NovelToon NovelToon
Setelah Kita Berpisah

Setelah Kita Berpisah

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Kebangkitan pecundang / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Ariel tak menyangka pernikahannya dengan Luna, wanita yang sangat dicintainya, hanya seumur jagung.

Segalanya berubah kala Luna mengetahui bahwa adiknya dipersunting oleh pria kaya raya. Sejak saat itu ia menjelma menjadi sosok yang penuh tuntutan, abai pada kemampuan Ariel.

Rasa iri dengki dan tak mau tersaingi seolah membutakan hati Luna. Ariel lelah, cinta terkikis oleh materialisme. Rumah tangga yang diimpikan retak, tergerus ambisi Luna.

Mampukah Ariel bertahan ataukah perpisahan menjadi jalan terbaik bagi mereka?

Ikuti kisah mereka hanya di sini;👇

"Setelah Kita Berpisah" karya Moms TZ bukan yang lain.

WARNING!!!
cerita ini buat yang mau-mau aja ya, gaes.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23# Sidang pertama

Sepulang kantor, Ariel tidak pergi ke ruko D'Style. Dia sengaja melakukannya karena ingin fokus pada masalah pribadinya. Sesampainya di rumah dia begitu terkejut melihat kedua orangtuanya telah duduk di bangku teras menunggunya.

Ariel segera turun dari mobil, lalu berlari dan berlutut di depan ibunya dengan memeluk kakinya erat. Ariel meluapkan perasaannya, kesedihan dan penyesalannya.

"Sudah-sudah, jangan cengeng!" Bu Endang berkata sambil mengusap rambut Ariel dengan sayang. "Sekarang ceritakan semuanya pada ibu. Biar ibu tahu seberapa parah kelakuan wanita itu."

Ariel mengangkat wajahnya, menatap ibunya dengan mata sembab. Dia mulai menceritakan semua masalahnya dengan Luna, tentang kecemburuannya yang berlebihan, sampai pada gugatan cerai yang diajukan.

Setelah Ariel selesai bercerita, Bu Endang langsung menyela dengan semangat, "Bagus, akhirnya kamu sadar juga. Sudah ibu bilang, Luna itu tidak baik untukmu, tapi kamu ngeyel! Lebih baik segera tandatangani surat gugatan itu, jangan menundanya lagi!"

Pak Herman hanya diam mendengarkan, sesekali menghela napas panjang, lalu angkat bicara. "Ariel, ini memang berat. Tapi, Ayah percaya kamu bisa membuat keputusan yang terbaik."

Sang ibu kemudian menggenggam tangan Ariel erat. "Benar, dengarkan ibu ya, Riel. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Jangan sia-siakan hidupmu dengan orang yang tidak menghargaimu. Ibu akan selalu mendukungmu, apapun yang terjadi."

Ariel mengangguk, merasa lega mendengar dukungan ibunya. Selama ini, dia selalu merasa bersalah karena tidak mendengarkan nasehat ibunya. Sekarang, dia lebih bersemangat karena tidak merasa sendirian lagi.

"Terima kasih, Yah, Bu," ucap Ariel dengan senyum kecil. "Aku akan mengurus semuanya dan akan membuktikan pada Luna bahwa aku bisa bahagia tanpa dia."

*

*

*

Sebulan setelah Ariel menandatangani surat persetujuan atas gugatan cerai, sidang pertama perceraiannya dengan Luna pun digelar. Ariel menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan diri. Meskipun dia sudah bisa menerima kenyataan dan siap untuk berpisah, tetap saja ada perasaan aneh yang menghantuinya.

Ariel bersama pengacaranya-Pak Fathan, memasuki ruang persidangan. Di dalam, rupanya Luna sudah duduk dengan Bu Sandra, pengacaranya. Luna tampak tenang, bahkan nyaris tanpa ekspresi. Ariel berusaha tidak memandangnya, fokus pada meja hakim di depannya. Suasana tegang dan canggung terasa begitu kental.

Sidang dimulai. Bu Sandra, menyampaikan beberapa alasan Luna menggugat cerai. Ariel mendengarkan dengan tenang, sesekali mencatat hal-hal penting. Dia sudah menyiapkan semua jawaban dan bukti untuk membantah semua tuduhan tersebut.

Giliran Pak Fathan yang menyampaikan tanggapan. Dia membantah beberapa klaim Luna dan menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi dalam pernikahan mereka dari sudut pandang Ariel.

