NovelToon NovelToon
Cinta Istri Simpanan

Cinta Istri Simpanan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Poligami / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Indah R Y

Banyak Adegan 21+
Yang Masih dibawah umur harap bijak dalam memilih bacaan.

"Mas Aku Hamil" Begitu kata seorang wanita cantik yang usia nya baru menginjak 20 tahun.

"Kamu gak bohong kan ?" tanya Seorang pria yang bekerja sebagai dokter kandungan.

Wanita yang bernama lengkap Alsafa Margareth itu mengangguk.

Dan mulai hari itu dirinya resmi menjadi istri simpanan dari seorang pria yang jarak umurnya terpaut sangat jauh. Namun cinta Safa begitu tulus ia begitu sabar walau statusnya tak pernah menemukan titik ujung. Entah karena suaminya takut meresmikan hubungan mereka atau memang tak ada cinta untuk dirinya ??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah R Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

"Pulang sama Mas Fa, ingat ada anak ku disana" Febri kembali mengulang ucapan serupa.

Dengan menghela nafas panjang Safa akhirnya menyetujui.

"Iya" jawab Safa singkat.

"Pintar ! ya sudah tunggu bentar ya !" Febri mengacak rambut Safa sambil terkekeh pelan.

Febri keluar dari ruang kerjanya, ia mendekati meja Tika.

"Tika saya mau pulang dulu, tolong tutup jadwal saya hari ini ! saya ada kepentingan mendadak" ucap Febri..

"Baik Kak" jawab Tika, walau hatinya penuh dengan tanda tanya kenapa dan ada apa dokter tampan itu pamit pulang padahal belum jamnya, karena tak biasanya Febri melakukan itu.

Akan tetapi Tika tak mau bertanya banyak, ia hanya bisa mengiayakan dan melakukan apa yang di tugaskan Febri.

"Makasih Tik" setelah mengatakan itu Febri meninggalkan meja Tika dan kembali kedalam ruangannya, disana ia melihat Safa sedang memperhatikan foto dirinya dan Desi yang memang di letakkan di atas meja kerjanya.

"Itu Desi istriku yang melakukan nya ! kalau kamu keberatan Mas akan menyimpan nya" ucap Febri sehingga membuat Safa kaget.

Safa kembali meletakkan binkai foto itu dan meletakkannya di tempat semula. Ia menoleh dan tersenyum kearah Febri.

"Aku gak keberatan kok, ngapain aku keberatan ? aneh kan ?"

"Aneh apanya Fa ? kan nanti malam kamu juga akan menjadi istri Mas"

"Istri sirih kan ? apa bedanya sama sekarang"

"Fa..."

"Udah ah yuk katanya mau pulang, aku bosan disini terus" ucap Safa.

"Baiklah"

Safa keluar duluan barulah di susul oleh Febri, disana banyak para bidan dan perawat yang menatap aneh kearah keduanya, namun Safa maupun Febri terlihat cuek dan tak menghiraukan mereka sama sekali.

Di parkiran Febri membukakan pintu mobil untuk Safa, namun sayangnya perempuan itu malah membuka pintu belakang dan duduk disana.

"Fa duduk di depan dong !" pinta Febri.

"Males, aku maunya di belakang"

"Sabar, mungkin ini bawaan hamil" batin Febri sembari menarik nafas panjang.

Febri kembali menutup pintu yang sebelumnya ia buka untuk Safa, barulah ia memasuki kursi kemudi dan menjalankan mobilnya dengan pelan.

Di perjalanan pulang Febri terus melirik kearah Safa melewati kaca spion yang berada di dalam mobil tersebut.

"Kamu gak pingin apa-apa Fa ?" tanya Febri dengan lembut.

"Enggak"

"Oh kirain, soalnya setau Mas kalau wanita hamil itu mengalami ngidam"

"Ngidam ? apa itu ?" tanya Safa tak mengerti.

"Iya ngidam, sesuatu yang sering terjadi pada ibu hamil, biasanya sih dia kepengen sesuatu"

"Oh itu, iya aku lagi ingin sesuatu sekarang"

"Apa Fa ? katakan saja Mas akan turutin semuanya"

"Yang benar ?" Safa memastikan semuanya.

"Iya Fa" jawab Febri yakin.

"Aku ingin Mas membelikan aku atau mencarikan aku obat untuk menggugurkan anak ini, setelah itu aku mau pergi dan gak ingin ketemu sama Mas lagi"

"Safa..." bentak Febri kemudian, ia masih saja tak menyangka kalau Safa masih berpikiran untuk melakukan itu. Padahal sudah Febri jelaskan kalau ia akan bertanggung jawab dan akan menikahi Safa nanti malam.

"Sekali lagi kamu ngomong itu sama Mas, jangan salahkan Mas kalau kamu Mas kurung di tempat yang tidak kamu kenal" ancam Febri kemudian.

Safa menjadi ketakutan, seharusnya ia diam saja dan menikmati semua yang Febri katakan. Safa belum mengenal Febri lama bahkan keluarganya saja tak ada yang Safa tau

-------

"Kamu kenapa sih Des ? dari tadi aku lihat kek gelisa gitu ?" tanya Tata heran dengan sikap Desi.

"Aku juga enggak tau Ta, dari tadi aku kepikiran sama Mas Febri terus, padahal dia baik-baik saja"

Entahlah apa yang terjadi, tapi Desi begitu mencemaskan suaminya, ada rasa khawatir dan takut yang tak bisa Desi jelaskan.

Ia sudah menghubungi Febri dan suaminya itu bilang kalau dia baik-baik saja, namun kenapa Desi takut seperti ini,.

Rasa cemasnya seperti akan ada sesuatu yang terjadi pada suaminya.

