"Dia mencintaiku sampai mati, tapi justru membunuhku perlahan setiap hari."
Di balik kemewahan gaun sutra dan rumah bak istana, Yati hanyalah seorang tawanan yang jiwanya diremukkan oleh suaminya sendiri, Stevanus. Bagi dunia, Stevanus adalah pahlawan; bagi Yati, dia adalah iblis berwajah malaikat.
Puncak pengkhianatan terjadi saat Stevanus membuangnya dalam keadaan hancur demi kekuasaan dan wanita lain. Mereka mengira Yati sudah tidak berdaya dan terkubur bersama rahasia gelap mereka.
Namun, rasa sakit tidak mematikan Yati—ia justru melahirkan sosok baru yang kuat dan tangguh. Kini Yati kembali dengan identitas berbeda, menyusup ke jantung kehidupan Stevanus untuk merebut kembali hidup dan harga dirinya.
Ini adalah kisah tentang perjuangan Yati membuktikan bahwa dari kehancuran, ia bisa bangkit lebih kuat.
Bersiaplah, karena kisah ini akan membawamu pada perjalanan emosional yang penuh liku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32: PROTOKOL KELAHIRAN GELAP
Air laut malam itu terasa sedingin kematian. Aku terombang-ambing di permukaan samudra yang gelap, hanya ditemani serpihan puing laboratorium dasar laut yang baru saja meledak. Napas kusesaki, setiap tarikan udara terasa seperti duri yang menusuk paru-paruku. Namun, di tengah kesunyian laut dalam, aku mendengar sesuatu. Bukan suara ombak, melainkan tiga detak jantung yang saling bersahutan di dalam rongga dadaku.
Deg... Deg-deg... Deg-deg-deg...
Ketakutan luar biasa menjalar hingga ke ujung jari. Aku meraba perutku. Bagaimana mungkin ada tiga detak? Aris sudah tiada, Stevanus tertinggal di bawah sana, dan Ayah... aku bahkan tidak tahu siapa dia lagi. Aku sendirian, namun aku merasa ramai di dalam diriku sendiri.
Tiba-tiba, sebuah lampu sorot raksasa membelah kegelapan. Kapal selam pengintai dengan logo ular melingkar itu muncul ke permukaan seperti monster prasejarah. Sebuah jaring mekanis menarikku ke atas sebelum aku sempat melawan.
"Subjek A diamankan. Kondisi: Hipotermia, namun denyut vital sangat aktif," sebuah suara dingin terdengar dari balik pakaian pelindung hazmat saat aku diletakkan di atas brankar logam.
Aku mencoba berteriak, namun hanya air asin yang keluar dari mulutku. Pandanganku kabur, menatap langit-langit kapal yang dipenuhi peralatan bedah robotik yang bergerak otomatis.
"Selamat datang di fasilitas Ouroboros, Yati," seorang pria dengan jubah perak berdiri di hadapanku saat kesadaranku mulai kembali. Wajahnya tertutup topeng digital yang terus berubah-ubah. "Kau pasti bertanya-tanya tentang detak jantung ketiga itu."
"Kalian... siapa? Lepaskan aku!" rintihku. Tanganku terikat oleh borgol magnetik yang menyedot energi tubuhku.
Pria itu mendekat, sebuah layar holografik muncul di udara, menampilkan pemindaian rahimku. Di sana, di samping janin bayi yang malang, terdapat sebuah gumpalan cahaya keperakan yang bergerak secara mandiri. Bukan daging, melainkan kumpulan mesin mikroskopis yang menyatu.
"Ayahmu menyebutnya Nanocore. Stevanus menyebutnya keabadian. Kami menyebutnya 'Anak Tuhan'," pria itu menyentuh perutku dengan sarung tangan logam. "Janinmu tidak lagi hidup sendirian. Dia telah berasimilasi dengan inti teknologi itu. Detak jantung ketiga itu adalah detak jantung dari kecerdasan buatan yang kini memiliki kesadaran biologis."
Rasa mual yang paling hebat sepanjang hidupku menghantam. Aku bukan lagi hamil seorang manusia. Aku mengandung sebuah anomali yang bisa menghancurkan dunia di tahun 2026 ini.
"Kalian ingin mengambilnya dariku?" tanyaku dengan air mata yang mulai membeku di pipi.
"Mengambilnya? Tidak, Yati. Kami ingin mempercepat kelahirannya. Protokol Kelahiran Gelap telah dimulai. Kami akan menyuntikkan katalis agar bayi itu lahir dalam tiga hari. Tidak peduli apakah tubuhmu sanggup menahannya atau tidak."
Aku ditinggalkan sendirian di dalam sel isolasi yang dingin. Rasa sakit mulai menyerang pinggangku rasa sakit persalinan yang dipaksa oleh zat kimia. Di tengah penderitaan itu, sebuah suara bisikan terdengar dari sudut sel yang gelap.
"Yati... kau harus menghancurkan jantung ketiga itu... sebelum dia bangun."
Aku menoleh dengan susah payah. Di sana, meringkuk di lantai, ada seorang wanita yang tubuhnya dipenuhi kabel. Separuh wajahnya adalah Maya, separuhnya lagi adalah mesin yang rusak.
"Maya?"
"Aku adalah Maya yang asli... yang kau lihat di lab bawah laut tadi hanyalah robot yang memakai kesadaranku," bisik Maya, suaranya parau karena menahan sakit. "Mereka menggunakan kita, Yati. Mereka ingin memicu 'Kiamat Biologis' melalui anakmu. Kau harus membunuhnya... sebelum dia membunuhmu."
Tiba-tiba, dinding sel bergetar. Layar monitor di sel menampilkan hitungan mundur: 72:00:00. Namun, alarm lain berbunyi dengan nada yang jauh lebih mendesak.
"PERINGATAN: ANOMALI TERDETEKSI. SUBJEK A MELAKUKAN TRANSFER DATA SECARA MANDIRI KE SATELIT KENCANA."
Aku melihat perutku. Cahaya perak mulai memancar dari balik kulit perutku, sangat terang hingga memperlihatkan susunan tulang dan sarafku. Bayi di dalam rahimku tidak menunggu tiga hari. Dia sedang meretas sistem kapal selam ini menggunakan sistem sarafku!
Pintu sel terbuka secara otomatis akibat korsleting sistem. Maya bangkit dengan mata yang kini bersinar merah. "Dia sudah bangun, Yati! Dan dia tidak menginginkan ibunya... dia menginginkan inang yang lebih kuat!"
Maya menerjangku dengan tangan yang berubah menjadi belati logam tepat saat kapal selam itu mulai bergetar hebat karena tekanan dari dalam.
Jangan berhenti di sini! Pastikan Anda mengikuti setiap bab Istri yang Tertindas di NovelToon dan berikan Hadiah untuk mendukung perjuangan Widya!
Trimakasih.
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BAHAGIA🫰
Like Setiap Bab Kalau selesai 👍
Rate Bintang 5 🌟
Vote setiap hari Senin 🙏
Kalau Ada Poin Boleh Mawar sebiji🌹
Tinggalkan komentar, penyemangat, kritik & Saran, 🎖️
Makaseh banya samua 🙇🙏😇
tapi ini kisah sat set beres. gak bertele tele. langsung pada inti nya...
semoga mati ny tdk mudah.
gila stevanus.
biar ad sensasi buih buih ny tuh lakik
sakit jiwa nih lakik...