NovelToon NovelToon
Tahta Senja Untuk Aira

Tahta Senja Untuk Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Terlahir kembali usai tewas disiksa, Aira bertekad membalas dendam pada Azka dan keluarganya. Ia bangkit merebut tahta, menggagalkan pengkhianatan, dan membuka hati untuk paman Azka, Rizky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16. PELAKOR YANG TERTUKAR

Satu bulan berlalu sejak status hukum Aira dan Azka berubah. Namun, di dalam rumah megah itu, tak pernah sekalipun Azka menyentuh Aira. Pria itu justru semakin terang-terangan menunjukkan kemesraannya dengan Rani. Azka menganggap sikap dingin dan jarak di antara mereka adalah bentuk "hukuman" untuk Aira. Ia merasa menang karena berhasil mengacuhkan wanita yang dipaksakan padanya.

Azka tidak tahu—dan tak pernah membayangkan—bahwa Aira sama sekali tidak merana. Sebab di setiap malam-malam sepi, ketika Azka sibuk memanjakan Rani, Paman Rizky selalu ada untuk Aira. Pria matang, berkuasa, dan penuh gairah itu memberikan sentuhan, kehangatan, serta perlindungan yang tak pernah bisa diberikan oleh pria picik seperti Azka. Bagi Aira, keabaian Azka justru adalah kebebasan terindah baginya.

Hingga malam itu, sebuah acara lelang amal bergengsi berskala nasional digelar di ballroom hotel bintang lima. Acara tersebut dihadiri oleh para pebisnis kelas atas, kolega penting, dan konglomerat papan atas.

Karena pernikahan Azka dan Aira digelar tertutup tanpa pesta resepsi, publik tidak ada yang tahu seperti apa wujud asli dari "Nyonya Gunawan" yang sebenarnya. Celah inilah yang dimanfaatkan habis-habisan oleh Rani.

Dengan gaun merah menyala yang sangat terbuka dan perhiasan mencolok, Rani melangkah penuh percaya diri menggamit erat lengan Azka di atas karpet merah. Azka sengaja membawa Rani alih-alih Aira. Baginya, pemikiran publik yang menganggap Rani sebagai istrinya sangat menguntungkan. Jika suatu saat nanti aku berhasil membuang Aira dan menguras hartanya, tidak akan ada berita skandal perselingkuhan, batin Azka culas.

Rani benar-benar berada di atas angin. Sepanjang malam, ia memamerkan senyum lebarnya saat para pengusaha menegurnya sebagai "Nyonya Gunawan". Rani tidak pernah membantah, justru semakin mengeratkan pegangannya di lengan Azka dan bertingkah seolah ia adalah ratu di malam itu. Ia merasa telah menang mutlak atas Aira.

Namun, di luar area ballroom, sebuah mobil kemewahan ekstrem berhenti tepat di depan lobi utama. Aira turun dari mobil. Malam ini, ia tampil luar biasa memesona dengan gaun hitam elegan berbahan sutra yang memeluk lekuk tubuhnya dengan sempurna, dipadu dengan perhiasan berlian simpel namun memancarkan aura kemewahan kelas atas.

Aira memegang sebuah undangan resmi yang dikirimkan khusus atas nama keluarga Gunawan. Namun, saat ia melangkah menuju pintu masuk ballroom, dua penjaga bertubuh besar membendung langkahnya.

"Maaf, Mbak. Siapa?" tanya petugas keamanan dengan nada ragu.

"Saya Aira, Nyonya Gunawan," jawab Aira tenang, suaranya halus namun memancarkan kewibawaan mutlak.

Petugas itu saling pandang lalu terkekeh sinis. "Nyonya Gunawan? Mbak jangan main-main ya. Pak Azka Gunawan sudah masuk dari tadi bersama istrinya, Nyonya Gunawan yang asli. Beliau berdua baru saja menyapa panitia di dalam. Jangan coba-coba bikin keributan di acara besar seperti ini!"

Keributan kecil di pintu masuk itu menarik perhatian para tamu di area foyer. Rani, yang sengaja keluar untuk mengambil minum bersama beberapa wanita sosialita dan pengusaha muda, mendengar kehebohan tersebut.

