NovelToon NovelToon
Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Mantan Suami Membuangku Bos Bertato Menikahiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Janda / One Night Stand
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Tiga tahun berbakti sebagai istri seolah tak ada artinya bagi Aira ketika Radit diceraikannya secara mendadak tepat di hari ulang tahun pernikahan mereka.
Demi kehadiran sekretaris cantik, Aira terpaksa melangkah menembus hujan deras membawa kopernya. Kemalangan tak berhenti di situ; di tengah jalan ia diserang sekelompok preman hingga tak berdaya.
Di saat kritis, sosok pria tinggi bertato bernama Lucas datang menyelamatkannya. Namun, pertolongan itu membawa takdir baru. Dalam pengaruh obat akibat dijebak, Lucas membawa Aira ke hotel. Dengan bisikan "Jangan takut, aku mandul," Aira yang hancur akhirnya memejamkan mata dan pasrah.
Esok harinya, Aira pergi memulai hidup baru dari nol—mencari kontrakan dan pekerjaan. Namun beberapa minggu kemudian, garis dua di alat tes kehamilan meruntuhkan dunianya. Jika Radit sudah lama tak menyentuhnya, maka janin itu jelas milik Lucas. Lantas, apakah pengakuan mandul itu hanya kebohongan manis, atau ada rahasia besar yang sengaja Lucas sembunyikan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Di sebuah gedung pencakar langit bernuansa futuristik di pusat kota Singapura, malam sudah beranjak makin larut.

Lucas baru saja keluar dari ruang rapat utama bersama beberapa investor asing.

Pria itu melonggarkan ikatan dasinya, menghembuskan napas lelah seraya melangkah menuju ruang kerja pribadi di kantor cabangnya.

"Rapat yang luar biasa, Tuan Lucas. Kontrak ekspansi Singapura resmi diteken," lapor Randy yang melangkah di sampingnya seraya membawa tablet kerja.

"Bagus. Persiapkan berkas untuk peninjauan besok pagi," sahut Lucas singkat, nada suaranya tetap dingin namun penuh wibawa.

Tepat saat Lucas mendaratkan tubuhnya di kursi kerja berbahan kulit premium, ponsel pribadinya yang tergeletak di atas meja berdering nyaring.

Lucas menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel ke telinganya.

"Halo, Arum. Bagaimana situasi hotel?" tanya Lucas.

"Selamat malam, Pak Lucas. Maaf mengganggu waktu istirahat Bapak di Singapura," suara Arum terdengar begitu bersemangat di seberang telepon.

"Saya ingin melaporkan perkembangan Dapur Utama dan keputusan perekrutan Head Chef baru kita."

Lucas menyandarkan punggungnya, menatap pemandangan gemerlap Singapura dari balik dinding kaca.

"Bagaimana? Kamu sudah dapat chef pengganti Riko?"

"Sudah, Pak! Bahkan hasilnya jauh di luar ekspektasi kita semua," jawab Arum mantap.

"Hari pertama beliau bekerja hari ini, dan dia langsung membuat gebrakan luar biasa di dapur."

"Oh, ya? Ceritakan."

"Namanya Chef Aira, Pak," ujar Arum mulai menjelaskan panjang lebar.

"Tadi pagi sewaktu pertama kali datang, beliau sempat diremehkan oleh Koki Rizal dan tim dapur senior karena penampilannya yang terlihat lembut. Tapi Chef Aira membalikkan semua anggapan itu. Dia memimpin dapur selama jam sibuk dengan sangat tegas, teratur, dan profesional. Bahkan Koki Rizal yang paling keras kepala pun sampai bertekuk lutut dan meminta maaf!"

Lucas tersenyum tipis dimana sebuah senyuman tipis yang amat jarang terlihat di wajah dinginnya.

"Lalu, bagaimana dengan instruksiku soal menu khas?"

"Nah, ini poin paling spektakuler, Pak!" suara Arum makin riang.

