NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah

Terpaksa Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Acaciadri

Tidak punya pilihan lain selain menikahkan Aruna dan Arka. karena sang calon pengantin wanita yang bernama Elia kabur di hari pernikahannya.

pernikahan itu hanya untuk dua tahun saja, itulah yang di katakan Arka di awal mereka setelah menjadi sepasang suami istri. tapi bagaimana kalau Arka beda pemikiran setelah tinggal satu atap yang sama dengan Aruna? dan bagaimana dengan Elia? apa sebtulnya alasan wanita itu kabur di hari pernikahannya?

cekidottt cerita keduaku. beri dukungan ya teman-teman❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acaciadri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

“Mohon maaf pak/bu Rt dan semuanya. Tetapi sepertinya istri saya kelelahan. Maklum ya, ibu-ibu istri saya sedang hamil muda.“Ucap Arka tiba-tiba dan tentu saja membuat Aruna terkejut bukan main, sampai-sampai kedua bola matanya membesar dan terlihat akan keluar, Aruna hamil muda? Sejak kapan? Wong di sentuh saja belum kok.

Arka tersenyum tipis, hal yang tak pernah terjadi pun di lakukannya dan kembali Aruna di buat terkejut karena ulahnya.

Cuppp

Kecupan di keningnya bukan hanya membuat jantung Aruna bertalu kencang, matanya semakin membesar. Namun semua ibu-ibu sampai bapak-bapak yang ada menahan nafas dan ada dari beberapa mereka yang bersemu kemerahan__live kali ini begitu romantis, bahkan bisa mengalah-ngalahkan drakor saja saking romantisnya, terutama di kalangan ibu-ibu.

“So sweet banget.“

“Pantesan gerakannya aneh, ohh ternyata lagi hamil muda, ya?.“

“Ya Tuhan suaminya baik, ganteng mana kaya raya pula.“

Dan banyak lagi puji-pujian yang terutama di layangkan untuk Arka__yang tidak mereka tahu, kalau Arka sebetulnya berbanding terbalik dari pujian-pujian itu.

Entah kerasukan setan apa hingga kelakuan pria itu pun menjadi lebih aneh, sebab bisa-bisanya di begitu baik, lembut dan juga tiba-tiba mengecup kening Aruna.

“Oalah jadi sedang hamil ya, istrinya pak Arka?.“Sahut Pak Rt sambil tersenyum lebar dan di angguki oleh Arka.

“Benar pa, baru sekitar satu bulanan pa.“

“Wah selamat ya, saya do'akan semoga janinnya sehat dan selamat sampai nanti hari persalinan nanti.“

“Aamiin, makasih pak Rt.“

“Iya pak Arka.“

“Saya do'akan dengan do'a yang sama juga.“Timpal Bu Rt dan di angguki serta di balas senyum oleh Arka.

“Aamiin, makasih bu.“

“Kalau ibu..“

“Aruna, panggil saja Runa. Bu..“Tukas Arka yang di angguki bu Rt.

“Oh iya, Bu Runa. Kalau bu Runa pingin makan sesuatu boleh minta bantuan saya, ya? Eum.. saya kebetulan punya bisnis di bidang kuliner juga..hehe.“Ujar Bu Rt yang sebetulnya sedang mempromosikan makanannya pada Aruna dan Aruna hanya balas tersenyum tipis, ia tak tahu harus mengatakan apa selain dengan senyumab__terlebih keinginan mengidam itu, agaknya tidak akan pernah terlaksana, toh Aruna pun memang tidak hamil dan mungkin tidak akan pernah hamil juga. Toh Arka dan Aruna tidak akan pernah melakukan hohe hohe.

“Iya bu, nanti saya kabari kalau istri saya pingin. Makasih ya, bu?.“

“Iya sama-sama Pak Arka.“

Lalu Arka pun mengangkat tubuh Aruna dan menggendongnya ala bridal style, sontak apa yang di lakukan Arka menbuat Aruna benar-benar syok luar biasa__Aruna ingin berontak, tentu saja. Selain tak nyaman Aruna juga merasa risih. Tapi akan menimbulkan kecurigaan terhadap mereka berdua. Maka karena itu Aruna pun dengan terpaksa terlihat pasrah dan terlihatenerima dengan legowo Arka menggendongnya.

****

Untuk kedua kalinya Aruna di turunkan begitu saja oleh Arka dan tindakan Arka yang seperti inilah yang membuat Aruna kebingungan.

Mau apa sebenarnya pria itu dan tujuannya apa coba?

Pasalnya Aruna yang sedang tekun membantu ibu-ibu beberes di halaman, eh tau-taunya malah di bawa pulang, pake pura-pura jadi suami istri yang mesra lagi dan yang lebih fatal berbohong soal kehamilan dirinya.

Apa Arka risih karena Aruna di banding-banding dengan Elia? Hahh, rasanya bukan seperti itu deh, mana mungkin sih? Arghhh sungguh membuat Aruna ingin menjedutkan kepala pria itu ke tembok kalau bisa dan membongkar isi kepalanya.

“Mas Arka, tunggu.“Panggil Aruna dan berhasil membuat langkah Atka terhenti, pria itu lalu berbalik dan menatap Aruna dingin dengan sebelah alis terangkat naik.

“Maksud mas Arka, tadi tuh apa?.“ Tanya Aruna penasaran dan menatap Arka dalam yang di tatap menghela nafasnya dalam seraya mengusap wajahnya frustasi.

