NovelToon NovelToon
Duren Sawit

Duren Sawit

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Adisty Rere

DUREN SAWIT (duda keren sarang duwit)


Menceritakan seorang duda yang mati-matian mengejar cinta seorang remaja delapan belas tahun yang bernama Rianti. Gadis sederhana yang wajahnya begitu mirip dengan mendiang sang istri.

Hayu kepoin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adisty Rere, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat terselubung

Shinta.

Besok saya OTW Pak, jadi lusa udah bisa masuk kerja.

Pak Haikal.

Jangan panggil bapak dong ... panggil Mas aja.

Shinta.

Iya Mas.

Pak Haikal.

Saya gak percaya kamu lagi jogging. Kirim fotomu sekarang!!!

Tanpa curiga Shinta langsung mengambil fotonya sendiri dengan pose senyum yang lebar dan jari telunjuk dan tengah membentuk huruf V. Ia tidak berani membantah karena ada banyak tanda seru dari pesan Haikal.

Tanpa menungu lama dan tanpa di edit pula foto itu pun Shinta kirimkan.

Pak Haikal.

Kamu cantik banget. 💞💞💞

Shinta mengernyitkan dahi setelah melihat pesan itu. Ia merasa tidak enak hati setelah melihat ada emot hati dari pesan pak Haikal. Shinta memilih mengabaikan firasat aneh itu. Ia tidak ingin su'uzon terhadap pak Haikal.

Shinta pun melanjutkan aktivitas lari paginya.

****

Veno terlihat sedang duduk di teras rumah dan menatap jauh kedepan. Tatapan yang begitu penuh dengan kesedihan. Entah kenapa setelah beberapa hari putus dari Susi, Veno lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah. Ia memikirkan kelakuan-kelakuan bejatnya di masa lalu hingga sekarang. Ia merasa seperti mendapatkan karma.

Veno memandang foto Susi yang ada di layar HP miliknya.

"Aku tidak menyangka pertemuan kita setelah 4 tahun akan menjadi seperti ini. Aku kira aku adalah orang yang beruntung telah mendapatkanmu setelah sebelumnya hanya mampu menyukaimu dari kejauhan."

Veno menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia teringat di saat pertama kali melihat Susi setelah 4 tahun tidak bertemu.

Flashback

Sebulan yang lalu di sebuah cafe.

"Kamu Susi, kan?" tanya Veno dengan wajah begitu senang. Ia begitu yakin kalau wanita yang ada dihadapannya itu adalah Susi. Wanita yang ia sukai waktu masih kuliah dulu.

Wanita cantik yang ada di hadapannya terlihat terkejut dan seperti mencoba mengingat sesuatu.

"Aku Veno."

Veno pun duduk di kursi yang ada di depan Susi.

"Veno ... Veno anaknya Madam Yulia yang disigner itu?"

"Iya. Kamu kenal mami aku?" ucap Veno dengan nada agak kecewa. Padahal ia berharap kalau Susi masih mengingatnya saat mereka bertemu pertama kali di salah satu club yang ada di Amerika.

"Ya tau lah. Aku itu penggila fashion dan mami kamu itu adalah idolaku. Tapi kamu juga tidak kalah terkenal kok. Jadi aku sedikit banyak juga tau tentangmu" ucap Susi setelah mengunyah dan menelan blackforest miliknya.

Oh my god ... ternyata dia juga mengenalku. Kenapa tidak dari dulu aku mendekatinya?

"Hey ... Veno! Pekik Susi dengan suara agak nyaring. Ia mencoba menyadarkan Veno yang terlihat melamun dengan melambai-lambaikan tangan di depan wajah Veno.

"Eh iya ... kenapa Sus?" tanya Veno yang terlihat kebingungan.

"Kamu tuh yang kenapa? Ngelamunin apaan sih?"

Veno hanya merespon pertanyaan Susi dengan senyuman.

"O iya kamu di sini sama siapa? Lagi nunggu seseorang ya?" tanya Veno mencoba mengalihkan pembicaraan.

"Gak kok, aku sendirian. Tadinya mau ketemu seseorang. Tapi katanya lagi banyak kerjaan jadi gak bisa dateng," jawab susi.

Susi lalu menyantap hidangan yang ada di depannya. Ia pun terlihat mengeluarkan uang seratus ribuan dan menuju kasir.

