NovelToon NovelToon
Genius Modern Dinegeri Kuno

Genius Modern Dinegeri Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi Wanita
Popularitas:83.9k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

Qing Lizi, seorang yatim piatu berprofesi sebagai dokter militer genius yang menguasai banyak hal. Selain cantik, ia juga memiliki dedikasi tinggi pada tugasnya.

Gadis berusia 30 tahun yang gemar akan tantangan, memilih bergabung dengan pasukan militer negara setelah mendapat lisensi kedokterannya.

Saking geniusnya, Qing Lizi sudah meraih gelar dokter specialis diusia dua puluh empat tahun.

Kariernya berjalan mulus, bermacam misi telah ia jalani, hidup mapan, banyak teman, digandrungi puluhan pria.

Sayangnya Qing Lizi tak berumur panjang. Ia harus kehilangan nyawa saat bertugas dinegara berkonflik bersama tentara perdamaian.

Namun bukannya pergi kesurga atau neraka, jiwa Qing Lizi malah pindah keabad kuno, menempati tubuh seorang gadis berusia sepuluh tahun.

Suatu hari, Qing Lizi mendapat anugerah sebuah cicin ajaib yang memberinya banyak keutungan.

Bagaimanakah kisah perjalanan Qing Lizi dikehidupan keduanya ini..?

Apa fungsi cincin ajaib yang melingkar dijari manis Qing Lizi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perencanaan toko kosmetik

Ketika Bai Rong tiba dirumah dengan banyaknya belanjaan, ayah dan kakak lelakinya ternyata sudah pulang dari berkerja.

Bai Rong langsung menyampaikan perihal kejadian ditoko perhiasan, serta bagaimana antusiasme para nyonya dan nona muda bangsawan diIbukota.

"Kalau begitu kita sudah harus mulai membuat perencanaan dari sekarang." kata nyonya Bai bersemangat.

"Untuk toko telah aku persiapkan bu..! kapan pun waktunya bisa langsung digunakan." balas Bai Yulin.

"Berarti tinggal menemui tabib Qing Lizi saja untuk membahas ini." menteri Bai menimpali.

"Biar aku saja besok yang kedesa Zitan untuk menemui tabib Qing, sekalian aku ingin memberinya hadiah yang tadi sudah aku beli." Bai Rong menawarkan diri.

"Besok kakak akan menemanimu." sambar Bai Yulin.

Tuan dan nyonya Bai mengangguk setuju.

"Temui juga tabib Tan. Mau bagaimana pun tanpa bantuannya, kita tidak akan bisa bertemu tabib Qing." nyonya Bai mengingatkan.

"Baik ibu..!" jawab Bai Yulin dan Rong.

"Oya, lusa akan ada perjamuan dikediaman Walikota. Karena Rong'er sudah sembuh, jadi harus ikut menghadirinya."

"Setuju..!" seru nyonya Bai dan Yulin.

"Baik ayah..!" balas Bai Rong gembira.

Keesokan harinya, selepas sarapan. Bai Rong dan Bai Yulin menuju kedesa Zitan sembari membawa banyak hadiah untuk Qing Lizi.

Sudah bisa dipastikan dua kereta berlambang pejabat bangsawan tingkat tiga itu langsung mencuri banyak atensi penduduk.

Terlebih saat sang kepala pelayan bertanya dimana rumah keluarga Qing dan tabib Tan, kehebohan langsung menyebar cepat.

Setelah mendapat petunjuk, satu kereta berbelok arah menuju kekediaman tabib Tan.

Sementara yang ditumpangi Bai Yulin dan Bai Rong menuju kerumah keluarga Qing.

Sesampainya dilokasi, kakak beradik itu disambut oleh nenek Qing yang baru saja memetik buah kesemek untuk dijadikan camilan serta arak.

"Ah, silahkan masuk tuan muda, nona..! aku panggilkan dulu Lizi'er, dia sedang berada didapur."

Nenek Qing menggiring tamu-tamunya kehalaman dalam, kemudian mempersilahkan duduk digazebo.

Dua pelayan serta empat pengawal membawa semua cindera mata, lalu menaruhnya diberanda gazebo.

Tak lama Qing Lizi muncul, disusul nenek Qing yang membawa suguhan.

"Nona muda...!" pekik Lizi terpukau, melihat kecantikan Bai Rong.

"Tabib Qing, kau berdusta padaku..?" ucap Bai Rong berdiri menghampiri penolongnya.

Alis Qing Lizi kontan saja merajut, senyumnya luntur perlahan.

"Kau mengatakan jika wajahku akan sembuh dalam waktu dua bulan, tapi ternyata cuma tiga puluh hari saja sudah sebagus ini." ujar manja Bai Rong.

Qing Lizi pun akhirnya tersadar jika ia sedang digoda.

"Aku mengatakan dua bulan agar nona muda bisa lebih bersabar." balas asal Qing Lizi seraya terkekeh.

Bai Rong menarik Qing Lizi untuk duduk didekatnya, lalu menunjukkan semua hadiah yang ia bawa.

