Alvin yang memiliki profesi sebagai seorang dokter di jodohkan oleh orang tuanya dengan seorang gadis yang masih menduduki bangku SMA.
gadis itu bernama Zea. Zea memiliki sifat yang sangat polos, bahkan teramat polos.
sedangkan Alvin yang memiliki sifat dingin, dan sangat cuek
lambat laun, cinta tumbuh di antara mereka. akan kah keduanya tetap bersama? atau akan pisah?
kepo dengan kisahnya? tetap disini, dan ikuti ceritanya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizki Nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab : 17 cemburu
"Mari saya antar!" Tawar Alvin
"Gak, mau! Zea naik taxi aja".
Kebetulan taxi lewat, dan Zea segera naik
"Kenapa sih bocil itu?" Batin Alvin
Di sepanjang perjalanan pulang, Zea tak henti-hentinya mengomel.
"Is! Benci banget deh Zea liat Om suami! Apa salahnya coba kalo ceritain aja kalo Zea itu istrinya, apa susahnya sih?" Gerutunya
"Aaa! Pasti Om suami itu gak mau ngakuin Zea sebagai istrinya, supaya Om suami bisa selingkuh di belakang Zea". Pikirnya
Zea termenung sesaat. Ia berfikir yang bukan-bukan tentang suaminya itu
"Waduh! Pasti Om suami lagi enak-enakan nih makan siang bareng. Gak bisa Zea biarain nih!" Gumam nya
"Pak! Puter balik ke tempat tadi yah pak!" Ucap Zea pada supir Taxi
"Baik, mbak!" Sahut sang supir taxi
Dada Zea bergemuruh. Ia sangat tak rela jika Dokter Alvin benar-benar makan bersama dengan dokter ganjen itu tadi
Liat aja ya, awas kalo sampe bener!" Ancamnya dalam hati
Setelah sampai di rumah sakit, Zea langsung masuk dan menuju kantin
Dan benar saja, Alvin sedang makan siang bersama dokter tadi
"Ih! Bener kan! Sebel deh, Zea!" Batinnya
Zea berjalan, dan duduk tepat di samping Alvin.
"Udah selesai makannya, sayang?" Tanya Zea sambil memplototi dokter di depannya itu
Alvin hanya menatap, dan tak bisa menjawab
Eh, tante! Maaf ya, kami tinggal dulu bye!" Zea melaibaikan tangan pada dokter yang bersama Alvin tadi.
"Om suami bagus ya? Gak ada Zea malah makan bareng. Tadi pas ada Zea bilangnya Gak bisa". Omel Zea
"Apa sih Zea?"
"Apa sih, apa sih! Om itu yang apa-apaan,Malah selingkuh!" omel Zea
"Siapa yang selingkuh?"
"Ya,Om lah! Mungkin mama? "Ucap Zea sewot dengan emosi yang naik turun
"Bisa jadi juga sih."
Zea semakin kesal mendengar jawaban Alvin
"Om!!!" Teriak Zea
"Ini rumah sakit, Zea!"
"Siapa bilang kuburan?"
"Jawab dulu pertanyaan, Zea! Kenapa Om makan bareng dokter ganjen itu?"
"Memangnya kenapa?"
"Ya, gak boleh lah!" Jawab Zea sambil membuang muka ke sembarang arah
"Gak boleh kenapa? "Tanya Alvin lagi, membuat Zea semakin kesal
"Pokoknya gak boleh titik".
"Tadi katanya mau pulang, kok balik lagi?" Tanya Alvin
"Taxi nya mogok, ya udah Zea balik lagi kesini. Jawab Zea asal
"Oh iya,Om! Yang tadi jangan dimasukin ke hati. Zea cuman pura-pura doang kok". Ucap Zea sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Hem!" Sahut Alvin
"Kamu udah makan?" Tanya Alvin
"Pake nanya segala,sih! Ya pasti lapar lah!" Batin Zea geram
"Belum!" Jawab Ze dengan muka melasnya
"Ya udah ayo makan!" Alvin menarik tangan Zea kembali ke kantin.
"Gak mau lah,Om! "Tolak Zea
"Kenapa?"
"Ada tante genit itu, Zea gak suka!" Ucap Zea
"Dia kan gak ada ngapa-ngapain kamu?"
"Iya sih! Tapi dia udah deket-deket sama Om, Zea gak suka". Jelas Zea
"Gak suka kenapa? Kamu cemburu?" Tanya Alvin
"Iya! Eh...,e..enggak kok! Siapa juga yang cemburu? Pokoknya Zea gak suka aja kalo dokter itu deket-deket sama Om!"
"Mampus! Aduh Zea, kok bodoh banget sih? Kan jadi malu". Batin Zea
"Oh, ya udah berarti besok-besok saya makan nya sama dokter bella aja". Jawab Alvin
"Ya udahlah, Zea ngambek nih?" Ancamnya
"Terserah! "Jawab Alvin sambil menaikkan kedua bahunya
"Om!!!" Teriak Zea lagi
"Bocil! Suara kamu nyaring banget, ini rumah sakit tau gak sih?" Omel Alvin sambil menutup telinganya
bersambung....
secara SMP ajah udah ada pembahasannya reproduksi
ekhh malah ending padah asik.lycu ceritanya.