Setelah mendengarkan kedua belah pihak, hakim memutuskan untuk menunda sidang dan meminta kedua belah pihak untuk melakukan mediasi. Namun, baik Ariel maupun Luna menolak mediasi karena keduanya telah sama-sama mantap untuk bercerai dan merasa tidak ada lagi yang bisa diperbaiki.

"Yang Mulia, dengan hormat, saya menolak mediasi. Keputusan saya untuk bercerai sudah bulat," ujar Luna dengan suara yang jelas dan tegas. Ariel mengangguk membenarkan.

"Saya juga menolak mediasi, Yang Mulia. Saya rasa, mediasi hanya akan membuang waktu saja," timpal Ariel dengan nada dingin.

Hakim menghela napas. "Baiklah, jika itu keputusan kalian berdua. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda pembuktian dan saksi-saksi."

Setelah sidang ditutup, Ariel dan Luna keluar dari ruang sidang. Suasana di antara mereka terasa begitu dingin dan canggung.

Luna berlalu tanpa sepatah kata pun, hanya menatap sekilas ke arah Ariel dengan tatapan dingin sebelum akhirnya pergi bersama pengacaranya.

Demikian halnya dengan Ariel, dia tidak membalas tatapan Luna. Bahkan dia tidak menoleh sama sekali. Dia merasa tidak perlu berbasa-basi atau mengucapkan apapun. Mereka berdua sudah berada di pihak yang berseberangan.

Ariel segera meninggalkan gedung pengadilan setelah berpamitan dengan pengacaranya. Dia merasa lega karena proses persidangan berjalan lancar. Dia juga berharap, perceraian ini cepat selesai dan dia bisa melanjutkan hidupnya dengan tenang.

Di sisi lain, Luna juga merasa lega. Meskipun ada sedikit perasaan tidak nyaman, tetapi ia yakin bahwa keputusannya sudah tepat. Dia hanya berharap Ariel tidak akan mempersulitnya di persidangan selanjutnya.

*

Sesampai di rumah, Ariel langsung dicecar pertanyaan oleh sang ibu. "Bagaimana persidangannya? Luna tidak mempersulitmu, kan? Dia tidak minta yang aneh-aneh, kan?"

"Satu-satu kalau bertanya dong, Bu," celetuk Pak Herman.

"Ariel kan, baru saja sampai. Biarkan dia duduk, kalau perlu ambilkan dia minuman, bukannya langsung dicecar pertanyaan," sambungnya sambil menggelengkan kepala.

Bu Endang baru saja akan melangkah masuk ke dapur, tetapi Ariel segera menahannya. "Tidak usah, Bu. Nanti aku bisa ambil sendiri kalau haus."

"Ibu duduk saja di sini, biar kita bisa ngobrol sama-sama," kata Ariel, lantas membimbing sang ibu untuk duduk di kursi yang ada di sampingnya.

"Bagaimana tadi jalannya sidang?" tanya ulang Bu Endang.

"Sidang ditunda minggu depan untuk agenda pembacaan putusan. Tadinya hakim bilang suruh mediasi, tapi aku dan Luna sudah sepakat untuk bercerai jadi nggak ada mediasi," jawab Ariel.

"Bagus, deh. Dengan begitu kamu bisa terlepas dari wanita itu," sambar Bu Endang dengan cepat.

"Semoga saja dia tidak meminta harta gono-gini dari kamu, Riel. Tapi ibu yakin dia pasti akan minta itu darimu," ucapnya dengan nada khawatir.

Baik Ariel maupun Pak Herman serentak menoleh ke arah Bu Endang dengan ekspresi terkejut.

*

Sementara itu, di ruko D'Style, Dian tampak serius menatap layar laptopnya memeriksa laporan pengeluaran barang. Sejak kasus video itu dan Ariel memutuskan bercerai dengan Luna, Dian meminta agar Ariel fokus pada masalahnya dan ia yang menghandle semua pekerjaan yang beberapa waktu lalu dipegang oleh Ariel.

Ia bahkan sudah meminta bantuan sepupunya untuk mem-backup semua berita tentang mereka di media sosial. Dian menguap seraya mengangkat wajahnya ke atas dengan memejamkan mata. Namun, tiba-tiba ia merasa terkejut bukan main ketika pipinya merasakan panas. Ia segera menepisnya sambil membuka mata.

Untung seseorang yang memegang cup kopi itu dengan gesit langsung menarik tangannya sehingga kopi tersebut tidak tumpah.

"Ariel...? Kok, kamu ada di sini?" tanya Dian sambil menatap Ariel tak berkedip.