"Tadi siang, Tuan Bramantyo, investor VVIP dari Singapura yang menginap di President Suite. Meminta menu khusus untuk penderita diabetes yang gula darahnya sedang tinggi. Chef Aira memasak sendiri dada ayam panggang dengan quinoa dan saus jamur jahe alami. Tuan Bramantyo sangat terkesan dan bilang akan merekomendasikan Chef Aira secara pribadi ke Bapak saat beliau kembali ke Singapura!"

Lucas terkekeh pelan. Ia tahu betapa cerewetnya Tuan Bramantyo soal makanan sehat, dan fakta bahwa pria tua itu sampai memuji koki baru ini adalah hal yang sangat langka.

"Bukan cuma itu, Pak," lanjut Arum antusias.

"Malam ini sebelum jam shift selesai, Chef Aira memenangkan taruhan dengan Koki Rizal. Beliau memasak hidangan Ikan Kerapu Asam Manis, tapi sama sekali tanpa menggunakan saus tomat, saus sambal, atau cuka sintetis!"

Lucas mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan dari Arum.

"Ikan kerapu asam manis tanpa saus dan cuka? Bagaimana bisa?"

"Itu dia kehebatannya, Pak! Beliau memanfaatkan ekstrak belimbing wuluh, tomat buah matang pohon, serta perasan jeruk kesturi untuk rasa asam segarnya. Lalu untuk manisnya, beliau menggunakan reduksi karamelisasi jus nanas madu segar dan gula aren organik. Dipadu dengan sari bawang putih panggang dan kaldu udang, rasanya sungguh meledak di lidah, rasa krispi, lembut, manis, asam, dan sangat gurih alami!"

Arum menambahkan dengan nada bangga saat menceritakan Aira.

"Karena cita rasanya yang sangat luar biasa dan unik, saya sudah menetapkan Ikan Kerapu Asam Manis Karamelisasi Nanas buatan Chef Aira menjadi Special Executive Menu baru di Hotel Bintang Purnama mulai besok!"

Lucas mendengarkan setiap detail laporan Arum dengan saksama.

Ada rasa penasaran unik yang mendadak membakar dadanya.

Sosok wanita bernama Aira ini terdengar begitu menarik dan cerdas dalam meracik rasa.

"Kerja bagus, Arum. Kamu membuat keputusan yang sangat tepat," puji Lucas tulus.

"Pastikan semua fasilitas dan kebutuhan Chef Aira terpenuhi di dapur."

"Baik, Pak Lucas. Terima kasih banyak," jawab Arum sebelum mengakhiri sambungan telepon.

Lucas meletakkan ponselnya kembali ke meja. Ia mengusap dagunya, menatap kosong ke luar jendela.

Wanita misterius yang ia tolong dua malam lalu di tengah hujan belum juga ditemukan oleh Randy, namun kini di hotelnya muncul seorang Head Chef berbakat luar biasa bernama Aira.

"Aira," gumam Lucas pelan, menyebut nama itu di bibirnya.

"Menarik. Aku jadi tidak sabar untuk kembali ke Jakarta dan mencicipi sendiri masakanmu." ucap Lucas yang kemudian memejamkan matanya untuk beristirahat.

Keesokan harinya, suasana di Dapur Utama Hotel Bintang Purnama diwarnai kesibukan luar biasa.

Aira dan yang lainnya sudah sibuk berada di dapur dimana papan pesanan di area pass tak berhenti-henti mencetak nota.

Sebagian besar pesanan yang masuk mencantumkan satu nama hidangan unggulan yang sama: Ikan Kerapu Asam Manis Karamelisasi Nanas.

Keunikan rasa masakan karya Aira tersebar amat cepat.

Beberapa food blogger ternama dan kritikus kuliner yang sengaja datang untuk membuktikan rumor tersebut dibuat takjub oleh kelezatannya.

Unggahan foto dan video singkat yang memperlihatkan kilau saus karamelisasi nanas serta kelembutan daging kerapu buatan Aira seketika viral di media sosial.

