"Daddy, bagaimana bisa menjodohkan Lily dengan pria Arogan itu?" pertanyaan Lily meronta-ronta di hadapan Daddy-nya menunjuk Lucas yang duduk disofa dengan wajah datarnya.
"Lucas itu pria yang baik, Daddy sudah menjodohkan kalian sejak kecil" pernyataan Daddy menatap Lucas yang sejak kecilnya sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Sejak kecil apanya, Lily baru lahir dia sudah tua" komplen Lily, selain terkenal arogan Lucas juga beda 8 tahun darinya.
"Lily menolak perjodohan dengan pria Arogan itu" pernyataan Lily.
"Berani kamu menolak saya?" pertanyaan Lucas dengan suara beratnya.
Yuk baca cerita Lily.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27 Ikut Pulang Kerumah Daddy
"Lily jika kamu ingin makan bersama Papi dan Daddy pergilah, biar pelayan yang mengobati luka ku" ucap Lucas yang diangguki Lily.
Lily ikut makan dan asik mengobrol dengan Daddy dan Papi.
"Lily, siapa wanita itu?" pertanyaan Daddy menatap pelayan yang sedang mengobati luka Lucas.
"Pelayan" jawab Lily singkat.
"Lily, setau Papi dia sudah menjadi pelayan Lucas sejak lama" ucap Papi yang teringat pelayan itu sudah ada sejak dari Lucas tinggal di London.
"Iya, dia itu wanita yang dibeli Kak Lucas di pelelangan" kata Lily dengan polos.
"Apa?" kaget Papi dan Daddy bersamaan mendengar ucapan Lily, karena walaupun dulu pernah mampir dirumah Lucas mereka tidak tau asal usul pelayan itu.
"Lily, jika kamu tau begitu kenapa masih membiarkan Lucas bersama pelayan itu Nak?" pertanyaan Papi pada menantunya yang sejak kecil sudah dia anggap seperti anak sendiri.
"Ya sama aja Pi, semua pelayan disini Kak Lucas beli di pelelangan" pernyataan Lily sampai Daddy nya tersedak mendengar ucapan Lily.
"Lily, kamu paham nggak yang dimaksud sama Papi kamu?" pertanyaan Daddy.
"Kak Lucas nggak mungkin suka sama pelayan tenang aja" kata Lily yang membuat Papi dan Daddy menarik nafas berat.
"Lily, perasaan itu bisa berubah, kalau pelayan itu memberikan perhatian lebih bukan tidak mungkin Lucas akan suka" ucap Papi yang tidak tau terlalu persis seperti apa Lucas sekarang.
Mereka sudah tinggal pisah rumah selama 14 tahun, kemungkinan ada beberapa hal dan pendirian Lucas yang jauh berubah.
"Papi tenang aja, Kak Lucas itu nggak suka wanita kok," pernyataan Lily.
"Maksud kamu anak Papi nggak normal?" bisik Papi dengan wajah takutnya.
" Ya normal Pi, maksud Lily dia emang nggak suka ada wanita-wanita didekatnya, dia risih dan jengkel, apalagi wanita penggoda" kata Lily.
"Dari mana kamu tau itu?" pertanyaan Daddy juga berbisik.
"Jadi gini," Lily menceritakan alasan kenapa Lucas jadi tidak menyukai wanita sejak Papi mengirim dia keluar negeri karena Lily, sejak saat itu Lucas menganggap semua wanita pembawa masalah dalam hidupnya.
"Pantas anak itu tidak pernah terjebak scandal" ucap Papi yang juga sedikit heran karena putranya sama sekali tidak pernah mengalami gosip miring publik soal wanita.
Memang tidak ada celah rupanya!.
"Lily tapi dia normal kan?" pertanyaan Daddy berbisik pada putrinya.
"Kak, kau meragukan anak kita?" pertanyaan Papi langsung lesu ketika Daddy yang menanyakan itu.
"Ya harus di tes kayaknya," ucap Daddy, karena jika Lucas tidak pernah dekat dengan wanita bukan tidak mungkin itu terjadi.
Daddy membisikkan sesuatu ketelinga Lily, "Lucas sini kamu sebentar" panggil Papi.
"Iya Pi" kata Lucas berjalan dengan pelan dan menolak di papah oleh Alena.
"Kalian ngobrol apa sih?, asik banget" tanya Lucas tersenyum melihat mereka yang asik sekali ngobrol sampai bisik-bisik.
"Terus kenapa, Kakak cemburu?" pertanyaan Lily.
"Untuk apa aku cemburu Lily, mereka kan Ayah kita" ucap Lucas yang berdiri antara Lily dan Papi yang duduk dikursi.
"Behhhh, kenapa kamu baru menyadari nya sekarang Boy" tawa Daddy tiba-tiba, mengingat dulu betapa cemburunya Lucas ketika masih kecil pada Lily.
