NovelToon NovelToon
TERJEBAK OBSESI

TERJEBAK OBSESI

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Duda
Popularitas:505
Nilai: 5
Nama Author: frj_nyt

update setiap tanggal genap

Lin Yinjia adalah mahasiswi biasa yang hidupnya sederhana namun hangat bersama keluarganya. Ketika adiknya mengalami kecelakaan dan terbaring koma, kehidupannya perlahan berubah. Demi membantu biaya pengobatan, Yinjia terpaksa mempertahankan perjodohan yang sudah diatur keluarganya dengan Gu Zhenrui, pewaris keluarga kaya yang arogan dan penuh kesombongan.

Di kampus, Yinjia harus menghadapi berbagai gosip, sindiran, dan pengkhianatan dari orang-orang yang dulu ia percaya. Ketika ia mulai menyadari bahwa tunangannya berselingkuh, Yinjia memutuskan untuk berhenti menjadi gadis yang hanya diam menerima semuanya.

Kesempatan datang saat ia diterima magang di sebuah perusahaan ekspor impor besar di Shanghai. Di sanalah ia bertemu Guo Linghe—presiden direktur perusahaan yang dingin, kaku, dan memiliki dunia yang sama sekali berbeda dari kehidupan Yinjia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon frj_nyt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pendaftaran Magang - 2

Jaraknya hanya beberapa langkah, tapi entah kenapa suasana di antara mereka terasa berbeda dari biasanya. Senyum Yara masih sama seperti dulu—lembut, ramah, bahkan sedikit manis—namun ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan di balik tatapannya.

Lin Yinjia tidak langsung menyadarinya. Ia masih terlalu sibuk memikirkan hasil pendaftaran magang barusan. Tapi Chen Luo memperhatikan.

Ia memperhatikan cara Yara memandang mereka. Bukan sekadar melihat. Seperti menilai. Yara berjalan mendekat dengan langkah santai. “Kalian juga daftar magang?”

Nada suaranya ringan, hampir seperti obrolan biasa. Yinjia mengangguk. “Iya. Baru selesai.”

“Perusahaan mana?”

“Guo International Trade.”

Alis Yara sedikit terangkat, seolah tidak menyangka. “Itu perusahaan besar.”

“Makanya aku cuma mencoba,” kata Yinjia jujur. Ia tidak pernah merasa dirinya cukup hebat untuk tempat seperti itu. Bahkan saat mengisi formulir tadi, ia sempat berpikir mungkin ini terlalu tinggi untuknya. Tapi mencoba tetap lebih baik daripada tidak sama sekali.

Yara menatap map di tangan Yinjia sebentar. Lalu ia tersenyum lagi. “Kamu pasti lolos.” Kalimat itu terdengar seperti dukungan.

Tapi Chen Luo menangkap sesuatu yang lain di nada suaranya—sesuatu yang terlalu tipis untuk disebut sinis, tapi cukup terasa bagi orang yang memperhatikan.

Yinjia tidak menyadarinya. Ia hanya tertawa kecil. “Aku harap begitu.”

Beberapa mahasiswa mulai meninggalkan aula. Keramaian sedikit berkurang, tapi suara percakapan masih memenuhi ruangan.

Chen Luo memandang sekeliling. “Kita makan siang dulu?”

Yinjia baru menyadari bahwa perutnya memang mulai lapar. Ia mengangguk. “Aku ikut.”

Yara langsung berkata, “Aku juga.”

Mereka bertiga berjalan keluar dari aula menuju kantin kampus. Jalur pejalan kaki di depan gedung dipenuhi mahasiswa yang baru selesai mengikuti pendaftaran magang seperti mereka.

Yinjia berjalan di tengah, Chen Luo di sebelah kirinya, dan Yara di kanan. Percakapan mereka terdengar ringan. Tentang kelas minggu depan. Tentang dosen yang terkenal sulit memberi nilai. Tentang rumor perusahaan mana yang paling sulit menerima magang.

Tapi di bawah percakapan biasa itu, pikiran masing-masing orang berjalan dengan arah berbeda. Bagi Yinjia, hari ini terasa seperti langkah kecil menuju masa depan yang sedikit lebih stabil. Jika ia benar-benar diterima di perusahaan itu, mungkin ia bisa membantu keluarganya sedikit.

