JANGAN DI TUNGGU..
UPDATE TIDAK MENENTU KAPANNYA.. KARENA KESIBUKAN...
Saat SMA di pandang sebelah mata, di permalukan oleh orang yang disukai,di jadikan bahan tawaan karna penampilan yang culun dan di anggap miskin .
hingga memilih pergi, dan melupakan.
kembali dengan identitas asli, dan membuat banyak orang kagum.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vera Ferdina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCA Ep15
"jangan pernah kau berharap masuk ke dalam keluargaku, itu tidak akan terjadi, karna hanya aku yang akan pantas untuk kak lian... jangan jadikan kekayaanmu untuk mendekati keluarga agastara, karna itu tidak akan mampu, sebaiknya kau menyerah sebelum terlambat" ucap yona, yang mengikuti alena tadi.
alena merasa bingung, kenapa ia harus bertemu orang seperti yona ini, pikirannya sangatlah pendek dan tidak berpendidikan.
"aku tidak pernah berfikiran untuk bersama julian, lagi pula aku kesini karna permintaan mama helen, aku juga tidak pernah menggunakan harta keluargaku untuk hal hal yang tidak penting seperti kau tuduhkan" ucap alena masih memberikan senyuman, walau dalam hatinya ingin sekali alena menarik rambut panjang yona.
"hahaha... kau pikir aku bodoh? lagi pula aku yakin jika kau bukan tipe wanita kak lian, karna aku tau seperti apa wanita yang di idam idamkan kakaku itu" yona terus memojokan alena.
"bagus jika aku bukan tipe wanitanya, lagi pula aku tidak pernah berminat untuk menjadi wanita kakakmu, aku permisi dulu" alena ingin sekali pergi dari hadapan yona ,namun tubuhnya tiba tiba terdorong dari belakang hingga alena terjatuh.
lutut alena tergores, dan yona tersenyum sangat jahat. alena bangun dari jatuhnya dan menatap yona tajam. apa salahnya dan apa mau yona sehingga mengganggu ketenangan alena.
"apa maumu? apa aku punya salah padamu? apa aku pernah mengusikmu? apa aku mengenalmu? kenapa kau seperti memiliki dendam padaku? bahkan ini baru kali pertama aku bertemu denganmu, jawab aku hmmm ,kenapa..." alena melangkah pelan dengan kaki yang terasa nyeri.
"ke... kenapa kau dekat dekat, sana menjauh dariku" yona memundurkan langkahnya pelan dan merasa ketakutan melihat tatapan alena.
"kau pikir aku takut dengan kau menunjukan ekspresi seperti itu.. hahahah, aku tidak takut sama sekali" ucap yona tertawa walau sebenarnya ia merasa ketakutan.
"hmm..baiklah ,percuma aku meladenimu yang bukan siapa siapa" alena berbalik dan betapa terkejutnya melihat julian yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
julian datang tepat saat yona berbicara terakhir. ia sengaja mencari alena agar dapat berbicara berdua saja. siapa sangka ternyata alena sedang tidak sendiri melainkan bersama yona, sepupunya.
yona melihat kehadiran julian tersenyum senang, dan langsung berlari memeluknya. selama ini yona diam diam memiliki rasa lebih dari sepupu pada julian. semua keluarga agastara tau hal itu.
"kak lian... tadi teman wanitamu itu menghinaku mendorongku hingga jatuh, dan dia tidak mau minta maaf malah ingin menyerangku lagi" adu yona dengan ucapanya yang bohong.
"lepaskan tanganmu dariku yona, jangan seperti anak kecil, kau sudah besar" ucap julian melepas paksa pelukan yona.
"kenapa kakak marah padaku, harusnya kak lian memarahi wanita asing itu, aku adikmu"
"aku tau mana yang salah dan mana yang benar yona, sekarang pergi temui yang lainnya"
"kak lian aku ingin bersama kakak saja" yona terus merengek pada julian, membuatnya kesal.
"jangan membuatku bersikap kasar padamu yona, ingat batasanmu" desis julian.
alena hanya diam saja ,merasa tidak pantas untuk ikut campur.
yona langsung pergi dengan prasaan kesal, namun bukan terhadap julian melainkan alena. ia berfikir semua membencinya karna kehadiran alena.
"apa kau tidak apa apa?" tanya julian pada alena.
"tidak apa apa... aku ke vila dulu" alena berjalan tertatih karna kakinya merasa nyeri. julian tentu saja melihat itu, luka goresan di lutut alena.