"Hummm, aku baru saja datang," jawab Ariel.

"Nih, kopi buat kamu biar nggak ngantuk." Ariel lantas menyerahkan cup berisi kopi itu pada Dian.

"Makasih. Wah...kamu baik banget deh, Mas Bro," kata Dian bercanda dan Ariel tersenyum menanggapinya.

"Sudah sana, kamu istirahat dulu. Biar aku yang handle, kamu pasti capek." Ariel langsung duduk di kursi bekas Dian setelah wanita itu menyingkir dan duduk di bangku bulat.

Sayangnya semua interaksi Ariel dan Dian itu tertangkap mata seseorang yang menatapnya dengan pandangan penuh rasa cemburu dan amarah membara.

1
Alif
ya jelas lah, kah dapuranmu koyo ngunu wong wedok gk pandai bersyukur
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia
huh hahh...
akhirnya... plong.
selamat, bestie. yuk gas karya baru.
semoga mengikut jejak Daren
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin, tengkyu semangat dan doanya/Kiss/
total 1 replies
ora
Bagus dan sangat banyak emosinya membaca ini🤭😌

Luna definisi wanita tidak tahu cara bersyukur. Di beri suami baik dan bertanggung jawab, bahkan finansial mereka bisa di bilang stabil. Namun, rumah tangga yang sebenarnya adem ayem harus berantakan, karena tuntutan yang nggak pernah ada habisnya.

Walau bab nya sedikit, tapi cukup puas karena pada akhirnya yang jahat tetap mendapat hukumannya.

Semangat selalu untuk Ibu. Semoga cerita satunya bisa panjang. Semangat dan sukses selalu💪❤❤❤🥰
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: makasih bintang 5 nya, makasih juga suportnya /Kiss/🫶🫰
total 1 replies
Patrick Khan
trimakasih ceritanya bu..q tunggu karya br nya😍😍😍
Patrick Khan: hehehe..iya ya..kirain ada lagi
total 2 replies
Patrick Khan
orang tua luna agak lain ternyata anak nya salah masih aja di elem ..
.apa dengan begitu luna tobat gk ya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: gak tahu, mungkin tobat kali🤭
total 1 replies
Sunaryati
Terimakasih
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kembali, 🫰🫶
total 1 replies
Sunaryati
Semoga penjara membuat sadar dan jera untuk berbuat salah
ora
Semangat selalu untuk cerita satunya ibu💪💪
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tengkyu🫰🫶
total 1 replies
ora
Udah tamat aja.
Padahal Ariel nya masih jadi duda😭😁
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya gak papa, gak harus semua cerita hapy ending🤭
total 1 replies
Kasih Bonda
cepat sekali tamatnya
Kasih Bonda
next Thor semangat
Aditya hp/ bunda Lia
weeh, ... tamat yah kirain masih lanjut dengan kisah cinta Ariel dan Dian ... 🤭
tapi Ariel dan Dian emang cuma partner kerja kan yah ... makasih Moms kita fokus ke Darrel dan anak kembarnya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 💪💪💪💪💪
total 3 replies
Nar Sih
kok udah end momz ,😭pdhl blm puas bca nya ,tpi ending yg bagus 👍💪🥰momz
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dipaksakan tamat🤭
total 1 replies
Esther Lestari
lho sudah tamat.
aku pikir akan ada cerita Ariel dan Dian menemukan pasangan hidup atau malah mereka berdua jadi pasangan
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sudah gak ada ide lagi, ini pun dipaksakan jd ditamatkan saja, sudah garing🤭
total 1 replies
Darmawansah
terima kasih atas ksryamu ini thor ...wassalam 🙏🙏🙏
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih udah mau baca cerita abal abal ini🫰
total 1 replies
Darmawansah
tapi jujur thor klu babnya yang di lihat karyamu pendek.tpi klu dibaca setiap bab agak panjang
Darmawansah
yang aku tunggu itu ariel dan Dian memiliki pasangan masing2
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kelamaan, ibu mau fokus sm cerita darrel nancy
total 1 replies
Darmawansah
aduh...kenapa cepat sekali tamat..👍👍👍
harusnya Luna tau klu Ariel dan Dian tdk ada hubungan selain partner kerja.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: kenapa dilama lamain, wong cuma dpt hikmahnya doang ini, pembaca dikit, retensipun ambyar, boro boro dpt bonus🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 🤲🤲🤲
total 5 replies
〈⎳ FT. Zira
eeehhh... tamat ... ciyussss😳😳😳
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: apaan itu?
total 9 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!