Bagi Chen Luo, pikirannya justru tertuju pada Yinjia sendiri. Ia tidak pernah benar-benar berniat mendaftar magang hari ini. Ia datang ke aula hanya karena tahu Yinjia akan datang. Dan bagi Xu Yara…

Pikirannya jauh lebih rumit. Ia menatap Yinjia dari samping ketika mereka berjalan. Cara Yinjia berbicara, cara ia tertawa kecil ketika Chen Luo mengatakan sesuatu yang sedikit bodoh, cara ia terlihat tulus tanpa usaha.

Semua itu membuat sesuatu yang kecil dan tidak nyaman bergerak di dalam hati Yara. Ia sudah mengenal Yinjia hampir dua tahun. Sejak awal masuk universitas.

Awalnya ia benar-benar menyukai gadis itu. Yinjia mudah didekati, tidak pernah sombong, selalu bersedia membantu orang lain bahkan ketika dirinya sendiri sedang kesulitan. Tapi entah sejak kapan perasaan itu berubah menjadi sesuatu yang lain.

Mungkin sejak banyak orang mulai memperhatikan Yinjia. Atau sejak Chen Luo mulai sering berada di dekatnya. Chen Luo adalah mahasiswa yang cukup populer di fakultas ekonomi. Banyak mahasiswi menyukainya. Ia pintar, santai, dan punya reputasi baik di organisasi kampus. Yara juga menyukainya.

Diam-diam.

Tapi Chen Luo hampir tidak pernah melihatnya. Sebaliknya, ia selalu melihat Yinjia. Dan itu membuat sesuatu di dalam diri Yara terasa tidak adil.

Mereka akhirnya sampai di kantin kampus. Tempat itu tidak terlalu ramai karena sebagian mahasiswa masih berada di aula karier. Mereka memilih meja dekat jendela. Yinjia meletakkan tasnya di kursi lalu pergi membeli makanan. Chen Luo ikut berdiri. “Aku bantu.”

“Tidak perlu,” kata Yinjia cepat. “Aku bisa sendiri.”

Chen Luo tetap berjalan bersamanya. Yara duduk sendiri di meja itu. Ia memandang mereka dari jauh. Melihat bagaimana Chen Luo berdiri di samping Yinjia sambil berbicara santai. Melihat bagaimana Yinjia tertawa kecil ketika Chen Luo mengatakan sesuatu.

Pemandangan sederhana. Tapi cukup membuat perasaan Yara semakin tidak nyaman. Tangannya meraih ponsel. Layar ponsel menyala. Di sana ada satu nama kontak yang sudah beberapa kali muncul dalam beberapa minggu terakhir.

Gu Zhenrui.

Tunangan Lin Yinjia. Yara menatap nama itu beberapa detik. Lalu layar ponsel mati lagi ketika ia menekan tombol kunci. Ia belum melakukan apa pun. Belum.

Beberapa menit kemudian Yinjia dan Chen Luo kembali membawa nampan makanan. Percakapan mereka berlanjut seperti biasa. Yinjia bercerita sedikit tentang rumah sakit tempat adiknya dirawat. Chen Luo mendengarkan tanpa banyak memotong, hanya sesekali bertanya hal sederhana.

Yara ikut mendengarkan. Ia sebenarnya sudah tahu cerita itu. Yinjia sering menceritakannya. Tentang adiknya yang koma. Tentang biaya rumah sakit yang tidak kecil. Tentang bagaimana keluarganya mencoba bertahan.

Itulah salah satu alasan Yara dulu merasa dekat dengannya. Karena Yinjia selalu jujur tentang hidupnya. Tidak pernah berpura-pura sempurna. Tapi sekarang perasaan itu terasa berbeda.

Setelah makan siang, mereka berjalan keluar dari kantin. Kelas sore masih beberapa jam lagi, jadi suasana kampus sedikit lebih santai. Di depan gedung fakultas, mereka berhenti. Chen Luo melihat ke arah Yinjia. “Kalau ada pengumuman magang nanti, kabari aku.” Yinjia mengangguk. “Tentu.”

Yara hanya berdiri diam di samping mereka. Angin sore bergerak pelan melewati halaman kampus. Daun-daun pohon bergerak ringan, menciptakan bayangan yang bergoyang di tanah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!