NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Uang sebanyak itu bahkan bisa membuat perusahaan properti ayahnya mengalami guncangan arus kas jika dikeluarkan secara tunai.

Vanya yang berdiri di dekat sofa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan saking terkejutnya.

Jam tangan berlian yang tadi dia pamerkan harganya bahkan tidak sampai seperseratus dari harga jam tangan Bima.

Ruang komentar di siaran langsung Siska langsung meledak tidak terkendali.

Puluhan ribu penonton kini membanjiri layar dengan komentar histeris dan hadiah virtual yang terus berjatuhan.

"Ya Tuhan, aku benar-benar sedang menonton dewa kekayaan berbelanja!"

"Kartu hitam itu! Itu kartu super eksklusif yang batas saldonya tidak terhingga!"

"Mental pria sombong itu pasti langsung hancur lebur melihat struk pembayarannya."

"Tolong ingatkan aku untuk tidak pernah menilai orang dari kemeja flanelnya lagi seumur hidupku."

Siska sendiri sudah tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa mematung menatap profil samping wajah Bima.

Di matanya saat ini, Bima terlihat bersinar layaknya seorang kaisar yang sedang menundukkan wilayah taklukannya.

Keributan di meja kasir itu akhirnya memancing keluarnya manajer butik dari ruangan VIP di bagian dalam.

Seorang pria asing berjas rapi berjalan tergesa-gesa dengan wajah panik.

Dia melihat layar monitor sistem penjualannya dan langsung berlari menghampiri Bima.

Manajer asing itu membungkuk sangat dalam hingga kepalanya nyaris menyentuh meja etalase.

"Tuan Bima, selamat malam dan selamat datang di butik kami."

Manajer itu menyapa menggunakan bahasa Indonesia yang cukup fasih dengan nada yang luar biasa hormat.

"Saya adalah manajer area butik ini, sebuah kehormatan besar bisa melayani pelanggan dengan kelas seperti Anda."

Bima menatap manajer itu dengan tenang tanpa ekspresi berlebihan.

"Sistem kasta pelanggan di butik ini sangat menarik, Tuan Manajer," sindir Bima dengan suara pelan namun menekan.

Manajer asing itu langsung berkeringat dingin mendengar sindiran tersebut.

Dia menoleh dan menatap tajam ke arah David yang masih terduduk lemas di lantai.

"David, apa yang sudah kamu lakukan pada Tuan Bima?" bentak manajer itu murka.

"Saya... saya mengira beliau hanya pengunjung biasa yang datang mengganggu," jawab David terbata-bata dengan air mata ketakutan.

"Kamu dipecat hari ini juga!" putus manajer itu tanpa ampun.

"Bereskan barang-barangmu dan keluar dari butik ini sekarang juga, dasar pelayan bodoh yang merusak nama baik perusahaan!"

David menundukkan kepalanya dalam-dalam, menangisi kebodohannya yang telah menghancurkan karirnya sendiri hanya demi menjilat pelanggan sombong.

Manajer asing itu kemudian berbalik kembali menghadap Bima dan tersenyum sangat ramah.

"Tuan Bima, jam tangan yang Anda beli adalah edisi maha karya kami yang paling langka."

Manajer itu mengeluarkan sebuah kunci khusus dari saku jasnya dan membuka etalase kaca utama tersebut dengan sangat hati-hati.

"Karena Anda telah melunasi pembayarannya, jam tangan ini resmi menjadi milik Anda seutuhnya."

Manajer itu mengambil jam tangan Patek Philippe tersebut menggunakan sarung tangan putih dan meletakkannya di atas nampan beludru emas.

"Dan karena ini adalah satu-satunya unit pajangan yang kami miliki untuk seluruh negeri ini."

Manajer itu menatap staf keamanan butik yang berdiri di dekat pintu.

"Tolong kosongkan area etalase utama dan turunkan poster promosi jam tangan ini sekarang juga."

"Mulai malam ini, Patek Philippe edisi seratus tujuh puluh lima tahun resmi tidak tersedia lagi di pasaran kita."

Perintah manajer itu membuat Rio dan Vanya merasa seperti ditampar bolak-balik oleh kenyataan yang sangat kejam.

Mereka yang tadinya merasa sangat superior karena mampu membeli jam tangan ratusan juta kini terlihat seperti pengemis di mata Bima.

Bima telah menghabiskan seluruh kuota barang paling mewah di negara ini hanya dalam waktu kurang dari lima menit.

Rio tidak sanggup menahan rasa malu yang membakar seluruh wajah dan harga dirinya.

Dia menarik tangan Vanya dengan kasar dan berjalan keluar dari butik itu dengan langkah tergesa-gesa.

Rio tidak berani mengucapkan sepatah kata pun atau menatap mata Bima lagi.

Mentalku benar-benar hancur, batin Rio putus asa saat menyadari jarak kekayaan mereka yang bagaikan bumi dan langit.

Bima mengambil jam tangan super mewah itu dari atas nampan beludru tanpa ragu sedikit pun.

Dia memakainya di pergelangan tangan kirinya dan mengencangkan talinya dengan santai.

Kontras antara kemeja flanel pudar dan jam tangan senilai puluhan miliar itu terlihat sangat absurd namun memukau.

"Cocok tidak dengan kemejaku?" tanya Bima sambil memamerkan pergelangan tangannya ke arah Siska.

Siska tertawa pelan dan menganggukkan kepalanya dengan antusias.

"Sangat cocok Kak Bima, ketampanan Kakak langsung naik sepuluh ribu persen malam ini."

Komentar di siaran langsung Siska pun dipenuhi oleh pujian dan histeria dari para penonton wanita.

Bima mengelus layar ponsel di etalase dan melihat ribuan penonton yang terus bertambah.

Ting.

Sistem Pekerjaan Impian Evaluasi Kinerja Dominasi.

Host berhasil menghancurkan superioritas palsu musuh dengan kekuatan finansial mutlak.

Kemajuan Tugas Penguasaan Reputasi Kampus dan Kota naik menjadi 50 Persen.

Bima tersenyum tipis membaca notifikasi yang masuk langsung ke dalam pikirannya tersebut.

"Mari kita pulang, Siska," ajak Bima santai.

"Waktu pertunjukan malam ini sudah habis."

Bima dan Siska melangkah keluar dari butik itu dengan diiringi tundukan hormat dari seluruh staf dan manajer yang ada di sana.

Meninggalkan sebuah legenda baru tentang pria berflanel yang menghabiskan puluhan miliar rupiah tanpa berkedip di pusat perbelanjaan elit kota.

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!