"Kamu udah selesai ya? Mau aku anter gak?"

Pertanyaan Veno direspon dengan anggukan kecil dari Susi.

Di dalam mobil mereka masih asik bercerita tentang masa-masa kuliah dulu hingga lelucon-lelucon yang membuat keduanya terlihat tertawa bersama. Hingga pada akhirnya Veno memberanikan diri untuk bertanya pada Susi.

"Sus, kamu sekarang lagi deket sama orang lain gak? Seorang pria yang spesial gitu ..." tanya Veno dengan malu-malu.

"Kalo pria sih gak ada. Tapi ...."

Belum sempat Susi melanjutkan ucapannya, jari telunjuk veno mendarat di bibir Susi.

"Kalau begitu aku akan mencoba menjadi teman priamu. Jangan menolakku ... beri aku waktu untuk menunjukkan keseriusanku padamu."

Setelah pertemuan di cafe itu. Veno dengan sungguh-sungguh berusaha mengambil hati wanita pujaannya. Hingga pada akhirnya 2 minggu yang lalu mereka memutuskan untuk berpacaran.

Flashback off

Hyufff ... terdengar kembali hembusan nafas berat yang keluar dari mulut Veno.

"Kamu kenapa lagi?"

Tanya seseorang dari arah belakang.

Veno langsung melihat ke arah sumber suara itu.

"Eh Papi ... ngagetin aja," ucap Veno yang mencoba menyembunyikan kesedihannya.

"Kamu kenapa? Pagi-pagi sudah berkeluh kesah begitu," tanya Baskoro lagi sambil duduk di kursi yang bersebelahan dengan Veno.

"Gak kok Pi," sahut Veno sambil menyeruput kopi miliknya.

Baskoro dan Veno sama-sama terdiam, seakan larut dalam fikiran mereka masing-masing.

"Minggu depan Ardi akan menikah," ucap Baskoro yang memecahkan keheningan di antara mereka.

Mendengar penuturan Baskoro membuat Veno terkejut seakan tak percaya.

"Idiih Papi, pagi-pagi udah becanda aja," jawab Veno sambil tertawa kecil.

Bakoro hanya menggelengkan kepalanya memandang jauh kedepan.

"Dia benar-benar akan menikah. Barusan Mahendra menelepon."

*I*nih seriusan Ardi mau menikah? Bukankah rasanya kemarin dia bilang masih sangat mencintai Stella. Apa jangan-jangan yang dia katakan kemarin benar. Kalau dia akan menjadikan wanita yang mirip Stella menjadi miliknya. Wahh Ardi memang benar-benar gila.

"Papi masih ingat dengan wajah Stella?" tanya Veno penasaran.

"Papi udah tua Veno, mana mungkin masih ingat wajah orang yang udah meninggal 6 tahun lalu. Lagipula Papi ketemu Stella cuma 1 kali, itu pun waktu resepsi pernikahan mereka di Denmark," jawab Baskoro yang mencoba mengingat masa lalu.

Veno tampak begitu gelisah.

"Apa Papi punya fotonya. Aku penasaran seperti apa wajah Stella itu?"

"Gak punya. Foto-foto di jejaring sosial dan sebagainya semua sudah di hapus oleh Ardi. Katanya itu adalah wasiat waktu Stella masih hidup. Mungkin hanya Ardi yang masih menyimpannya."

Veno terdiam sejenak.

"Lalu di mana resepsinya?" tanya Veno yang mengalihkan pembicaraan.

"Katanya gak pake resepsi. Hanya nikah di rumah calon istrinya saja dan resepsi akan di gelar di sini 2 bulan lagi setelah Ardi menyelesaikan semua pekerjaannya."

"Kalau kamu kapan nikah?" tanya Baskoro. Sudah lama ia ingin bertanya perihal tentang calon menantunya itu.

Mendengar pertanyaan itu membuat Veno menghembuskan nafasnya yang teras berat.

"Gak jadi Pi. Kami udah putus."

Kini Baskoro yang menghembuskan nafasnya dengan kasar.

"Cepatlah menikah, Papi udah pengen nerima menantu dan nimang cucu. Kalau kamu gak punya calon, ikuti saja perjodohan yang sudah mami kamu atur. Bukankah kemarin kamu sudah menerima paketan dari mami kamu. Kata mami kamu itu isinya jaket bulu dari perancang terkenal."