"Kenapa harus repot-repot seperti ini tuan muda, nona..?"

"Semua itu tidak sebanding dengan apa yang sudah tabib Qing lakukan untukku dan Rong'er." kata Bai Yulin.

Bai Rong menunjuk satu peti yang ditaruh terpisah "tabib Qing, tolong berikan ini pada nona Jiayi ya..?"

"Ah, kebetulan Jiayi ada dibelakang. Apa nona muda mau sekalian bertemu dengannya..?"

Bai Rong mengangguk "tentu saja..!"

Qing Lizi gegas memanggil sang sahabat yang sedang sibuk membuat gula.

"Salam tuan muda Bai, nona muda..!" sapa Jang Jiayi membungkuk.

"Jangan sungkan begitu nona Jiayi, sungguh aku merasa sangat tidak nyaman sekali." ucap Bai Rong mengundang Jiayi mendekat.

Keempat muda-mudi itu pun duduk berbincang dengan akrab, sebelum masuk kesesi obrolan utama.

"Jadi toko kecantikan ini sudah bisa segera kita buka..?" tanya antusias Qing Lizi.

"Benar..!" jawab Bai Yulin "untuk bangunan ruko sudah siap, begitu juga dengan kontrak dan perizinan merk dagang."

Bai Yulin menyodorkan tiga gulungan kertas linen pada Lizi, yang langsung gadis itu periksa.

Satu perizinan brand kosmetik yang ia beri nama QL, satu lagi kontrak kerjasama dengan menteri hukum Bai.

Sesuai kesepakatan yang telah dibuat dulu, sistem jual putus menjadi pilihan.

Satu prodak skincare Qing Lizi membandrol harga dua puluh tahil. Untuk harga jual terserah keluarga Bai.

Qing Lizi pamit sesaat guna pergi kekamarnya, lalu mengeluarkan semua prodak kosmetik yang telah ia buat untuk dipamerkan.

"Apa ini..?" tunjuk Bai Rong pada maskara.

Qing Lizi pun mejelaskan satu per satu nama set make up sekaligus mendemonstrasikan pemakaiannya lewat wajah ayu Jang Jiayi.

"Woah, ini luar biasa..! tabib Qing, kau sangat hebat. Aku yakin semua prodak ini pasti akan laris manis dipasaran." ucap Bai Rong bersemangat.

"Prodak mana saja yang bisa digunakan oleh pria..?" tanya Bai Yulin.

Qing Lizi menunjuk serum rambut, handbody lotion, sunscreen, facial wash, shampo, masker, lulur mandi, sabun, serta wewangian berendam.

"Kalau begitu mulai besok sudah harus mencari pelayan toko..?" ujar Bai Rong.

"Usahakan semuanya wanita yang cakap berbicara. Nanti untuk beberapa hari kita berikan pelatihan kerja agar mereka mengenal semua prodak ini." balas Lizi.

"Kita mulai tiga hari lagi, bagaimana..?" tanya Bai Yulin.

Qing Lizi setuju, begitu juga dengan Bai Rong.

Kontrak dicap jari, kedua belah pihak memegang satu salinan.

Ketika obrolan selesai, tabib Tan datang bergabung.

Kelima orang itu terus berbincang akrab, sampai ikut makan siang bersama keluarga Qing, Huang dan Jang.

"Pengiriman barang lusa hari akan dilakukan, sekalian kita menata toko." kata Qing Lizi melepas kepergian kakak-beradik Bai.

"Oke...!"

1
Sribundanya Gifran
lanjut
Fahreziy
nexk
Osie
gitu nongol hanya sesaat..lg sibuk kah thor
Wiwin Ma Vinha
jgn lama" up nya thor😄
Datu Zahra
lanjut Thor
Lala Kusumah
double atau crazy up dong Mak, seruuuuuu banget ceritanya 🙏🙏👍👍😍😍
Maria Lina
nongol jga ya thor kira digantung ceritanya thor..mana 1 pulak up nya ud lamq lgi
Chen Nadari
akhirnya nongol thorrr😄.. double up dong thor
Enah Siti
akhhirya up kiraya sampai dsni🙏🙏🙏🙏 maksihthor
Dwi Bintan
bolehkan sy serakah, up y di tambahin dong jngan 1 episode aja
Adi Sudiro
kapan update nya Thor lama kali nunggunua🤣🤣🤭
Maria Lina
gk ada niat up gtu thor
Juvita Lin
keren n klau bisa up yg bnyk,biar puas bacanya....
Mochika mochika
ok
Juvita Lin
up yg bnyk kak...👍
Ona Sukatendel
coba klo di negara kita ini ada cincin penyimpanan, jd klo belanja kg usah bawa2 kresek lagi🤭🤭🤭
si_
next
Lala Kusumah
pundi-pundi uang Lizi'er bertambah banyak, kereeeeeennn 👍👍👍😍😍😍
Lala Kusumah
kereeeeeennn Lizi'er 👍👍😍😍
Dewi Wulansari
sumpahhh baru seru"nya thorrr lanjutt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!