Ikhtisar :
Dia bernama Ayu Purnama, anak ketiga dari empat bersaudara. Dari keluarga sederhana, ayahnya bekerja sebagai supir bus sedangkan ibunya pedagang tas ayaman. Ayu memiliki 2 kakak laki-laki dan 1 adik laki-laki, Ayu kembar dengan kakak keduanya. Tapi sayangnya, meski pun Ayu anak kandung dari keluarga tersebut dia selalu di sisihkan oleh sang ibu. Karena sang ibu hanya ingin memiliki anak laki-laki, ibunya berpikir kalau anak perempuan tidak akan bisa mengangkat derajat keluarganya dan keluar dari keterpurukan.
Suatu hari, ada seorang laki-laki dari keluraga kaya raya yang menyukainya karena kecantikan dan kegigihannya. Tetapi Ayu masih memiliki keinginan untuk melanjutkan kuliah, dia nekat untuk kabur dari rumahnya untuk mewujudkan cita-citanya. Apakah kepergian Ayu kan membuahkan hasil dan menjadi sukses setelah meninggalkan rumahnya itu ? Silahkan simak ceritanya !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon indah Mayaddah f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26 Bertanya Kebenaran
“Kebenaran adalah cahaya yang selalu menang atas kegelapan”
\_ Alvin Cassarius\_
Hari ini, Ayu ada janji bertemu dengan Arka. Namun sebelum Arka datang, Ayu menanyakan sesuatu yang sangat penting pada Alvin dan Ayu langsung mengbuhungi Alvin.
Ayu [Ayah, bolehkan aku berbicara dengan ayah sebentar ?]
Alvin [Tentu boleh sayang, sekarang kamu dimana ? Apa kamu mau datang ke kantor ?]
Ayu [Ayah aku sedang berada di café yang dekat kantor ayah]
Alvin [Baiklah, biar ayah saja yang menemui kamu]
Ayu sengaja mencari tempat yang posisinya tidak jauh dari kantor Alvin, dia ingin memantau gerak-gerik Angbin yang menurut para pelayannya sering memui Alvin ke kantornya.
Alvin tidak mengerti mengapa putrinya itu mengajaknya bicara di luar, padahal jika dia rumah ada banyak waktu untuk mereka saling ngobrol. Meski pun hari ini Alvin sedang banyak pekerjaan yang sangat penting, namun urusan putrinya itu sangat lebih penting. Alvin tidak mau kejadian yang sudah-sudah terulang lagi, hanya karena dia kurang perhatian kepada putri tunggalnya itu.
“Hah rupanya aku di ikuti oleh pengawal yang di suruh oleh ayah, ayah benar-benar mengkhawatirkan aku” Gumam Ayu saat melihat beberapa anak buah Alvin yang berada di depan café tersebut
“Elina, maaf jika ayah sedikit terlambat” Ucap Alvin sambil duduk di depan Ayu
“Tidak papa, ayah” Jawab Ayu seraya menatap Alvin
Entah kenapa jika Ayu dekat dengan Alvin, merasa hatinya sangat nyaman.
“Apa ada sesuatu yang penting ?” Tanya Alvin menatap khawatir Ayu
“Ayah, aku ingin bertanya sesuatu pada ayah. Tapi aku mohon, ayah harus jawab yang jujur” Jawab Ayu dengan serius
“Katakan saja, apa yang ingin kamu ketahui” Ujar Alvin
Alvin pikir putrinya kehilangan sebagian ingatannya, dia ingin mengetahui banyak hal yang tidak dia ingat lagi.
“Apa aku memiliki saudara kembar, ayah ?” Tanya Ayu
Alvin begitu terkejut mendengar pertanyaan Ayu
“Kenapa kamu bertanya seperti itu ?” Tanya Alvin
“Aku hanya ingin tahu saja, sebab aku pernah bertemu seseorang yang begti sangat mirip denganku” Jawab Ayu
Alvin menggeleng cepat …
“Kamu putri tunggal ayah, dan kamu tidak memiliki saudara kembar. Jadi kamu jangan berpikir yang tidak-tidak” Ucap Alvin
“Ayah, aku hanaya ingin ayah menjawab dengan jujur saja” Pinta Ayu dengan tatapan memelas
“Tidak ada sayang, kamu tidak memiliki saudara kembar” Sahut Alvin seraya menggelengkan kepala
“Ini sangat aneh, tuan Alvin terlihat berbohong. Apa jangan-jangan, ada sesuatu yang tidak dia ketahui ?” Batin Ayu
“Apa itu yang ingin kamu tanyakan sayang ?” Tanya Alvin seraya menatap Ayu
“Iya, dan mengenai pria yang akan di jodohkan oleh ayah aku belum sempat menemuinya” Jawab Ayu
Jujur Ayu sangat penasaran, dengan pria yang di jodohkan dengan Elina.
