Sequel 'Daddy, I Love you!'
"Kalau hal yang paling Kak Juna suka apa?" Tanya Sahara
"Kamu"
"Ihh jangan itu jawabannya, tapi yang lain." Kata Sahara
Arjuna terlihat seperti sedang berfikir dan beberapa detiknya dia kembali menjawab.
"Senyum kamu"
Ya, bagi Arjuna segala hal tentang diri Sahara adalah hal yang paling dia sukai.
Sahara gadis kecilnya yang pada akhirnya berhasil dia miliki.
Sahara istri tercintanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wida Dwi Oktafiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17 : Arjuna dan Kevin
Saat hari sudah semakin gelap hujan masih belum berhenti sepenuhnya, tapi sudah mulai reda dan digantikan dengan rintik-rintik kecil. Beberapa orang yang sebelumnya berteduh bersama mereka juga sudah pergi karena menganggap hujan akan segera berhenti dan sekarang hanya tersisa Arjuna dan Sahara ditempat itu.
Sebenarnya Sahara sudah mengajak Arjuna untuk langsung kembali ke butik saja dari pada nanti hujannya kembali deras dan mereka tidak bisa pulang, tapi kekasihnya itu sangat keras kepala dan mengatakan untuk menunggu sampai hujan benar-benar reda. Rasanya sangat mengesalkan karena Sahara ingin cepat kembali sebelum malam datang karena sekarang sudah menunjukkan hampir pukul enam.
"Kak ayo kembali saja ke butik hujannya juga sudah tidak deras." Kata Sahara berusaha membujuknya sekali lagi
"Justru hujan yang begini Ra yang bisa bikin sakit." Kata Arjuna yang masih tetap pada pendiriannya
"Ish nanti keburu malam." Kata Sahara jengkel
"Yaudah kita pulang, tapi tutupin kepala kamu pakai jas aku." Kata Arjuna dengan wajah yang tidak rela
"Iya dari tadi aku kan sudah bilang begitu." Kata Sahara kesal
"Sini deketan." Kata Arjuna yang sama sekali tidak menghiraukan omelan kekasihnya
Membawa Sahara kedalam rangkulannya mereka mulai melangkahkan kaki meninggalkan tempat berteduh. Langkah kaki milik Arjuna sangat cepat dia juga turut membantu Sahara untuk menutupi kepala wanita itu agar tidak terkena rintik hujan yang sebenarnya hanya rintik-rintik kecil.
Dalam hati Sahara juga takut kalau Arjuna yang akan sakit karena pria itu hanya menggunakan kemeja putih dan kepalanya juga tidak tertutupi apapun.
"Kak jasnya pakai untuk nutupin kita berdua saja." Kata Sahara sambil mengangkat jas yang menutupi kepalanya
Tapi, Arjuna menahannya dan mengatakan bahwa Sahara bisa menggunakannya.
"Tidak perlu Ra kamu saja." Kata Arjuna yang tidak ingin menerima bantahan apapun
"Nanti Kakak sakit." Kata Sahara
"Tidak"
Menghela nafasnya pelan Sahara hanya menurut karena kekasihnya itu sangat tidak ingin dibantah. Ya, meskipun Sahara juga akui sih kalau dia memang mudah sakit, tapi kan tetap saja dia jadi tidak enak dengan Arjuna.
Sekitar dua menit akhirnya mereka sampai dan Arjuna langsung menghela nafasnya lega setelah berhasil membawa Sahara ke tempat yang tidak akan membuat wanitanya kedinginan. Saat sampai keduanya langsung menuju ruang kerja Sahara, beristirahat sejenak atau paling tidak menikmati secangkir teh terlebih dahulu sebelum pulang.
"Kak"
Baru saja akan membuka pintu Diandra memanggilnya dan membuat Sahara menghentikan pergerakannya lalu menoleh ke arah asistennya dengan alis bertaut.
"Ada tamu di ruangan Kakak." Kata Diandra membuat Sahara menatapnya dengan bingung
Tamu? Dijam segini?
