Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9: JEBAKAN DALAM KEGELAPAN
BAB 9: JEBAKAN DALAM KEGELAPAN
Malam di Shimla selalu menyimpan sisi yang lebih gelap dari sekadar udara dinginnya. Setelah makan malam yang penuh ketegangan di Mansion Raisinghania, Aarohi kembali ke apartemennya. Namun, ia tidak langsung beristirahat. Ia tahu bahwa bagi wanita seperti Tara, penghinaan yang ia berikan di meja makan tadi adalah deklarasi perang. Dan Tara bukan tipe orang yang akan menunggu pagi untuk membalas dendam.
Aarohi sengaja mematikan sebagian besar lampu di apartemennya, hanya menyisakan cahaya redup dari lampu sudut di ruang tamu. Ia duduk di sofa, menyesap teh hangat, sambil menatap pantulan dirinya di jendela kaca yang besar. Ia bisa melihat bayangan mobil hitam yang terparkir cukup jauh di seberang jalan.
"Datanglah, Tara. Aku sudah menyiapkan panggung untukmu," bisik Aarohi dengan senyum yang tak sampai ke mata.
Benar saja, sekitar pukul satu dini hari, sensor keamanan di pintu darurat apartemennya memberi sinyal halus pada ponselnya. Seseorang telah berhasil meretas kode masuk—sesuatu yang sangat mudah bagi Deep, atau siapa pun yang memiliki akses ke sumber daya Raisinghania.
Aarohi tidak lari. Ia justru bersembunyi di balik tirai balkon yang gelap, memegang sebuah alat perekam kecil dan menyiagakan ponselnya untuk melakukan siaran langsung ke server pribadi yang terhubung dengan tablet milik Deep. Ini adalah rencana yang ia susun bersama Abhimanyu: membuat Deep melihat kegilaan Tara dengan matanya sendiri tanpa Tara menyadarinya.
Pintu apartemen terbuka tanpa suara. Sesosok bayangan dengan pakaian serba hitam masuk. Wanita itu bergerak dengan kegesitan yang mengerikan, tangannya memegang belati perak yang berkilau terkena cahaya bulan—belati yang sama yang dulu digunakan untuk menjebak Aarohi.
Bayangan itu mendekati ranjang di kamar utama yang sengaja dibuat Aarohi seolah-olah ada orang yang sedang tidur di balik selimut. Tanpa ragu, bayangan itu menghujamkan belatinya berkali-kali ke balik selimut tersebut.
"Mati kau! Mati kau, kau jalang sialan!" teriak bayangan itu dengan suara yang serak karena kebencian.
Aarohi melangkah keluar dari kegelapan ruang tamu, menyalakan lampu utama dengan sekali tekan. "Kau mencari siapa, Tara?"
Tara tersentak, berbalik dengan napas memburu. Matanya melotot liar saat menyadari ia hanya menusuk tumpukan bantal. Wajahnya yang identik dengan Aarohi kini tampak mengerikan karena amarah yang tak terkontrol. Rambutnya berantakan, dan senyumnya adalah senyum seorang psikopat.
"Kau... kau berani mempermainkanku?" desis Tara, perlahan mendekati Aarohi dengan belati yang masih di tangan.
"Aku tidak mempermainkanmu, Tara. Aku hanya menunjukkan betapa mudahnya kau diprediksi," kata Aarohi dengan nada tenang yang mematikan. "Kau pikir dengan membunuhku, Deep akan kembali padamu? Tidak. Deep sudah mulai muak dengan kegilaanmu. Dia mencari wanita yang cerdas, bukan wanita yang bertindak seperti binatang yang terluka."
"Tahu apa kau tentang Deep?!" teriak Tara. Ia menerjang maju, mengayunkan belatinya ke arah leher Aarohi.
