ketika cowo cuek jadi kang bucin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fransiska simanjuntak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab#17
hari berikutnya..
seperti biasa Devano jemput Lawra.
tapi kali ini Devano jemput Lawra pake motor yang baru saja dibelinya.
ketika membuka pintu, Lawra agak terkejut melihat Devano yang sudah berdiri di samping motornya.
"kenapa bawa motor?.." tanya Lawra heran
"biar so sweet" ucap Devano terkekeh.
"kamu lihat ini motor keluaran terbaru..gimana?.sombong Devano
"oh lumayan" ujar Lawra datar
"lumayan?.. aku beli ini mahal-mahal demi kamu masih kamu bilang lumayan.." ucap Devano sedikit kesal melihat ekspresi Lawra yang datar".
"Hm..oke deh, ayo naik.." ucap Devano menghela nafas.
dengan hati-hati Lawra naik ke atas motor Devano.
"peluk aku Law..nanti kamu jatuh" ucap Devano sambil terkekeh
awalnya Lawra hanya berpegangan pada tas Devano, tapi Devano membawa motornya lumayan kencang, nggak terlalu kencang sih Devano masih bisa menganggarnya dan akhirnya Lawra memeluk Devano erat.
"sesampai disekolah, mereka menjadi pusat perhatian para murid sekolahan,
banyak siswi yang iri pada Lawra.
dan itu tak luput dari pandangan seorang gadis yang mengepalkan tangannya kuat menahan emosi.
"kemarin Devano bersama Lawra naik mobil keren,
dan sekarang mereka kesekolah naik motor super canggih, keluaran terbaru.
aaa.. so sweet.." bisik para siswi.
"iya beruntung banget ruh cewek"
"aku juga mau doong, pesen satu yang kayak Devano, udah ganteng, romantis lagii"
"mimpi loh"
Lawra merasa risih mendengar para murid lain membicarakannya tapi dia hanya diam saja.
"Law.. kamu dengar kan..mereka bilang apa, kamu beruntung punya aku.." ucap Devano dengan sombongnya..
"nggak, kamu bukan punyaku"
"iya tapi kamu milikku" ucap Devano sambil tersenyum simpul.
"aku kekamar mandi dulu ya Van, kamu masuk aja duluan."ucap Lawra sambil berjalan menuju kamar mandi, yang berada di samping kelas paling ujung.
"oke sayang" jawab Devano
"Hm.."
setelah kepergian Lawra sekumpulan para siswi yang membicarakan Lawra tadi langsung mengepung Devano, ada yang minta nomor, ada yang minta selfi.
Devano hanya tersenyum menanggapi mereka.
tapi Lawra masih bisa melihatnya dari jaraknya yang belum jauh, ada rasa sedikit cemburu dihatinya, cuman sedikit tapi..
"hm.."
sesampainya di depan pintu kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara deheman yang membuatnya menghentikan langkahnya.
melihat sosok gadis itu, dan Lawra kembali melanjutkan langkahnya.
dengan gerakan cepat, gadis itu menahan langkah Lawra. dia Keysia orang yang selalu mengganggu ketenangan Lawra akhir-akhir ini.
keysia__tukang buli, kejam dan tiada hari tanpa mengusik Lawra. Keysia benci Lawra.
tapi Lawra tidak tau kenapa Keysia membenci Lawra.
Karna seingat Lawra, dia tidak punya musuh.
"lepas, gue nggak punya urusan sama lo" ucap Lawra dengan ekspresi datarnya.
"nggak segampang itu ngehindar dari gue" ucap Keysia sambil menahan lengan Lawra dengan senyum miring yang ikut terlibat.
"masalah lo apasih" ucap Lawra menarik lengannya dengan emosi yang mulai memuncak.
"karna lo udah ambil kebahagiaan gue! Keysia menarik paksa Lawra dan semakin keras saat Lawra berusaha lepas dengan cara meronta.
tapi Lawra tidak paham kebahagiaan seperti apa maksud Keysia.
kekerasan seperti ini udah biasa bagi Lawra.
sekarang mereka di toilet. Keysia lah yang menyeret Lawra kesini.
sampai sekarang, Lawra belum paham alasan Keysia melakukan perilaku keji ini padanya.
"lo berani sama gue??" ucap Keysia menendang kasar tulang kering kaki Lawra membuat Lawra merintis kesakitan.
yuk semangt yuk up nya kak