NovelToon NovelToon
Kebangkitan Di Zaman Modern

Kebangkitan Di Zaman Modern

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Anisa Ammoera(_)

Yun Sheren seorang Putri Mahkota dari Kekaisaran Awan Emas terseret melintasi waktu. Dia terjebak di dalam raga sang ibu ketika masih muda di zaman modern.

Namun alih-alih takut--- Yun Sheren justru menikmati semua itu. Ia bersumpah akan membalaskan dendam ibu dan neneknya pada keluarga benalu yang telah merampas seluruh hak ibunya.

Namun--- perjalanan Yun Sheren tidak semudah itu, saat ia harus berhadapan dengan para kultivator iblis dari zaman modern--- kelompok kultivator tersembunyi yang ternyata bekerja sama dengan keluarga Jia.

Dalam perjalanan nya, Yun Sheren di pertemukan kembali sama kedua kakaknya yang ternyata juga terlempar ke zaman modern. Kini, sama seperti sang ibu yang menjalankan takdirnya di zaman kuno. Mereka juga harus menjalankan takdirnya di zaman modern.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisa Ammoera(_), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Partner?

Liu Yue menatap dua orang pemuda di hadapannya dengan heran. Pandangannya tidak santai; ia jelas menelisik dari atas sampai bawah, meneliti setiap jengkal penampilan asing mereka.

Pakaian yang mereka kenakan sangat aneh—hanfu berlapis dengan potongan khas zaman kuno.

Namun, Yun Sharam sama sekali tidak mempedulikan tatapan mata menyelidik dari Liu Yue. Pemuda itu justru hanya asyik menghabiskan makanan yang ada di depannya dengan lahap, seolah perutnya sudah kosong berhari-hari.

Sementara itu, Yun Shadom hanya makan sedikit meskipun dia belum sepenuhnya kenyang. Sudut matanya terus bergerak waspada, menaruh curiga pada wanita di depannya yang tiba-tiba datang dan memberikan mereka makanan cuma-cuma.

Pikirannya mendadak memutar kembali nasihat lama; kata ibunya, ia tidak boleh mudah percaya pada orang asing.

Tapi ada satu hal yang tidak Yun Shadom dan Yun Sharam ketahui. Wanita modern yang tengah mereka curigai ini sebenarnya adalah sahabat setia dari ibu mereka sendiri.

"Kakak... jangan melihatnya seperti itu," tegur Yun Sharam tiba-tiba dengan mulut yang masih penuh makanan.

Ia menyenggol lengan kakaknya pelan. "Dia akan sangat tidak nyaman jika kau terus melotot begitu," ucapnya polos lalu kembali mengunyah.

Yun Shadom menghela nafas panjang. Jika bisa, terkadang dia sangat ingin menukar adiknya yang kelewat santai ini dengan orang lain.

Dengan kaku, ia meletakkan sumpitnya. "Terima kasih makanan nya," kata Yun Shadom canggung, berusaha tetap sopan di tengah rasa curiganya.

Liu Yue hanya mengangguk pelan sebagai respons. Ia kemudian berdehem kecil, mencoba mencairkan kecanggungan dengan mengalihkan pandangannya ke arah area taman studio.

Di sana, beberapa kru terlihat sedang gelisah dan berlarian panik karena sang sutradara terus berusaha menghubungi model dadakan yang tak kunjung datang.

Namun, Liu Yue tidak peduli lagi pada kekacauan pemotretan itu. Fokusnya telah sepenuhnya terenggut. Ia kembali memutar tubuhnya dan melihat kedua pemuda di depannya dengan lebih saksama.

Dari jarak dekat, meskipun wajah mereka tampak kotor dan kusam karena terkena debu jalanan yang tebal, Liu Yue bisa melihat dengan jelas bahwa wajah keduanya memiliki struktur yang tegas, rahang yang kokoh, dan ketampanan yang tidak biasa.

Yun Shadom yang sadar kembali ditatap dengan intens langsung mengernyitkan alisnya. "Kenapa melihatku seperti itu?" tanyanya dengan nada suara yang datar dan dingin.

