NovelToon NovelToon
KAMI HIDUP BERDAMPINGAN (CERPEN)

KAMI HIDUP BERDAMPINGAN (CERPEN)

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Balas Dendam / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:117.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reski Muchu Kissky

Ini hanya karya fiksi.
Bagaimana kabar mu hari ini? Apa semua berjalan dengan lancar? Atau mereka masih suka mengganggu mu?
Tenang, bila itu terjadi aku akan selalu melindungi mu dari bangun hingga terlelap mu, sebagai imbalannya biarkan aku menyatu dengan jiwa mu.

Ikuti terus alur cerita pendek menarik dalam setiap judulnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab XVII (Suami ku? Part II)

Setelah itu, ku ganti baju ku dan bergegas ke dapur untuk memasak.

Saat aku masih sibuk di dapur tiba-tiba Naraku datang dengan penampilan rapi, memakai baju kaus bergambar panda berwarna putih dan celana training abu-abu selutut.

“Aku bantu ya sayang.” ucapnya dengan senyum hangat di bibirnya.

Aku tak menolak penawarannya itu, kami pun memasak bersama-sama, setelah selesai kami menyantapnya dengan penuh nikmat.

Naraku juga tak banyak memberikan aturan pada ku, dalam beberapa hari dia begitu memanjakan ku, cuci baju saja ia yang melakukannya sendiri, setiap waktu sering kali menciumi wajah ku dengan tawa hangat di bibirnya.

Aku bahagia, Naraku yang seperti ini yang ku inginkan.

Naraku juga meminta jatah lebih sering dari biasanya, sehari bisa 4 sampai 6 kali, meski kelelahan aku tak dapat menolaknya.

Tapi anehnya, Naraku seolah selalu menghalangi aku untuk beribadah, entah mengapa hati ku sedikit cemas.

Sudah empat hari kehangatan kami berlangsung, saat aku sedang beres-beres kamar selepas Magrib tanpa sengaja aku melihat handphone ku saat ingin membersihkan laci meja rias ku.

Saat Naraku masih mandi, tak ada salahnya ku cek sebentar isi handphone ku, mana tahu ada panggilan dari ibu.

Ketika ku nyalakan layar handphond ku, aku sedikit merasa janggal.

“Untuk apa, Naraku mendial nomor ku sampai 135 kali? Pada hal ia ada bersama ku di rumah?” batin ku terus menanyakan hal yang sama berulang kali.

Saat aku masih dalam bingung ku, tiba-tiba handphone ku ada yang mendial.

“Naraku? Untuk apa dia mendial ku dari kamar mandi? Apa dia kurang kerjaan?” batin ku menjadi penasaran, lalu aku yang ingin tahu maksud dari keisengannya itu mengangkat teleponnya.

“Halo, kenapa baru angkat? Kamu ngapain saja di rumah sampai-sampai enggak sempat untuk mengangkat telepon ku!” Aku seketika membatu mendengar suara dari balik layar handphone ku.

“Na, Naraku,” ucap ku dengan terbata-bata.

“Iya bodoh, kamu sedang apa sampai-sampai enggak bisa angkat telepon ku? Apa kamu sedang selingkuh disana?”

“Di, disana?” ucap ku dengan perasaan bingung.

“Dasar istri enggak berguna, suami kerja banting tulang ke luar kota, kamu malah enggak jelas ngapain saja di rumah, awas saja kalau kamu sampai selingkuh, oh ya, cepat angkat video call ku.” Seketika Naraku mengganti dari model telepon biasa menjadi video call, dengan tangan gemetaran ku angkat telepon darinya.

“Hah!” mata ku seketika membulat, saat melihat Naraku berada di sebuah kamar hotel.

“Kenapa muka mu tegang begitu Kikyo? Kamu dimana? Coba sorot semua area kamar, aku mau lihat, ada siapa saja di rumah.” dengan jantung yang berdetak kencang, ku turuti perintah Naraku, ku buat kamera handphone ku menjadi kamera belakang, agar Naraku dapat melihat seisi kamar.

“Ka,kamu masih di luar kota?” tanya ku dengan perasaan merinding.

“Apa-apaan sih kamu? Aku kan sudah bilang berapa hari untuk dinas, apa kamu lupa? Kenapa kamu enggak akan telepon ku beberapa hari ini Kikyo? Kikyo ada apa dengan kamar, kenapa kotor dan berantakan begitu?” saat aku ingin menjawab pertanyaan Naraku, tiba-tiba Naraku yang bersama ku keluar dari kamar mandi dengan masih memakai handuk.