Aarohi, yang telah dilatih berbulan-bulan oleh Abhimanyu, dengan mudah menghindar. Ia menangkap pergelangan tangan Tara, memutarnya, dan memberikan tendangan telak ke perut Tara hingga wanita itu terjerembap ke lantai.
"Ingat ini, Tara," Aarohi berjongkok di depan Tara yang merintih, menjambak rambutnya agar mereka saling berhadapan. "Kau dan aku mungkin punya wajah yang sama, tapi kau adalah masa lalu yang busuk, dan aku adalah masa depan yang akan menghisap seluruh hidupmu."
Tiba-tiba, suara pintu depan kembali terbuka dengan kasar. "Anjali! Apa yang terjadi?!"
Itu suara Deep. Aarohi segera mengubah ekspresinya dalam sekejap. Ia melepaskan jambakannya, menjatuhkan dirinya ke lantai, dan mulai terisak ketakutan. Ia merobek sedikit bagian lengan bajunya agar terlihat seperti korban serangan.
Deep masuk ke ruangan dan terpaku melihat pemandangan di depannya. Istrinya, Tara, berdiri dengan belati di tangan dan wajah penuh amarah, sementara Anjali bersimpuh di lantai sambil menangis tersedu-sedu.
"Deep... tolong aku... dia... dia ingin membunuhku," tangis Aarohi dengan nada yang sangat menyedihkan.
"Tara! Apa yang kau lakukan di sini?!" bentak Deep. Ia segera menghampiri Aarohi, memeluknya dengan protektif dan membantu wanita itu berdiri.
"Dia bukan Anjali, Deep! Dia hantu! Dia Aarohi! Aku tahu itu!" teriak Tara histeris. Ia menunjuk-nunjuk Aarohi dengan belati. "Dia menjebakku, Deep! Dia sengaja memancingku ke sini!"
Deep menatap istrinya dengan tatapan jijik yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. "Aarohi sudah mati di penjara, Tara! Kau sudah gila! Kau menyerang tamu bisnisku di apartemen pribadinya dengan senjata? Kau tahu apa artinya ini bagi reputasi kita?!"
"Tapi Deep—"
"Cukup!" potong Deep. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi asisten keamanannya. "Bawa Tara pulang. Kunci dia di kamarnya dan jangan biarkan dia keluar tanpa izin dariku. Jika dia melawan, suntikkan penenang."
"Tidak! Kau tidak bisa melakukan ini padaku! Deep!" Tara berteriak saat dua pria berbadan besar menyeretnya keluar dari apartemen.
Setelah suasana tenang, Deep kembali menatap Aarohi yang masih berpura-pura gemetar di pelukannya. "Maafkan aku, Anjali. Aku tidak menyangka Tara akan bertindak sejauh ini. Kau terluka?"
Aarohi mendongak, matanya yang basah oleh air mata palsu menatap Deep dengan penuh kerentanan. "Aku takut, Deep... aku tidak tahu mengapa dia sangat membenciku. Aku hanya ingin bekerja sama denganmu."
Deep mengusap pipi Aarohi, merasakan dorongan pelindung yang sangat kuat—dorongan yang dulu pernah ia rasakan pada Aarohi yang asli, namun kali ini bercampur dengan gairah yang lebih dalam. "Jangan takut. Mulai sekarang, aku akan menempatkan pengawal pribadiku di depan pintumu. Tidak akan ada yang menyentuhmu lagi. Aku berjanji."
Aarohi menyandarkan kepalanya di dada Deep. Di balik bahu pria itu, ia tersenyum dingin. Satu langkah lagi menuju kehancuranmu, Deep. Kau baru saja mengusir satu-satunya orang yang benar-benar setia padamu demi seorang wanita yang akan menghancurkanmu, batin Aarohi.
Malam itu, benih keraguan terhadap Tara telah tumbuh menjadi kebencian di hati Deep. Dan bagi Aarohi, itu adalah kemenangan termanis yang pernah ia rasakan sejak keluar dari penjara.