"Mungkin kamu kecapekan Des, makanya kamu seperti itu" ucap Tata.

"Mungkin juga Ta soalnya seminggu ini jadwal kita kan padat sekali"

"Kalau mau pulang duluan enggak papa Des, entar aku bantu ngomong sama atasan "

"Enggak usah Ta, aku gak papa kok"

Tata mengangguk ia menepuk bahu Desi dengan pelan "Ya sudah ayo kerja lagi"

------

Malam harinya Febri sudah merencanakan pernikahan sirihnya pada Safa, ia juga mengundang kedua sahabatnya yaitu Ardi dan Yohan.

Kedua sahabat Febri begitu terkejut mendengar kalau Febri akan menikah lagi, apalagi saat keduanya bertemu dengan Safa.

"Lo dapat dari mana daun muda kek gitu ?" bisik Yohan

"Nanti gue ceritain semuanya" balas Febri.

Ardi hanya menggelengkan kepalanya melihat kearah Febri, ia tak menyangka kalau sahabatnya itu akan berpaling juga.

"Masih muda, cantik dan sekarang lagi hamil anaknya Febri, pantas saja kalau Febri ngebet mau nikahin dia" batin Ardi sambil menatap kearah Safa yang berjalan keluar dari kamar hendak mengambil minum.

---

Seorang penghulu dan beberapa orang saksi sudah ada disana, serta Pak Rt juga sudah Ardi panggil. Agak susah memang mengajak Pak Rt kompromi karena setau pak Rt kalau Safa itu adalah ponakaan Febri. Namun Ardi berhasil membujuknya.

Febri sudah mengenakan kemeja putih dan juga celana dasar berwarna hitam, tak lupa sebuah peci yang melekat di kepalanya.

"Bisa di panggil mempelai wanita nya !" ucap pak penghulu.

Seorang ibu-ibu yang di bayar yohan untuk menghadiri pernikahan Febri dan Safa berdiri, ia berjalan dan masuk kedalam kamar dimana Safa di hias.

Iya betul, walaupun hanya nikah sirih tapi Febri tetap memanggil seorang MUA untuk menghias Safa, ia ingin Safa terlihat cantik karena Febri tau kalau ini adalah momen pertama untuk Safa.

Safa masih saja tertegun dan tak ingin beranjak walau telinganya dengan jelas mendengar ada yang memanggil namanya, Safa masih tak menyangka kalau malam ini adalah malam pernikahannya dengan suami orang.

Dulu ia bercita-cita ingin menikah dengan segala kemewahan, namun sekarang semuanya lenyap bahkan di pernikahan nya saja tak ada keluarga yang hadir.

"Ayo dek !! sudah di tungguin" ulang ibu itu.

"Baiklah Bu" Safa akhirnya berdiri dan berjalan beriringin dengan ibu yang entah siapa itu.

Diruang tamu hanya beberapa orang saja, bahkan dengan menatapnya saja Safa bisa menghitung berapa orang yang hadir. Berbeda sekali dengan impian nya selama ini.

"Saya terima nikahnya Alsafa Margareth binti Hardi Safaat (Almarhum) dengan mas kawin satu set perhiasan di bayar Tunai"

Ketika kata itu di ucapkan oleh Febri, air mata Safa mengalir dengan jelas, bahkan ia tampak sesegukan karena menahan sesak didadanya.

"Ayah, hidupku benar-benar hancur,aku tak punya masa depan lagi".

----

...LIKE DAN KOMEN...

...ADD FAVORIT...

...KASIH HADIA (BUNGA/KOPI)...

1
Rina Rina
bener Thor biar kan Safa bahagia kasian dri awal nangis trus
Rina Rina
keren
Rina Rina
sama aq juga setuju
Rina Rina
rasakan itu masih ada di sia2kan
Rina Rina
betul itu kk
Rina Rina
bodoh udah dibilang pigi aja
Rina Rina
aq setuju pergi aja untuk apa cinta klo trsiksa
Rina Rina
klo aq jdi Safa pergi aja bawa anak nya biar gk sakit hati trus
Ray Jepara
Kecewa
Awind Widayanti
ga suka safa yg terlalu lemas sama kk tirinya
Awind Widayanti
kan udah liat d foto
Li Tho
Luar biasa
Starry💫
antara kasihan sama Desi dan juga kasihan sama Safa, tapi pingin banget menenggelamkan Febri di danau Sunter 😠
Nani Mardiani
Makanya wat kaum perempuan jangan mau dinikahi siri, rugi banget.
Klo kejadian kaya Safa harusnya Febri jujur sama istrinya klo dia sudah niduri perempuan lain walau karena kecelakaan. Istrinya mo terima apa gak itu sudah jg resiko Febri dan tanggungjawab sudah merusak kehormatan perempuan lain. Ini malah berbohong dan bohong terus lebih baik Safa pergi deh tinggalin Febri daripada tersakiti , lebih baik hidup bahagia bersama anakmu. Soal rezeki dan jodoh kan dah ada yg atur. Upps lupa deh ini kan novel 😄😄😄 jelas yg atur author donk. Safa selamat berjuang aja ya.
Enung Samsiah
naaahhh akhirnya ketauan juga di sembunyikan d mn pun akn ketauan juga,,,,
Enung Samsiah
aduuhh sipebi pdhl jngn bilng mau mkn berdua kan ibu hmil snsitif sedih jdinya,,
Enung Samsiah
aaaahhh rumah tangga kacau klu udh begini,,, ayo jdi siapa yg d salahkan,,,,
Enung Samsiah
rasa takut seorang istri pasti ada, semua istri pasti gitu
Dila Ayu
semangat y thor..
Jeany Cutex
ceritanya seru kayak di sinetron
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!