Segera ku tutup dari telepon dari Naraku, dan ku letakkan kembali ke dalam laci.

“Ada apa sayang? Kenapa muka mu pucat begitu?” ucap Naraku pada ku seraya berjalan ke arah ku yang sedang duduk di atas lantai.

“Siapa dia? Apa maunya?” batin ku terus bertanya, bulu kuduk ku berdiri saat tangannya yang dingin menyentuh pipi ku.

“Apa kamu sedang sakit sayang? Pada hal tadi sebelum aku mandi kamu masih ceria.” Naraku palsu mengangkat tubuh ku ke atas ranjang, aku yang mulai gemetaran tak tahu harus berbuat apa.

“Kalau dia tahu, aku tahu dia bukan Naraku, apa dia akan menyakiti ku?” batin ku.

“Sayang, kenapa diam saja? Dan kenapa tubuh mu tiba-tiba dingin dan gemetaran?” Naraku terus saja mengajak ku bicara.

“Perut ku sakit, apa boleh aku panggil ibu kesini untuk merawat ku?” ucap ku, berharap ibu dapat menolong ku, membawa ku keluar dari rumah ini.

“Sayang, kan ada aku disini, kenapa harus menyusahkan ibu mu yang sudah tua itu?”

“Tapi perut ku.”

“Aku akan merawat mu.” Naraku memotong perkataan ku.

“Kalau begitu, antar kan aku ke dokter, atau tolong belikan aku obat ke apotik.” aku berharap dia mau melakukan salah satunya, agar aku bisa kabur darinya.

“Aku lagi tidak berniat meninggalkan mu, tidurlah, aku akan memijat perut mu.” ucapnya, Naraku palsu memutus harapan ku untuk lepas darinya.

Naraku mengambil minyak angin yang ada di atas meja rias, lalu ia membuka baju ku, dan mengusap-usapnya ke perut ku.

Aku bingung harus bagaimana, dia sama sekali tak memberikan aku celah untuk keluar kamar.

“Sepertinya perut mu sudah baikan sayang,”

“A, apa?” Tiba-tiba Naraku membuka bajunya, yang artinya ia meminta jatah lagi pada ku.

“Perut ku masih sakit Naraku.” ucap ku, berharap ia menghentikan niatnya.

“Aku sudah periksa, tidak ada masalah sayang.” tanpa mendengar perkataan ku, ia mulai melakukan kemauannya, Naraku memeluk tubuh ku dengan tubuh bulatnya.

Setelah 2 jam, Naraku palsu baru mah berhenti, lalu aku beranjak dari tempat tidur ku menuju kamar mandi, dan tanpa sengaja aku melihat di besi pembuangan air banyak sekali rambut hitam, sama panjangnya dengan rambut ku.

Seketika aku berkaca, di dekat wastafel ku, ku pastikan apa rambut ku ada yang pitak.

“Ternyata semua baik-baik saja, lalu rambut siapa ini? Apa rambut Naraku palsu itu?” aku bergumam sendiri di dalam kamar mandi.

Selesai mandi, aku kembali ke kamar untuk memakai baju.

“Sayang, sini aku peluk.” Naraku tiba-tiba sudah duduk di atas ranjang.

“Malam ini dingin sekali, aku mau pakai baju saja,” ucap ku, namun Naraku palsu memaksa ku untuk tak usah memakai apapun, dengan terpaksa aku menuruti maunya, lalu tubuh ku yang dingin di peluk oleh Naraku palsu, kami berdua luput dalam selimut tebal.

“Kikyo! Kikyo bangun!” teriakan itu membangunkan tidur ku, lalu ku lihat Naraku palsu dengan setelan baju kantor berdiri di hadapan ku dengan tatapan sinis.

“Naraku.”

Plak!!

Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri ku, aku tak mengerti apa yang terjadi.

“Apa saja kerja mu di rumah Kikyo? Kenapa kamu hanya berbaring di atas ranjang! Dan membiarkan seisi rumah kotor dan berdebu? Lauk di dapur juga sudah jamuran, dan tetangga bilang kamu tidak pernah keluar rumah sejak aku pergi, bahkan hanya lampu kamar ini saja yang menyala malam hari, ada apa Kikyo?”

Hardikan dari Naraku membuat ku sadar kalau yang ada di hadapan ku sekarang adalah Naraku asli.