"Ulasan dari kritikus kuliner papan atas baru saja terbit, Aira! Mereka memberikan skor lima bintang dan menyebut masakanmu sebagai mahakarya kuliner modern!" seru Arum dengan wajah berseri-seri saat menunjukkan tablet kerjanya di area dapur.

Para staf dapur menyambut kabar itu dengan sorak-sorai riang.

Koki Rizal, yang kini menjadi asisten paling setia bagi Aira, bertepuk tangan paling keras.

"Selamat, Chef Aira! Dapur kita belum pernah seramai dan sepopuler ini sebelumnya!" ujar Rizal penuh rasa bangga dan hormat.

Aira mengulas senyum tulus seraya menyapu pandangannya ke seluruh tim dapur.

"Ini bukan hanya karena saya, Rizal. Kesuksesan ini milik kita semua yang bekerja keras sejak pagi. Terima kasih atas dedikasi kalian."

Di tengah tawa dan kehangatan seluruh staf, Aira menyentuh dada kirinya pelan.

Rasa haru membuncah di dalam hatinya. Nama dan karyanya kini diakui serta dihormati oleh banyak orang.

Rasa sakit akibat pengkhianatan masa lalu perlahan sirna, berganti dengan sinar kejayaan yang kian terang benderang.

Di Singapura, berita melejitnya menu baru Ikan Kerapu Asam Manis Karamelisasi Nanas Hotel Bintang Purnama sampai ke telinga Lucas melalui berbagai ulasan media dan laporan keuangan harian yang meroket tajam.

Tanpa membuang waktu, Lucas langsung menekan tombol panggilan cepat ke ponsel Arum.

"Selamat siang, Pak Lucas," sapa Arum di seberang telepon.

"Selamat siang, Arum. Aku sudah membaca semua ulasan media dan laporan penjualan hari ini. Kerja yang sangat bagus," ujar Lucas, nada suaranya terdengar begitu puas.

"Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi besarnya, aku ingin kamu menyiapkan rumah dinas fasilitas penuh dan bonus berupa insentif khusus untuk Chef Aira."

"Baik, Pak. Saya akan segera mengurus kuncinya."

Sebelum menutup telepon, rasa penasaran yang menggelitik dada Lucas sejak kemarin tak tahan lagi untuk ia suarakan.

"Arum,"

"Ya, Pak Lucas?"

"Apakah, chef baru kita itu cantik?" tanya Lucas spontan.

"Cantik dong, Pak. Kan beliau wanita."jawab Arum.

Lucas terkekeh tipis mendengar jawaban santai manajernya itu.

"Bisa saja kamu, Arum. Awas ya, gajimu tidak aku cairkan bulan ini," ancam Lucas bercanda.

"Jangan dong, Pak! Bercanda, Pak!"

Setelah mengakhiri sambungan telepon dengan tawa renyah, Arum segera mengambil set kunci rumah dinas dari brankas manajemen.

Ia melangkah menuju dapur utama dan memanggil Aira ke ruangannya.

Aira yang masih mengenakan seragam koki menghampiri Arum dengan raut heran ketika sebuah kunci rumah elegan disodorkan ke hadapannya.

"Ini apa, Bu Arum?" tanya Aira bingung.

"Ini kunci rumah dinas fasilitas penuh dari Pak Lucas untuk kamu, Aira," jelas Arum dengan wajah berseri-seri.

"Pak Lucas sangat terkesan dengan pencapaianmu dan meledaknya menu baru di pasaran. Selain rumah dinas, beliau juga menyetujui insentif bonus khusus atas dedikasimu. Selamat, ya!"

Mata Aira berbinar haru. "Terima kasih banyak, Bu Arum.Tolong sampaikan rasa terima kasih saya yang sebesar-besarnya kepada Pak Lucas."

Dengan senyum bahagia mengembang di wajahnya, Aira kembali ke dapur utama.

Melihat sang Head Chef kembali dengan raut gembira, Rizal dan seluruh staf dapur langsung mengepungnya penasaran.