"Perasaan aku tidak memiliki janji apapun." Kata Sahara
"Katanya dia teman Kakak." Kata Diandra membuat Sahara semakin bingung
"Yaudah kamu dan yang lain kalau mau pulang sudah boleh nanti biar aku yang tutup butiknya." Kata Sahara
"Baik Kak"
Setelah Diandra pergi Sahara membuka pintu ruang kerjanya dan masuk kedalam dengan diikuti Arjuna yang berjalan dibelakangnya. Namun, keduanya dibuat terkejut ketika melihat siapa yang sedang duduk di sana dan ketika orang itu mendongak lalu tersenyum Arjuna mengepalkan tangannya dengan kuat.
"Kevin"
Pria yang sebelumnya duduk itu kini berdiri dan menghampiri Sahara sambil tersenyum manis lalu mengatakan hal yang membuat Arjuna semakin merasa kesal.
"Kamu dari mana Ra? Aku nungguin kamu dari tadi." Kata Kevin
Tersenyum kecil Sahara menoleh ke arah Arjuna dan mengatakan bahwa dia habis pergi ke taman.
"Dari taman sama Kak Juna terus kejebak hujan, kamu ada perlu apa Vin? Ehh duduk dulu deh Kak Juna juga duduk dulu biar Ara bikinin teh sebentar." Kata Sahara sambil menyuruh keduanya untuk duduk
Setelah itu Sahara keluar dari ruang kerjanya untuk membuat teh tanpa tau jika di dalam sana ada perang dingin yang sedang berlangsung. Keduanya sangat tau siapa yang ada dihadapan masing-masing dan ketika melihat mata tajam milik Arjuna senyuman sinis Kevin terbentuk.
Sejak dulu Arjuna memang selalu menjadi musuhnya, dia juga sudah dengar kabar kalau pria itu dan Sahara sudah menjadi sepasang kekasih sekarang dan jujur saja itu membuatnya kecewa.
Padahal dia kembali untuk Sahara.
Bertahun-tahun di Belanda tadinya Kevin fikir dia akan bisa melupakan Sahara, tapi ternyata tidak wanita manja itu masih terus memenuhi fikirannya.
"Sudah lama ya? Gue kira kita bakal bertemu sebagai teman, tapi ternyata masih sama kayak dulu ya?" Kata Kevin yang tidak ditanggapi dengan Arjuna
Tatapan mata Arjuna begitu dingin, dia benci kehadiran Kevin karena jujur masih ada rasa takut di dalam hatinya kalau Sahara kembali jatuh cinta kepada pria itu. Ya, meskipun saat ini mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih tetap saja Arjuna takut.
Apalagi dia tau orang seperti apa Kevin.
Pria itu sangat manis dalam berkata-kata dan bisa dengan mudah membuat orang-orang terbuai akan ucapannya tanpa tau kalau sebenarnya Kevin adalah pria yang sangat brengsek.
Club malam, alkohol, dan gemerlap kehidupan malam adalah bagian dari dirinya.
Arjuna sangat faham dan tau tentang semuanya.
"Bolehkan kalau gue ganggu hubungan kalian?" Tanya Kevin sambil menunjukkan senyum sinisnya
Mengepalkan tangannya Arjuna benar-benar ingin melayangkan tinjunya sekarang, pria brengsek di hadapannya ini telah memancing emosinya. Namun, belum sempat mengatakan apapun Sahara sudah kembali dengan membawa teh hangat yang dibuatnya dan meletakkannya di atas meja.
"Nih minum dulu." Kata Sahara yang terlihat begitu santai padahal didekatnya dua pria itu saling melayangkan tatapan tajam
"Oh iya Kevin kamu kenapa kesini? Ada perlu sama aku ya?" Tanya Sahara
Tersenyum kecil Kevin menganggukkan kepalanya lalu menyerahkan selembar undangan yang dia bawa.
"Kayla mau tunangan dia suruh aku kasih ini ke kamu." Kata Kevin membuat senyuman Sahara terbentuk
Temannya itu akan segera bertunangan itu kabar yang sangat gembira.
