NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:10k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mata mata militer

Beberapa menit setelah ketegangan di distrik selatan, suasana di dalam Mansion Quizel tampak jauh lebih tenang, namun di balik dinding-dinding kokoh yang dilapisi baja itu, benih-benih pengkhianatan baru mulai tumbuh. Lora berdiri di sudut aula, jemarinya yang masih sedikit gemetar menggenggam cangkir teh hangat yang diberikan oleh Mira. Matanya yang tajam dan waspada tidak berhenti bergerak, memindai setiap sudut ruangan, menghitung jumlah kamera pengawas yang tersembunyi, dan mengamati interaksi antar penghuni mansion.

Ada rasa panas yang membakar dadanya, bukan karena kekuatan api yang ia miliki, melainkan rasa iri yang meluap saat melihat bagaimana semua orang memperlakukan Elara. Di matanya, Elara hanyalah wanita mungil yang tampak rapuh, namun mengapa pria sekuat Leonard menatapnya dengan pemujaan yang begitu dalam? Mengapa orang-orang dengan kemampuan hebat seperti Herra dan Tobi tunduk patuh pada setiap titahnya?

"Silakan diminum, Lora. Masakan ini akan membantu memulihkan energimu," ujar Mira dengan senyum tulus saat menyajikan sepiring nasi hangat dengan aroma yang sangat menggoda.

"Terima kasih, Mira. Kamu baik sekali," jawab Lora dengan nada yang sangat manis, sebuah topeng sempurna yang selalu ia gunakan untuk menipu lawan-lawannya. Ia menyuap makanan itu, dan meskipun lidahnya mengecap kelezatan yang luar biasa, pikirannya justru sedang menyusun rencana licik.

Lora memperhatikan Leonard yang sedang duduk di sofa besar, membersihkan bercak darah di lengan bajunya. Pria itu memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat, tipe pria yang seharusnya memimpin pasukan besar, bukan sekadar menjadi pengawal seorang wanita. Lora membasahi bibirnya yang kering, ia tahu bahwa untuk meruntuhkan benteng ini, ia harus menyerang fondasinya terlebih dahulu. Dan fondasi itu adalah hubungan antara Leonard dan Elara.

'Jika aku bisa mendapatkan hati pria itu, atau setidaknya membuatnya ragu pada istrinya, mansion ini akan jatuh ke tanganku dalam sekejap,' batin Lora sambil melirik Elara yang sedang asyik berdiskusi dengan Arkan di meja komando.

Beberapa jam kemudian, saat malam mulai menyelimuti bumi dan raungan monster di luar terdengar semakin lirih akibat sistem pertahanan suara mansion, Lora mulai bergerak. Ia melihat Leonard berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum. Ini adalah kesempatan yang ia tunggu. Lora sengaja melonggarkan ikatan rambutnya dan membiarkan beberapa kancing atas kemejanya terbuka, memberikan kesan 'korban yang trauma dan butuh perlindungan'.

"Tuan Leonard?" panggil Lora dengan suara lirih yang dibuat sedikit bergetar.

Leonard menghentikan langkahnya, menoleh dengan tatapan datar yang dingin. "Ada apa?"

"Aku... aku hanya ingin berterima kasih secara pribadi. Jika bukan karena tim kalian, aku pasti sudah mati di gedung itu," Lora melangkah mendekat, masuk ke dalam ruang pribadi Leonard. Ia menatap mata Leonard dengan pandangan yang sayu. "Dunia ini sangat menakutkan sekarang. Aku merasa sangat kecil... dan tidak berguna. Apakah menurutmu orang sepertiku benar-benar layak berada di tempat seindah ini?"

Lora sengaja menyentuh lengan Leonard dengan lembut, sebuah gerakan yang ia harap bisa memancing reaksi pria itu. Namun, ia tidak tahu bahwa Leonard telah terikat 100% secara emosional dan sistemik kepada Elara.

Leonard menarik lengannya dengan kasar, seolah-olah baru saja menyentuh sesuatu yang menjijikkan. "Nona Lora, di sini semua orang punya fungsi. Jika kamu merasa tidak berguna, silakan keluar dari gerbang itu besok pagi. Dan satu hal lagi... jangan pernah mendekatiku dalam jarak kurang dari dua meter. Istriku tidak suka aroma parfum murahan yang bercampur bau keringat seperti milikmu."

Wajah Lora memucat, rasa malu dan amarah bergejolak di kepalanya. Ia tidak menyangka penolakannya akan sebrutal ini. Leonard melewatinya begitu saja tanpa menoleh lagi,

Melihat pemandangan itu, Lora menggenggam tangannya erat hingga kuku-kukunya memutih. Kebenciannya pada Elara kini mencapai puncaknya. Ia merasa Elara tidak layak mendapatkan semua ini. Kehormatan, keamanan, dan pria seperti Leonard seharusnya menjadi miliknya. Ia mulai berjalan menuju kamar tamu yang diberikan kepadanya, pikirannya melayang pada sebuah misi besar yang ia bawa di pundaknya.