“Kamu tidak perlu menemuinya, ayah sudah memutuskan untuk tidak menjodohkan kamu lagi” Ujar Alvin yang sangat terpatri merasa bersalah pada putrinya
“Tapi ayah, bolehkah aku bertemu dengannya ?” Tanya Ayu
“Untuk apa ? Dia juga sudah memiliki calon istri” Ujar Alvin tegas
“Aku hanya ingin meminta maaf saja, mungkin aku sudah membuatnya kecewa” Jawab Ayu
Alvin menghela napas panjang
“Kalau Cuma hanya itu, besok kamu datang ke kantor ayah karena dia akan datang ke sana untuk membahas urusan pekerjaan” Ucap Alvin
Meski pun mereka tidak di jodohkan, setidaknya mereka masih bisa berhubungan baik nantinya.
“Baiklah ayah, besok aku akan datang” Jawab Ayu
“Ayah akan kembali kekantor. Apa kamu mau pulang langsung atau mau kemana lagi ?” Tanya Alvin
Meskipun sedikit heran dengan ekspresi putrinya itu, namun Alvin tidak ingin bertanya apa pun lagi pada Ayu.
“Aku sedang menunggu teman, jadi akum au di sini dulu ayah” Jawab Ayu
“Kalau boleh ayah tahu, temannya laki-laki atau perempuan ?” Tanya Alvin
“Teman perempuan ayah” Jawab Ayu sedikit berbohong
“Kalau gitu ayah pergi dulu” Ujar Alvin yang diangguki oleh Ayu
Sepeninggalan Alvin, Ayu menatap punggung Alvin yang menjauh darinya.
“Kamu ayah sayang sangat baik, aku tidak akan rela jika sampai kamu termakan oleh rayuan wanita ular itu” Gumam Ayu
Setelah 15 masih di sana, tak lama Arka datang untuk menemui Ayu yang sedang membawa sesuatu yang sangat penting.
“Bagaimana ? Apa kamu sudah dapat informasi dari rumah sakit itu ?” Tanya Ayu
Karena penasaran, Ayu meminta bantuan kepada Arka untuk mencari informasi tentang persalinan 22 tahun yang lalu.
“Ini haslinya” Jawab Arka sambil menyerahkan map kepada Ayu
Ayu membaca Salinan Riwayat kelahiran 22 tahun yang lalu …
“Ibunya Elina memang benar, telah melahirkan bayi kembar 3. Tetapi kenapa ayahnya tidak mengetahuinya ?” UjarAyu
Tertulis jelas, bahwa wanita yang bernama Angbin Latuconsina yang merupakan istri dari Alvin Cassarius telah melahirkan bayi kembar 3 berjenis 1 laki-laki dan 2 perempuan.
“Aku rasa, kamu memang kembaran Elina tetapi sat lagi siapa ?” Ujar Arka
“Itu pasti kak Aizam” Jawab Ayu
“Siapa Aizam ?” Tanya Arka
“Dia itu kakakku, kami kembar dan dia sedang berada di bandung” Jawab Ayu
“Apa kamu memiliki fotomya ?” Tanya Arka
“Sebentar, aku cari dulu di galeri ponselku” Jawab Ayu
Ayu langsung mnecari foto Aizam, setelah dapat memperlihatkannya kepada Arka.
“Ini foto kak Aizam” Jawab Ayu
“Wah … wajahnya hampir mirip dengan om Alvin, apakah dia tinggi ?” Ujar Arka
“Iya, kalau tidak salah tingginya 175 cm” Jawab Ayu
“Fiks kalau kalian itu memang anak kandungnya om Alvin” Ucap Arka
Tidak cukup banyak bukti dari rumah sakit, Ayu pun berencana untuk pulang ke Bandung untuk menemui Lastri dan Asep. Ayu ingin menanyakan tentang dirinya pada mama dan bapaknya itu, selaku orang tua yang sudah dianggap sejak kecil.
