Semua orang terkejut saat bos besar mereka muncul dengan menggandeng seorang wanita muda. Karyawan pria terpesona karena lekuk tubuh dan aset besar yang terpampang itu, sementara karyawan wanita merasa cemburu pada sosok yang berjalan bersama atasan mereka.
"Turunkan pandangan kalian!" desis Vino dengan nada dingin. Banyak yang berbisik-bisik tentang Sea menyebutnya sebagai perayu ulung. Mendengar itu, David merasa darahnya mendidih. Ia berhenti, berputar, dan menatap tajam mereka yang berani menggunjing istrinya.
"Berani-beraninya kalian menyebut istriku penggoda!Kalian ingin mencari masalah, ya?"
Semua orang kaget saat tahu bahwa wanita yang mereka bicarakan ternyata adalah istri dari atasan mereka.
"A-ampun, Tuan. Kami tidak tahu kalau Nyonya adalah istri Anda!" kata salah satu dari mereka dengan nada takut.
David mendengus kesal. Wajahnya menjadi lebih lembut saat merasakan usapan halus di tangannya.
"Jangan emosi, sayang. Nanti mereka bisa ketakutan," bisik Sea den
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atik's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
30
Laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya dan memilih untuk segera pergi ke kantor daripada selalu memikirkan istrinya. Dia pergi begitu saja tanpa berniat menunggu istrinya membawakan baju untuknya.
Sementara Sea hanya membuang nafasnya kasar saat mendengar suara mobil David yang sudah menjauh. Dia langsung mengambil ponselnya dan memesan ojek online melalui aplikasi agar ia tidak telat datang ke kantor.
"Lucu sekali hidupku ini, mulai mencintai lelaki yang dulu juga mencintaiku. Tapi sekarang tidak pernah menghargai perasaanku." Batin Sea sambil berjalan menuruni anak tangga.
Dia berjalan cantik dengan bag paper ditangannya. Tentu saja dia menertawakan dirinya sendiri sampai satpam dirumah itu heran melihat tingkah Sea yang tidak seperti biasanya.
"Mbak, perlu saya antar kedepan?" Tanya satpam.
"Tidak perlu Pak, saya sudah memesan ojek online." Tolak Sea halus.
Tak lama kemudian ojek online pesanannya pun datang dan dia langsung berpamitan pada satpam dirumahnya.
Tak butuh waktu lama dia sudah sampai di kantor David dimana dia bekerja sebagai asisten pribadi suaminya itu. Bahkan kedatangannya bersamaan dengan mobil David yang memasuki perusahaan.
Sea melewati mobil suaminya begitu saja tanpa menyapa. Dia hanya menganggukkan kepalanya pelan pada satpam yang menyambutnya. Barulah ketika berpapasan dengan Hardi, dia mengulum senyuman pada laki-laki itu.
"Baru datang Sea?" Sapa Arda.
"Iya Mas, aku ke atas duluan ya." Pamit Sea dengan senyuman ramahnya.
"Oke, aku menunggu David dulu."
Wanita cantik itu hanya tersenyum menanggapi sapaan dari orang-orang yang dikenalinya.
"Sea, tunggu!" Teriak Erna dari kejauhan dan berlari kecil mengejar langkah kaki Sea.
"Nggak usah lari Er!" Tegur Sea yang menghentikan langkahnya.
"Kamu sudah tahu belum kalau posisi kamu akan digantikan oleh anak baru? Katanya hari ini orangnya akan mulai bekerja. Jadi selamanya kamu akan menjadi asistennya Pak David." Beber Erna.
"Tidak papa, mungkin aku harus mencari pekerjaan lain lagi."
"Buat apa cari kerja lain? Kalau kamu lelah bekerja, lebih baik kamu dirumah saja mengurus anak dan suami."
"Maunya sih gitu, tapi mungkin nanti setelah aku bertemu dengan jodoh yang tepat." Batin Sea.
Mereka berdua langsung masuk lift karena pintu sudah terbuka. Mereka merasa heran kenapa karyawan yang lain tidak ikut masuk. Namun saat mereka membalikkan badan ternyata David, Arda dan gadis cantik itu juga sudah berada dalam satu ruang lift bersama mereka.
Sea hanya tersenyum kaku melihat kedekatan wanita itu dengan suaminya. Dia pun berusaha untuk mengalihkan perhatiannya dengan melihat ke arah lain. Sampai akhirnya David mulai bicara padanya.
"Sea, hari ini kamu ajari Dina bekerja diposisimu yang dulu. Dia yang akan menggantikan posisimu di divisi keuangan." Perintah David.
"Baik Pak " sahut Sea datar.
"Kamu harus mengajarinya sampai dia benar-benar paham!"
"Baik Pak."
"Kamu tidak boleh mengerjainnya karena dia anak baru atau karena kamu mempunyai dendam pribadi!"
"Baik Pak."
"Kamu harus,,," David tidak melanjutkan ucapannya saat Arda memotongnya.