"lututmu terluka alen, biar aku bantu kau ke vila" julian mengambil tangan alena agar merangkul ke di lehernya dengan pelan ia membawa alena ke vila yang tidak terlalu jauh dari tempat mereka.
"kenapa bisa terluka?" tanya julian
"nanti aku ceritakan, sebaiknya bawa aku segera ke vila, aku ingin mengobati lukaku"
"baiklah..."
saat mereka sampai di vila ,julian langsung mendudukan alena di kursi ruang tamu, lalu berlari cepat mengambil kotak P3K.
"biar aku saja..., terimakasih" ucap alena.
"aku saja, jangan membantahku"
"terimakasih"
"ceritakan apa yang terjadi ,kau sudah janji"
alena menghembuskan nafasnya pasrah, terpaksa bercerita pada julian, apa yang dilakukan yona padanya.
selesai mengobati alena, julian langsung membantunya masuk ke dalam kamar agar alena bisa beristirahat.
julian sudah bisa menduga siapa yang membuat alena terluka, secepatnya julian mencari yona yang sedang berkumpul bersama keluarganya.
"yona... ikut dengaku" julian menarik kasar yona di depan semua keluarganya.
"lian, apa apaan ini.. lepaskan putriku" teriak mama yona, tidak terima anaknya diperlakukan seperti penjahat oleh julian.
"ada apa ini lian? kenapa dengan yona?" tanya helen.
"dia sudah membuat alena terluka ma, dia mendorong alena hingga terluka" ucap julian.
semuanya terkejut mendengar apa yang baru saja julian katakan, ada masalah apa sebenarnya ,kenapa yona bisa melakukan hal itu pada alena.
"alen? apa yang terjadi pada sahabatku" tia langsung mendekati julian meminta penjelasan.
"alena sedang berada di kamarnya, temanilah dia" ucap julian. tia langsung bergegas pergi ke kamar untuk melihat keadaan alena.
"tidak... aku tidak melakukan apapun padanya,dia berbohong kak, jangan percaya wanita asing itu" yona berusaha menutupi kesalahannya.
"jangan berbohong yona, aku tau seperti apa dirimu, kau selalu mengusik orang orang yang dekat denganku" ucap julian.
"julian tahan emosimu, jangan keras pada wanita" ucap papa julian.
"putriku tidak mungkin melukai orang asing, pasti alena sudah memfitnahnya" lagi lagi mama yona berudasa membela.
"iya lian, om juga yakin jika yona tidak akan melakukan hal itu, harusnya kau lebih membela sepupumu, bukan membela orang asing yang baru saja kau kenal" papa yona ikut angkat bicara.
"alena bukan orang asing, dia adalah tamu terhomatku jangan ucapakan dia sebagai orang asing lagi, kalianlah orang asing di keluarga kami" helen kini ikut bicara membela alena.
"kenapa kalian membela wanita itu, jelas jelas kalian baru saja mengenalnya, jangan sampai kalian menyesal karna tertipu"
ucapan mama yona membuat hati julian semakin emosi. wajahnya sudah merah padam menahan amarahnya
"alena adalah teman SMA ku , bukanlah orang asing, bahkan dia lebih terhormat dari keluarga agastara, kalian tidak pantas berbicara seenaknya mengenai temanku, ingatlah... jika bukan karna nama agastara kalian tidak akan bisa hidup seperti ini, yang pantas disebut orang asing adalah kalian" julian menunjuk kedua orang tua yona dengan mata tajamnya.
"lancang sekali kau julian... berani sekali kau melawanku" bentak papa yona dan hampir menampar julian
"jangan berteriak dengan putraku" kini papa julian yang selalu diam ikut angkat bicara.
semua keluarga langsung diam ,tidak ingin ikut campur...
"kau sudah tau sifat putrimu kan? dan kau tau dia bersalah, kenapa kau tetap membela seseorang yang salah... begitukah caramu mendidik yona? memanjakannya? memberikan semuanya... ingatlah, kau hidup atas uang keluargaku"
papa julian langsung pergi diikuti helen sang istri. julian tersenyum menang, melihat om dan tantenya menahan kesal.
skali2 pebinor lah stlh Yudis munculkan lagi Sam buat Julian cemburu masak Alena trs yg cemburu
Elin hanya mau hartanya saja, tidak mau Prianya
sukses...semangat
mksh