"Udah. Tapi masih ada di mobil. Belum sempat aku buka," jawab Veno ketus.

"Kalu begitu temuilah wanita itu, namanya Jessi dan berikanlah jaket bulu itu padanya. Bersikap baiklah, agar dia mau menjadi istrimu," bujuk Baskoro kepada anak semata wayangnya itu.

"Aku tidak mau! Aku bisa mencari calon istriku sendiri. Katakan pada mami tidak perlu repot-repot mengurus perjodohan ini."

Veno pun berlalu pergi dengan emosi yang membuncah di dadanya.

Dasar nenek sihir!

1
Muna Dziroh
ahhh mas Ardi gombal biar ntar malem bisa belah duren🤭🤭
Heryta Herman
si ardi sakit mental...kasihan rianti hanya di jadikan wanita bayangan stela..
Qaisaa Nazarudin
Ckk BAIK apanya thor..gak sesuai dengan ekspetasi aku..akhir dr Shinta mau pun Rianti..🙇🙇🙇
Qaisaa Nazarudin
Ckk gak rela banget aku Shinta dapat barang bekas,teh celup,apapun alesannya..🙄🙄🙄🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Sok jadi pahlawan utk menarik perhatian sinta,Sinta juga pasti gampang banget luluhnya
,Heran aku..Gitu aja udah luluh aja..
Qaisaa Nazarudin
Bagus Shin..jangan mau lagi terjebak dgn TEH CELUP,BARANG BEKAS tuh(VENO)..
Qaisaa Nazarudin
Ckk Halu mu thor,terlampau berlebihan..
Qaisaa Nazarudin
SEMOGA SAJA SHINTA MENJADIKAN APA YG TLAH BERLAKU KEPADA RIANTI SEBAGAI PENGAJARAN,MENDING MENJAUHI VENO JANGAN LAGI PERNAH BERHUBUNGAN DGN ORANG2 KAYA,MEREKA MELAKUKAN APAPUN SEENAKNYA,YG PENTING MEREKA BAHAGIA..
Qaisaa Nazarudin
Mahendra kamu juga bersenkokol dgn anak mu,membohongi Rianti..Tgu aja setelah besan kamu dtg..
Qaisaa Nazarudin
Mending Rianti Amnesia kekal,biar dia tdk bisa mengingat lagi kehidupannya yg penuh luka,kasian banget Rianti..Pasti Amnesia karena jatoh tangga kan..
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL..DARI AWAL RENCANA MU MENJEBAK RIANTI AKU UDAH KU BILANG,KAMU GBAKAN PERNAH BAHAGIA,KALO NIAT MU DARI AWAL AJA UDAH SALAH,MENJADIKAN RIANTI PELAMPIASAN MU, KARENA DIA MIRIP STELLA..NAH SEKARANG BENAR KAN...
Qaisaa Nazarudin
Rianti udah sekarat tuh jatoh dari tangga,Sial banget nasib Rianti setelah menikah dgn mu..
Qaisaa Nazarudin
Kabur aja lah,ngapain madih di situ ogeb..🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Pikiran kita sama Shin..CINTA BOLEH,BODOH JANGAN..BUCIN BOLEH TAPI PAKE OTAK..
Qaisaa Nazarudin
Ckk sekarang aja kek gini,Ntar saat di pujuk2 Oleh ortu dan Ardi sendiri malah dgn gampangnya kamu maafin,Biasanya alur novel kan kek gitu..
Qaisaa Nazarudin
Rianti keguguran,KARMA untuk Ardi..Dengan apa yg tlah Rianti lalui,kalo dia madih mau memaafkan Ardi,Rianti emang Bodoh,Ardi itu cuman mikir jebahagiaannya sendiri,gak pernah mikir perasaan mu Rianti..
Qaisaa Nazarudin
Sekarang kamu udah tau kan alesan Ardi nikahin kamu..
Qaisaa Nazarudin
Pasti Rianti akan kecewa dan terluka banget saat itu alesan Ardi menikahinya.. Pernikahan seperti ini biasanya gak akan bertahan lama,..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk dasar Bodoh,Kamu itu ternyata salah paham,Dia tau kamu itu si Cassanova,Jadi dia bisa jadiin kamu kambing hitam nya,utk menutupi hubungan lesbiannya dr ortunya..
Qaisaa Nazarudin
OMG SUSI LESBIAN KAH??😳😳😳
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!