“Naraku, apa maksud mu dengan rumah berantakan? Aku membersihkannya setiap hari.” ucap ku, karena setahu ku, aku dan Naraku palsu selalu membersihkan rumah.

Lalu dengan emosi, Naraku menarik tangan ku agar keluar dari dalam selimut.

“Ki, Kikyo.” aku tak tahu apa yang terjadi, Naraku melepaskan tangan ku.

“Apa kamu tidak makan selama aku pergi?” ucapan dari Naraku membuat ku heran, lalu aku beranjak dari ranjang untuk bercermin di meja rias.

“Hah!”

Aku terkejut melihat wujud ku, tubuh ku yang sebelumnya sudah kurus kini bertambah kurus, pipi ku juga bertambah cekung.

“Kikyo, apa kamu sakit selama aku pergi?” tanya Naraku padaku.

Aku hanya dapat menggelengkan kepala ku, karena seingat dan setahu ku, aku makan teratur, beraktivitas seperti biasa bersama Naraku palsu.

“Kikyo, ayo kita ke rumah sakit.” Naraku dengan sigap mengambil baju daster dalam lemari, lalu ia memakaikannya pada ku, setelah itu kami pergi ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit, Naraku mempercayakan ku kepada salah satu dokter yang ada disana.

“Istri anda kekurangan gizi pak, ibu seharusnya lebih banyak makan, kalau tidak lambung ibu akan benar-benar bermasalah, lain itu tidak ada yang mengkhawatirkan, oh iya satu lagi, anda terlalu memaksakan istri anda, pada hal dia sedang sakit pak.” aku mengerti sekali yang di maksud dari ucapan sang pak dokter.

“Apa pak?” Tapi Naraku tak mengerti itu.

Setelah aku pulang dari rumah sakit, aku di rawat beberapa hari oleh Naraku, ia juga membersihkan seisi rumah, ingin sekali ku katakan perihal yang terjadi tapi aku takut Naraku akan meninggalkan ku.

1 Bulan telah berlalu, waktunya Naraku pergi untuk dinas keluar kota, sebenarnya hatinya berat untuk meninggalkan ku, namun apa boleh buat, itu sudah menjadi tugasnya.

Malam ini aku sendirian lagi di rumah, entah mengapa aku tak ingin pergi ke rumah ibu. Aku pun merebahkan badan ku di atas ranjang.

Ting tong ting ting ting tong!

Suara bel rumah membangunkan ku, saat ku lihat jam di dinding ternyata sudah jam 00:12.

Aku keluar dari dalam kamar, menuju pintu utama, saat aku menyingkap gorden yang ada di dekat pintu, ternyata itu Naraku, yang pulang tengah malam, di tengah derasnya hujan, tanpa basah sedikit pun, meski ia tidak membawa payung.

Cetek! Krieet... ku buka pintu rumah, dan ku sambut ia seperti biasa, karena aku lebih membutuhkannya di sisi ku.

SELESAI.

HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, HADIAH, RATE 5, VOTE, SERTA TEKAN FAVORIT, TERIMAKASIH BANYAK ❤️

Instagram :@Saya_muchu

1
Riadatul Jannah
episode ne tulisannya belepepotn gaknjelas crtya. kdg bingung sma tulisanya hahaa yg mama xwek cowok ya
estycatwoman
good
estycatwoman
sebernya lumayan tpi byk typo nama & kata2 yg ilang jadi rada gmn gtu

Mohon lbih teliti lagi sblm updte bab ato bisa direvisi biar lbih ciamik🙏

Semngt thor
Thanks 😊
estycatwoman
Nyesek bacanya 😥
estycatwoman
Dih sadis ya kok ada setan bisa bunuh orng 😩
estycatwoman
bkin gak enak makan daging nih 😩
estycatwoman
ngekekk guys untung bukn doa mau makan 🤣
Park Kyung Na
🤣🤣🤣🤣
Park Kyung Na
ada seremnya ada lucunya
Park Kyung Na
😱😱
Park Kyung Na
mampir
Mami Mara
sedih woy 😭😭😭
Mami Mara
wowwwww
Mami Mara
slesai? trs naudira nya kemana thor?
Mami Mara
adegan kaya gini paling horor, pas qta ngintip krn penasaran ehhh yg diintip malah ngintip balik 😱
Mami Mara
njirrr,, auto ngakak 😂😂
Suaidah Hasibuan
ok kk
Suaidah Hasibuan
semangat
Muhammad Rizky
Good
💞 Lily Biru 💞
semangat2
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!