"Ada kabar baik apa, Chef?" tanya Rizal antusias.

Aira menepuk tangannya dua kali mengumpulkan perhatian semua orang.

"Karena kerja keras kita semua membuat menu baru melejit dan dapat apresiasi dari manajemen, malam ini setelah jam shift selesai, aku traktir kalian semua makan lesehan!"

Seketika riuh tepuk tangan dan sorak-sorai bahagia memecah suasana dapur utama.

"MANTAP! Terima kasih, Chef Aira!" teriak Rizal paling keras, memimpin tepuk tangan meriah dari seluruh rekan-rekannya yang malam itu merasa sangat bangga memiliki pimpinan seperti Aira.

Kemudian Aira kembali melanjutkan tugasnya memimpin dapur dengan semangat membara.

Setiap piring yang keluar dari area pass dipastikan sempurna, memanjakan lidah setiap tamu yang datang.

Ketika jarum jam menunjuk pukul delapan malam dan jam kerja berakhir, Aira beserta seluruh staf dapur berbondong-bondong menuju warung lesehan populer di dekat area hotel.

Suasana malam yang riuh menjadi saksi kehangatan mereka.

Berbagai hidangan khas lesehan—mulai dari ayam bakar, bebek goreng, hingga aneka sambal penyet—tertata rapi di atas tikar panjang.

Aira mengangkat gelas teh hangatnya, menatap rekan-rekan kerjanya yang tersenyum lebar.

"Terima kasih atas kerja keras kalian semua hari ini. Berkat kerja sama tim dan keberhasilan menu ikan kerapu kita, malam ini kita bisa merayakannya bersama!" seru Aira riang.

"Siap, Chef! Terima kasih traktiran mewahnya!" sahut Koki Rizal antusias, memimpin sorak-sorai dan tepuk tangan kompak dari seluruh tim dapur.

Mereka menikmati makan malam dengan canda tawa lepas, menghargai kepemimpinan Aira yang begitu rendah hati.

Di sisi lain kota, suasana yang berbanding terbalik terjadi di rumah mewah milik Radit.

Radit baru saja melangkah masuk ke dalam rumah dengan wajah lelah usai seharian bekerja di kantor.

Ia melonggarkan ikatan dasinya, melangkah menuju meja makan yang tampak kosong melompong tanpa ada satu pun tudung saji yang menutupi makanan.

Dahi Radit berkerut. Ia berjalan menuju ruang keluarga dan menemukan Mila yang sedang sibuk bersantai memoles kuku jarinya.

"Mila, kamu tidak memasak?" tanya Radit dengan nada suara tertahan.

Mila mendongakkan kepalanya dan menyunggingkan senyum tanpa dosa seraya mengibaskan tangannya yang baru dicat.

"Aduh, Mas. Aku kan tidak bisa memasak. Nanti kuku aku rusak kalau kena minyak panas. Aku masakkan mie instan saja ya? Atau, biar Ibu saja yang memasak di dapur?"

Mendengar namanya disebut, ibu Radit yang baru saja keluar dari kamar langsung menyambar dengan wajah bersungut-sungut.

"Lho, kok Ibu lagi?! Kamu itu kan istrinya Radit sekarang, Mila! Masa urusan dapur tetap Ibu yang pegang?!"

"Ya ampun, Bu. Mila kan tidak terbiasa di dapur dari dulu," potong Mila dengan nada manja yang dibuat-buat.

Radit memijit pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri.

Bayangan masa lalunya mendadak melintas dimana dulu, setiap kali ia pulang kerja dalam keadaan lelah, Aira selalu menyambutnya dengan senyuman hangat dan meja makan yang dipenuhi berbagai hidangan lezat dan segar buatan tangan sendiri.

Tidak pernah sekalipun ia dibiarkan kelaparan atau mendengar perdebatan di meja makan.

Memilih untuk tidak memperpanjang pertengkaran yang membuat kepalanya makin pening, Radit menarik napas panjang seraya merogoh ponsel dari saku celananya.