Liu Yue berdecak, melipat kedua tangannya di depan dada. "Kalian... sebenarnya sudah berapa lama tidak mandi?" tanyanya blak-blakan.

Yun Sharam langsung menghentikan aktivitas makannya seketika. Pertanyaan itu membuat kedua pemuda zaman kuno tersebut saling pandang.

Sedetik kemudian, secara refleks mereka menunduk dan mencium aroma tubuh mereka sendiri. Sungguh, detik itu juga mereka ingin muntah rasanya karena bau kecut dan keringat yang menyengat.

Liu Yue menghela nafas melihat reaksi mereka, lalu menunjuk ke sebuah bangunan kecil di sudut area. "Di sana ada kamar mandi umum, bersihkan diri kalian di sana sekarang," katanya tegas.

Ia kemudian menoleh, melirik asisten pribadinya yang sejak tadi berdiri di belakangnya. "Belikan mereka pakaian baru yang layak dan semua alat mandi yang diperlukan," titahnya singkat.

Mendengar perintah itu, sang asisten sempat tertegun dan menatap Liu Yue dengan sedikit heran.

Di industri ini, semua orang tahu bahwa atasannya itu biasanya tampak sangat dingin, acuh, dan tidak tersentuh oleh orang asing—kecuali jika ia sedang berhadapan langsung dengan penggemar setianya.

Kenapa hari ini dia mendadak begitu peduli pada dua gelandangan berpakaian aneh?

Meskipun sepasang mata Yun Shadom masih memancarkan kecurigaan yang mendalam terhadap kebaikan mendadak ini, ia tidak punya banyak pilihan.

Ia melirik adiknya, Yun Sharam, yang justru sudah melangkah lebih dulu tanpa beban di belakang sang asisten. Sambil menahan gejolak naluri waspadanya, Yun Shadom akhirnya melangkah lebar, mengikuti jejak adiknya dari belakang.

Setelah punggung mereka menghilang di balik lorong, keheningan itu dipecahkan oleh langkah ragu seseorang.

Sutradara Rou menghampiri Liu Yue dengan raut wajah yang dipenuhi rasa bersalah.

"Maafkan saya, Nona Liu... benar-benar maaf," bisik Sutradara Rou dengan suara bergetar.

Sebagai orang dalam industri, Rou sangat tahu siapa identitas asli wanita luar biasa di depannya ini. Bukan hanya karena nama besarnya, tetapi karena Rou tahu betul sebuah rahasia besar: diam-diam, kakak kandung Liu Yue yang berkuasa telah memerintahkan orang-orang terkuat untuk menjaga dan mengawasi setiap jengkal keselamatan adiknya di industri ini.

Dengan berat hati, Rou melanjutkan laporannya, "Sepertinya... jadwal pemotretan utama kita hari ini terpaksa harus diundur. Ada masalah mendadak yang sangat serius dengan model pria yang seharusnya menjadi partner Anda. Agennya baru saja mengabarkan bahwa dia membatalkan kontrak sepihak."

Liu Yue memejamkan mata sejenak, sebelum menjawab dengan suara pelan namun tajam." Sutradara Rou... kau tau jika jadwal ku sangat padat, bukan?" katanya tajam. "Apa kau pikir aku akan menunggu?"

Sutradara Rou tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepala dengan penuh rasa sesal. Padahal ia sampai memohon kepada Liu Yue untuk menjadi model dari pemotretan nya. Namun Tuan Muda sombong itu menghancurkan segalanya.

"Maaf, Nona Liu... saya sangat menyesal," ucapnya bersungguh-sungguh.

Liu Yue tidak menjawab. Ia memalingkan wajahnya, namun rahangnya yang mengeras dan tatapan matanya yang menajam sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa saat ini badai kemarahan sedang berkecamuk di dalam dirinya. Suasana di sekitar seketika menjadi mencekam.