"Selain itu aku juga mau ajakin kamu untuk datang bersama." Kata Kevin yang sama sekali tidak memperdulikan kehadiran Arjuna
"Aku? Tapi, kayaknya aku sama Kak Juna datangnya." Kata Sahara
Menarik sudut bibirnya Arjuna menatap Kevin dengan remeh, dia tidak akan membiarkan pria itu mendekati kekasihnya.
"Ahh iya aku lupa kalau sekarang kamu sudah punya pasangan." Kata Kevin sambil tertawa kecil meskipun dalam hati dia menggerutu tanpa henti
"Terus kamu kesini cuman mau kasih undangan ini ya? Padahal kalau aku tidak ada kamu bisa titipin ke Diandra, aku jadi tidak enak karena membuat kamu menunggu." Kata Sahara
"Tidak papa Ra tadinya aku mau sekalian ajakin ngobrol, tapi ternyata tidak bisa karena sudah hampir malam dan kamu juga harus pulang." Kata Kevin dengan lembut
Dalam hati Arjuna mengumpat kata-kata manis yang Kevin keluarkan, dia benar-benar pandai berakting. Lihat kan? Arjuna tidak akan membiarkan Sahara jatuh kedalam perangkap pria brengsek seperti Kevin.
"Emm kayaknya memang harus pulang sekarang deh keburu tambah gelap." Kata Sahara
Setelah menyelesaikan pembicaraan ketiganya keluar dari butik dan tidak lupa Sahara menutup butiknya terlebih dahulu. Memasuki mobilnya Sahara melambaikan tangan kepada keduanya lalu melajukan mobilnya dan segera pulang ke rumah.
Orang tuanya pasti akan mencarinya karena tadi Sahara bilang akan pulang lebih awal. Saat mobil yang dibawa Sahara sudah benar-benar menghilang kini tersisa Arjuna dan Kevin yang saling berhadapan, mereka masih belum pergi.
"Jangan pernah berani mengganggu hubungan gue sama Sahara atau lo akan menyesal!" Ancam Arjuna
"Gue selalu dapat apa yang gue mau Juna." Kata Kevin dengan seringaiannya
"Tapi, sayangnya tidak untuk yang satu ini karena gue gak akan biarin hal itu terjadi." Kata Arjuna dengan penuh penekanan
"Kenapa sih Jun? Padahal lo juga mau dijodohin kan? Untuk apa bertahan sama cewek manja kayak Sahara? Mau dimanfaatin atau jangan-jangan lo sama dia udah...."
Bugh
Kali ini Arjuna benar-benar sudah melayangkan pukulannya hingga membuat Kevin tersungkur dengan sudut bibir yang terluka.
"Berhenti bicara omong kosong! Gue bukan cowok brengsek kayak lo!" Kata Arjuna
Beruntung disekitar mereka tidak ada orang sama sekali sehingga tidak terjadi kehebohan.
"Jauh-jauh dari Sahara"
Setelah mengatakan hal itu Arjuna pergi meninggalkan Kevin yang mengusap sudut bibirnya sambil tertawa kecil.
Dia selalu mendapatkan apa yang dia mau dan Sahara juga salah satunya.
Dia tidak perduli orang lain akan mengatakan ini cinta atau obsesi karena yang Kevin tau dia hanya ingin memiliki Sahara. Memang Sahara itu wanita yang manja bahkan bukan sekali dua kali Kevin jengah dengan sikapnya, tapi tetap saja rasa ingin memiliki itu masih ada.
Entah karena dia mencintai Sahara atau karena sekedar popularitas dan reputasi belaka.
Tapi, yang jelas Kevin ingin Sahara berada disisinya.
¤¤¤¤
Lama yaaa😂
Maaf ya kalau kalian kurang suka ehee😅
Oh iya di part sebelumnya yang kata mengiul udah aku ganti jadi berteduh hehe😂
Pas aku baca ulang memang agak aneh sih jadinya aku ganti😄
Makasih yang sudah kasih tauuu😙
Suka bnget pokoknya Thorr😇
Semangat terus 💪