Seorang wanita yang berjuang hidup sendiri. di tengah padat penduduk real estate. Dengan perut yang mulai mbuncit.
Semua itu berawal dari kecerobohannya. Dia harus di usir oleh kedua orang tuanya karena hamil.
Di usia yang masih muda Adinda Dermawan harus hidup serba susah. Mencari ayah dari anak yang ada dalam perutnya.
mau tau kisah selanjutnya..?
yukk.. ikuti kisahnya.
⚠️⚠️ Cerita ini mengandung keHALUan akud
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva'$live, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kedekatan Alex dan Papa Dinda
"Tapii bagaimana dengan Arsha bun? " tanya Dinda.
Arshavina adalah putri Dinda yaang saat ini berusia 8 bulan.
Setelah di usir dari kampung Bu Sumi. Dinda di bawa oleh seorang lelaki penjaga tempat ibadah ke panti asuhan. di sana hidup Dinda malah jauh lebih baik. Dinda bisa melanjutkan pendidikan terakhirnya .
💕 Flashback off💕
Sangking lelahnya Dinda pun terjatuh pas di tempat dirinya cuci muka
Brughh...
Seorang pria yang baru masuk ke halaman tempat ibadah menoleh. dan melihat Dinda sudah tergeletak di antara batas suci.
"Pak.. tolongin ini. ada yang jatuh." teriak pak Ahmad. pemimpin di tempat ibadah sini.
Semua yang ada di dalam pun keluar. ada beberapa wanita yang sudah lansia memberi pertolongan. Ada yang langsung mencarikan teh hangat dan baju ganti.
punggung leher Dinda di olesi minyak kayu putih. dan hidung juga. tak berapa lama Dinda pun sadar. Nenek tua yang ada di samping nya tersenyum pada Dinda.
"Sayaa... saya di mana? " tanya Dinda saat melihat di sekelilingnya banyak wanita dengan mukenah
"Kau ada di tempat ibadah nak. tadi kamu pingsan. " jawab seorang nenek
"Pingsan...? " tanya nya.
"Ini di minum nak." titah seorang wanita yang lain.
"Kau ini asalnya dari mana.. hamil begini kok keluar malam malam sendiri lagi." tanya seorang nenek
"Sayaa.. sayaa.. hikkzzz..." rasanya berat sekali beban yang harus Dinda pikul. tak mampu lagi untuk menceritakan yang sesungguhnya. Dinda hanya menunduk malu, kecewa, benci, dan semua nya Dinda rasakan.
Seorang nenek pun langsung memberi pelukan hangat untuk Dinda. "Sabar nak.. nenek tau apa yang kamu rasakan. nenek pernah di posisi sepertimu." ucapnya sembari mengelus punggung Dinda.
Dinda menoleh ke arah nenek tua itu. lalu Dinda pun memeluknya. Dinda semakin tergugu dalam tangisnya..
"Jangan menyerah nak.. perjalananmu masih sangat panjang, kau harus membesarkan anak ini dan mendidik juga merawatnya. " ucap sang nenek.
Semakin dapat dukungan dan semangat dari orang lain. semakin Dinda menangis.. menangisi keadaan ini. seharusnya yang menguatkan dirinya adalah kedua orang tuanya.
Setelah agak siang. Dinda di antar penjaga masjid ke panti asuhan. Disana Dinda pun diserahkan pada ibu Halimah pengurus yayasan panti.
Di panti, Dinda mendapat kasih sayang dari ibu Halimah. sampai Dinda melahirkan pun, bu Halimah yang mengurus semuanya. dengan di bantu Neni. Neni adalah anak tertua di panti. Usia Neni sekitar 20 tahun. sedangkan Dinda saat ini berusia 17th itu pun masih belum genap.
💕 Flashback On 💕
"Arsha di panti sama bunda, juga ada kak Neni dan adek adekmu. jangan hawatir tentang Arsha ya sayang. di sini banyak yang menjaga. fokusmu adalah belajar. mumpung ada kesempatan. " jawabnya
Jujur Dinda tidak ingin jauh dari babynya yang menggemaskan. Selama paska persalinan Dinda lah yang selalu mengurus Arsha. karena ibu panti banyak urusan di luar. dan di bantu Neni sang kakak. walau bukan kakak kandung Namun Neni sangat menyayangi Dinda dan juga Arsha dan pada adek adek yang lainnya.
Wawaa... celoteh Arsha yang masih dalam gendongan Wenni. Wenni juga anak panti. usianya tidak jauh dari Dinda.
"Iya Din.. ambillah kesempatan itu. tetap semangat demi Arsha.. " ucap Neni memberi semangat untuk Dinda.
"Terimakasih bundaa.. terimakasih kak Nen. Terimakasih untuk semua yang sudah kalian berikan pada Dinda dan Arsha" ucap Dinda pada keluarga barunya. Mereka saling menguatkan satu sama lain.