"Sudahlah David, kamu tidak perlu berlebihan. Sea pasti tahu dengan apa yang akan dia lakukan. Kamu tidak perlu memberitahunya sedetail itu!"
"Iya David, kamu tidak perlu khawatir. Aku akan bekerja dengan baik dan maksimal." Sambung Dina.
David langsung terdiam, dia hanya menatan lekat Sea
***
Langkah kaki David begitu tergesa-gesa, dia ingin segera sampai di ruangannya. Sementara Arda dan Dina dia suruh agar langsung ke ruangan tempat Dina bekerja. David yakin bahwa Sea sedang berada di ruangannya. Benar saja dugaannya, saat dia akan masuk kebetulan dia berpapasan dengan Sea yang akan keluar dari ruangan David.
"Permisi Pak, baju yang anda minta sudah saya siapkan di kamar pribadi anda." Ucap Sea saat David berdiri tepat di depan daun pintu.
Laki-laki itu tidak menjawab, dia hanya menatap lekat istrinya yang tidak mau menatapnya. Perlahan lelaki itu mendekati istrinya, saat sudah berada di depan istrinya pria itu mengangkat dagu sang istri agar menatapnya.
"Lihat lawan bicara kamu, kenapa kamu selalu menundukkan kepalamu saat sedang bicara denganku? Apakah aku terlihat sangat menyeramkan?"
"Tidak Pak, Saya hanya harus sadar diri, dimana diri saya sekarang. Lagian ini adalah kantor jadi saya harus bersikap profesional." Jawab Sea.
"Kamu memang sangat menyeramkan David, hanya dalam beberapa bulan kamu berubah menjadi pria antagonis," batin Sea.
"Apa aku pernah menyuruhmu untuk bersikap formal meskipun tidak di depan orang lain?"
"Tidak Pak, Anda sangat tahu bagaimana harus memisahkan urusan pribadi dan pekerjaan." Sindir Sea.
"Kamu menyindir aku?"
"Tidak Pak, mana berani saya nyindir bapak." Jawab Sea sambil memalingkan tatapannya dari pandangan David.
"Lihat aku Sea, hentikan kegilaanmu bersikap seperti ini! Aku tidak suka kamu menganggap aku seperti orang asing, aku ini suami kamu."sentak David.
"Lalu aku harus bersikap seperti apa kak? Apa aku harus bersikap layaknya seorang istri di depan orang lain, tapi kamu sendiri tidak mengharapkan kehadiranku? Aku cukup tahu batasan dengan tidak bersikap manja dan selalu menempel kepadamu saat kita sedang ada di kantor. Aku pikir memang seharusnya kita seperti itu. Aku sadar diri aku ini siapa, dan dari kalangan mana. Aku memang tidak pantas hidup berdampingan deng....," Sea tidak meneruskan ucapannya karena mulutnya langsung dibungkam oleh mulut suaminya.
Entah kenapa David merasa tidak suka dengan apa yang Sea katakan. Dia terus mengeksplor seisi rongga mulut Sea, sampai akhirnya terdengar suara pintu ada yang mengetuk barulah David melepaskannya.
"Kamu terlalu banyak bicara, aku tidak suka mendengarnya." Ucap David dengan nafas yang masih memburu.
Dia selalu tidak bisa mengontrol emosi tubuhnya saat sudah mulai menikmati candunya. Untung saja ada orang yang datang ke ruangannya sehingga mereka tidak berakhir di tempat tidur.
"Masuk!" Perintah David.
Melihat Arda menyembulkan kepalanya dengan senyuman yang menggoda, Arda yakin telah terjadi sesuatu di ruangan itu sampai-sampai pintunya dikunci padahal hari masih pagi.
"Maaf kalau aku ganggu kalian, aku hanya ingin memberikan berkas meeting untuk nanti jam sepuluh, selain itu Dina juga sudah siap ditempatnya." Ucap Arda.
"Baik Mas, kalau begitu saya pamit pak David."
"Sea, tunggu! Kamu melupakan sesuatu." Teriak David.
"Maaf, melupakan apa?" Tanya Sea.
"Kemari lah! Lakukan apa yang seharusnya seorang istri lakukan!" Perintah David sambil mengulurkan tangannya.
Awalnya memang Sea merasa heran dengan maksud David, tapi sejurus kemudian dia mengerti kalau David ingin dia mencium tangannya. Sea pun melakukan apa yang sudah dikatakan oleh suaminya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Jadilah istri yang baik, kunci masuk surga adalah pada ridho suamimu." Ucap David. Dia tersenyum dalam hati melihat ekspresi kaget Sea. Dia tiba-tiba menemukan kata itu saat tadi tanpa sengaja dia mendengar di parkiran saat salah seorang karyawannya sedang diantar suaminya.
Sea terkejut dengan apa yang barusan dikatakan oleh David.
karna cerita anda sama dengan orang lain yg judulnya istri kecil sang pewaris cuma yg beda cm nama tokohnya...klu gak percaya cb cek dia udah ada bab 2 hargailah karya orang tor ...
jangan asal ketik kasihan orang yg udah mikir2 eh gak tau udah d jiplak