitulah Rendi dan karyawannya sudah terbiasa tapi tidak membuatnya menyerah,, apa lagi gadis gadis centil yang ada di kantor.. bagi dia Bossnya tetap mempesona walau memasang muka datar dan dingin...
sesampainya di kantor dia langsung masuk ke ruangannya dan mendapati setumpuk kertas yang perlu tanda tangannya.. tanpa istirahat Rendi pun mulai melakukan aktivitasnya sebagai Boss tidak lama pintu ruangannya di ketuk..
tok... tok... tok...
" masuk .. ujar Rendi yang berada dalam ruangan..
"permisi pak.. ujar Vivi sambil masuk melangkah mendekati meja Bossnyanitu..
"Jadwal bapak hari ini
*Jam 10.00 bapak ada Rapat..
*jam 13.00 bapak ada janji makan siang dengan clien.. ujar Vivi..
"Ya sudah kamu ikut saya bertemu clien.. ujar Rendi ..
"saya ada janji dengan para sponsor pak mingkin jam 15.00 baru akan selesai.. saya akan bertemu dengan empat sponsor...ujar Vivi
"kerja bagus,, kamu bisa keluar.. oyah buat kan saya coklat panas.. ujar Rendi menyuruh Vivi untuk membuatkan minuman..
"iyah pak...oyah pak ini kunci mobil bapak saya kembalikan terima kasih,, maaf pak tidak meminta izin terlebih dahulu... ujar Vivi menyodorkan kunci mobil milik Bossnya..
"Ini kunci mobil,, kamu ambil saja biar tidak terlambat ke kantornya.. ujar Rendi mengambil kunci mobilnya yang silver dan memberikan kunci mobil yang dia pakenya tadi... sebenarnya harga mobilnya sama hanya saja mobil lamborghini silver adalah mobil favoritnya...
"Tidak usah pak,,saya sudah biasa kok naik taxi.. ujar Vivi menolak kunci mobil itu,, karna baginya itu terlalu mahal untuk di berikan secara percuma..
"saya tidak menerima penolakan.. sebentat lagi kamu jadi istri saya,, saya tidak mau di bilang terlalu perhitingan dengan istri sendiri.. ujar Rendi..
"Baiklah pak,, terima kasih.. ujar Vivi mengambil kunci mobil yang di berikan Bossnya itu sambil melangkah keluar ruangan Bossnya menuju dapur kantor dan membuatkan coklat panas dan menyiapkan cemilan pesanan Bossnya..
"Orang kaya mah bebas,, masa ngasih mobil lamborghini gratis ke orang,,, ini mobil lamborghini wah bener bener yah Boss ku ini.. dia kelebihan uang makanya pusing mau habisinnya gimana .. dasar yah orang kaya.. ujar Vivi berbicara sendiri sambil mengaduk coklat panas untuk Rendi,, kemudian membawanya ke ruangan Bossnya itu dan meletakkan di atas meja tanpa bersuara karna Vivi melihat Bossnya sangat serius dengan kertas kertas yang berada di atas mejanya,, dan memang Rendi tidak mau di ganggu saat sedang sibuk...
Vivi keluar ruanga Bossnya dan menutup pintu denga sangat pelan agar tidak mengeluarkan suara sedikitpun kemudian melangkah menuju ruangannya,, diq memghempaskan badannya ke kursi dan sibuk beraktivitas.. dia sibuk dengan kertas kertas yang di atas mejanya karna sebentar lagi akan di adakan pelelangan penggalangan dana panti asuhan... Diliriknya jam tangan miliknya yang melekat indah di pergelangan tangan pitih pucatnya itu yang sudah menunjukan pukul 09.30,, vivi pun menyiapkan apa apa yang perlu dia bawa dan memasukkan ke dalam tasnya kemudian melangkah menuju parkiran dan menekan tombol yang ada di kunci mobil pemberian Bossnya dan mencari sumber suara mobil itu.. Vivi mengendarai mobil lamborghini hitam menuju tempat perjanjian pertemuan dengan cliennya.
sesampainya di Restoran tempat mereka bertemu dia pun mencari tempat duduk sambil memunggu cliennya datang..
"Maaf sekertaris Vivi,, saya terlambat yah.. ujar Risna sponsor pipa..
"Tidak kok bu Risna,, saya yang datang lebih awal.. ujar Vivi..
merekanpun memesan makanan dan membicarakan tentang penggalangan dana yang akan di adakan perusahaan Desain bangunan milik Pak Rendi.. setelah mereka menyetujui kontak kerjanya mereka dan selesai makan mereka pun sama sama pamit... Vivi kemudian menuju clien lain mengajak kerja sama.. vivi sangat lelah hari ini karna harus menemui empat clien dalam satu hari.. jam sudah menunjukan pukul 15.30.. setelah selesai dengan clien ke empat vivi langsung pulang ke apartemennya dan mandi.. kemudian mengecek kembali persiapan penggalangan dana dan mengirimkan filenya ke email Bossnya... tidak terasaa jam sudah menujukan pukul 20.00 perut vivi mulai berbunyi meminta jatah makan,, dia kemudian ke dapur mencari bahan makanan yang ada dan memasak nya, setelah masak vivi memakannya dan mencuci piring..
"semunya sudah beres,,..saatnya tidur....ujar Vivi sambil merenggangkan badannya..
vivi masuk ke kamarnya dan tidak lama kemudian dia tertidur..
*********
Yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak (Like dan Komen) yah.. biar autor tambar semangat..
"Terima kasih sudah mampir..