NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Namun segera saja rasa makanan tersebut mengubah pikiran jengkel Erlan, ini pertama kalinya dia mencicipi makanan yang sama rasanya dengan masakan mendiang sang mama, masakan ini begitu lezat seperti di buat oleh orang yang sama.

Mata Erlan berkaca-kaca setelah mengunyah makanan tersebut, seolah-olah melihat sang mama yang hadir kembali dan memasakkan makanan lezat tersebut.

Bukan nya Erlan tidak menyukai cumi, tetapi makanan tersebut adalah salah satu hidangan yang dulunya sering di masak sang mama, ia merasa kalau orang lain yang memasaknya tak mungkin sama rasanya, tetapi faktanya ini benar-benar enak, sama persis seperti yang di buat sang mama.

"Kak Erlan?" Aruna yang melihat itu kebingungan dengan ekspresi wajah Erlan.

"Kak," kata Aruna lagi sambil mengibas-ngibas tangan nya di hadapan Erlan.

"Ah ya, apa?" tanya nya ling lung.

"Kenapa melamun?" tanya Aruna lagi.

"Gak apa-apa, kok Lo bawel," ujar Erlan yang kemudian mengambil piring cumi tersebut dan menuangkan nya ke piring nya tanpa sisa sedikit pun.

"Loh, kak Rahan, kok di habisin sih? Aruna baru satu loh," ucap Aruna seketika hendak merebut makanan itu dari Erlan.

"Udah sih, Lo udah makan banyak gitu, nanti meledak tu perut," kata Erlan tak mempedulikan nya. Seperti seekor kucing dan anjing, mereka bahkan berkelahi di meja makan cuma gara-gara makanan.

 Sementara itu di sisi lain.

"Hana, tempat apa ini?" tanya mama Dinda kepada Hana yang saat ini mereka telah tiba di sebuah gedung yang begitu besar.

"Nyonya, ini adalah salah satu butik yang di beli oleh tuan Firman untuk nyonya, kita masih bisa memilih ada tiga tempat dan ini yang pertama," jwlas Hana tersenyum setelah menjelaskan hal itu.

"Apa? Tiga tempat? Semuanya sudah di beli?" tanya mama Dinda membulatkan matanya.

"Iya nyonya, tuan besar Firman ingin nyonya memilih yang mana yang mau di resmikan, atau mau tiga-tiga juga bisa, tuan besar bilang seperti itu," kata Hana lagi.

"Astaga, kenapa mas Firman tidak mendiskusikan terlebih dahulu kepada ku? Kenapa dia langsung membeli tiga sekaligus? Aku juga tidak meminta satu pun," kata mama Dinda seketika pusing.

"Sabar nyonya, tuan hanya berniat menyenangkan hati nyonya,"ucap Hana menahan tawa.

Baru kali ini Hana melihat ada seorang istri yang tidak suka di berikan hal-hal istimewa dari sang suami.

"Nyonya Dinda benar-benar menikahi tuan besar Firman karena cinta, dia bahkan sama seperti tidak menyukai kemewahan dan harta yang di miliki tuan besar Firman," batin Hana mengagumi nyonya baru nya itu.

"Hana, kita pulang saja, aku akan bicara nanti dengan suamiku kalau aku tidak butuh semua ini," ucap mama Dinda menarik tangan Hana untuk kembali ke mobil.

"Tidak bisa nyonya, kita harus masuk ke dalam untuk melihat-lihat, ayo lah jangan sungkan ayo pergi bersama ku untuk melihat-lihat di dalam sudah banyak yang menunggu," kata Hana memaksa mama Dinda untuk masuk ke dalam tempat tersebut.

Mau tidak mau mama Dinda pun akhirnya mengikuti Hana, dia yang tak bisa membuat orang lain kerepotan karena nya dengan berat hati menyetujui ajakan Hana. Mereka pun berjalan masuk ke dalam butik yang terlihat sangat luas itu.

 Sementara itu di sisi lain.

Terlihat saat ini Aruna yang sedang duduk di kamar nya, ia hendak mengerjakan tugas sekolah nya yang tadinya sempat belum dia kerjakan karena insiden di sekolah. Namun Aruna sedikit kaget, saat ia membuka buku tugas nya, semua tugas tersebut sudah selesai di kerjakan dengan sempurna tampa ada kesalahan sedikit pun.