"Daddy, aku," Lucas terdiam dan malu sendiri.
"Dulu aku masih kecil Dad, belum cukup dewasa untuk mengerti hal itu" kata Lucas.
Daddy memerintahkan Lily dengan lirikan matanya yang dikerjakan anak polosnya itu.
"Udah selesai diobati?" pertanyaan Lily tiba-tiba duduk miring kearah Lucas.
"Lily, aku..." suara Lucas langsung terdengar berat ketika Lily yang masih duduk memeluk pinggang nya.
Papi dan Daddy saling tatap melihat reaksi tubuh Lucas sangat cepat bahkan over sekali.
" Khmmm, kamu pulang dulu mau jemput istri" kata Papi langsung pamit pulang.
"Kok pulangnya cepet banget," kata Lily melepaskan pelukannya dan menatap Daddy dan Papi.
"Kami harus pulang dulu" kata Papi memeluk Lily.
"Daddy mau ikut," rengek Lily tapi tangannya langsung dipegang Lucas.
"Nanti kalau Lucas sudah sembuh ajak dia menginap dirumah kita" ucap Daddy mengecup kening putrinya.
"By, Lily mau nginap dirumah Daddy sekarang boleh?" izin Lily menatap Lucas.
"Nanti ya kalau aku udah sembuh kita nginap dirumah Daddy" ucap Lucas yang terlihat sekali tidak mau Lily tinggal.
"By istirahat aja disini, Lily mau ikut Daddy pulang, sehari aja" kata Lily yang kangen rumahnya.
"Lily, suami lagi sakit masa di tinggal" ucap Daddy menasehati putrinya.
"Tapikan ada pelayan nya Dad," rengek Lily yang ingin ikut pulang.
Papi dan Daddy saling tatap, mereka pikir dalam perjodohan ini Lily yang akan paling dulu jatuh cinta ternyata tidak.
Mereka bisa melihat tatap cinta dimata Lucas tapi tidak dimata Lily, sama sekali belum ada rasa cinta atau sekedar rasa sayang untuk Lucas.
"Lily, kamu kok gitu, nggak kasihan lihat Lucas?" ucap Daddy melirik Lucas yang banyak sekali bekas lebam di tubuhnya.
"Mmmmh, tapi Lily mau ikut pulang" kata Lily tetap saja memegang lengan Daddy-nya.
"Pergilah" ucap Lucas melihat Lily yang ingin sekali ikut Daddy-nya.
"Beneran boleh?" tanya Lily kesenangan memeluk Lucas tiba-tiba.
"Iya, tapi besok pulang kesini lagi ya" kata Lucas mengelus kepala Lily dan mengecup kening nya.
" Daddy, tunggu sebentar ya, Lily ambil beberapa barang" kata Lily langsung berlari menaiki tangga dengan semangat.
"Khmmm, kecintaan banget Boy" ucap Papi menyenggol putranya yang berdiri sudah oleng sampai hampir jatuh.
"Roy!" teriak Daddy memegang Lucas yang hampir jatuh disenggol Papi.
Papi memeluk putranya itu dan membisikkan sesuatu ketelinga nya.
Sekitar 5 menit berlalu Lily sudah datang dengan ransel boneka lucu dipunggung nya.
"Daaa, Hubby" kata Lily dengan begitu ceria karena akan menginap dirumahnya.
Sudah hampir sebulan lebih Lily tidak pulang kerumahnya sejak menikah, jadi rasanya bahagia sekali.
"Kecup dulu pipi nya" kata Daddy pada Lily yang saking senangnya begitu tidak sabar untuk segera pergi.
"Daaa, Hubby" kata Lily bersalam dan mengecup pipi Lucas.
"Daaaa," suara kecil Lucas menatap dengan wajah perlahan sendu Lily yang berjalan ditengah Daddy dan Papi.
............
Ketika Lily sudah hilang dari pandangan tiba-tiba Lucas merasa rumahnya begitu sepi bahkan sangat sunyi.
Lucas berjalan pelan memasuki lift dan menuju kamarnya untuk mandi "kenapa rasanya sepi sekali" ucap Lucas ketika masuk kamar.
Setelah mandi Lucas yang masih memakai kimono membuka pintu kamar yang diketuk seseorang.
"Tuan, mereka ada pelayan khusus yang akan memijit" kata Alena memperkenalkan dua orang yang datang bersamanya.
" Tidak usah, biar Lily saja yang memijatku besok" ucap Lucas dengan bad mood.
"Lily, cepatlah pulang" kata Lucas yang jadi merasa kesepian didalam kamar sendiri, biasanya selalu dipenuhi suara cempreng dan omongan Lily yang sangat cerewet.