NovelToon NovelToon
Merangkai Hasrat

Merangkai Hasrat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Chicklit / Komedi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Jennie Revelton (25) seorang penulis novel dewasa yang terkenal dengan fantasi sensualnya tiba-tiba mengalami writer’s block saat mengerjakan proyek terbesarnya. Semua ide terasa mati hingga seorang pria baru pindah ke unit sebelah apartemennya.

Pria itu adalah tipikal karakter novel impiannya: tampan, mapan, dewasa, dan terlalu sempurna untuk menjadi tetangga. Tanpa sadar Jennie menjadikannya bahan fantasi untuk menghidupkan kembali gairah menulisnya.

Namun semakin sering ia mengamati dan membayangkan pria itu, perasaan Jennie mulai berubah. Dia tak lagi ingin pria itu hanya hidup di atas kertas, tapi juga menginginkannya di dunia nyata.

Keadaan menjadi rumit ketika pria itu mengetahui bahwa dirinya adalah objek fantasi erotis dalam novelnya. Alih-alih marah atau menjauh, pria itu justru mengajukan sebuah penawaran tak terduga.

"Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung?" ~~Johan Alexander.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Penawaran menarik

Seolah tersihir oleh ketampanan dan juga suaranya, Jennie membuka lebar pintunya dan mempersilahkan pria itu masuk ke dalam unitnya.

Satu kata yang menggambarkan apartemen ini dari Johan adalah "Berantakan". Buku, kertas, beberapa botol dan tisu berserakan di mana-mana, bahkan BH yang seharusnya tersimpan rapi di dalam lemari kini tergeletak tak berdaya di atas sofa.

Jennie mengikuti arah pandang Johan dan kedua matanya melotot seketika. Dengan buru-buru dia menyambar barang berharganya itu dan membawanya ke kamar.

Begitu dia kembali ke ruang tamu, Johan masih sibuk memindai seisi apartemennya. "Aku tidak tahu jika kamarin ada gempa bumi," ucapnya yang lebih terdengar sebagai sindiran halus.

"Sudah ku katakan jika aku sedang kehabisan ide, jadi aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk fokus dengan tulisanku hingga tidak sadar sampai separah ini," balas Jennie yang tak sepenuhnya bohong.

Mata Johan terpaku pada satu foto pria berotot yang ditempel di papan kecil, bagian dadanya dilingkari dengan spidol merah.

"Oh, astaga! Jangan lihat itu!" pekik Jennie.

Dia segera berlari ke arah foto itu berniat menutupinya dengan tubuhnya, tapi sialnya sebelum niatnya terealisasi, kakinya tersandung karpet.

"Aaaaaaa!"

Jennie kehilangan keseimbangan, tubuhnya terhuyung ke depan bersiap mencium lantai. Tapi sepasang tangan yang kuat menangkap pinggangnya dengan sigap, Johan menarik tubuh wanita itu hingga menempel ke dada bidangnya.

Napas Jennie tertahan, aroma kayu cendana dan sampo milik Johan menyerbu indranya dalam jarak nol milimeter.

"Jadi foto-foto dari majalah itu adalah referensimu?" tanya Johan dengan sudut bibir yang terangkat tipis.

Jennie berusaha berdiri tegak, meski kakinya terasa seperti jelly. "Itu hanya untuk visual tambahan!"

Johan mengangguk singkat dan melepaskan pinggang. "Oh ya, aku ingin membahas deskripsi ciumanmu di kertas tadi," ucapnya tanpa basa basi.

"Itu sangat payah, terlalu kaku seperti buku panduan merakit lemari plastik. Kau menulis seolah-olah bibir pria adalah benda mati yang hanya menempel tanpa gairah," sambungnya.

Jantung Jennie yang baru saja lebih rileks kini kembali berdegup dengan kencang. "Itu kan fiksi! Aku biasanya menulisnya seperti itu kok, lagipula aku lebih suka menggunakan kekuatan imajinasi," jelasnya.

Johan terkekeh ringan yang terdengar seperti suara ejekan untuknya. "Daripada hanya mengandalkan imajinasi, bukankah lebih nikmat jika kau bisa merasakannya langsung? Dengan begitu kau akan tahu bagaimana rasanya kehilangan kontrol saat bibir seseorang benar-benar mengambil alih seluruh akal sehatmu."

Mata Jennie membelalak. "Apa?!!"

Johan berdiri dan menatap Jennie, "Aku bisa saja membantumu melakukan penelitian agar imajinasimu terasa nyata, tapi tidak ada yang gratis di dunia ini."

Jennie mengerutkan keningnya, tawaran ini sangat-sangat berharga untuknya, tapi?

"Aku tidak memiliki cukup uang untuk membayarmu," ucap wanita itu dengan melas.

Mendengar itu Johan terkekeh, "Aku tidak butuh uangmu, jika kau bersedia kau bisa membantuku dengan hal lain."

"Seperti apa?" tanya Jennie sok polos, padahal otaknya sudah membayangkan hal yang iya-iya.

"Lima belas menit lagi ada seorang wanita dan juga ayahnya yang datang ke tempatku, aku butuh bantuanmu untuk mengusir mereka nanti," jelas pria itu.

"Bagaimana caranya?" tanya Jennie, dia sudah bisa menebak jika yang datang adalah Ajeng dan juga ayahnya, wanita gatal yang kemarin pagi datang membawa croissant.

"Saat mereka datang kau keluar dan berpura-puralah menjadi kekasihku yang posesif, atau apapun yang ada di otak liarmu itu. Kau hanya cukup membuat mereka muak dan segera pergi," ucap Johan sembari melirik jam tangannya.

"Jika kau berhasil aku akan memberikanmu semua detail yang kau butuhkan untuk novelmu, termasuk detail yang paling tersembunyi."

Jennie menatap Johan dengan mata berbinar, dia mendapatkan tawaran langsung dari objek fantasinya. "Apapun itu? Kau akan menjawab semua pertanyaanku nanti?"

Johan mengangguk mantap. "Apapun. Kita bisa langsung membahasnya setelah kau berhasil mengusir mereka."

Jennie menelan ludah lalu tersenyum manis. "Oke. Kesepakatan diterima!"

Johan menyeringai puas, "Bagus. Sekarang ikut aku dan ganti kaos oblongmu yang melar itu, kita punya pertunjukkan besar yang harus segera dimulai."

Setelah mengatakan itu Johan menarik Jennie dan membawanya masuk ke dalam apartemennya.

Bersambung

1
HiLo
Suka, konfliknya ringan
HiLo
ditunggu kelanjutannya
Aria
lanjut kakkkk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!