“Ibumu sudah tiada, jadi yang hanya ada ayah dan nenekmu yang tahu soal ini” Tambah Arka
“Ya, kamu benar” Jawab Ayu
“Kamu mau kemana setelah dari sini ?” Tanya Arka
“Aku ingin menemui Elina, dan memberitahu soal ini” Jawab Ayu sambil melipat kertas tersebut dan menyimpannnya di dalam tas
“Ayo, aku akan mengantarkan kamu” Ajak Arka
Ayu menyuruh supirnya untuk pulang, karena dia akan ikut di mobil Arka.
“Arka, apa hari ini tidak ada pekerjaan ?” Tanya Ayu yang khawatir pekerjaan Arka jadi tidak terurus dengan baik
“Tidak, aku sudah menyerahkan semua pada asistenku” Jawab Arka tanpa menoleh kepada Ayu
Mereka pergi menggunakan mobil milik Arka, di persimpangan jalan mobil Arka di hadang oleh sekelompok orang.
Criiiciiit …
Arka menginjak tuas rem secara mendadak, beberapa orang turun dari mobil tersebut. salah satu dari mereka mengetuk pintu mobil.
“Buka pintunya”
“Sial, siapa mereka ?” Tanya Ayu merasa sangat kesal
“Aku rasa, mereka anak buah dari Jack Blue” Jawab Arka
“Siapa Jack Blue ?” Tanya Ayu merasa asing dengan nama itu
“Dia adalah seorang mafia yang telah menculik Elina” Jawab Arka
“Kok kamu tahu ?” Tanya Ayu
“Karena Elina pernah bercerita kepada aku” Jawab Arka
“Mereka pasti menyengka aku adalah Elina, dan ingin menangkapnya” Ujar Ayu
“Lalu kita harus bagaimana ? Mereka begitu banyak, aku tidak bisa melawannya” Tanya Arka
Meski pun Arka bisa bela diri dan juga mahir dalam mengunakan senjata, namun untuk melawan puluhan orang yang ada di depannya dia merasa mustahil bisa menang.
“Tenanglah, Arka sebentar lagi bala bantuan akan datang” Jawab Ayu
“Bantuan ?” Tanya Arka tidak paham
“Iya, kamu lihat di belakang” Jawab Ayu
Arka melongo saat melihat ke belakang, dia merasa lega saat lihat bodyguar Alvin yang turun dari mobil dengan snejata tajam di tangan mereka masing-masing.
“Buka pintunya atau aku tembak kalian” Sarkas Salah satu dari mereka, karena pintu yang tak kunjung di buka
Arka mengambil senjata, lalu membuka kaca mobil.
“Kamu mau apa ?” Tanya Arka
“Cepat turun dan ikut dengan kami, kalau tidak …”
“Kalau tidak apa ?” Tantang Ayu meski pun merasa takut
“Aku akan menghabisi kalian” Jawab Salah satu dari mereka sambil menodongkan senjata tajam
“Aku rasa jika kamu membunuhku, kamu juga tidak akan selamat. Bukankah Jack Bleu, menyuruhmu untuk menangkapku hidup-hidup ?” Ujar Ayu
“Sebaiknya kamu iku kami, jika tidak kami menghabisi temanmu ini” Ancam mereka beralih mengarahkan senjata api kepada Arka
DOR … DOR … DOR …
“Astaga, jantungku hampir keluar dari tempatnya” Seru Arka ketika pria tadi tersungkur karenak anak buah Alvin menembaknya
“Innalillahi, kita bawa mereka kerumah sakit kasihan mereka tertembak” Ujar Ayu merasa senam jantung setelah bergabung dengan keluarga itu
“Tidak usah, nanti malah kamu yang terjebak dengan mereka. Ingat kamu jangan peduli dengan orang kalau di sini, harus pilih-pilih ya” Ucap Arka
“Baiklah, kalau gitu ayo kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita” Ujar Ayu
“Tolong bawa mereka ke markas” Titah Arka kepada salah satu rekannya yang ada di sabungan telpon
“Kamu sedang menelpon siapa ?” tanya Ayu
“Salah satu bodyguard om Alvin, yang di beri tugas menjaga kamu” Jawab Arka
“Jadi kamu tahu nomor kontak mereka ?” Tanya Ayu
“Iya, karena dulu aku sering berkujung ke sana untuk bermain bersama Elina kan kita sabahat masa kecil” Jawab Arka