...***...
"Tuan.. gadis itu sekolah di SMA Dewantara Tuan." ucap Ghani anak buah Alex yang lain.
"Apaaa?? bagaimana keadaanya? " tanya Alex. Senang namun juga kecewa. kecewa setelah 15 bulan baru dapat berita baiknya.
"Tapi maaf Tuan. gadis itu sudah tidak pernah masuk lagi. dan sudah hampir 16 bulan Tuan.", jawab Ghani
Braaakkkk... " Bodohhh... kau memberi kabar yang tidak penting seperti ini?? " teriak Al
"Maaf Tuan.. " ucap Ghani ketakutan.
"Cari tau sekarang di mana dia tinggal. dan latar belakang keluarganya." titah Alex.
Alex pun yakin jika Dinda bukan gadis biasa. SMA Dewantara adalah sekolah vaforit. dan sekolahan orang orang kaya saja.
'16 bulan menghilang. dan orang tuanya tidak mencabut Dinda dari sekolahan itu. ada yang tidak beres' gumam Alex
Dertttt
Derrttt
Derrttt.
ponsel Alex kembali berdering. dan terlihat di layarnya jika sang mama yang memanggil.
Alex jengah dengan mamanya, dan enggan mengangkat. sudah bisa di tebak jika panggilan itu hanya untuk Sandra.
'Ujung ujungnya Jamput Sandra nak. Sandra sedang fi bandara.' begitulah sangat mama jika menghubunginya.
Tok tok..
"Masuk." titah Alex
"Boss.. ada pak Darmawan." ucap sekertaris nya
"Ok.. suruh masuk Fan.. " jawabnya
"Silahkanpak. pak Darmawan di persilahkan masuk." ucap Fani
Darmawan segera masuk.
"Pak Darmawan.. silahkan duduk. suatu kebahagiaan untuk kami bisa kedatangan bapak. masih muda dan sukses." puji Alex pada Darmawan
"Hahaha.. pak Alex bisa saja. apa nggak terbalik. pak Alex lah yang masih muda dan sukses tinggal menunggu tagl undangannya." jawab Pak Darmawan
"Haha.. bisa saja." sahut Alex
Mereka pun segera duduk di sofa dan membahas awal kerja samanya .
Setelah pembahasan begitu rinci dan penuh ketelitian, tidak terasa jika waktu makan siang pun telah tiba.
Dan Alex segera memesan makanan kesukaan yang baru baru ini.
Alex memesan Sup Iga dan Pudding Coklat beserta Stiek Daging.
"Wah.. banyak juga makanan kesukaan pak Alex. persis seperti menu kesukaan putri saya." ucap Darmawan.
Alex hanya tersenyum. "tidak tau pak. dulunya saya sangat tidak menyukai semua makanan itu. tapi sekarang malah justru saya sangat menyukainya." jawabnya
Derrttt...
Derrttt..
ponsel Darmawan berdering tertera di layarnya.
'Orang rumah'
pak Darmawan segera izin untuk mengangkat telponnya
"Hallo bik.. ada apaa? " tanya Darmawan
"Baik.. baik.. saya segera pulang." jawabnya "Dan cepat hubungi nomer dokter Hafiz yang sudah nomernya di samping telpon. " tambahnya
"Pak Alex.. saya mohon maaf tidak bisa menemani makan siang bapak. Istri saya kembali pingsan. dan di rumah cuma ada bibik yang membantu kami." pamit Darmawan.
"Oohh.. Iiya pak silahkan." ucap Alex
Darmawan segera pergi dari kantor Alex. tujuan pulang kerumah. ingin segera melihat keadaan istrinya
30 menit kemudian
Darmawan sudah sampai di kediamannya. dan segera menuju kamar nya.
"Bik.. bagaimana? " tanya Pak Darmawan.
"Anu Tuan.. itu saya sudah memanggil dokter yang sudah Tuan bilang tadi" jawabnya
"Baik bik.. Ya sudahh.. Nanti kalo dokter nya sudah datang. suruh langsung masuk saja." pesannya. yang di angguki oleh bik Ning.
Pak Darmawan langsung melangkah menuju kamar sang istri..
"p.. p.. pa. " panggil Mutiara yang tidak jelas.
"Mamaa.. kenapa mama bisa beginii? " tanya suaminya.
"Uhh.. aahh.. amm.. hitzz. " ucap Mutiara yang jadi tidak jelas
"Pak.. dokter nya sudah datang." ucap Bik Ning
"Ohh iyaa. " jawab Pak Darmawan. dan langsung mempersilahkan dokternya untuk memeriksa sang istri
"istri saya kenapa dok.. suaranya tidak jelas.." ucap Pak Darmawan.
...Bersambung...
kok arsha ga ada crt nya lg sekolah