“Tidak ada maksud apa-apa__.“

“Tapi Mas Arka gendong saya, berbohong kalau saya hamil.“Potong Aruna dan tanpa sadar menaikan nada bicaranya. Aruna pun sendiri terlihat kaget karena ternyata dirinya berbicara dengan intonasi yang agak sedikit naik.

Arka kembali menghela nafasnya, pria itu memejamkan matanya selama beberapa detik dan.

“Saya tidak suka Elia di banding-bandingkan dengan wanita manapun, terutama kamu!.“

JLEB

Hati Aruna terasa tertikam oleh benda tajam. Sakit sekali sampai-sampai membuat dadanya sesak dan nafasnya menjadi tersendat-sendat, sial. Kenapa Aruna harus seperti ini? Padahal biasa saja, lagipula memang Arka secinta itu dengan kakaknya, kan?

“Oh.“Dua kata yang hanya bisa keluar dari mulutnya, Aruna bahkan memalingkan wajahnya yang dengan kedua mata yang sudah berkaca-kaca.

Arka merasa bersalah, aneh sekali. Harusnya tidak seperti itu, dan apa yang di katakan harusnya seperti itu__walau yang terjadi sebetulnya tidak demikian, entah kenapa. Tapi Arka tidak suka ketika Aruna menjadi bahan gibahan ibu-ibu, terutama ketika mereka body shamming soal Aruna dan tentu saja Arka tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada Aruna, takut Aruna besar kepala.

Dan melihatnya dengan mata berkaca-kaca seperti ini, ada perasaan Arka tak rela dan tak tega, namun untuk kesekian kalinya Arka menepisnya. Lagi pula bukan urusannya, mau Aruna menangis, di sakiti, di gibahi dan lainnya__untuk terakhir kalinya dan semoga ke depannya Arka tidak melakukan hal bodoh lagi.

“Saya akan keluar dengan teman saya, mas.“Arka kembali berbalik dan menemukan wajah Aruna yang sudah lebih baik dengan senyum yang terlihat terpaksa.

“Silahkan, tidak perlu izin saya.“Ujarnya, Aruna mengangguk dua kali.

“Yaudah, kalau begitu. Kebetulan saya sudah buatin makanan untuk stok makan malam di kulkas, kalau mas Arka lapar, tinggal angetin aja.“

“Hm..“

Arka benar-benar pergi dan meninggalkan kesunyiaan serta rasa dingin yang sampai merasuk ke dalam hatinya.

*****

Terlanjur mengatakan akan keluar. Pada akhirnya Aruna pun mengajak Rio untuk sekedar menikmati bakso yang tepat berada di dealer tempatnya bekerja__untunglah Rio tak menolak dan malah sebaliknya, menerima tawaran Aruna dengan senang hati.

Padahal Rio tak tahu apa yang melatar belakangi Aruna mengajaknya, andai tidak asbun terhadap Arka. Maka Aruna lebih memilih untuk tinggal di dalam kamarnya dan melakukan apa yang di sukainya. Yaitu menonton drakor, baca novel atau hanya scroll-scroll saja.

“Maaf ya, Rio. Tapi gue beneran lagi sumpek.“Ucap Aruna seraya meringis penuh sesal karena mengajak Rio yang ujung-ujungnya makan di dekat tempat kerja mereka.

Rio membalas senyum itu, jelas terlihat di wajahnya sama sekali tidak keberatan meski Aruna mengajaknya ke tempat di dekat tempat mereka bekerja. Bukan tempatnya, tentu saja. Tetapi objeknya alias Aruna dan Rio begitu menyukai Aruna.

“Gak papa Run. Santai aja kok, lagian gue juga lagi senggang.“Ujar pria itu dan maaih menatap Aruna lekat, tatapannya jelas memuja sekaligu memancarkan rasa cinta__Aruna tahu, tapi Aruna memilih pura-pura tidak tahu. Jahat, ya? Tapi bagaimana lagi. Aruna tak bisa membalas perasaan Rio, tetapi Aruna pun tak ingin kehilangan Rio sebagai seorang teman.

“Yaudaj, gue traktir. Sebagai permintaan maaf gue deh.“

Rio menggeleng”Enggak ya, di mana-mana cowok yang harus bayarin cewek, dong!.“

“Tapi kan kita gue yang ngaja, Rio.“

“Enggak, biar gue. Lagian gue punya uang. Banyak pula, di habisin sama lo juga gak papa kok.“Tukas Rio terdengar tulus dan membuat Aruna sampai merinding__bisa-bisanya Rio ini begitu tolol sekali. Bahkan rela menghabiskan uangnya demi Aruna. Padahal jelas Aruna memilih menolak atau mengabaikan semua sinyal yang di beritahu pria itu.

“Enggak, gue aja. Gue juga masih punya uang kok dan uang gue juga lumayan banyak juga!.“Keukeuh Aruna seraya mengeluarkan dompet dan memamerkan isinya dan untung saja, dua hari yang lalu Aruna sempat mengambil uang di ATM. tentu pemberian dari Arka, sebab Aruna belim gajian di bulan ini dan gaji di bulan kemarin sudah Aruna berikan kepada mamanya sebagian.

1
Ariany Sudjana
ini lagi Elia kangen sama arka, kalau kangen, kenapa kamu kabur pas mau menikah sama arka? dasar murahan kamu Elia
Ariany Sudjana
dua-duanya keras kepala
Ariany Sudjana
kenapa kamu bilang aruna murahan? murahan mana sama Elia yang kabur pas hari pernikahan, dan Aruna yang harus menggantikan?
Sam A13
terus dong ceritanya bags ceritanya👍
Dewi Sri Astuti: di tunggu lanjutannya ya kak, terimakasih sudah mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!