Dua puluh menit berlalu dalam ketegangan yang sunyi. Hingga akhirnya, suara derap langkah kaki yang teratur terdengar mendekat dari arah koridor kamar mandi.

"Nona baik hati!" seru sebuah suara yang renyah dan penuh energi. Itu adalah suara Yun Sharam. Dengan wajah berseri-seri, ia memamerkan pakaian barunya. "Pakaian ini sangat nyaman dan pas sekali di tubuhku! Terima kasih banyak!"

Mendengar suara itu, Liu Yue perlahan meletakkan ponsel yang sejak tadi digenggamnya ke atas meja glass-top. Ia mendongak, berniat memberikan anggukan formalitas. Namun, detik itu juga...

Deg!

Waktu seolah berhenti berputar. Tatapan mata Liu Yue langsung bertabrakan dengan sepasang mata milik Yun Shadom yang berjalan di belakang adiknya. Mata pria itu sangat tajam, datar, dan menghujam langsung ke manik mata Liu Yue.

Kedua mata Liu Yue membelalak sempurna. Ia terpaku menatap sosok pria tampan yang kini berdiri tegap di depannya.

Rambut panjangnya yang basah setelah dibersihkan membingkai wajahnya yang memiliki rahang tegas dan fitur wajah simetris yang sempurna.

Benarkah mereka adalah dua orang yang sama dengan pria gelandangan tadi? Dia... sangat tampan, batin Liu Yue, jantungnya berdesir aneh.

Namun, aura yang dipancarkan oleh Yun Shadom dan Yun Sharam jelas bak bumi dan langit. Jika Yun Sharam terkenal dengan pembawaannya yang santai, ramah, dan mudah didekati, maka Yun Shadom adalah perwujudan dari sosok yang dingin, berbahaya, dan sama sekali tidak tersentuh oleh dunia luar--- sama seperti ayahnya.

Aura intimidasi yang kuat justru membuat ketampanannya naik berkali-kali lipat di mata Liu Yue.

Didorong oleh rasa kagum dan sebuah peluang instan yang melintas di kepalanya, Liu Yue berdiri dari kursinya secara mendadak hingga kursinya berdecit kasar.

Ia sama sekali tidak mempedulikan celotehan riang Yun Sharam yang masih berbicara di depannya. Sepasang matanya kini terkunci rapat, menatap Yun Shadom dengan tatapan penuh penilaian yang intens, tajam, sekaligus penuh damba.

Liu Yue melangkah maju satu langkah, menantang aura dingin pria itu. "Kau..." ucapnya dengan suara serak yang tegas. "Apa kau mau menjadi model partner ku untuk pemotretan hari ini?"

DEG!

Sebuah tawaran gila dan impulsif meluncur begitu saja dari bibir sang model. Sebuah tawaran yang sama sekali tidak bisa dimengerti akal sehat, baik oleh Yun Shadom yang penuh kecurigaan, maupun oleh Yun Sharam yang seketika melongo karena bingung.

1
Thewie
pindah kemari kami bah.. kejaman modern🤭
Lee Yaa
tak kira kaisar yun shang yg dteng🤭
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
next ...
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Atik Kiswati
ada hubungan masa lalu kah....
Sekar
lanjut thor💪💪💪💪
Aeriah Kayla
tidak apa Thor better than nothing. get well soon ya thor
Sri Wulan
semoga cepat sembuh ya Thor..
Ayra Hijab
lekas sehattt thoorr 💪
Inay
semoga lekas sehat, dan semangat 💪!
Sekar
akhirnya ketemu
Anonim
Sedikit sekali updatenya
Dewiendahsetiowati
akhirnya ketemu juga
Aeriah Kayla
bagus Thor jangan di buat belibet ya kasian kkk kembarnya terlunta" . kumpulkan mereka jadi satu.
Atik Kiswati
gk sabar tgg lnjt nya.....
Ayra Hijab
asliii, karyanyaa keren skaalii thorrr
Anonim
Ditunggu bab yg banyak thor
Ayra Hijab
serruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!