Di dalam kamarnya yang gelap, Lora mengeluarkan sebuah alat komunikasi satelit mini yang ia sembunyikan di dalam ranselnya. Alat itu berpendar merah pelan. Ia menekan beberapa tombol dan mengirimkan sebuah koordinat rahasia beserta pesan singkat 'Target ditemukan. Lokasi aman, fasilitas mewah, logistik melimpah. Persiapan pengambilalihan dimulai.'

Lora duduk di tepi tempat tidur, menatap pantulan dirinya di cermin dengan tatapan dingin yang mengerikan. Ia bukan sekadar penyintas yang beruntung. Nama aslinya adalah Lora Arian Ia adalah putri dari Jenderal Rian, salah satu petinggi militer yang sedang membangun kekuatan rahasia di sebuah bunker militer di luar kota. Namun, status Lora bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan di keluarganya. Ia adalah anak hasil hubungan gelap sang Jenderal dengan seorang wanita penghibur.

Sepanjang hidupnya, Lora selalu dianggap sebagai aib. Ayahnya tidak pernah mengakuinya di depan publik, dan saudara-saudara tirinya selalu merendahkannya. Namun, saat kiamat ini pecah, Jenderal Rian memberinya satu kesempatan terakhir 'Temukan tempat paling aman dan strategis untuk dijadikan markas besar pusat komando baru. Jika kau berhasil membawakan tempat itu padaku, aku akan meresmikan namamu di dalam silsilah keluarga Arian. Kau akan menjadi putri sah Jenderal.'

Pengakuan. Itulah satu-satunya hal yang dikejar Lora. Baginya, Elara Quizel hanyalah kerikil kecil yang menghalangi jalannya menuju pengakuan sang ayah. Ia tidak peduli jika harus mengkhianati orang-orang yang telah menyelamatkan nyawanya. Di dunia yang sudah hancur ini, loyalitas adalah kemewahan yang tidak sanggup ia beli.

Keesokan paginya, Lora bangun dengan senyum manis yang sudah terpasang kembali di wajahnya. Ia turun ke ruang makan, melihat Elara yang sedang memberikan instruksi pada Bara tentang peningkatan daya pagar listrik.

"Pagi, Nona Elara. Apakah ada yang bisa kubantu hari ini? Aku ingin sekali berguna untuk komunitas ini," ujar Lora dengan nada yang sangat sopan, seolah kejadian memalukan dengan Leonard semalam tidak pernah terjadi.

Elara menoleh, matanya menatap Lora dalam-diam. Berkat kemampuan barunya yang mampu mendeteksi aura dan niat tersembunyi, Elara bisa merasakan kegelapan yang pekat di dalam diri Lora. Namun, ia tidak langsung membongkarnya. Elara ingin melihat sejauh mana "tikus kecil" ini akan bermain di dalam labirinnya.

"Tentu, Lora. Karena kamu pengguna api, pergilah ke gudang belakang bersama Pak Jaka. Bantu dia membakar sampah-sampah organik yang tidak bisa dikompos. Gunakan apimu dengan bijak, jangan sampai membakar gedung ini," jawab Elara dengan nada datar namun penuh penekanan.

"Tentu saja, aku akan berhati-hati," jawab Lora sambil membungkuk kecil.

Saat ia berjalan menuju gudang, Lora melewati Herra yang sedang membersihkan senjatanya. Ia mencatat dalam hati bahwa Herra adalah orang yang paling waspada terhadapnya. Ia harus menyingkirkan Herra atau membuatnya tidak dipercaya oleh Elara terlebih dahulu.

Lora mulai menjalankan rencana tahap keduanya. Ia mulai mendekati para pelayan dan asisten seperti Mira dan Arkan, memberikan bantuan-bantuan kecil dan mendengarkan keluh kesah mereka, mencoba mencari celah untuk menghasut mereka. Ia mulai membisikkan kata-kata halus tentang betapa "otoriternya" Elara dan bagaimana masa depan mereka akan lebih terjamin jika bergabung dengan kekuatan militer yang dipimpin ayahnya.

Ia tidak tahu bahwa setiap langkah yang ia ambil, setiap bisikan yang ia lontarkan, dan setiap sinyal yang ia kirimkan melalui alat satelitnya, semuanya sudah masuk ke dalam radar pengawasan Elara. Elara sengaja memberikan kebebasan pada Lora, membiarkannya merasa bahwa rencananya berhasil.