Mata Rani membelalak kaget saat melihat Aira berdiri di sana. Namun, bukannya panik, benak Rani langsung dipenuhi ide licik untuk mempermalukan Aira sehancur-hancurnya di depan umum.

Rani bergegas melangkah mendekat dengan raut wajah yang mendadak berubah prihatin dan gemetar, memancing perhatian semua orang.

"Aira... kamu nekat datang ke sini?" panggil Rani dengan suara bergetar yang dibuat-buat, kelopak matanya langsung berkaca-kaca seolah ia adalah korban yang terintimidasi. "Aku mohon, Aira... jangan hancurkan nama baik keluarga Gunawan di acara penting ini. Aku tahu kamu sangat berambisi diakui, tapi tolong... jangan ngaku-ngaku sebagai Nyonya Gunawan seperti ini..."

Mendengar ucapan Rani, kasak-kusuk langsung pecah di antara para tamu VIP.

"Ya ampun, jadi cewek itu mau merebut posisi Nyonya Gunawan?" "Dasar tidak tahu malu! Pak Azka kan sudah datang sama istrinya yang cantik itu!" "Zaman sekarang pelakor memang makin nekat, berani ngaku-ngaku jadi Nyonya rumah!"

Gumam bersimpati langsung mengalir deras untuk Rani. Rani menundukkan kepala, pura-pura menyapu air matanya, padahal di balik jemarinya ia menyunggingkan senyum kemenangan yang amat puas.

Di antara kerumunan tamu, seorang pengusaha muda bernama Hendra—kolega bisnis Azka yang sedang gencar-gencarnya menjilat keluarga Gunawan demi mendapatkan proyek bernilai puluhan miliar—melihat ini sebagai kesempatan emas. Dalam benaknya, Jika aku berhasil membela istri Azka dan mengusir pelakor ini, kerja sama jutaan dolar itu pasti akan jatuh ke tanganku!

Hendra langsung memasang badan, melangkah maju dengan wajah garang, dan berdiri membusungkan dada di depan Rani.

"Wanita tidak tahu diri!" bentak Hendra keras sambil menunjuk wajah Aira. "Sudah tahu Pak Azka dan Bu Rani pasangan sah keluarga Gunawan, kamu masih nekat mau jadi pengganggu dan ngaku-ngaku Nyonya Gunawan?! Keluar dari sini sebelum saya panggilkan polisi!"

Aira hanya mengangkat satu alisnya, menatap Hendra dengan tatapan dingin dan kasihan. "Kamu tidak tahu apa-apa, jangan asal bicara."

"Masih berani melawan?!" seru Hendra emosi. Demi menunjukkan kesetiaannya pada Rani dan Azka di depan banyak orang, Hendra tanpa ragu mendorong bahu Aira dengan kasar!

THAK!

Aira tersentak mundur satu langkah akibat dorongan keras itu. Rani yang melihatnya hampir tersenyum lebar, merasa di atas awan karena melihat Aira diperlakukan bagaikan sampah.

Namun, sebelum Hendra sempat menyentuh atau membentak Aira lebih jauh...

BUAKKK!

Sebuah pukulan mentah yang amat keras mendadak melayang dan menghantam rahang Hendra hingga pria itu tersungkur hebat ke atas lantai marmer! Suara pecahan kaca dan jeritan histeris tamu wanita langsung memecah suasana!

Seluruh ruangan mendadak hening mencengkeram.

Dari balik kerumunan, muncul sosok pria tinggi tegap dengan setelan jas mahal buatan Italia, memancarkan dominasi mutlak dan aura membunuh yang teramat pekat. Langkah kakinya berat, dan tatapan matanya bagaikan elang yang siap mencabik-cabik mangsanya.

Paman Rizky.

"Siapa yang memberimu izin menyentuh wanitaku?" tanya Paman Rizky dengan suara berat bergema yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri seketika.

1
Airin
kokop terus uncle
Airin
wadaw dikokop juga🤭
Yasa
suka banget sama fl yang Badas gini.
Senja_Puan: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!