"Sudah, sudah! Jangan ribut terus!" potong Radit dingin.

"Aku pesan makanan online saja."

Radit membuka aplikasi pemesan makanan di ponselnya.

Namun, begitu melihat daftar menu restoran, selera makannya mendadak menguap, digantikan rasa sesal tipis yang mulai menyusup perlahan di sudut hatinya.

1
Ariany Sudjana
bisa semakin maju ini hotel Lucas, karena chef Aira kan luar biasa cerdas
Ariany Sudjana
wah berarti pasangan berikutnya Rizal dan Arum yah 😄😄🤣🤣
Ariany Sudjana
skak mat, ternyata si pelacur murahan itu hanya omong besar, ga bisa kan menghabiskan dua puluh ekor ikan kerapu asam manis
gimana Radit, ternyata kamu yang mandul 🤣🤣 jadi anak siapa yang dalam kandungan Mila? kan pelacur murahan yah 🤣🤣
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, ternyata bodohnya kebangetan 🤣🤣 dan gimana ceritanya Lucas yang pemilik hotel tersebut, kamu ejek dan kamu rendahkan, dasar bodohnya kamu, sama dengan Radit dan juga ibu kamu
Ariany Sudjana
ini si pelacur murahan itu yang bodoh, preman yang kamu bayar cerdas sekali
Ariany Sudjana
puji Tuhan, chef Aira benar-benar sudah membuktikan kejeniusan nya dan kelihatan kan si pelacur murahan itu bodohnya kebangetan 😂😂🤣🤣

niat hati menjatuhkan chef Aira, kamu yang akan menghadapi kekuasaan Lucas
Bu Dewi
lanjut kak😍😍😍😍
Ariany Sudjana
tetap waspada ya chef dan Lukas, karena si pelacur murahan itu ga terima kalau Aira hidup dengan baik
Ariany Sudjana
wah chef Aira ngidam ceri 😄🙏
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Mila, yang ada kamu yang akan dikerjai sama preman itu dan kamu salah cari lawan
Iffanaya 😽
lanjut Thor 💪
Iffanaya 😽
kamu salah cari lawan Mila 😏 liat aja apa yg dilakukan Lucas kalo tau apa yg kamu lakukan ke aira
Dew666
💜
my name is pho: Terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Lucas, kamu harus waspada, jangan biarkan si pelacur murahan dan Mak Lampir itu berbuat kerusuhan di hotel kamu, dan jangan sampai mereka membuat celaka ke Aira
Ariany Sudjana
dasar pelacur murahan kamu itu Siska dna Mila, silakan kalian balas dendam, kalian siap-siap jadi gembel
Ariany Sudjana
puji Tuhan, calon ibu mertua Aira itu baik hati, dan meskipun konglomerat, tidak sombong seperti mantan mertuanya
Ariany Sudjana
skak mat kamu merin, kamu hanya pelacur murahan 😂😂🤣🤣 mama Lucas benar-benar wise, tidak termakan dengan omongan si pelacur murahan itu, kacian deh loe Merin 🤣🤣😂😂
mama kandung yang waras pasti ga akan mau punya menantu pelacur murahan seperti kamu, jadi jelas sekali chef Aira kelasnya jauh di atas kamu
Ariany Sudjana
dasar laki-laki pengecut kamu Radit, kamu sudah menghina Aira. dan kamu pelacur murahan, kamu bilang Aira mandul 🤣🤣🤣😂 dasar bodoh, buktinya Aira mengandung bayi kembar 3, jangan-jangan Radit yang mandul 🤣🤣😂😂 kalau Radit mandul, berarti yang dikandung Mila, anak siapa?
Ariany Sudjana
harusnya jangan hanya diusir pelacur murahan itu, tapi juga dibinasakan
Ariany Sudjana
paling tidak, kasih Aira kesempatan untuk mengawasi saja anak buahnya di dapur, karena bagaimanapun Aira itu kan head chef, kalau semua dilarang Aira bisa stres dan ga baik buat kandungannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!