"Loh kok? Kayaknya tadi gue belum ngerjain tugas nya sampe habis deh, apa mungkin? ..." Aruna mengigit bulpen yang dia pegang sambil memutar bola matanya memikirkan sesuatu.

"Gak mungkin kak Erlan yang ngerjain kan?" tanya Aruna seketika ingat kalau buku tersebut di ambil Erlan sebelum dia pergi untuk memesan makanan di kantin.

Hal ini membuat Aruna segera bangkit dari kursinya dan memutuskan untuk menuju kamar Erlan.

"Gak bisa, gue harus tanya ke kak Erlan," katanya sambil kemudian dia berjalan keluar dari kamar.

Tak butuh waktu dua menit akhirnya Aruna berdiri di depan kamar sang kakak tiri. Ia tiba-tiba ragu untuk mengetuk pintu kamar tersebut, ini pertama kalinya ia berdiri di depan pintu kamar tersebut.

"Ngapain juga gue ke sini ya? Em tapi gue penasaran kok bisa dia ngerjain ini cepet banget," Aruna mulai berfikir lagi.

Satu menit kemudian, ia pun akhirnya memutuskan mengetuk pintu kamar tersebut.

Tok ...

Tok ...

Tok ...

"Kak Erlan, Aruna boleh masuk?" ucap Aruna dengan suara yang sedikit tinggi.

"Ngapain," jawab suara dari dalam kamar.

"Itu ..." Aruna kembali terdiam tak tau apa yang harus dia jawab. Namun belum sempat dia menjawab pertanyaan Erlan, pintu kamar tersebut pun terbuka, terlihat Erlan yang saat itu hanya menguntungan handuk sepinggang. Ia baru saja keluar dari kamar mandi, terlihat air dari rambut nya yang masih menetes membasahi pundak nya.

Badan nya yang sispek membuat Aruna seketika melongo, sungguh sempurna untuk di katakan kepada laki-laki yang ada di depan mata nya saat ini.

"Ngapain Lo," kata Erlan yang buru-buru menutup kedua mata Aruna dengan telapak tangan nya.

"Aaaaa," kata Aruna berusaha membuka selah tangan Erlan dengan nakal, kembali mengintip dari celah-celah jari besar itu.

Erlan yang melihat kenalkan adik sambung nya itu segera melihat kiri kanan lorong tersebut dan kemudian menarik Aruna masuk ke kamar nya, tak hanya itu ia pun menutup pintu kamar tersebut dan menguncinya.

Tubuh Aruna terhempas ke sofa milik Erlan.

"Aw, sakit kak!," Kata Aruna sambil memegang pinggang nya.

"Siapa suruh Lo kayak gitu," kata Erlan dengan tatapan tajam.

"Enggak, emang kenapa salah ya? Kan kak Rahan kakak nya Aruna," ucap Aruna begitu polos dan menganggap kalau apa yang ia lihat tidak bermasalah karena mereka saudara.

"Ini anak beneran ngangep gue kakak nya apa emang bodoh?" batin Erlan sambil memperhatikan Aruna yang terduduk di sofa tepat di hadapan nya.

"Kak Erlan yang ngerjain tugas Aruna ya?" tanya Aruna dengan santainya.

Erlan melirik tangan Aruna yang terlihat memegang buku tersebut.

"Kalau iya kenapa? Tugas gitu doang ngerjain nya lama banget," kata Erlan yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Aruna dan menghampiri lemari pakaian nya.

"Gak nyangka, kak Rahan ternyata pinter banget, semuanya bener," kata Aruna terlihat bahagia.

"Udah selesai? Kalau udah, sebaiknya Lo keluar dari kamar gue, gue mau ganti baju, atau ... Gak mungkin kan Lo mau nontonin gue ganti baju?" kata Erlan sambil memegang baju yang tadinya ia ambil dari lemari pakaian.

Aruna yang mendengar itu seketika berusaha untuk menelan ludah nya, ia membayangkan hal yang tak mungkin itu dan kemudian berdiri dari duduknya.

****

1
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk nydr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
enk... otak busuk mu kn tau🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" nnt kk ny erlan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!