Elara berdiri di balkon lantai atas, memperhatikan Lora yang sedang bekerja di kejauhan. Leonard mendekat, memeluk pinggang istrinya dari belakang. "Wanita itu... dia berisik sekali. Kenapa tidak kita habisi saja sekarang?"

Elara bersandar di dada Leonard, menikmati ketenangan sejenak. "Jangan dulu, Sayang. Dia adalah umpan yang bagus. Dia ingin membawa ayahnya, sang Jenderal, ke sini? Bagus. Kita butuh tenaga militer dan persenjataan berat untuk memperluas wilayah kita. Biarkan dia mengundang mereka datang. Saat mereka tiba di depan gerbang kita, mereka akan menyadari bahwa mereka bukan datang ke sebuah markas, melainkan ke sebuah jebakan."

Elara menyeringai licik. Lora Arian mungkin merasa dirinya adalah predator yang sedang menyusup, namun ia tidak menyadari bahwa ia hanyalah seekor pion di papan catur yang sudah dikendalikan sepenuhnya oleh Elara. Ambisi Lora untuk mendapatkan pengakuan sang ayah justru akan menjadi kunci bagi Elara untuk mendapatkan kekuatan militer tanpa harus mencarinya.

Dunia mungkin sudah kiamat, namun bagi Elara, ini adalah panggung permainan baru di mana ia adalah sutradaranya. Dan bagi Lora Arian, pengakuan yang ia cari mungkin akan ia dapatkan, namun tidak dalam bentuk yang ia bayangkan, melainkan dalam bentuk kehancuran total yang akan ia bawa sendiri ke depan pintu ayahnya.

'Bermainlah sepuasmu, Lora. Karena saat tirai ditutup, kaulah yang akan menjadi tumbal pertama di mezbah kekuasaanku,' batin Elara sambil menatap langit yang mulai menggelap kembali, menantikan fajar pertempuran berikutnya.

Bersambung 🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
aku
kok aku ngeri lama2 sm kelompok el 😭 pupuknya terlalu organik torr 😭😭
Miu.Nuha
alon alon eleraaa... astagaa jangan dipacu maksimal, kasihan nanti malah masuk rumah sakit 😅
Miu.Nuha
sabar Yara,, asah skill kamu buat nurunin berat badann... atur deh pokoknya 😅👍
Cimol krispy
astaga, kebayang banget gimana chaos nya keadaan diluar mansion.
Filan
tambah OP aja kelompok Elara.
Cuma satu yang dipertanyakan. Apakah Elara memikirkan solusi? Atau hanya mengikuti misi dari sistem dan bertahan hidup?
Harusnya Elara memikirkan solusi untuk mengembalikan keadaan. Misalnya dengan mencari sebab dulu, baru menemukan solusi (walau masih belum pasti) dan menjadikan solusi itu tujuan cerita. Kita jadi tahu akan dibawa ke mana cerita ini pada akhirnya. Kedamaian hakiki walau ga bisa mengembalikan dunia secara utuh. atau mereka bisa mereset semuanya? Tapi kalau reset, Elara waktu rebirth pun ga ada niatan menghentikan terjadinya chaos. hanya sibuk menyiapkan 'payung'.

dan ke mana manusia-manusia pengkhianat itu? Kenapa Elara tidak pernah mencari mereka untuk balas dendam?
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
dan sekarang, kamu bisa membalas semua dendammu elara
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kira-kira mereka menyelamatkan manusia-manusia lain gak ya? takut kalo mereka salah orang
Mega Siregar
nanti kalo udah langsing dan seksi, jangan mau ama suami macam dia 😤
Three Flowers
bonusnya makin besaar🥳
Three Flowers
habisnya dulu kamu sama sekali nggak peduli padanya, Leo
Three Flowers
jadi di sini sudah jelas Leo nggak menginginkan kamu lg, Rachel
Three Flowers
sekarang Elara yang pegang kendali, menjadi penasehat utama perusahaan Leonard
-Thiea-
Gak susah membujuk mereka, karena elara udah tahu apa yg diinginkan mereka.
-Thiea-
Masa sih, bukannya dulu kamu kayak jijik lihat dia gendut.
Mingyu gf😘
sekarang leonard bner bner bucin ya🤭
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
Ela semangat yok bisa berubah yok. ntar kalo udh proporsional bakal byk cowok ngantri pgn jd bucinmu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Mega Siregar
penasaran, jika jiwanya telah berpindah ke tubuh orang lain, tubuh yara mana ya??
Xlyzy: musnah kah entitas Yara di musnahkan hanya jiwa nya yang di selamatkan sama sistem
total 1 replies
PrettyDuck
setelah ini kalian akan jadi power couple yang melawan akhir zaman /Angry/
PrettyDuck
emang dasar gak pernah puas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!